cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 290 Documents
REVOLUSI SAINTIFIK DALAM PERKEMBANGAN MEKANIKA Berry Kurnia Vilmala
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i1.22293

Abstract

Konsep kunci dari revolusi keilmuan Kuhn adalah mengenai paradigma keilmuan, yaitu pendekatan dominan yang dilakukan oleh komunitas keilmuan dalam memecahkan masalah dalam bidang-bidang keilmuan dalam periode tertentu. Salah satu paradigm dalam sains adalah pekembangan mekanika. Mekanika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari gerak benda, baik benda yang diam (statik) maupun benda yang bergerak (kinematika dan dinamika). Keberadaan mekanika sudah ada sejak zaman Yunani kuno dan terus berkembang sampai sekarang. Dalam perkembangannya mekanika dibagi menjadi dua, mekanika klasik dan mekanika kuantum. Pembahasan tentang mekanika klasik lebih fokus kepada benda-benda yang bergerak jauh dibawah kecepatan cahaya, sedangkan mekanika kuantum fokus pembahasannya kepada benda-benda yang mendekati kecepatan cahaya. Perkembangan mekanika tersebut tidak terlepas dari adanya revolusi keilmuan yang ditandai dengan bergesernya paradigma. Revolusi ilmiah menurut Thomas Kuhn diawali dengan paradigm lama, normal sains, anomali-anomali, krisis, Revolusi, Paradigma baru.
FREKUENSI GELOMBANG OTAK DALAM MENANGKAP ILMU IMAJINASI DAN REALITA (BERDASARKAN ONTOLOGI) Nurul Fajri
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22299

Abstract

Otak merupakan organ kecil yang tersimpan didalam batok kepala yang merupakan  pusat sistem syaraf dan berfungsi sebagai pusat kendali dan koordinasi seluruh aktifitas biologis, fisik, dan sosial dari seluruh tubuh. Metafisika adalah kajian filsafat yang mendasar dan komprehensif mengenai seluruh realita atau tentang keberadaan (segala sesuatu yang ada atau being). Artikel ini disintesis melalui penelitian perpustakaan yang mempelajari buku, artikel ilmiah, dan referensi yang relevan karena frekuensi gelombang otak dalam menangkap imajinasi dan realita. Artikel ini dirancang untuk memberikan penjelasan tentang frekuensi gelombang otak berdasarkan ontologi dalam menangkap ilmu imajinasi dan realita. Hasil menunjukkan bahwa dalam menangkap imajinasi dan realita, gelombang otak terbagi dalam beberapa gelombang yaitu; gelombang gamma, gelombang beta, gelombang alfa, gelombang teta dan gelombang delta. Perubahan pola gelombang otak ini dapat dipengaruhi oleh kondisi mental atau pikiran seseorang. Dengan imajinasi, kita dapat memvisualisasikan impian kita sehingga dapat menimbulkan semangat. Brainwave entrainment merupakan sebuah cara untuk mengatur pola gelombang otak anda sesuai kebutuhan agar anda mendapatkan kondisi pikiran sesuai yang anda inginkan, Karena kita memiliki Kemauan yang merupakan kerja Otak Kanan, tapi yang memikirkan caranya (logika) dengan otak kiri
ETIKA LINGKUNGAN DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN MENURUT PERSPEKTIF AKSIOLOGI Ulfi Faizah
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i1.22446

Abstract

Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mengkaji manfaat atau nilai dari ilmu yang diperoleh oleh manusia.  Salah satu cabang aksiologi adalah moral conduct (tindakan moral yang memunculkan disiplin . khusus yaitu etika). Etika lingkungan adalah pedoman tentang cara berpikir, bersikap dan bertindak yang berlandaskan nilai-nilai positif guna mempertahankan fungsi dan  kelestarian  lingkungan. Etika lingkungan merupakan salah satu komponen yang ada dalam pelaksanaan Education for Sustainable Development (ESD) yang saat ini tengah berkembang dalam pendidikan di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang etika lingkungan dan aplikasinya dalam pendidikan menurut perspektif aksiologi. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan kajian pustaka dengan menggunakan buku dan artikel jurnal yang relevan. Hasil sintesis penelitian ini mendeskripsikan manfaat atau nilai ilmu etika lingkungan dan aplikasinya dalam pendidikan. Kesimpulan penelitian ini adalah, secara perspektif aksiologi, manfaat dari pengaplikasian etika lingkungan dalam pendidikan yang diharapkan muncul adalah terbangunnya pengetahuan konseptual peserta didik tentang etika lingkungan, terbangunnya pengetahuan prosedural untuk mengembangkan keterampilan dan kapasitas peserta didik dalam menerapkan prinsip-prinsip etika lingkungan, Peserta didik terdorong mengembangkan pribadinya menjadi manusia arif dan bermoral dengan peduli pada lingkungan, terwujudnya intervensi pendidikan untuk kondisi lingkungan yang lebih baik, berhasil mengembangkan sikap dan kepercayaan para peserta didik untuk berusaha menjadi manusia dengan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai berwawasan lingkungan guna membentuk masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
KAJIAN AKSIOLOGI DALAM RANAH ETIKA PADA PENGGUNAAN BAHAN KIMIA PRODUK KOSMETIK Banu Kisworo
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i1.22468

Abstract

Kemajuan di bidang teknologi kimia secara aksiologi membawa manfaat terhadap inovasi suatu produk konsumsi, salah satunya adalah inovasi produk kosmetik. Para ahli kimia telah melakukan penelitian di laboratorium dalam mengidentifikasi, menganalisis kegunaan dan kebermanfaatan senyawa-senyawa kimia. Senyawa kimia dapat dijadikan bahan kimia dalam pembuatn produk kosmetik. Pesatnya permintaan konsumen akan produk kosmetik sebagai akibat meningkatnya trend dan fashion masa kini, maka banyak produsen meracik produk kosmetik dengan mengunakan bahan kimia. Penambahan bahan kimia yang tidak disarankan oleh lembaga yang berwenang dinilai dapat membahayakan konsumen. Dalam kajian filsafat penggunaan bahan kimia yang jelas membahayakan bagi keselamatan manusia adalah suatu tindakan kejahatan yang tidak memperhatikan etika sains. Prinsip-prinsip etika sains perlu dilakukan dalam aplikasi produk kosmteik ini, sehingga akan membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat. Prinsip yang harus diperhatikan diantaranya universal, komunal, tanpa kepentingan dan skeptis. Dengan demikian pengembangan suatu produk dapat dipertanggungjawabkan secara etika moral, manusiawi, dan agama dengan memperhatikan paham deontology dan teologi.
HARMONI, DISHARMONI, DAN INTEGRASI ANTARA SAINS DAN AGAMA Irwan Muhammad Ridwan
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i1.22472

Abstract

Sains dan Agama dan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) masih menjadi topik yang selalu hangat dan menaik untuk dibahas. Proses pergulatan antara Sains dan Agama telah melahirkan hubungan-hubungan yang luar biasa kompleks dan panjang dalam sejarah peradaban manusia. Harmoni dan Disharmoni. Bahkan beberapa kalangan yakin bahwa sains dan agama tidak dapat dipertemukan. Padahal tidak semua isu antara sains dan agama selalu dihiasi dengan pertentangan. Bahkan ada beberapaa ahli yang berusaha untuk mengintegrasikan keduanya disamping pendapat beberapa kalangan yang menyatakan bahwa Sains dan Agama adalah sesuatu hal tak tidak bisa dibandingkan, baik dari segi objek formal material (ontologi), metode penelitian (epistemologi), serta manfaat yang ditimbulkan dari Sains dan Agama (aksiologi).
MEMAKNAI MANUSIA DALAM DIMENSI MAHKLUK HIDUP: KAJIAN FILOSOFIS DARI SUDUT PANDANG BIOLOGI Selvies Lea Babutta
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22512

Abstract

Pertanyaan tentang manusia dan segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia itu sendiri telah menjadi topik yang sangat menarik,sehingga  baik dari Filsafat, Sains, dan agama mencoba mengurainya. Kajian berdasarkan studi literatur ini  memberikan gambaran manusia dari sudut pandang berbeda yaitu ilmu biologi yang dihubungkan dengan filosofi dasar mahluk hidup dari Aristoteles, sehingga dari kajian ini dapat melihat bahwa pada dasarnya manusia adalah mahluk hidup yang memiliki dua unsur esensial yaitu keseluruhan yang berorgan dan tersusun yang dinamakan badan/tubuh dan kedua adalah kesatuan substansial yang disebut jiwa. Biologi menjangkau seluruh keberadaan manusia sebagai mahluk hidup dengan keistimewaan yang dimiliki melalui otak yang merupakan pusat pengaturan aktivitas tubuh dan pikiran. Kata Kunci : Manusia, Mahluk Hidup, Filosofi Biologi
TINJAUAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PENELITIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA Dyah Ayu Putri Utami
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.22695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hasil penelitian Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di SMP N 9 Yogyakarta berdasarkan landasan: (1) ontologi, (2) epistemologi, (3) aksiologi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis konten dengan objek hasil penelitian implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMP N 9 Yogyakarta oleh Ilmiawan (2017). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penafsiran secara deskriptif. Berikut uraian hasil penelitian. Pertama, penelitian tersebut belum memenuhi landasan ontologis secara rinci. Hakikat literasi yang uraikan berupa hakikat literasi dua dekade lalu. Selain itu, hakikat Gerakan Literasi Sekolah dan acuan teori dalam pembahasan belum diuraikan. Kedua, penelitian tersebut secara umum telah memenuhi landasan epistemologi ditunjukkan oleh prosedur ilmiah yang digunakan cukup lengkap dan benar. Akan tetapi, masih perlu ada revisi dan penambahan di beberapa bagian antara lain perumusan tujuan penelitian, reabilitas, dan penyajian pembahasan penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan sudah sesuai dengan langkah-langkah analisis data interaktif. Selain itu, peneliti hendaknya konsiten dalam penggunaan murid atau siswa.  Ketiga, penelitian tersebut telah memenuhi landasan aksiologi. Nilai-nilai yang dapat diambil dari penelitian tersebut meliputi nilai kemandirian, nilai kedisiplinan, nilai kerjasama, nilai rasa ingin tahu, nilai tanggung jawab, nilai kreatif, dan nilai gemar membaca. 
TINJAUAN FILSAFATI (ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI, DAN AKSIOLOGI) DALAM MUATAN MATERI SASTRA DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VIII SERTA RELEVANSINYA DENGAN KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR nur vitria dwi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.22841

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk untuk menggali landasan filsafati; ontologi, epistimologi, dan aksiologi dalam skripsi yang ditulis oleh Dewi Kinasih berjudul Muatan Materi Sastra Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia  Kelas VIII serta Relevansinya Dengan Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar. Metode penelitian ini adalah analisis konten inferensial. Teknik analisis data penelitian ini dengan cara pengadaan data, pengurangan data, inferensi, dan analisis data. Hasil tinjauan menunjukkan aspek ontologi berupa hakikat buku teks adalah buku yang berisi petunjuk dalam sebuah pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan instruksional. Buku teks bahasa Indonesia mencakup dua materi, yakni materi bahasa dan materi sastra. Materi sastra memiliki fungsi untuk menghibur diri dan bermanfaat. Setiap materi dalam buku teks mengandung beberapa kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dicapai; sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pada aspek epistimologi, pemerolehan data telah menunjukkan kebermaknaan hasil penelitian. Namun, terdapat beberapa teknik yang tidak dikemukakan yaitu subjek penelitian, wawancara, kuesioner, dan kartu data. Aspek aksiologi, berkaitan dengan nilai pendidikan yang memiliki manfaat dari segi pembelajaran sastra dan segi sosial. Dalam pembelajaran dapat mengarahkan peserta didik memeroleh sesuatu nilai, sedangkan dari segi sosial, mampu meningkatkan kepekaan terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat dan mampu membentuk karakter peserta didik seperti religius, bertanggung jawab, percaya diri, kritis, berbudaya, berwawasan luas, halus budi pekerti, dan santun.  
TRADISI PANAI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT NILAI Fitri Alfariz
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i2.23952

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai yang ada dalam tradisi panai. Panai merupakan tradisi yang harus dipenuhi dalam upacara perkawinan suku Bugis. Uang panai diartikan sebagai pemberian harta benda oleh calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dengan melakukan deskripsi, sistematisasi dan interpretasi. Hasil Penelitian menunjukkan ada empat faktor yang membuat seorang perempuan memiliki nilai panai yang tinggi (1) keturunan bangsawan (2) pendidikan (3) status ekonomi (4) kondisi fisik dan (5) pekerjaan. Sementara itu nilai-nilai yang ada di dalam tradisi panai dilihat dalam perspektif filsafat nilai adalah, nilai kenikmatan yang bermakna bahwa tradisi panai memberikan dampak kesenangan antara laki-laki dan perempuan, nilai kehidupan yang mengajarkan para lelaki suku bugis agar memiliki etos kerja keras tinggi supaya kuat secara materi serta mampu mensejahterakan pasangan, nilai spiritual yang berarti tradisi panai sangat memperhatikan derajat dan martabat kehidupan seseorang serta memberi keadilan antara dua pihak baik itu pihak laki-laki maupun pihak perempuan, nilai kerohanian yang berarti bahwa tradisi panai memberikan makna positif atas kelancaran bersatunya dua insan sebagai penyempurnaan ibadah.
MERDEKA BELAJAR DALAM PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANAGAN PENDIDIKAN KARAKTER Dela Khoirul Ainia
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i3.24525

Abstract

Merdeka belajar atau kebebasan berpikir merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tujuan dari merdeka belajar yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru, karena selama ini sistem pendidikan di indonesia masih memiliki permasalahan yang kompleks. Selama ini pendidikan lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan. Dengan dicetuskannya gagasan merdeka belajar siswa dan guru dibebaskan dalam mengembangkan bakat dan ketrampilan dalam dirinya. Merdeka belajar menekankan juga pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa indonesia. Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai pendorong bagi perkembangan siswa yaitu pendidikan mengajarkan untuk mencapai perubahan dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, karena pendidikan menghilangkan belenggu kesenjangan dan membentuk karakter calon pemimpin bangsa. Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai yang dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Diharapkan merdeka belajar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan manfaat pada lingkungan.  

Page 5 of 29 | Total Record : 290