cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 172 Documents
Suatu Tinjauan Historis Terhadap Aktifitas Penginjilan John Calvin Timotius Timotius; Sutrisno Sutrisno; Bobby Kurnia Putrawan
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.1044

Abstract

Penginjilan adalah tugas yang diembankan pada seluruh umat Allah di mana pun mereka berada, yaitu tugas untuk mengomunikasikan suatu berita dari Pencipta kepada manusia yang berdosa.  Berkaitan dengan John Calvin, para sejarawan dan teolog menganggap, Calvin tidak memiliki aktifitas penginjilan ke negara lain. Menurut Davies, Calvin tidak memiliki aktifikas penginjilan ke negara lain, dikarenakan bagi Calvin gereja saat ini tidak perlu lagi melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus karena Amanat Agung Tuhan Yesus sudah berakhir pada zaman para rasul, karena bagi Calvin Amanat Agung hanya bersifat sementara. Sebaliknya Jean Francois Zorn melihat bahwa Calvin memiliki aktifitas penginjilan ke negara lain. mereka yang menganggap Calvin tidak memiliki aktifitas penginjilan karena salah memahami Calvin. Penelitian ini mengunakan metode literatur. Penulis akan menelusuri sumber-sumber primer dan sekunder untuk melihat apakah Calvin memiliki aktifitas penginjilan. Penulis akan menyelidiki lebih dalam dan luas lagi berkaitan dengan konsep penginjilan Calvin, situasi sosial dan politik pada zaman Calvin, dan aktifitas penginjilan yang pernah Calvin lakukan baik langsung atau tidak langsung. Hasil penelitian, Penulis tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh Davies. Menurut penulis, Calvin memiliki aktifitas penginjilan di Geneva maupun ke negara lain. Mereka yang menganggap Calvin tidak memiliki aktifitas penginjilan, dikarenakan salah memahami Calvin. Di akhir tulisan ini penulis akan menunjukkan bahwa Calvin memiliki aktifitas penginjilan ke negara lain. Evangelism is a task assigned to all God's people wherever they are, namely the task of communicating a message from the Creator to sinful humans. Regarding John Calvin, historians and theologians assume, Calvin did not have evangelistic activities to other countries, according to Davies, Calvin has no evangelistic activities to other countries. Because, for Calvin the church today no longer needs to carry out the Great Commission of the Lord Jesus because the Great Commission of the Lord Jesus has ended in the days of the apostles, because for Calvin the Great Commission is only temporary. On the other hand, Jean Francois Zorn saw that Calvin had evangelistic activities to other countries. those who think Calvin has no evangelistic activity because they misunderstand Calvin. This research uses the literature method. The author will explore primary and secondary sources to see if Calvin had any evangelistic activity. The author will investigate more deeply and more broadly with regard to Calvin's evangelistic concept, the social and political situation at Calvin's time, and the evangelistic activities that Calvin had carried out either directly or indirectly. The results of the study, the author does not agree with what was said by Davies. According to the author, Calvin has evangelistic activities in Geneva and in other countries. Those who think Calvin has no evangelistic activity, are misunderstanding Calvin. At the end of this paper the author will show that Calvin has evangelistic activities to other countries.
Belajar Mengenal dan Memahami Kemanusiaan Yesus Kristus Berdasarkan Kitab Yohanes Boyman Aspirasi Zebua
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.769

Abstract

Artikel ini membahas tentang mengenal dan memahami kemanusiaan Yesus Kristus dengan benar. Dalam hal ini, belajar mengenal dan memahami kemanusiaan Yesus Kristus, berarti masuk pada pengenalan pribadi Yesus Kristus yang sebenarnya, Dia adalah “Anak Allah” bukan dalam wujud kemanusiaan-Nya, melainkan dalam keberadaan-Nya sebagai Firman. Tuhan Yesus Kristus adalah manusia, Dialah yang akan menjadi satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia. Setelah kebangkitan-Nya, menjadi Mesias/Kristus dalam kesempatan ini manusia yang telah percaya akan punya kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang sama yang Dia miliki, yakni kodrat Ilahi. Jadi, penelitian ini bertujuan membahas bagaimana seseorang tersebut belajar dan memahami bahwa pentingnya mengenal kemanusiaan Yesus Kristus yang didasari dari Kitab Yohanes. Metode penulisan yang digunakan dalam menulis artikel ini adalah metode literatur. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa belajar dan memahami kemanusiaan Yesus Kristus tentu tidaklah mudah, sebab butuh ketekunan dan kesungguhan hati dalam mengerti dan memahami Tuhan Yesus Kristus adalah manusia. Memahami kemanusiaan Yesus dengan benar akan berada pada pemahaman bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah, berada di dalam diri Allah, keluar dari diri Allah dan diutus oleh Allah turun ke dunia, mengambil peran sebagai jaminan keselamatan bagi manusia berdosa. Dari kitab Yohanes sendiri menyimpulkan bahwa hanya Allah yang dapat menyediakan keselamatan itu, dan lewat kemanusiaan Yesus Kristus barulah manusia memperoleh keselmatan.
Perspektif Epis Teologis Iman Kristen Tentang Anak Disabilitas Berdasarkan Matius 18:1-14 Bendelina Mausala
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.2269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif epis teologis iman tentang anak disablitas berdasarkan Matius 18:1-14. Dengan menggunakan teks Alkitab sebagai obyek penelitian, penulis dengan metode kualitatif menggunakan prinsip-prinsip hermeneutik, yaitu metode eksegesis dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan teori dalam menginterpretasikan serta memberikan hasil analisis terhadap teks Matius 18:1-14. Penjabaran eksegetis bagaimana epis teologis iman kristen tentang anak disabilitas sebagai suatu pedoman bagi padangan iman kristen yaitu: Yesus menegaskan kepada murid-muridnya untuk tetap hidup dalam sikap being humble (kerendahan diri). Penekanan Yesus dalam hal ini bukan hanya kepada murid-murid-Nya saja, melainkan kepada gereja dan setiap pribadi yang telah percaya dan menjadi pengikut-Nya.
Melihat Ke Depan: Tantangan Kontemporer Dalam Merangkai Pemahaman Orang Kristen Tentang Akhir Zaman Septinus Hia; Hasahatan Hutahaean
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.2255

Abstract

Dalam sejarah gereja, rahasia akhir zaman yang dibahas dalam Alkitab telah menimbulkan banyak gejolak dan kontroversi dibandingkan ajaran lainnya, berbagai tafsiran muncul di setiap zaman sebagai respons terhadap fenomena tersebut. Meskipun pemahaman Kristen tentang akhir zaman telah ada selama ribuan tahun, tantangan kontemporer hadir dalam memahami topik ini. Salah satu tantangan kontemporer dalam merangkai pemahaman Kristen tentang akhir zaman adalah berkaitan dengan perubahan sosial dan teknologi yang sangat cepat. Pendekatan kualitatif merupakan Langkah yang digunakan dalam penulisan artikel ini dengan menggunakan buku atau jurnal yang sesuai dengan topik ini. Hasil analisis tersebut kemudian diuraikan secara deskriptif dan sistematis sesuai dengan konsep penulis. Di mana penulis akan menguraikan tantangan kontemporer seperti perkembangan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan, perubahan sosial dan lingkungan, dan pengaruh budaya dan politik dan di akhir pembahasan penulis menguraikan tentang pentingnya terhubung dengan Kitab Suci dan Kristus sebagai landasan bagi orang Kristen dalam memahami akhir zaman di era kontemporer ini. Hasil dari penelitian ini untuk memberikan pemahaman bagi orang Kristen bahwa dalam  menghadapi tantangan kontemporer dalam merangkai pemahaman tentang akhir zaman, perlu adanya pendekatan yang holistik dan multidisiplin. Teknologi, ilmu pengetahuan, dan perubahan sosial dan lingkungan, serta budaya dan politik harus diintegrasikan untuk memperdalam pemahaman tentang akhir zaman. Namun, penting bagi orang Kristen untuk tetap terhubung dengan Kitab Suci sebagai Firman Allah yang telah diilhamkan-Nya.
Makna Tidak Ada Perbedaan Antara Laki-Laki dan Perempuan Berdasarkan Galatia 3:28 dan Implikasinya Bagi Kesetaraan Gender Melvi Noermala Hia; Riste Tioma Silaen
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.2254

Abstract

Masalah gender, bukanlah hal yang baru ditemukan. Perdebatan mengenai masalah ini sudah berlangsung dari waktu ke waktu dan selalu mewarnai kehidupan manusia. Masalah ini lebih spesifik memperdebatkan tentang kepribadian laki-laki dan perempuan serta perannya masing-masing dalam keseharian. Baik dalam keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan perspektif bagi keluarga dan gereja agar tidak melakukan diskriminiasi karena perbedaan gender berdasarkan kata “tidak ada” dalam Galatia 3:28. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma kualitatif dengan pendkatan eksegesis dan kepustkaan seperti buku dan artikel yang berkaitan. Untuk menjawab perdebatan yang ada, maka Alkitablah yang akan menjadi jawabannya.  Sebab, baik dalam Perjanjian Lama, maupun dalam Perjanjian baru, akan menyatakn kebenaran bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, atau disebut semua setara dihadapan Tuhan. Tentu dalam hal ini, sebagai orang percaya, wajib mengakui legitimasi Alkitab sebagai otoritas kebanaran tertinggi tanpa terpengaruh serta terhalangi oleh kehidupan sosial dan budaya yang ada.
Analisis Teologis Tentang Pola Pengajaran Yesus Berdasarkan Matius 18:1-11 dan Aplikasinya Bagi Guru Sekolah Minggu Endirman Tafonao; Yeremia Hia
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i2.2251

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan riset pustaka. Research ini bertujuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran atas sikap dan karakter anak-anak sekolah Minggu terkhususnya di BNKP Orahuan Umbu yang sudah mulai kurang terkontrol akibat  melemahnya pola dan kecakapan guru sekolah Minggu dalam mengajar. Alternatif penyelesaian masalah yang ditawarkan dalam artikel ini berbasis pada pola pengajaran dan pendekatan Yesus kepada anak-anak yang terkandung pada Injil Matius 18:1-11. Pola pengajaran Yesus yang terdapat pada narasi tersebut memberikan rujukan kepada guru sekolah Minggu di BNKP Orahua Umbu bahwa mendidik anak-anak mesti didasarkan pada kasih. Anak-anak adalah milik kepunyaan Allah dan generasi yang akan meneruskan iman Kristen. Untuk itu guru sekolah Minggu mesti berupaya dengan kreatif untuk membentuk karakter, kepribadian, dan kerohanian peserta didiknya (anak-anak sekolah Minggu), agar dapat menjadi anak yang berakhlak mulia dan takut kepada Tuhan.
Gereja di Indonesia Menghadapi Tantangan Masa Depan Berkaitan dengan Gerakan “Religious Pluralism” Yanto Paulus Hermanto; Normando Justine Aulia; David Banjarnahor; Gloria Pumpente; Iwan Sugandi Tari
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 1 (2023): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i1.1685

Abstract

Indonesia merupakan negara yang majemuk baik dalam hal suku, bahasa, budaya, maupun agama. Dengan kemajemukannya, paham Religious Pluralism yang menganggap bahwa semua agama adalah sama-sama merupakan jalan ke Tuhan, rawan untuk muncul. Dengan metode Studi Literatur dan Deskriptif Kualitatif, jurnal ini disusun untuk memaparkan tantangan serta bagaimana gereja menyikapi pandangan ini. Pandangan Ini menjadi sebuah tantangan bagi gereja dalam hal penginjilan, pertumbuhan gereja, pernikahan beda agama, pemahaman Firman Tuhan yang salah, dan dalam hal ajaran sesat. Gereja dapat menyikapinya dengan tetap menyatakan kebenaran, melakukan penginjilan, dan melakukan dialog. Kesimpulannya, sekalipun pemahaman ini telah mengakar sejak lama dalam sejarah kekristenan dan saat ini menyerang dengan lebih nyata lagi, gereja tetap dapat menghadapi tantangan yang ada dengan melakukan tindakan serta sikap yang bijak untuk tetap memberitakan kebenaran di dalam Kristus Yesus.
King James Version Bible : Sejarah dan Implikasinya Bagi Kekristenan Masa Kini Fingfing Keren Grace Wong; Djumailah Kamadjaja; Ferry Purnama
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 1 (2023): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i1.2266

Abstract

King James Version Bible sebagai salah satu karya keagamaan dan kesusastraan telah mengubah kehidupan umat Allah, Kekristenan dan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sejarah dan implikasi dari Alkitab yang diterbitkan pada tahun 1611 oleh prakarsa Raja James I. Penelitian ini menggunakan studi perpustakaan untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan sejarah dan implikasi King James Version Bible. Hasil yang didapatkan bahwa penerjemahan Alkitab pada masa pemerintahan Raja James I telah berdampak kepada kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan di Inggris, juga di seluruh koloni Inggris; bahkan mengubahkan dunia sampai saat ini.
Penguatan Iman Kristiani Berbasis Kisah Para Rasul 2:41-47 Iwan Setiawan Tarigan
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 1 (2023): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i1.2274

Abstract

Penguatan iman kristiani sangat penting di tengah-tengah situasi global dan arus modernisasi yang cenderung melemahkan iman kristiani. Tujuan penelitian ini untuk melihat langkah-langkah penguatan iman kristiani berbasis Kisah Para Rasul 2:41-47. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai langkah yang dapat diterapkan dalam upaya penguatan iman kristiani di tengah-tengah gereja Tuhan masa kini yakni: 1. Bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. 2. Bertekun dalam pengajaran. 3. Bertekun dalam persekutuan. 4. Menjaga kesatuan dalam iman. 5. Hidup dalam budaya berbagi. 6. Bertekun dan sehati dalam ibadah.
Signifikansi Guru Pendidikan Agama Kristen di Era Teknologi Terhadap Karakter Rohani Peserta Didik Beriaman Ndruru; Mozes Lawalata
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 1 (2023): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i1.2273

Abstract

Pada masa teknologi yang terus menjadi maju, kedudukan guru pembelajaran agama kristen dalam meningkatkan kepribadian rohani peserta didik jadi terus menjadi signifikan. Artikel  ini bertujuan buat mengeksplorasi serta menganalisis kedudukan pembelajaran agama kristen dalam mengalami tantangan yang dialami peserta didik dalam membangun kepribadian rohani di era teknologi. Riset ini memakai pendekatan kualitatif dengan tata cara analisis literatur dari bermacam sumber semacam novel, harian, serta postingan terpaut topik yang dibahas. Informasi yang terkumpul dianalisis secara kritis dengan memakai metode analisis isi. Hasil analisis menampilkan kalau kedudukan guru pembelajaran agama kristen sangat berarti dalam membentuk kepribadian rohani partisipan didik pada masa teknologi. Guru pembelajaran agama kristen bisa membantuh peserta didik menguatkan nilai-nilai keagamaan serta meningkatkan keahlian spiritual yang dibutuhkan buat mengalami tantangan dalam masa teknologi. Dalam artikel ini disajikan sebagian strategi yang bisa digunakan oleh guru pembelajaran agama kristen dalam meningkatkan kepribadian rohani perta didik pada masa teknologi. Riset ini diharapkan bisa membagikan donasi pada pengembangan pembelajaran agama kristen serta membagikan uraian yang lebih baik tentang kedudukan guru pembelajaran agama kristen dalam mengalami tantangan pada masa teknologi.

Page 11 of 18 | Total Record : 172