cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 290 Documents
Revolusidalam Perkembangan Astronomi: Hilangnya Pluto Dalam Keanggotaan Planet Pada Sistem Tata Surya Oka Saputra
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i2.13992

Abstract

Astronomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang benda langit, seiring dengan berkembangnya teknologi maka terjadi pergeseran paradigma.Pergeseran paradigma (paradigm shift) adalah istilah yang cocok untuk menggambarkan terjadinya dimensi kreatif pikiran manusia dalam bingkai pengetahuan.Salah satu perubahan paradigma adalah keanggotaan Pluto dalam planet pada tata surya.Tahun 2006 hal yang sangat mengejutkan dimana IAU (International Astronomical Union) mengatakan bahwa Pluto yang kita kenal sebagai planet terjauh yang mengeliligi alam semesta bukanlah sebuah planet dan di hilangkan dalam keanggotaan planet dan Pluto di golongkan kedalam planet kerdil
Eksplanasi Ilmiah Air Mendidih Dalam Suhu Ruang Juli Firmansyah
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i2.13993

Abstract

Air merupakan suatu zat yang paling menentukan dalam menunjang kehidupan makhluk hidup. Sekitar 72% permukaan Bumi ditutupi oleh air dan 97% air tersebut merupakan air asin dan tidak dapat diminum sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pengolahan air agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk pengolahannya adalah dengan memanaskan air hingga mendidih. Dalam kehidupan masyarakat pada umumnya, mendidihkan air dapat dilakukan dengan memberikan kalor terhadap air, maka suhu air akan meningkatkan dan air akan mengalami proses mendidih. Artikel ini akan menjelaskan secara ilmiah bagaimana proses mendidih air dan apa yang terjadi pada air ketika air mengalami suatu kondisi mendidih. Dalam konteks eksplanasi ilmiah, Pada saat air mendidih, penjelasan umumnya adalah dalam fakta yang dapat diamati, bahwa air mengeluarkan gelembunggelembung udara dalam suhu air panas karena lazimnya proses mendidih dilakukan dengan memberikan kalor. Pernyataan khusus dalam penjelasan ilmiah ini adalah proses mendidihkan air dapat dilakukan tidak hanya dengan memberikan kalor pada air. Jika dapat memahami filosofi air mendidih, maka proses mendidih dapat dilakukan bahkan dalam suhu kamar atau suhu ruang.
Euthanasia Dalam Pandangan Etika Secara Agama Islam, Medis Dan Aspek Yuridis Di Indonesia Indrie Prihastuti
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i2.13995

Abstract

Euthanasia diartikan sebagai mengakhiri hidup manusia secara tanpa sakit dengan tujuan menghentikan penderitaan fisik yang berat dan sebagai cara menangani korban-korban yang mengalami sakit yang tidak mungkin disembuhkan lagi. Euthanasia telah menjadi topik yang kontroversial, yang telah menimbulkan banyak perdebatan tentang apakah itu harus disahkan atau tidak. Dari sudut pandang etika, tidak pernah dibenarkan mengorbankan manusia karena suatu tujuan, apalagi melalui euthanasia yang dapat disamakan dengan pembunuhan. Dalam pandangan agama Islam, kehidupan dan kematian hanyalah Allah SWT yang berhak menentukan. Penderitaan yang dialami manusia apapun bentuknya, tidak dibenarkan seorangpun merenggut kehidupan orang yang menderita tersebut khususnya melalui praktek euthanasia. Di dalam kode etika kedokteran tersirat bahwa seorang dokter harus mengerahkan segala kepandaiannya dan kemampuannya untuk meringankan penderitaan dan memelihara hidup manusia (pasien), tetapi tidak untuk mengakhirinya. Walaupun secara khusus kasus euthanasia tidak dijelaskan dalam KUHP, namun tindakan euthanasia adalah perbuatan yang dilarang dilakukan oleh siapaun termasuk oleh para dokter atau tenaga medis karena termasuk dalam kategori pembunuhan yang mendapat hukuman pidana. Hasil paparan kajian ini menyimpulkan bahwa euthanasia tidak dapat diterima secara moral, agama, medis dan hukum yang berlaku di Indonesia
Fenomena Segitiga Bermuda Menurut Padangan Filsafat dan Sains Ma’ruf Ma’ruf
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i2.14014

Abstract

Segitiga bermuda dalam bahasa inggris biasa disebut termuda triangle, kadang - kadang disebut juga Segitiga Setan yaitu sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil² atau 4 juta km² yang membentuk garis Segitiga bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah Utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah Selatan, dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat. Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas, ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi daerah tersebut, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah mahluk luar angkasa
REFLEKSI KONSEP KETUHANAN AGAMA KRISTEN DAN AGAMA ISLAM DALAM PANDANGAN FILSAFAT PERENIAL Milton Thorman Pardosi; Siti Murtiningsih
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i3.16130

Abstract

Agama Kristen dan Agama Islam adalah dua agama yang diturunkan oleh Allah, keturunan Abraham dan memiliki Kitab Suci yang diwahyukan Allah.  Keduanya sama-sama mempercayai Allah Yang Maha Esa, Sang Pencipta.  Tujuan penulisan ini untuk memahami konsep ketuhanan agama Kristen dan Islam dan memahami refleksi ketuhanan kedua agama tersebut dalam Filsafat Perenial.  Dalam pemahaman agama Kristen, Allah itu Esa yang merujuk kepada kualitatif.  Sementara kata Allah bukanlah nama Oknum yang disembah melainkan gelar karena kata “Allah” juga digunakan baik kepada sesembahan Bangsa Israel dan Non-Israel.  Salah satu nama Allah dalam Alkitab adalah Yahweh.  Sementara dalam pemahaman agama Islam, konsep Allah adalah Esa merupakan salah satu rukun iman (Tauhid) dan ini merujuk kepada kuantitatif.  Konsep Esa ini adalah monoteisme murni, di mana Tuhan bukan hanya jumlahnya Esa melainkan sifatnya pun Esa.  Perbedaan pemahaman ketuhanan kedua agama tersebut dapat dilihat melalui Filsafat Perenial di mana Filsafat Perenial merupakan metafisika yang mengakui realitas Ilahi yang substansial bagi dunia benda, hidup dan pikiran.  Filsafat Perenial memberikan analog tentang Tuhan seperti cahaya matahari yang satu dan ketika ditangkap oleh prisma memunculkan beraneka macam warna.  Itu sebabnya Filsafat Perenial melakukan dua pendekatan yaitu: Eksoteris yang berfungsi sebagai dasar pijakan pemahaman tentang Tuhan berdasarkan perkataan Tuhan tentang dirinya melalui wahyu; Pendekatan Esoterik adalah pemahaman langsung tentang Tuhan melalui penyatuan seluruh potensi kemanusiaan yang dikenal sebagai “jalan” mistik.  Kesimpulannya, agama Kristen dan agama Islam adalah menyembah Allah yang sama yaitu Allah Yang Maha Esa, Sang Pencipta (Esoterik).  Kedua, kata Esa, dalam pemahaman agama Kristen berarti kualitatif sementara dalam Agama Islam berarti kuantitaf (Eksoterik).  Ketiga, kata Allah dipahami berbeda, yang satu sebagai gelar, namun bagi yang satu sebagai nama (Eksoterik).    Kata Kunci: Perenial, Allah, Esa
TINJAUAN METAFISIKA ANTON BAKKER DALAM PRINSIP HIDUP ORANG JAWA KAWRUH BEGJA Krisna Yogiswari; Siti Murtiningsih
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i3.16135

Abstract

Artikel ini secara garis besar bertujuan untuk memahami prinsip hidup kawruh begja dalam masyarakat Jawa berdasarkan teori metafisika Anton Bakker.  Memaparkan kedudukan orang Jawa sebagai pengada yang berada di antara pengada-pengada lain di dalam suatu struktur realitas. Manusia Jawa dalam konteks ini diandaikan bermetafisika, yakni menempatkan dirinya sebagai subjek sekaligus sebagai objek metafisika, serta menempati posisi sebagai pengada bagi dirinya sendiri sekaligus pengada bagi orang lain. Prinsip kawruh begja memang lebih dominan memperlihatkan aspek mental yang berupa jiwa tetapi, ditekankan kembali bahwa jiwa dan badan tetaplah merupakan kesatuan realitas yang tak terpisahkan dengan perannya masing-masing. Orang Jawa pun tidak semata-mata memandang realitas melalui perspektif dirinya, tetapi juga memandang realitas fisik dunia di luar dirinya, kemudian melihat jangkauan keterhubungan antara dirinya dengan realitas di luar dirinya.
Epistemologi Saintifik Thomas S. Kuhn terhadap Munculnya Ilmu Pengetahuan Sosial septi nur damayanti
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i3.16192

Abstract

Pada fase normal science, paradigma yang mapan sudah tidak dilihat secara kritis. Paradigma tersebut sudah dianggap benar begitu saja, taken for granted. Sampai akhirnya, paradigma yang mapan ini digugat karena ada anomali dimana muncul masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang tidak sanggup lagi dijawab oleh paradigma lama. Kamudian masuklah pada fase krisis. Pada fase krisis, paradigma lama bertarung dengan paradigma baru. Jika paradigma baru menang dan masyarakat ilmiah menyepakati kebenaran paradigma baru tersebut maka lahirlah apa yang disebut sebagai revolusi saintifik dimana paradigma lama tergeser oleh paradigma baru. Thomas Kuhn tidak melihat klaim objektivitas pengetahuan dari sisi perkembangan pengetahuan itu sendiri. Kuhn melihat objektivitas pengetahuan dan keilmuan itu sendiri di dalam perkembangan pengetahuan di dalam pertemuan antarmanusia di dalam masyarakat. Sumber pertumbuhan dan pemekaran bukan saja dari masalah-masalah internal pengetahuan, tetapi dari faktor-faktor sosial yang majemuk dan dinamis. Akibatnya, tidak ada klaim objektivitas yang bersifat tunggal (kumulatif) di dalam pengetahuan atau keilmuan. Oleh karena itu, semestinya tidak ada ilmu normal yang bertahan terus apalagi menjadi abadi karena pengetahuan atau ilmu selalu berada pada tuntutan dinamika sosial kemanusiaan yang dinamis dan majemuk. Fase normal science cepat atau lambat, akan mengalami anomali, krisis, dan akhirnya terjadilah revolusi dimana paradigma lama digantikan oleh paradigma baru.
PHILOSOPHY TVET DI ERA DERUPSI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI INDONESIA Unung Verawardina; Jalius Jama
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i3.17156

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji Philosophy TVET di era derupsi revolusi industri 4.0 di Indonesia, yang meliputi tentang bagaimana filsafat pendidikan kejuruan, TVET, pembelajaran di Abad XXI hingga Revolusi industri 4.0. Praksis pendidikan kejuruan di Indonesia lebih cendrung mengarah penggunaan mazab Prosser melalui filosfi esensialisme dan mazab Dewey filosofi pragmatis. Namun dalam perjalannyan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pembelajaran Abad XXI dan perkembangan teknologi modern, maka peran TVET sebagai pendidikan dan pelatihan yang tujuanya mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia kerja memiliki tantangan tersendiri. TVET cenderung kefilosofi pragmatism, dan sepanjang perubahan yang terjadi pada perkembangan berbasis sains, teknologi dan rekayasa. Terkait dengan perkembangan teknologi yang modern ini merupakan ciri dari filosofi pragmatis rekonstruksi yakni reformasi sosial yang menghendaki budaya modern. Menjawab reformasi sistem TVET dibutuhkanya antisipatif terhadap perubahan Abad XXI, maka pembelajaran disesuai dengan 21st Century Skills. Revolusi Industri 4.0 menjadi era baru perindustrian yang banyak menggunakan teknologi virtual dan canggih, sehingga di era ini menjadi pendorong munculnya ide-ide baru, ciptaan baru maupun sesuatu yang lama dimodifikasi untuk berinovasi dalam mengembangkan teknologi baru. Oleh karena itu pendidikan kejuruan saat ini menghadapi tantangan yang cukup besar, maka pendidikan kejuruan mesti mempersiapkan segala hal dalam menghadapi transisi ini. Kata kunci: Philosophy TVET, pendidikan kejuruan, revolusi industri 4.
Analisis Nilai Moral Dalam Film Animasi “The Boss Baby” Produksi Dreamworks Animation Bagi Siswa Sekolah Dasar Dhanang Lukmantoro; Singgih Adhi Prasetyo; Husnul Hadi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v1i3.17157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja nilai moral dalam Film Animasi “The Boss Baby” karya DreamWorks Animation bagi Siswa Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Tamanrejo. Data yang diperoleh menggunakan teknik simak catat, Kangket, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dideskripsikan yaitu film animasi “The Boss Baby” mengandung nilai moral yang baik untuk anak usia sekolah dasar antara lain nilai kejujuran, keadilan, toleransi, bijaksana, disiplin diri, suka menolong, berbelas kasih, kerja sama, berani, dan demokratis. Namun untuk anak usia sekolah dasar hanya mampu menganalisis nilai kerja sama dan suka menolong dari film tersebut. Film ini dapat dijadikan sarana penanaman moral untuk anak dengan bimbingan guru ataupun orang tua..Kata kunci: Nilai Moral, The Boss Baby, Sekolah Dasar
EKSPLANASI PENGOBATAN ALTERNATIF SUPRANATURAL BERDASARKAN TINJAUAN TEORI GELOMBANG OTAK DAN HIPNOSIS Sunardi Sunardi; Sujito Sujito
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v2i1.17545

Abstract

Penyembuhan supernatural adalah penyembuhan yang berhubungan dengan hal-hal gaib dan mistis. Ini umumnya tidak rasional. Prevalensi penyembuhan supernatural dalam kehidupan sehari-hari, disebabkan oleh persepsi orang bahwa jenis penyembuhan ini dapat memberikan efek penyembuhan yang lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan perawatan medis. Artikel ini disintesis melalui penelitian perpustakaan yang mempelajari buku, artikel ilmiah, dan referensi yang relevan karena penyembuhan alami, gelombang otak, dan hipnosis. Buku ini dirancang untuk memberikan penjelasan tentang penyembuhan supernatural berdasarkan teori gelombang otak dan hipnosis. Hasil menunjukkan bahwa metode penyembuhan supernatural dapat dilihat sebagai metode hipnosis atau hipnoterapi, di mana pemulihan pasien ditentukan oleh kemampuan paranormal untuk menjelajahi pikiran bawah sadar pasien dan untuk membawa pikiran pasien ke kondisi hipnosis tertentu, sehingga dia dapat menerima saran penyembuhan tertentu. Penjelasan penyembuhan supernatural sebagai metode hipnosis atau hipnoterapi membuat mekanisme penyembuhan supernatural dapat dijelaskan lebih rasional dan mematuhi kriteria penjelasan deduktif-nomologis penjelasan (model DN). Ini karena pengetahuan tentang hipnosis dapat dijelaskan secara deduktif melalui konsep fisika, kimia, dan biologi. Selain itu, bukti empiris tentang penggunaan hipnosis dalam kehidupan sehari-hari membuat hipnosis mematuhi teori pragmatisme. Kata-kata Kunci : Penyembuhan Supernatural, Gelombang Otak, Hipnosis, Hipnoterapi

Page 2 of 29 | Total Record : 290