cover
Contact Name
Yuli Candrasari
Contact Email
yuli_candrasari.ilkom@upnjatim.ac.id
Phone
+6281330424258
Journal Mail Official
jkom@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Progdi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 20867573     EISSN : 26850370     DOI : 10.33005/jkom.v2i2
Jurnal Ilmu Komunikasi encompasses scholarship on communication and media studies. It disseminates the latest research, development, critical thinking and knowledge contribution on communication process and how it entangles with the development with media, particularly social media advancement. This journal seek wide and multi-disciplinary contribution from lecturers, researchers, students as well as practitioners in the field of communication studies, media studies and cultural studies.This journal is published bi-annually on June and September within electronic and printed version Several sub-themes (but not limited to): - Mass media and society -Communication technology -Digital communication and culture -Public Relations -Creative Advertising -Political Communication -Social Media and Communication Behaviour
Articles 82 Documents
Maskulinitas Dalam Akun Instagram Influencer Laki-Laki Maribeth Maribeth
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.32

Abstract

Dalam kata-kata tersohor dari Umberto Eco, “I speak through my cloth” (aku berbicara lewat pakaianku)—pakaian yang kita kenakan membuat pernyataan tentang diri kita. Pakaian yang dirancang dengan sedemikian rupa biasanya kita sebut sebagai mode atau fashion. Fashion memberikan estetika pada penampilan mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan demi kepuasan dan kepentingan pribadi, penampilan fashion sering diabadikan ke dalam sebuah gambar atau foto. Penelitian ini fokus pada perkembangan mode dalam kaitannya dengan nilai-nilai maskulinitas yang ditunjukkan pada objek foto yang ditampilkan pada akun Instagram seorang fashion influencer yang berada di Indonesia. Foto-foto tersebut menampilkan cara berbusana sesuai dengan identitas fashion yang ingin direpresentasikan oleh ketiga objek fashion influencer yang dipilih yaitu @joviadhiguna, @andyyanata dan @alvinsuryanto. Selain itu dengan adanya identitas fashion yang ditampilkan ketiga objek penelitian, peneliti juga akan mengupas identitas gender yang dimiliki ketiga objek serta mengupas nilai-nilai maskulinitas yang ditunjukkan berdasarkan identitas tersebut. Simbol-simbol yang ditampilkan dalam foto-foto tersebut merepresentasikan identitas diri yang dikonstruksi melalui foto fashion dalam Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang memaknai sebuah komunikasi visual secara denotasi, konotasi dan mitos. Melalui metode tersebut peneliti berusaha menganalisis kode/simbol/penanda dalam foto-foto fashion secara lengkap dan terperinci serta mengaitkannya dengan jenis nilai maskulin yang melekat dalam foto fashion influencer tersebut. Penelitian ini juga akan mengupas tentang gambaran new masculinity fashion yang tidak hanya menjadi sebuah tren, melainkan sebuah tanggapan akan perubahan cara berpikir yang sedang terjadi. Hal itu menunjukkan bahwa perkembangan fashion di Indonesia menjadi semakin terbuka dan tidak kaku pada aturan gender yang melingkupinya. Dengan adanya gaya fashion dari Jovi, Andy dan Alvin menunjukkan bahwa fashion has no gender mulai berkembang dan berterima di kalangan masyarakat urban dilihat dari banyaknya followers di media sosial Instagram mereka.
Budaya Penggemar di Era Digital Shane Savera Sa'diyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan berkembangnya teknologi internet di berbagai bidang kehidupan manusia, tidak terkecuali aktivitas fandom. Melihat fenomena munculnya fandom K-Pop dengan beragam aktivitas virtual yang seiring dengan perkembangan teknologi, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang fandom ARMY dan melihat bagaimana budaya baru penggemar yang mereka implementasikan di media sosial Twitter. Sehingga jelas, fokus dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang bagaimana budaya penggemar di era digital dengan melihat aktifitas-aktifitas penggemar yang dilakukan oleh para anggota fandom melalui media sosial.Metode yang digunakan adalah studi etnografi virtual Christine Hine (2015). Metode ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu exploring field sites dan wawancara termediasi internet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya penggemar dapat dilihat dari empat konteks bidang fandom di internet, yakni 1) komunikasi, menunjukkan bahwa penggemar menggunakan identitas virtual dalam berkomunikasi dan memproduksi fan speak dan fan jokes. 2) kreativitas, adalah penggemar menghasilkan berbagai bentuk fan production yaitu, meme, fan edit, fan cover dan fanfiction, 3) pengetahuan, di bidang ini fanbase bertugas sebagai penyedia informasi bagi anggota fandom, dan 4) kekuatan sipil, yaitu penggemar menyukseskan fan project yang terdiri atas fan streaming, fan voting, birthday project dan fan donation.
Mengungkap Komunikasi Kelompok Belajar Roziana Febrianita; Diana Amalia
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.35

Abstract

Keberadaan anak jalanan di dalam masyarakat memunculkan isu – isu laten terkait hal – hal seperti minimnya literasi, tindak kekerasan pada sesama juga pelecehan seksual. Oleh sebab itu, peningkatan kesadaran akan hal tersebut harus saling bersinergi. Terdapat berbagai komunitas yang memiliki kepedulian pada anak jalanan dan mendedikasikan waktu untuk aktivitas belajar mengajar. Berbagai komunitas tersebut juga mewadahi isu – isu terkait anak jalanan, salah satunya adalah komunitas Save Street Children (SSC). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dilaksanakan di komunitas SSC Surabaya. Jumlah informan pada penelitian ini adalah 6 orang; 3 pengajar dan 3 siswa. Pengamatan dan wawancara mendalam digunakan dalam metode pengumpulan data. Proses mengajar dan interaksi antara pengajar dan siswa dapat diobservasi dalam konteks pola komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi di antara komunitas anak jalanan adalah pola komunikasi kelompok dan komunikasi antarpersonal. Penyampaian wawasan untuk membangun kesadaran akan kekerasan seksual dilakukan dalam dua metode komunikasi, bercerita dan diskusi kelompok. Media pembelajaran yang digunakan adalah media visual, yaitu cerita bergambar dan poster.
Perilaku Remaja dalam Penyebaran Hoax di Grup WhatsApp Ririn Puspita Tutiasri; Ade Kusuma; Sumardjijati Sumardjijati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.36

Abstract

Mudahnya mengakses informasi dan paperless adalah dampak positif dari perkembangan media informasi, dimana manusia dengan mudahnya dapat mendapatkan informasi secepat mungkin. Kemajuan teknologi sangat erat hubunganya dengan bagimana sebuah informasi atau pesan itu diciptakan, selain itu teknologi juga mempengaruhi arus persebaran informasi. Pada dasarnya adanya teknologi menjadikan manusia lebih mudah dalam menyampaikan informasi, menjadikan prinsip yang jauh menjadi dekat. Selain dampak positif dari kemajuan teknologi diatas juga muncul dampak negatif dari aplikasi Instant Messenger. Dimana para pengguna bisa membuat, memodifikasi, serta menyebarkan informasi. Informasi yang tidak bersumber pada sebuah kebenaran atau disebut hoax bisa mempengaruhi sesorang, kelompok bahkan suatu negara. Informasi Hoax ini segaja dibuat untuk mempengaruhi atau merubah persepsi penerima pesan agar mengikuti pesan yang dibuat. Perilaku penyebaran hoaxs banyak terjadi pada Instant Messenger dimana pada penelitian ini meneliti interaksi para pengguna pada aplikasi WhatsApp Grup.
Analisis Dikursus Madura Dalam Akun Instagram @ExploreMadura Muhammad Rifky Yudha Firdaus
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.37

Abstract

Akun Instagram @exploremadura adalah akun Instagram yang dibuat oleh sekelompok orang yang berasal dari Madura dan memiliki ketertarikan dibidang travelling. Akun ini memiliki keunikan tersendiri dibanding akun sejenis lainnya. Selain memuat informasi mengenai lokasi pariwisata, @exploremadura juga memuat berbagai macam keunikan budaya yang ada di pulau Madura dengan tujuan agar masyarakat memahami lebih dalam mengenai apa saja yang menjadikan Madura terlihat unik dan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskursus Madura yang dibangun dalam akun Instagram @exploremadura. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan studi analisis wacana dari Teun Van Dijk. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview kepada pengelola akun instagram @exploremadura dan dokumentasi dari beberapa postingan instagram yang memuat tentang pariwisata, kuliner, dan budaya Madura. Dengan perpaduan analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial dari Teun Van Dijk, peneliti menyimpulkan bahwa akun instagram @exploremadura cukup berhasil memenuhi keinginannya untuk mengenalkan Madura dari segi pariwisata, budaya, dan kulinernya. Akun Instagram @exploremadura adalah akun Instagram yang dibuat oleh sekelompok orang yang berasal dari Madura dan memiliki ketertarikan dibidang travelling. Akun ini memiliki keunikan tersendiri dibanding akun sejenis lainnya. Selain memuat informasi mengenai lokasi pariwisata, @exploremadura juga memuat berbagai macam keunikan budaya yang ada di pulau Madura dengan tujuan agar masyarakat memahami lebih dalam mengenai apa saja yang menjadikan Madura terlihat unik dan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskursus Madura yang dibangun dalam akun Instagram @exploremadura. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan studi analisis wacana dari Teun Van Dijk. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview kepada pengelola akun instagram @exploremadura dan dokumentasi dari beberapa postingan instagram yang memuat tentang pariwisata, kuliner, dan budaya Madura. Dengan perpaduan analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial dari Teun Van Dijk, peneliti menyimpulkan bahwa akun instagram @exploremadura cukup berhasil memenuhi keinginannya untuk mengenalkan Madura dari segi pariwisata, budaya, dan kulinernya.
Pencegahan Sikap Vandalisme Pada Siswa SLTA Di Kota Surabaya Melalui Literasi Digital Endang Sholihatin; Erwin Kusumastuti; Kinanti Hayati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah upaya pencegahan sikap vandalisme pada siswa SLTA di Kota Surabaya melalui literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed approach) pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di Kota Surabaya. Alasan pemilihan lokasi yaitu didasarkan dari fakta kompleksitas dinamika vandalisme di Kota Surabaya yang merupakan kota metropolitan, terbesar kedua di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan kuesioner, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaaan keabsahan data pada penelitian ini digunakan teknik triangulasi sumber data. Unit analisis adalah individu, kebijakan terkait toleransi, lembaga pendidikan dan dinas pendidikan. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif mengikuti Miles dan Huberman. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: Pencegahan sikap vandalisme pada siswa SLTA di Kota Surabaya melalui literasi digital sesuai dengan permasalahan yang ada upaya pencegahan tindakan vandalisme dengan pemahaman mengenai perilaku-perilaku yang membentuknya yang mana sebagaian besar karena ingin ekspresi diri siswa SLTA maka dapat dilakukan dengan persuasif. Vandalisme perlu dilihat sebagai kelebihan energi positif siswa SLTA. Siswa SLTA perlu diberikan arahan melalui Educational Campaign dengan mengarahkan pada kreativitas coret-mencoret yang dapat membuat dirinya viral melalui seni mural berbasis digital. Pengembangan kebijakan pihak sekolah untuk pencegahan sikap vandalisme pada siswa SLTA di Kota Surabaya adalah dengan membuat kebijakan vandalisme untuk inovatif. Guru dituntut untuk kreatif dalam mengembangkan materi yang terintegrasi dengan pembelajaran.
Representasi Femme Fatale dalam Film Laga Indonesia Dhiya Aulia
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.39

Abstract

Dalam film laga Indonesia, karakter perempuan antagonis mengadopsi beberapa penggambaran dari femme fatale. Melalui karakter femme fatale ini, perempuan tidak lagi dipandang sebagai objek seksualitas semata, tetapi bisa setara dengan laki-laki.Penelitian ini fokus pada penggambaran femme fatale dalam film laga Indonesia, yaitu ‘Headshot’ (2016) dan ‘The Night Comes For Us’ (2018). Data berupa adegan-adegan yang menampilkan karakter femme fatale dalam kedua film tersebut akan diteliti menggunakan metode analisis semiotika John Fiske ‘Kode-Kode Televisi’ yang terdiri dari level realitas, level representasi, dan level ideologi. Simbol-simbol yang ditampilkan dalam adegan-adegan tersebut merepresentasikan femme fatale dalam film laga Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif.Representasi femme fatale dalam film laga Indonesia memiliki beberapa kesamaan dengan penggambaran femme fatale dari penelitian terdahulu, yaitu memiliki sifat menggoda, penuh tipu muslihat, memiliki hubungan romantisme, dan kekuatan yang tidak kalah dengan kaum laki-laki. Selain itu masih ada beberapa penggambaran yang ditampilkan oleh karakter femme fatale dalam kedua film laga Indonesia di atas.
Meaning Of Youth In The 2019 Presidential Election Campaign News On Social Media Sri Budi Lestari; Hedi Pudjo Santosa; Primada Qurota Ayun
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Contemporary Societies
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i2.45

Abstract

The development of technology makes the lives of adolescents integratedwith social media and digital. The ease of accessing information through digitalmedia, makes teens fall into the trap of being over-communicated, and even tendsto only share information without being filtered first. How teenagers interpret thenews about the 2019 Presidential Election campaign that they received is importantto be observed so that youth do not get lost in the information rush. This qualitativestudy uses a reception analysis approach through depth interviews with 14 seniorhigh school student informants in Semarang, aimed at knowing how teenagersinterpret the 2019 Presidential Election campaign news information on socialmedia. The results inform that the informants are media literate and are able tointerpret political information according to their understanding. Even though someof them stated that they did not like political news, during the presidential andpresidential elections in April 2019, all took part in making their choices.
The Millenial Use Of Mental Health Service Instagram Account, @RILIV, In Surabaya Kadek Sharidevy Anggira Gashya; Syifa Syarifah Alamiyah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Contemporary Societies
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i2.46

Abstract

Recently health information is widely discuses on Internet platforms.Include on Instagram, as image sharing social media platforms. This study exploreshow millennial generation in Surabaya use Instagram platform, which discussedmental health issues. This study employs descriptive qualitative method to describethe experiences of the informants and their motives. Object of the study are aged18-25 years. Data gained through in-depth interview and observation, andanalysed based on the emerging theme. This study concludes that millennialSurabaya use Instagram to see mental health information as weekly basis, they tendto see Instagram with interesting content and attractive design, some of thepreferred contents are self love, self harm, body positivity and others. Reliability ofthe platform, motives and impact are also discusses in this article.
Teenagers And Instagram: The Impact Of Becoming Instagram High Users Among High School Students In Surakarta Likha Sari Anggreni; Gaza Daffa Redfada; Monika Sri Yuliarti; Muhammad Yunus Anis
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 2 (2019): Contemporary Societies
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i2.47

Abstract

The development of technology has a tremendous impact on human life,including teenagers. Since Instagram has become an increasingly social mediadevelopment, adolescents in the city of Surakarta are also no less behind. This studytries to explore the impact of becoming Instagram high users among high schoolstudents in Surakarta, especially those related to the motivation of activities carriedout by celebrities on their Instagram accounts. The respondents involved in thisstudy were 10th grade students from SMA Negeri 1 and SMA Negeri 3 Surakarta,using simple random sampling technique. Meanwhile, the data collection techniquewas carried out by using an online questionnaire, using a Google form which wasfilled intensively accompanied. The findings of this study are, in general therespondents are active Instagram users who can be included in the heavy userscategory. However, activities imitating the behavior of celebrities who are mostlynegative are not carried out in daily life. Further research that can be done is toexamine the specifics and depth, what factors influence the imitation of celebritybehavior through Instagram.