cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
didik@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arikapal75@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM), Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
urnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi, adalah jurnal ilmiah nasional sebagai media bagi para akademisi untuk mempublikasikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di bidang teknologi pada khususnya dan bidang lain pada umumnya. Jurnal PASOPATI terdaftar dalam International Standard Serial Number (ISSN) dengan nomor ISSN 2685-886X yang tertuang dalam SK LIPI no. 0005.2685886X/JI.3.1/SK.ISSN/2019.09 - 3 Agustus 2019 (mulai edisi Vol.1, No.3, Agustus-Oktober 2019) Fokus dan Sekup Jurnal meliputi hasil-hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yang berhubungan dengan : 1. Teknik / Teknologi Tepat Guna 2. Pendidikan / Pemberdayaan Masyarakat 3. Pengembangan 4. Manajemen 5. dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor.
Articles 213 Documents
UPAYA PERBAIKAN SANITASI LINGKUNGAN MELALUI PENINGKATAN AKSES AIR BERSIH BAGI MASYARAKAT DESA SUNGAI ITIK, KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA Rizki Purnaini; Isna Apriani; Ulli Kadaria; Ochih Saziati; Ricka Aprillia
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sungai Itik terletak di sebelah utara Kecamatan Sungai Kakap dengan jarak tempuh dari kota Pontianak sekitar 26 km. Kualitas air Sungai Itik sebagai sumber air baku permukaan, mempunyai sifat yang terbuka sehingga mudah terjadi pengotoran/ pencemaran, sehingga agar dapat dimanfaatkan sebagai air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar kualitas airnya dapat memenuhi baku mutu air bersih yang dipersyaratkan sehingga aman untuk digunakan guna memperbaiki sanitasi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Sungai Itik yang sesuai dengan standar baik dari segi kualitas dan kuantitas serta meningkatkan akses air bersih masyarakat Desa Sungai Itik akan air bersih, maka akan dilakukan kegiatan perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA), sosialisasi dan pelatihan, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang akan melibatkan masyarakat mitra. Tahapan pelaksanaan kegiatan dimulai dari orientasi lapangan, perencanaan, sosialisasi dan pelatihan, pembuatan instalasi pengolahan air, serta monitoring dan evaluasi. Pada pelaksanaan kegiatan tidak hanya memecahkan permasalahan air bersih saja, tetapi dengan adanya metode parsipatori potensi wilayah pada aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan dapat digali potensinya. Teknologi pengolahan air yang telah dibuat disesuaikan dengan kualitas air baku Sungai Itik yaitu sistem pengolahan konvensional lengkap yang terdiri dari intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan reservoir.Keywords : Air Bersih, Instalasi Pengolahan Air, Desa Sungai Itik
PENGUATAN USAHA MIKRO DAN KECIL KERUPUK KULIT IKAN CAP MANTAP DI MLATIBARU, SEMARANG DALAM UPAYA PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Dessy Ariyanti; Bakti Jos; Andri Cahyo Kumoro; Aji Prasetyaningrum; Diah Susetyo Retnowati
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk merealisasikan tujuan pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals SDGs) terutama Tujuan 8 yaitu  mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua di Indonesia sangat besar. Salah satu UMK yang berada di daerah Mlati Baru, Kota Semarang adalah UMK Kerupuk Kulit Ikan Cap Mantap. UMK ini didirikan oleh Bapak Afnan Abdul Syaid pada tahun 2015. UMK ini memerlukan pendampingan sehingga dapat lebih berdaya dan berkembang. Tantangan yang dialami oleh UMK Kerupuk Kulit Ikan Cap Mantap ini adalah proses produksi yang masih mengandalkan cuaca, terutama di musim hujan, proses pengeringan kulit ikan basah sulit dilakukan dan waktu yang dibutuhkan menjadi sangat lama. Tantangan yang kedua adalah keterbatasan alat untuk packing sehingga kerupuk menjadi mudah rusak dan turun kualitasnya. Tantangan yang selanjutnya adalah pemasaran yang selama ini hanya dilakukan secara konvensional yaitu dijajakan di beberapa toko oleh-oleh dan supermarket. Pencapaian target tersebut diupayakan dengan berbagai metode dan kegiatan yang telah disusun yaitu survey awal, riset pasar, analisa SWOT, penyusunan strategi penguatan dan pendampingan, dimana Kegiatan-kegiatan tersebut ditargetkan untuk menghasilkan: Data UMK Kerupuk Kulit Ikan Cap Mantap, Data terbaru hasil riset pasar usaha yang serupa, Analisa SWOT dari UMK Kerupuk Kulit Ikan Cap Mantap, Strategi Penguatan Kerupuk Kulit Ikan Cap Mantap. Luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah pengetahuan tepat guna yang dapat  diimplementasikan oleh UMK Kerupuk Kulit Ikan Cap Mantap di Mlatibaru, Semarang dalam upaya peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran dari produk yang dihasilkan. Kata kunci : UMKM, kerupuk kulit ikan, pemberdayaan
MITIGASI BENCANA DI LINGKUNGAN RW 02 KELURAHAN KERTAJAYA KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA Dewi Kusumaningrum; Laras Laila Lestari; Fahmi Firdaus Alrizal; M. Ferdaus Noor Auladi; Feri Harianto; Felicia Tria Nuciferani; Diah Listyaningsih
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan tri dharma yang dijalankan oleh perguruan tinggi, dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan masyarakat. (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, 2018) Kegiatan pengabdian yang diadakan di tengah kondisi pandemi COVID 19 saat ini, memaksa perguruan tinggi mengadakannya sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan dengan protokol Kesehatan dengan ketat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diadakan oleh Jurusan Teknik Sipil – Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) bekerja sama dengan RW 02 Kecamatan Kertajaya Kecamatan Gubeng Kota surabaya mengambil Topik "Sosialisasi Mitigasi Bencana di Lingkungan RW 02 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Kota surabaya”. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan di balai RW dengan kegiatan sosialisasi Mitigasi Bencana anak – anak bisa menerima edukasi atau ilmu yang diberikan jika terjadi potensi Bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan ada pula bencana yang disebabkan kelalaian manusia seperti kebakaran dan diharapkan anak – anak bisa mempraktekkan jika terjadi bencana dan bisa melindungi keluarga, serta masyarakat sekitarnya. Banyak masyarakat yang kurang mengetahui cara mengantisipasi jika terjadi bencana. Maka dari itu kami sebagai mahasiswa dan para dosen memberikan edukasi bencana yang sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada Mitigasi Bencana diharapkan dengan sosialisasi ini para warga RW 02 dapat menambah wawasan dalam menghadapi bencana dan mengetahui Tindakan awal yang harus dilakukan saat evakuasi jika terjadi bencana.
PENGUATAN KOMODITI UNGGULAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN BASIC MANUAL COFFEE BREWING DI KABUPATEN TEMANGGUNG Muhammad Arfan; Vivi Endar Herawati; Lintang Dian Saraswati
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan dua UMKM yang berada di Kabupaten Temanggung, yaitu Dr.Coffee dan Long Coffee. Selain kurangnya kapasitas produksi, kedua mitra ingin meningkatkan nilai tambah dari sumber daya manusia yang dapat menjadi barista dan mengelola warung kopi kekinian. Mitra menyatakan bahwa hal ini akan dapat menjadi suatu daya tarik dan keberlanjutan usaha dimasa mendatang. Oleh karena itu dalam kegiatan ini di berikan pelatihan tentang pelatihan dasar tentang manual coffee brewing. Metode penyelesaian yang digunakan pada program ini adalah melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan pendampingan. Hasilnya sekarang kedua mitra memiliki sumber daya manusia yang dapat dihandalkan menjadi barista.
PENGEMBANGAN DESAIN KOTA HIJAU KAWASAN PERMUKIMAN DI DESA TAMBAKAGUNG, KECAMATAN KALIORI, KABUPATEN REMBANG Retno Widjajanti; Wakhidah Kurniawati; Retno Susanti; Nurini Nurini; Sugiono Soetomo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan perancangan yang menjadi lokasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terletak di Desa Tambakagung yang merupakan Ibukota Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pada kawasan perancangan terdapat beberapa hunian yang terletak di bantaran sungai dan berkembang secara organik sehingga tidak mengikuti pola jaringan jalan yang ada dan hal ini menjadi permasalahan pada kawasan perancangan. Selain itu, belum terdapat jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman untuk digunakan masyarakat setempat. Pada kawasan perancangan juga belum tersedia sistem pengolahan sampah terpadu sehingga masyarakat masih menggunakan metode pembakaran sampah secara konvensional yang dapat menimbulkan residu berupa senyawa kimia yang bersifat polutan sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi makhluk hidup. Adanya permasalahan-permasalahan tersebut, maka perlu diadakan redevelopment dengan penataan ulang kawasan yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan konsep green city pada kawasan perancangan dan tetap menjaga fungsi sawah sebagai lahan produktif dan tidak dilakukan alihfungsi lahan.Kata kunci : redevelopment, green city, perancangan kawasan
PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNOLOGI PEMBUATAN TELUR ASIN REMPAH BAGI SISWA SMA SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Anisa Rachma Sari; C. Hari Wibowo; Ika Fitriana
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik rasa yang lezat dan ketersediannya yang melimpah membuat telur disukai sebagian besar masyarakat, akan tetapi telur mudah rusak saat disimpan. Telur asin merupakan upaya dalam meningkatkan daya simpannya, namun penilaian terhadap telur asin yang ada dianggap kurang variatif dan tidak mengikuti selera konsumen. Oleh karena itu perlu diciptakan produk diversifikasi telur asin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan 11 siswa-siswi kelas XI IPS 2 SMA Sultan Agung 3 Semarang. Tujuan dari kegiatan adalah memberikan informasi dan keterampilan pada siswa-siswi dalam pembuatan telur asin yang lebih bervariasi yaitu telur asin rempah. Metode yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan yaitu: pembagian kuisioner, penyuluhan materi, praktik pembuatan telur asin rempah,serta  monitoring dan evaluasi. Dari kegiatan tersebut terjadi peningkatan tingkat pengetahuan siswa sebesar 53% (dari 20% menjadi 73%) dan penurunan tingkat ketidaktahuan siswa sebesar 26% (dari 53% menjadi 27%), siswa mendapatkan keterampilan dalam pembuatan telur asin rempah serta hasil penilaian organoleptik secara umum menunjukkan telur asin rempah yang berasal dari telur bebek lebih disukai daripada yang berasal dari telur ayam .Kata Kunci : organoleptik; pengetahuan; telur ayam, telur bebek
PENDAMPINGAN PEKERJAAN DRAINASE PEMUKIMAN RAWAN BANJIR DI WILAYAH DESA GONDANG KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL Wawarisa Alnu Fistcar; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy; Distira Andy Liawan; Dewi Bussaina Ghassani; Yunita Lisnaningtyas Utami
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran drainase dan resapan di Desa Gondang Kecamatan Cepiring semakin berkurang karena adanya perubahan manfaat lahan terbuka hijau dan area persawahan menjadi bangunan permanen, hal tersebut sangat mengganggu sistem drainase kawasan tersebut. Fungsi dari sistem drainase untuk mengalirkan air hujan serta sisa air pembuangan agar tidak terjadi genangan menuju ke pembuangan akhir. Drainase merupakan atau diartikan sebagai mengalirkan, menguras, membuang air ke tempat lain. Permasalahan banjir atau genangan di suatu wilayah perkotaan ataupun wilayah padat penduduk diakibatkan karena tidak tertatanya jaringan drainase. Faktor lain yang mengakibatkan adalah berkurangnya lahan terbuka hijau serta lahan untuk dijadikan drainase dan resapan. Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa dampak adanya urbanisasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan rata-rata limpasan permukaan tahunan, peningkatan nilai debit banjir, peningkatan frekuensi kejadian banjir serta peningkatan volume banjir. Dari hal tersebut maka perlu dilakukan adanya sosialisasi dan desain tentang drainase yang mengacu pada peneliti terdahulu yang pernah dilakukan. Kondisi pandemic covid – 19 mengakibatkan alokasi dana untuk pembangunan khususnya penataan sistem jaringan drainase berkurang, maka dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Selamat Sri dengan mitra pemerintah Desa Gondang Kecamatan Cepiring hanya melakukan pendampingan pada saluran jaringan drainase primer yang bertempat di RT 03 - RT 04 RW 04 desa tersebut. Dengan Panjang dimensi saluran, Panjang 113 meter, lebar 80 meter dan tinggi 60 meter. Biaya konstruksi diambil dari dana desa. Selain melakukan pengawasan tim PKM Universitas Selamat Sri juga memberikan sosialisasi dan desain pekerjaan drainase lengkap dengan bak kontrol, manhole serta U-ditch.
PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI JARINGAN IRIGASI TETES PADA KELOMPOK TANI MUTIS CEMERLANG DESA NOEPESU KECAMATAN MIOMAFFO BARAT Grandianus Seda Mada; Eduardus Beo Seso Delvion; Nugraha Kristiano Floresda Dethan
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada lahan pertanian kelompok tani Mutis Cemerlang yang berada di desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah pertanian desa Noepesu merupakan wilayah lahan kering dengan topografi berbukit dan berlereng, sebagian besar lahan merupakan lahan dengan kemiringan ± 45o yang diusahakan sebagai ladang yang ditanami beberapa jenis tanaman seperti bawang, kacang merah, wortel dan kentang. Lahan tersebut tidak pernah diairi, masyarakat hanya memanfaatkan resapan air hujan di dalam tanah serta penerapan model usaha tani konvensional menjadi pilihan satu-satunya dalam beradaptasi terhadap anomali iklim yang ekstrim. Masalah ketersediaan air ini membuat hasil panen kurang memuaskan, ukuran umbi wortel, kentang dan bawang yang relatif kecil dan jumlahnya pun tidak begitu banyak saat dipanen, sehingga diperlukan teknologi pertanian seperti irigasi tetes yang dapat mengeluarkan air terus menerus. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pemanfaatan teknologi jaringan irigasi tetes sebagai media pengairan. Informasi yang diberikan antara lain mengenai cara pemasangan irigasi tetes, spesifikasi bahan-bahan yang sesuai dengan kondisi lahan serta metode analisa perhitungan debit air optimal agar umur pakai irigasi tetes menjadi panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dan pendampingan berkelanjutan. Hasilnya masyarakat dapat mengetahui cara pemasangan irigasi tetes, cara merawat serta tingkat produktivitas masyrakat dalam mengolah lahan pertanian meningkat karena tidak lagi terkendala keterbatasan air.
PENGEMBANGAN MUSHOLA BUSTANUL QUR’AN DESA TURITEMPEL, KECAMATAN GUNTUR, KABUPATEN DEMAK Muhrozi Muhrozi; Yulita Arni Priastiwi; Windu Partono; Sri Prabandiyani Retno Wardani; Undayani Cita Sari
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mushola merupakan salah satu tempat kegiatan masyarakat khususnya untuk umat islam. Tempat beribadah yang layak, representative dan memadai sangatlah dibutuhkan. Demikian juga yang terjadi di Mushola Bustanul Qur’an di Desa Turitempel Kecamatan Guntur Demak. Jumlah penduduk khususnya di daerah pemukiman Desa Turitempel yang semakin bertambah menyebabkan daya tampung Mushola Bustanul Qur’an menjadi kurang memadai sehingga perlu dilakukan pengembangan bangunan Mushola. Bangunan existing Mushola Bustanul Qur’an merupakan bangunan satu lantai dengan luasan yang terbatas dimana kemudian dikembangkan menjadi bangunan dua lantai dengan luasan yang lebih besar. Diharapkan dengan fisik bangunan Mushola yang lebih besar dapat lebih menampung jamaah dan dapat melakukan kegiatan keagamaan dengan lebih nyaman. Berdasarkan hal tersebut maka, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil mendampingi kegiatan pengembangan Mushola tersebut. Pengembangan bangunan Mushola Bustanul Qur’an dilakukan dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, mulai dari struktur bawah, struktur atas, hingga arsitektur Mushola. Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP terlibat langsung dengan memberikan arahan teknis kepada Pengurus Mushola maupun pelaksana pekerjaan sehingga diperoleh hasil pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi standar bangunan. Pendampingan kegiatan pengembangan Mushola Bustanul Qur’an yang dilakukan secara riil di lapangan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP dan masyarakat berjalan dengan baik walaupun di tengah kondisi pandemi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selain sebagai sarana transfer ilmu kepada masyarakat juga menjadi sinergi yang baik antara Lembaga Pendidikan, dalam hal ini Departemen Tekik Sipil UNDIP dan masyarakat Desa Turitempel, Kecamatan Guntur Demak.Kata kunci : Mushola, pengembangan bangunan, masyarakat, bangunan eksisting
EDUKASI KAWASAN BUDAYA HERITAGE KAMPUNG PECINAN KOTA SEMARANG Grandy Loranesssa Wungo; Nurini Nurini; R. Susanti; M. Mussadun; S. Soetomo; M. H. Bagaskara
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata heritage merupakan sebuah fenomena yang menarik wisatawan lokal dan asing, dengan mengunjungi situs-situs yang dikatakan penting secara historis bagi wilayah dan kota. Wisata heritage merupakan salah satu kemungkinan yang dimiliki setiap daerah karena pada dasarnya memiliki sejarah budaya tersendiri dan berbeda dengan daerah lain. Semarang merupakan salah satu kota di indonesia yang menjadi tempat bertemunya beragam budaya di masa lalu yang jejaknya masih tergurat jelas hingga kini. Warisan budaya eropa dapat disaksikan di kota lama melalui bentuk bangunannya yang khas. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai menurunnya kualitas visual Kawasan heritage pecinan Kota Semarang akibat dari perkembangan kota yang sangat dinamis. Tujuan dari pengabdian ini ialah untuk meng-edukasi pihak terkait tentang pentingnya menjaga keberlanjutan kualitas visual Kawasan heritage pecinan Kota Semarang dari sudut pandang perancang kota. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan rincian topik analisa yang digali dari sisi sejarah, fisik alam, kependudukan dan sosial budaya. Harapannya edukasi ini mampu membangunan awareness penghuni dan pengunjung untuk sama sama menjaga keberlanjutan kawasan heritage pecinan Kota Semarang.Kata kunci : wisata, heritage, sejarah, china

Page 11 of 22 | Total Record : 213