cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
jurnaladatdanbudayaindonesia@gmail.com
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
jurnaladatdanbudayaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia
ISSN : 26156113     EISSN : 26156156     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jabi.v1i1
Jurnal ini memuat hasil penelitian dan pemikiran tentang adat istiadat dan budaya. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang adat dan kajian budaya.
Articles 185 Documents
Implikasi Pengelolaan Wisata Bahari di Pantai Lovina terhadap Desa Adat Kalibukbuk Kabupaten Buleleng: Implications of Marine Tourism Management at Lovina Beach for the Kalibukbuk Traditional Village, Buleleng Regency Luh Desi Aryani
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.110409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata bahari, pengelolaan wisata bahari, serta implikasi pengelolaan wisata bahari Pantai Lovina terhadap masyarakat di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yang melibatkan pengelola wisata, masyarakat sekitar, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Lovina memiliki potensi wisata bahari yang beragam, meliputi atraksi wisata alam, budaya, dan buatan yang didukung oleh aksesibilitas, fasilitas, akomodasi, aktivitas wisata, serta layanan pendukung yang memadai. Pengelolaan wisata bahari Pantai Lovina telah dilaksanakan dengan baik melalui penerapan fungsi manajemen pariwisata yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat. Implikasi pengelolaan wisata bahari Pantai Lovina terhadap masyarakat terlihat pada aspek ekonomi berupa terbukanya peluang kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, serta pada aspek lingkungan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata, meskipun masih ditemukan permasalahan sampah dan keterbatasan lahan akibat pembangunan akomodasi pariwisata.
Strategi Konservasi Kawasan Heritage Kolonial Singaraja dalam Mendukung Identitas Kota dan Pariwisata Budaya: Strategi Konservasi Kawasan Heritage Kolonial Singaraja dalam Mendukung Identitas Kota dan Pariwisata Budaya Putu Agustiantini
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.110411

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi konservasi holistik untuk Kawasan Heritage Kolonial Singaraja yang tengah menghadapi ancaman degradasi. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, penelitian ini berhasil mengidentifikasi akar permasalahan multidimensi yang meliputi aspek fisik, regulasi, dan sosio-ekonomi. Temuan penelitian memunculkan strategi empat pilar terintegrasi berupa: pertama, penguatan regulasi dengan skema insentif-disinsentif; kedua, penerapan adaptive reuse yang kontekstual; ketiga, pengembangan community-based tourism; dan keempat, konstruksi narasi melalui place branding. Implementasi strategi ini tidak hanya menjawab tantangan konservasi fisik, tetapi sekaligus memperkuat identitas kota Singaraja sebagai kota pelabuhan multikultural dan membangun pondasi pariwisata budaya berkelanjutan. Hasil penelitian menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan transformasi warisan kolonial menjadi modal pembangunan berkelanjutan.
Modal Sosial dalam Tradisi Mangongkal Holi Sebagai Pelestarian Budaya Suku Batak Toba Putra Michael Sijabat
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.110991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran modal sosial dalam pelaksanaan tradisi Mangongkal Holi sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Batak Toba di Kota Bengkulu. Kajian ini memfokuskan perhatian pada unsur-unsur modal sosial, seperti jaringan sosial, norma, nilai-nilai budaya, dan kepercayaan yang berperan dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan format semi-terstruktur serta didukung oleh studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas informan utama, yaitu anggota keluarga yang pernah menyelenggarakan tradisi Mangongkal Holi, serta informan pendukung yang berasal dari tokoh adat. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan interpretasi hasil penelitian menggunakan perspektif Teori Tindakan Sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang menopang pelaksanaan tradisi Mangongkal Holi tercermin dalam penghormatan kepada leluhur, kuatnya ikatan kekeluargaan, semangat gotong royong, serta sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba. Walaupun pelaksanaannya dihadapkan pada berbagai tantangan, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi untuk menjaga kesinambungan marga, memperkuat identitas keluarga, dan melestarikan budaya Batak Toba di Kota Bengkulu. Keberadaan modal sosial diharapkan terus menjadi faktor utama yang mendukung keberlanjutan tradisi Mangongkal Holi di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Transformasi Peran Perempuan Pengrajin Patung Komodo di Desa Guwang, Sukawati, dalam Perspektif Feminisme Kultural Ni Putu Tina Astriana; I Ketut Supir
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.111109

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi peran perempuan dalam produksi kerajinan patung komodo di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, dengan menggunakan perspektif feminisme kultural dan feminisme materialis. Permintaan pasar pariwisata terhadap produk patung komodo meningkat mendorong keterlibatan perempuan dalam proses produksi, terutama pada pembuatan sisik komodo. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kontribusi artistik perempuan, dinamika peran ganda domestik dan produktif, serta posisi perempuan dalam struktur ekonomi kerajinan. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi produksi kerajinan. Penelitian ini menemukan bahwa keterampilan feminin seperti ketelatenan, presisi, dan konsistensi menjadi dasar kualitas estetika patung komodo, sehingga perempuan sangat menentukan nilai artistik produk. Perspektif feminisme kultural mengungkap bahwa kerja detail perempuan merupakan ekspresi kreativitas yang berakar pada pengalaman domestik dan etika perawatan. Sementara itu, analisis feminisme materialis menunjukkan bahwa meskipun kontribusi perempuan tinggi, tetapi mereka masih menghadapi ketidaksetaraan struktural berupa beban kerja ganda, upah tidak sebanding, dan minimnya pengakuan formal sebagai pekerja artistik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam kerajinan patung komodo merupakan hasil negosiasi antara kreativitas feminin dan kondisi struktural industri. Karena itu diperlukan penguatan posisi tawar perempuan melalui pelatihan, pengorganisasian, serta kebijakan pemberdayaan sektor kerajinan berbasis gender.
Analysis of The Structural Form of Silek Dance & Values in The Traditional Malay Wedding Procession in Kampar Regency Ria Muliani; Agusti Efi
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.112085

Abstract

This study rested on the structural performance and cultural values in Silek Dance in traditional Malay wedding ceremony in Kampar Regency. A synergetic relationship of dance and socio-cultural aspects is observed in interviews with dancers, a traditional leader, and a local community through a descriptive qualitative method. The result sReveal a structured Silek Dance performance with an opening, a middle and a closing part that is passed down from generation to generation. Each phase symbolizes a function in the ceremonious aspects of its context, from paying respect and social cohesion to recovering balance at the end of the ritual. It is also a dance that shares deep core cultural values of politeness, harmony, restraint, and social balance. The result is indicative of the fact that Silek Dance is not only a traditional art performance but also a medium of culture which maintains the values and Kampar Malay identity in the era of modernization.