Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DAN KE AGAMAAN PASCA KONFLIK DI DAERAH MAMBI SULAWESI BARAT Rosdiana Rosdiana
Al-Qalam Vol 14, No 2 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.974 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i2.511

Abstract

This research aims to describe the implication of social conflict to educationof religion (formal and informal) implementation. This was conductedat Mambi, West Sulawesi. Data was collected by depth interviewand observation.This research indicates that social conflict atAralle, Tabulahan, Mambiduring 2002-2005 had give impact the some education of religion implementation,such as (a) system of school administration was disfunction,(b) number of teachers and students was decrease. Most of them wentout to another place. Nevertheless, .this conflict didn't influence to thelearning process of religion education and religion activity.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPLB NEGERI BALIKPAPAN Rosdiana Muas
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.114 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.164

Abstract

Penelitian pada siswa berkebutuhan khusus ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaranPAI dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran tersebut. Studi ini dilakukandi Sekolah Luar Biasa Negeri Balikpapan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitianini menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI pada siswa berkebutuhan khusus disesuaikandengan kemampuan siswa namun tetap berdasar pada standar nasional, kekhususan disabilitassiswa peserta didik perlu diperhatikan untuk mengefektifkan proses pembelajaran PAI, perencanaanpembelajaran, model pembelajaran, metode pembelajaran serta media pembelajaran memperlihatkanimplementasi pada pelaksanaan pembelajaran. Perbedaan ditunjukkan pada aspek evaluasi yang tidakdi sarankan bagi semua siswa kecuali bagi siswa yang mampu mengikuti evaluasi. Salah satu faktorpenghambat adalah kompetensi guru PAI dalam aktivitas pembelajaran dan ketersediaannya sangatdibutuhkan, menjadi sebuah dilema bagi siswa berkebutuhan khusus dalam memperoleh pendidikanagama secara maksimal.
PEMETAAN KAPASITAS PESANTREN DI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN ros diana
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.903 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.295

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk memetakan persebaran pesantren, kapasitas yang dimiliki pesantren serta pengembangan pemberdayaan yang diprogramkan pesantren di Kabupaten Maros. Penelitian merupakan penelitian pemetaan untuk melihat kondisi real pesantren dengan mendeskripsikan, menggambar peta dari kapasitas pesantren di Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 pesantren di Kabupaten Maros yang tersebar di sebelas kecamatan. Kapasaitas pesantren diukur berdasarkan lima komponen pesantren seperti ketersediaan kiai, asrama, masjid, dan pembelajaran kitab serta pemberdayaan. Kelima komponen tersebut belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian pesantren, namun eksistensi dari pesantren tersebut tetap menampakkan diri dalam hal turut serta mencerdaskan santri dengan ciri yang melekat pada masing-masing pesantren. Program pemberdayaan santri yang ditetapkan oleh pesantren terlihat dari keberlanjutan sebagian tidak berjalan dan pengelolaannya belum begitu terfokus terutama dalam melibatkan santri dalam pengelolaannya. Kata Kunci: kapasitas, pesantren, santri, pemberdayaan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MAN MODEL MANADO Rosdiana Muas
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.871 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter pada tataran sosialisasiyang dilakukan baik oleh Kemenag (Mapenda), Diklat Keagamaan Manado, Pengawas Madrasah, danMAN Model Manado, serta proses pengimplementasian pendidikan karakter, faktor pendukung danpenghambat dalam pengimplementasiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi padatataran pengambil kebijakan telah dilakukan, pendidikan karakter telah diintegrasikan pada kurikulummelalui mata pelajaran dan kegiatan pengembangan diri (ekstrakurikuler). Di antara kendala dalampendidikan karakter yakni kesiapan guru dalam teknik impelementasi pendidikan karakter masih sangatkurang serta wadah guru untuk mengkomunikasi berbagai hal termasuk pendidikan karakter secarateknis sangat diperlukan untuk menjalin jejaring kerja antar guru dan antar lembaga. Peningkatankompetensi guru menjadi keharusan mengingat pentingnya pendidikan budaya dan karakter bagisiswa, baik dalam bentuk diklat, workshop, atau seminar.
DISKURSUS MODERASI ISLAM DALAM PENGGUNAAN CADAR DI IAIN SORONG Sudirman Sudirman; Muhammad Rusdi Rasyid; Rosdiana Rosdiana
Al-Qalam Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.341 KB) | DOI: 10.31969/alq.v26i1.823

Abstract

AbstrakFokus penelitian ini adalah menganalisis pemakaian cadar dalam perspektif moderasi hukum Islam di kampus IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sorong. Pendekatan penelitian deskriktif kualitatif dengan metode penelitian menggunakan studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah Dosen, mahasiswa, dan civitas akademik IAIN Sorong. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan mengenai pemakaian cadar di kampus IAIN Sorong. Ada dosen yang melarang pemakain cadar saat dalam kelas tatap muka berlangsung ada juga dosen yang membiarkan pemakaian cadar dibolehkan. Terdapat mahasiswa yang tetap mempertahankan untuk memakai cadar meskipun harus meninggalkan atau keluar pada mata kuliah yang melarang memakai cadar saat dalam kelas. Ada juga mahasiswa yang dengan membuka cadarnya saat tatap muka berlangsung. Tawaran moderasi hukum Islam terhadap kedua permasalahan tersebut terletak lahirnya sebuah regulasi yang berlandaskan kemaslahatan tanpa mengorbankan hak mahasiswa. Keyword: Cadar, Moderasi, Hukum Islam, IAIN Sorong.
PENDIDIKAN KEAGAMAAN PADA KELUARGA PADEDE BULAENG Rosdiana Rosdiana
EDUCANDUM Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research seeks to know the picture about the reality of religious education in thefamily of craftsmen both in the family environment and religious social interactionamong fellow craftsmen. This research is qualitative research. Family craftsmen aredetermined on the basis of family representation by considering the families ofcraftsmen directly doing production activities. Data collection techniques areconducted through interviews and observation. The results showed that religiouseducation conducted by the craftsmen family is through the transfer of religious valuesin which a person grows and becomes part of a family, such as the value of aqidah,shariah, and moral values. These religious values are taught in the family by directexample, habituation, message, and supervision at all times and opportunities
SINERGITAS KINERJA GURU PAI DAN PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SMP DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU Rosdiana Rosdiana
EDUCANDUM Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the proportion, synergy of performance, supportingand inhibiting factors in the implementation the main tasks and functions of thePAI teacher and supervisors. Quantitative research with this survey approachwas explored using questionnaires, interviews, documentation to capture datarelating to performance of PAI teachers and supervisors and then synchronizethem to find synergy of performance of both. The data obtained is used todescribe the characteristics synergy of performance PAI teachers andsupervisors. The results of the study found that the proportion PAI teachers andsupervisors was very lacking and had not shown balance. The level ofsupervision provided by supervisors is related to the performance of PAIteachers and supervisors high categorized. The level of quality is very lowshown in the aspect of research and development, likewise the synergy ofperformance produced by PAI teachers and supervisors is very highcategorized. The results synergistic analysis between the two were interpretedeven though it was very high but the mastery of PAI teachers and supervisorstowards the research methodology seemed low. Supporting and inhibitorsfactors the quality supervision of PAI teachers, support related toadministration,school components, and school facilities when carrying outsupervision tasks. Constraints in carrying out supervisory tasks include the number of teachers and madrasas, transportation, participation in educationand training, ATK and funds, distance of schools / madrasas, and readiness ofteachers when supervised. While for the teacher, supporting the PAI teacher'stask is more to the facilitation aspects of the learning process (students,principals and parents) and the constraints faced by some PAI teachers in usingthe learning facility curriculum, and the intensity of supervisor visits
INDEKS PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA DI SMAN DAN SMKN DI KOTA MAKASSAR Rosdiana Rosdiana
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan pendidikan agama pada Sekolah Menengah Atas di Kota Makassar?”. Berkaitan dengan hal tersebut, maka variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah sumber daya guru agama; Sumber daya pengawas pendidikan agama; Sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pendidikan agama; Proses belajar mengajar pendidikan agama; Pelayanan sertifikasi guru pendidikan agama; dan kurikulum pendidikan agama di sekolah umum. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey. Obyek penelitian ini SMU/SMK Negeri di Kota Makassar dengan responden penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, dan peserta didik. Data penelitian terdiri data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari isian angket (kuesioner) yang terkait dengan penerima dan pemberi layanan Pendidikan Agama di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan respon kepala sekolah terhadap pendidikan agama di sekolah menengah secara umum menunjukkan kategori cukup puas. Respon guru agama terhadap pendidikan agama di sekolah juga terkategori cukup puas. Respon dari peserta didik terhadap pendidikan agama serama umum terkategori puas. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari responden kepala sekolah, guru agama dan peserta didik terhadap pendidikan agama aspek sumber daya guru agama, pengawas guru agama, sertifikasi guru agama, sarana dan prasarana, proses belajar mengajar, dan kurikulum pendidikan agama secara umum terkategori cukup puas. Dari kategori nilai indeks kepuasan, terdapat rerata yang dianggap rendah yakni peran pengawas pendidikan agama dan sarana dan prasarana pendidikan agama
Integritas Peserta Didik SMA/MA Di Provinsi Sulawesi Utara Rosdiana Rosdiana
EDUCANDUM Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat integritas peserta didik pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah di Provinsi Sulawesi Utara. Secara khusus ingin mengetahui seberapa besar indeks integritas peserta didik dan faktor-faktor yang mempengaruhi integritas peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada peserta didik SMA/MA tingkat 2 (kelas 11) dengan jumlah sampel disetiap sekolah masing- masing 10 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat integritas peserta didik di Provinsi Sulawesi Utara secara umum terkategori integritas sangat tinggi. Hal ini dilihat pada empat variabel yakni kejujuran, tanggung jawab, toleransi dan cinta tanah air. Dari keempat variabel tersebut terdapat dua variabel yang mengindikasikan integritas sangat tinggi, yakni variabel toleransi dan cinta tanah air. Sementara aspek yang terkategori integritas tinggi adalah variabel kejujuran dan tanggung jawab. Faktor-faktor yang mempengarhi integritas peserta didik dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
INDEKS KARAKTER PESERTA DIDIK SMA/MA DI SULAWESI TENGGARA Rosdiana Rosdiana
EDUCANDUM Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i2.408

Abstract

Penelitian indeks karakter peserta didik di sekolah/madrasah ini penting untuk dilakukan mengingat sekolah/madrasah merupakan lembaga yang sangat berperan dalam aspek pembentukan karakter peserta didik. Sekolah/madrasah dijadikan sebagai lokus dalam penelitian ini untuk melihat dan mengetahui indeks karakter dan faktor yang mempengaruhi karakter peserta didik di SMA/MA di Sulawesi Tenggara. Penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif ini mengambil sampel penelitian peserta didik di SMA/MA. Instrumen yang digunakan angket dan pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriftif kuantitatif untuk mendeskripsikan secara mendalam dari tujuan penelitian dengan tahap: tabulasi, skoring, analisis pemusatan, transformasi data ke presentasi, kategorisasi data berdasarkan tingkat kualitas pembinaan, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan indeks karakter peserta didik di Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap variabel yang diukur diperoleh tingkat kategori tinggi dengan skor 3.54, indeks karakter ini diukur melalui lima variabel diantaranya adalah religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Tingkat religiusitas peserta didik terkategori tinggi (3.62), nasionalisme sebagai wujud cinta tanah air yang menjadi dasar identitas dan kepribadian personal terkategori tinggi dengan skor (3.61), tingkat kemandirian terkategori tinggi (3.58), gotong royong terkategori tinggi (3.39) dan tingkat integritas peserta didik yang diukur melalui aspek kejujuran, amanah, hormat atau menghargai, bertanggungjawab ini berada dalam katergori tinggi (3.55). Penamankan nilai karakter kepada peserta didik sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Pembiasaan sebagai salah satu metode yang diharapkan mampu membentuk sikap dan prilaku peserta didik. Pembiasaan secara terus menerus dan berulang akan menimbulkan dampak yang positif dan akan melekat bagi peserta didik. Pembiasaan ini dapat saja dilakukan secara pribadi maupun secara berkelompok terutama di lingungan sekolah dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran.