cover
Contact Name
Dr. Hj. Mujizatullah
Contact Email
jeducandum@gmail.com
Phone
+6281343755509
Journal Mail Official
jeducandum@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Jl. AP. Pettarani No. 72 Makassar Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : 24771619     EISSN : 26557738     DOI : https://doi.org/10.31969/educandum
Fokus kajian jurnal ini adalah berkaitan dengan penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Lingkup jurnal Lektur Keagamaan meliputi 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Keagamaan
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum" : 11 Documents clear
Motivasi Belajar Karya Tulis Ilmiah Peserta Didik Madrasah Aliyah Di Kota pare-pare Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik mengenai Karya Tulis Ilmiah di Madrasah Aliyah Pare-Pare, faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar dan lomba karya tulis ilmiah di Madrasah Aliyah, motivasi belajar dan lomba karya tulis ilmiah di Madrasah Aliyah Negeri 2, Madrasah Aliyah Negeri 1, dan MAS Lil-Banat Kota Pare –Pare, faktor pendukung dengan menerapkan metode deskriftif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya motivasi peserta didik belajar dan mengikuti lomba karya tulis ilmiah ditemukan bahwa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas sebelas terdapat materi Sistematika penulisan Karya Tulis Ilmiah dan pada mata pelajaran Sosiologi pada kelas sepuluh terdapat materi penelitian sosial Teks eksplanasi (data penelitian), namun belum ada petunjuk teknis/panduan khusus karya ilmiah di Madrasah Aliyah, aktifitas kegiatan ilmiah di Madrasah Aliyah terdapat pada kegiatan ekstrakurikuler, belum ada kegiatan khusus bimbingan karya tulis ilmiah, hanya diikutsertakan pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Sekolah (LKS) merupakan faktor penghambat. Rekomendasi perlunya pelajaran khusus penulisan karya tulis ilmiah pada kegiatan ekstrakurikuler, tidak diikutsertakan pada kegiatan yang lain dan hendaknya Madrasah Aliyah mempunyai panduan khusus penulisan karya tulis ilmiah yang sederhana agar mudah dipahami dan dipraktekkan oleh peserta didik
PEMETAAN KAPASITAS PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN MOROWALI DAN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH Amiruddin Amiruddin
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemetaan kapasitas pesantren yang di lakukan di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara di orientasikan pada tiga aspek pemetaan yaitu: pemetaan tentang persebaran pesantren, kapasitas pengelolaan substansi pesantren, dan upaya-upaya pengembangan pemberdayaan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 pesantren yang tersebar pada 2 kabupaten, yang didominasi oleh pesantren dengan tipologi kombinasi. Penelusuran tentang kapasitas pesantren, dicermati pada aspek-aspek komponen utama pesantren sebagaimana yang diamanatkan oleh KMA Nomor 13 Tahun 2014, terdiri atas Kyai, Santri, Kitab Kuning, Pondok, dan Masjid/Mushollah. Kelima komponen tersebut belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian pesantren. Program pemberdayaan juga belum maksimal ini terlihat dari banyaknya Pondok pesantren yang tidak menyelenggarakannnya. Dan bagi pesantren yang menyelenggarakan program pemberdayaan tampak tidak berkelanjutan dalam pengelolaannya
KINERJA GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DI SULAWESI TENGGARA Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru mata pelajaran di madrasah yang telah mengikuti diklat. Kinerja guru dilihat dari pandangan kepala madrasah melalui angket/kuisioner. Penelitian ini adalah gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan fokus penelitian pada kepala madrasah aliayah dan tsanawiyah yang memiliki guru yang telah mengikuti diklat guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui angket/kuisioner dan wawacara. Kuisioner dipakai untuk mengumpulkan data kuantitatif sedangkan wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif sebagai pendukung atau penguatan data-data kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan tabulasi hasil angket menggunakan skala likert kemudian diinterpretasi berdasarkan kategori-kategori. Indikator kinerja guru dilihat dari dimensi kompetensi guru. Salah satu aspek peningkatan kompetensi guru adalah melalui diklat guru mata pelajaran yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan kepala madrasah memberikan tanggapan yang baik terhadap kinerja guru yang telah mengikuti diklat, dan kepala madrasah terbantu oleh guru yang telah mengikuti diklat pada pelaksanaan program-program madrasah dan tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien
PERAN KEAGAMAAN ULAMA DI MAKASSAR DAN GOWA AWAL DAN AKHIR ABAD KE-20: KEBERLANGSUNGAN DAN PERUBAHAN Abdul Kadir Ahmad
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman ajaran dan praktik keagamaan di suatu masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan ulama yang menjadi rujukan di masyarakat tersebut. Hal itu terkait hubungan intensif ulama dengan masyarakatnya dalam konteks pelaksanaan fungsi-fungsi tablig, tibyan, tahkim,dan uswah yang menjadi otoritasnya. Karena itu, penelitian tentang berbagai aspek peran keagamaan ulama menjadi penting dalam rangka memahami Islam secara utuh di suatu kawasan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peran-peran keagamaan ulama dalam masyarakat era tahun 1930-an – hingga akhir abad ke-20 serta kesinambungan dan perubahan dalam peran-peran tersebut, khususnya di Gowa dan Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan studi dokumen sebagai metode pengumpulan data. Keduanya kemudian dianalisis dengan masing-masing menggunakan analisis deskriptif dan analisis isi. Penelitian menemukan beberapa peran ulama yaitu (i) ulama sebagai pegawai sarak, (ii) peran ulama menginisiasi organisasi keulamaan; (iii) peran ulama merajut persatuan melalui dakwah kolektif, dan (iv) perannya menjawab tantangan zaman dengan menggeluti medan politik.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MAN POLMAN Badruzzaman Badruzzaman
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pendidikan Karakter 2010-2015 yang telah didesain oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian menemukan, bahwa upaya untuk menanamkan nilai religious pada sisiwa di Madrasah Aliah Negeri Polman didesain dengan suasana kepesantrenan dan kemasjidan dalam bentuk pembudayaan dan pengembangan diri. Penerapan desain ini didukung oleh didukung oleh kebijakan kepala madrasah, kualitas guru dan sarana dan prasarana. Integrasi pendidikan karakter pada mata pelajaran (sesuai Desain Pendidikan Karakter 2010-2015) baru dilakukan secara maksimal secara administratif dalam perangkat pembelajaran, pada tahap proses pembelajaran dan evaluas tampak belum dilaksanakan secara maksimal. Hal disebabkan oleh kemampuan guru mengimpelementasikan dalam proses pembelajaran.
INDEKS PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA DI SMAN DAN SMKN DI KOTA MAKASSAR Rosdiana Rosdiana
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan pendidikan agama pada Sekolah Menengah Atas di Kota Makassar?”. Berkaitan dengan hal tersebut, maka variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah sumber daya guru agama; Sumber daya pengawas pendidikan agama; Sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pendidikan agama; Proses belajar mengajar pendidikan agama; Pelayanan sertifikasi guru pendidikan agama; dan kurikulum pendidikan agama di sekolah umum. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey. Obyek penelitian ini SMU/SMK Negeri di Kota Makassar dengan responden penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, dan peserta didik. Data penelitian terdiri data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari isian angket (kuesioner) yang terkait dengan penerima dan pemberi layanan Pendidikan Agama di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan respon kepala sekolah terhadap pendidikan agama di sekolah menengah secara umum menunjukkan kategori cukup puas. Respon guru agama terhadap pendidikan agama di sekolah juga terkategori cukup puas. Respon dari peserta didik terhadap pendidikan agama serama umum terkategori puas. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari responden kepala sekolah, guru agama dan peserta didik terhadap pendidikan agama aspek sumber daya guru agama, pengawas guru agama, sertifikasi guru agama, sarana dan prasarana, proses belajar mengajar, dan kurikulum pendidikan agama secara umum terkategori cukup puas. Dari kategori nilai indeks kepuasan, terdapat rerata yang dianggap rendah yakni peran pengawas pendidikan agama dan sarana dan prasarana pendidikan agama
DAMPAK SERTIFIKASI GURU TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH Baso Marannu
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi bagi Guru dalam jabatan, setelah berjalan lebih dari lima tahun, belum ada informasi secara general mengenai dampak sertifikasi guru terhadap perencanaan, pelaksanaan program madrasah, proses pembelajaran, termasuk dampak peningkatan kompetensi sesama guru, untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu dengan menggunakan random kuota sampling sebanyak 52 guru yang telah disertifikasi pada Madrasah Tsanawiyah. dari 101 soal dalam kuisioner yang menggunakan skala likers 4 nilai maksimum yang dicapai 384 dan nilai minimum 289 serta range 95, menghasilkan nilai rata-rata 334,94 dengan standar deviasi 27,17. Hasil penelitian menujukkan bahwa dampak sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah menunjukkan (1) Dampak keterlibatan dalam proses perencanaan program di madrasah 2,97 (kategori tinggi); (2) Dampak keterlibatan dalam pelaksanaan program madrasah 2,86 (kategori: tinggi); (3) Dampak terhadap peningkatan proses pembelajaran nilainya 3,86 (kategori: sangat tinggi); (4) Dampak terhadap peningkatan kompetensi sesama guru menunjukkan nilai 3,77 (kategori: SangatTinggi). Sedangkan pemanfaatan dana sertifikasi guru hubungannya dengan peningkatan profesional dalam pendidikan dan pengajaran masih kecil yakni 0,61. Kesimpulan dari keseluruhan komponen yang dinilai menghasilkan dampak sertifikasi guru terhadap kualitas madrasah menghasilkan angka 2,81 (Kategori: Tinggi)
INDEKS KARAKTER SISWA DI KOTA SORONG DAN KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT Muhammad Rais
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengukur sekaligus mendeskripsikan tingkat indeks karakter perserta didik pada beberapa satuan pendidikan menengah di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilatari keinginan untuk mengevaluasi program penguatan pendidikan karakter yang menjadi elan vital serta tujuan utama penyelenggaraan pendidikan pada semua satuan pendidikan di Tanah Air, yang secara legalitas didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penelitian ini memanfaatkan metode kombinasi antara kuantitatif dan metode kualitatif, dengan instrumen pengumpulan data berupa kuosioner dan dipadukan dengan wawancara serta observasi. Adapun temuan utama penelitian ini adalah bahwa, indeks karakter siswa SMA dan MA di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, yang diukur melalui beberapa variabel dengan muatan indikator masing-masing, meliputi: religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang sejatinya melekat dalam diri setiap siswa, rerata berada pada kategori baik/tinggi dengan rerata skor indeks karakter 3, 50 ekuivalen dengan 88%. Adapun faktor pendukung, capaian indeks karakter yang tinggi yang telah dicapai perserta didik di Papua Barat adalah masih efektinya proses internalisasi nilai-nilai karakter pada tiga domain pendidikan; rumah tangga, sekolah/madrasah dan lingkungan sosial. Meskipun tidak bisa dinafikan pula bahwa, ketiga domain pendidikan tersebut, saat ini mulai mengalami penggerusan akibat pengaruh eksternal, yang paling aktual adalah pengaruh media sosial yang lebih banyak menjadi acuan peserta didik kita kini. Sehingga dibutuhkan kebijakan afirmatif para pengambil kebijakan, untuk memastikan efektivitas program penguatan pendidikan karakter ke depan
INTEGRITAS SISWA SMAN DAN MAS DI KALIMANTAN UTARA Abdul Rahman Arsyad
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelusuri realitas integritas kejujuran, tanggungjawab, toleransi dan cintah tanah air peserta didik pada pendidikan tingkat menengah pada tujuh sekolah di Kalimantan Utara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan angket. Adapun Hasil penelitian adalah melihat berbagai dimensi, pendukung, dan faktor mempengaruhi integritas peserta didik. Dalam dimensi integritas kejujuran, tanggungjawab, toleransi dan Cinta tanah air, peserta didik telah memahami dan sudah terbiasa mengaplikasikan dilingkungan sekolah dengan baik. Sedangkan, pendukung dan faktor mempengaruhi integritas peserta didik, diperlukan peran keluarga (orang tua) dan lingkungan, agar terbiasa memberikan bimbingan dan pembinaan terutama pada aspek keagamaan. Begitupun halnya lingkungan tempat tinggal diperlukan adanya beberapa wadah dan melibatkan remaja pada kegiatan–kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, karena ini yang dapat mempengaruhi integritas peserta didik. Secara keseluruhan tingkat integritas peserta didik dilembaga pendidikan menengah (SMA/MA) diberbagai Kota/Kab Propinsi Kalimantan Utara terkategori Tinggi dengan pencapaian 74,12
MENGUKUR KOMPETENSI PENGAWAS MADRASAH DI KOTA KENDARI Israpil Israpil
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kompetensi pengawas di madrasah terkait dengan kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta kompetensi sosial pengawas madrasah di Kota Kendari. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey (field research) sampai pada tarap diskriptif menyasar variabel secara ekspos-fakto. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat setiap jenis kompetensi pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pengawas madrasah di Kota Kendari tekategori “sedang”. Enam komponen kompetensi pengawas berdasarkan Lampiran Peraturan Menteri Diknas RI Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas, tampaknya hanya lima komponen kompetensi terkategori “tinggi”, dan satu komponen terkategori “rendah”. Komponen kompetensi pengawas madrasah yang terkategori tinggi adalah komponen kompotensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan dan sosial. Sedangkan kompetensi pengawas yang terkategori rendah adalah kompetensi penelitian dan pengembangan. Hubungan atau korelasi indentitas pengawas (usia, pendidikan, usia saat diangkat pengawas, kepangkatan saat diangkat pengawas, jabatan sebelum diangkat pengawas, tingkat pendidikan terakhir dan lama bertugas) tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kompetensi pengawas.

Page 1 of 2 | Total Record : 11