cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
YERUSALEM DALAM PUISI AL-QUDS KARYA NIZAR QABBANI (Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce) Astri Aspianti Sahida; Dedi Supriadi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i2.8795

Abstract

Konflik di Palestina-Israel menjadi perbincangan panjang dunia. Perang yang berlangsung sejak masa kekhalifahan itu terus terjadi hingga kini. Yerusalem atau Al-Quds biasa orang Arab menyebutnya sebagai kota yang indah, bukan hanya dari segi bangunannya namun juga memiliki kedudukan inti dari ketiga agama samawi, tiga simbol hidup damai dengan berdampingan. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan deskripsi atau situasi kondisi Yerusalem dalam puisi Al-Quds serta mendeskripsikan makna dari simbol yang terdapat didalamnya. Metode yang digunakan ialah deskriptif analitik. Adapun teori pendekatan yang digunakan ialah teori pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk menjelaskan proses semiosis segitiga tanda atau yang kita kenal sebagai triadik untuk mengetahui Representament, Object, dan Interpretant, kemudian dihubungkan dengan sejarah yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian dalam puisi Al-Quds karya Nizar Qabbani yang terdiri dari 39 bait tersebut dapat disimpulkan bahwa keadaan yang tergambar dalam puisi menunjukan kondisi Yerusalem atau Al-Quds yang sedang bersedih akibat perang yang berlangsung sejak lama. Pengarang dengan gaya bahasa yang selalu mengindikasikan sebuah ratapan, seakan menggambarkan bahwa tidak ada satupun hal yang dapat ia lakukan. Nizar Qabbani banyak menggunakan kata tanya dalam puisinya guna menjadi bahan muhasabah diri bahwa apa yang harusnya kita lalukan sebagai sesama manusia kepada para pembacanya. Dan tidak hanya itu, dalam puisi pun terekam dampak buruk terjadi yang diakibatkan oleh perang itu sendiri. Long conflicts of Israel-Palestine have been an animated topic of discussion everywhere in the world. This paper aims to unveil Jerusalem's description in poetry entitled Al-Quds by Nizar Qabbani and describe the symbols' meaning. The method used is descriptive analytics. The theoretical approach used is the semiotics theory by Charles Sanders Peirce, sign triangle or triadic to find out the Representament, Object, and Interpretant, and try to connect its history. The study reveals that poetry consists of 39 stanzas depicts the dreadful situation in Jerusalem due to constant conflicts there. His language style is a multitude of laments that illustrate nothing we can do in this hopeless, desperate predicament of endless war. He uses question words in his poetry for muhasabah (self-retrospections) he believes we should do as fellow human beings. The poetry also records all the war's harmful effects, where the hope for peace settlement as a final solution seems going amiss.
KETIDAKPADANAN DIKSI TERJEMAHAN ACHMAD SUNARTO DALAM BUKU TERJEMAH TA’LIM MUTA’ALIM Muhammad Ibnu Pamungkas; Izzuddin Musthafa; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6471

Abstract

Ta’lim Muta’alim is Syaikh al-Zarnūjī’s opus that consists of norms, ethics, and rules for gaining knowledge based on Islamic teachings. Thus, claimants of science could reach their goals to obtain it. This book was translated by Achmad Sunarto into Indonesian language and published by Husaini Publisher in Bandung. After reading it totally, researcher found mistakes in translation, especially mistakes in words selection (diction) in translation. And after analyzed it, researcher formulate the mistakes into 4 parts, (1) translation that is the result of direct transliteration from SL without considering its compability in TL, (2) existence of information loss and gain that effects the translation itself and makes it unsuitable, (3) choosing a word which is not suit with the meaning reference from the source text, (4) translation is unacceptable in TL because it is translated literally.
PROSES SEMIOSIS DALAM KARIKATUR PADA KORAN ONLINE BERBAHASA ARAB (Kajian Semiotika) Yushli Muslim; Yadi Mardiansyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i2.6598

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui proses semiosis dalam karikatur pada koran online berbahasa Arab. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang pada umumnya diterapkan di dalam kajian-kajian ilmu sosial dan humaniora, dengan menggunakan pendekatan semiotik, yaitu suatu cabang ilmu yang mempelajari tanda. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa gambar karikatur yang disertai teks sebagai data primer. Kemudian, untuk menunjang penelitian ini digunakan juga data sekunder berupa artikel-artikel maupun dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Setelah penelitian selesai dilakukan, maka didapatkan jenis-jenis tanda dengan berbagai makna yang dikandungnya. Proses semiosis pada penelitian ini banyak mengungkap makna-makna politis, dari gambar-gambar yang familiar sering terlihat sehari-hari. Selain itu, dalam proses semiosis itu sendiri banyak mengungkap simbol suatu negara tertentu.The purpose of this study was to find out the process of caricature semiosis in Arabic online newspapers. This study was a qualitative study generally applied in social and humanities studies, using a semiotic approach, a study of signs. The primary data used in the study were caricature images with Arabic texts in the online Arabic newspaper. At the same time, the secondary data were taken from articles and documents related to this study. After that, it was obtained the types of signs with its various meanings. The semiotic process revealed many of the political implications of familiar daily images. Besides, in the process of semiosis itself, many implied the symbols of particular countries.Keywords: Semiotic Process, Caricature, Semiotics
Campur Kode Bahasa Sunda Ke Dalam Bahasa Arab Pada Percakapan Santri Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah Bandung (Kajian Sosiolinguistik) Fildzah Arifah Yoda; Yadi Mardiansyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.5531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor campur kode pada tuturan bahasa Sunda ke dalam bahasa Arab santriwati pondok pesantren Al-Basyariyah. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan teori campur kode Muysken, yang membagi bentuk campur kode ke dalam tiga yaitu penyisipan (insertion), alternasi (alternation), dan leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization). Campur kode merupakan salah satu fenomena berbahasa yang menggunakan dua bahasa atau lebih dalam satu ujaran. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengambilan data berupa metode simak dengan teknik sadap dan catat, dan metode cakap dengan teknik pancing berupa wawancara dengan beberapa pertanyaan untuk responden.
ARUDL, QAWAFI DAN AMANAT PADA BAB KHASHAISHUL FATIHAH DALAM KITAB KHAZINATUL ASRAR KARANGAN SYAIKH MUHAMMAD HAQQI AN-NAZILI Zamzam Mugni Alawi; Rohanda Rohanda; Mawardi Mawardi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6476

Abstract

Kitab Khazinatul Asrar merupakan kitab karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili. Isimya menjelaskan tentang keutamaan Al-Quran, yang masih jarang bagi para pelajar maupun pengajar yang membahas kitab tersebut disertai mengkaji Syair dari segi Ilmu Arudl dan Qawafi dan masih banyak dari kalangan kita selaku umat muslim yang belum mengetahui tentang keutamaan-keutamaan ayat Al-Quran yang sering kita baca setiap hari terutama surat Al-fatihah. Pada salah satu babnya didalam menjelaskan maksud dan tujuannya, pengarang menggunakan syair, yaitu pada bab Khashaishul Fatihah.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Zihaf, Ilat, Qafiyah, dan Amanat yang terdapat pada bab Khashaishul Fatihah dalam kitab Khazinatul Asrar.Didalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang terdapat pada kitab Khazinatul Asrar karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili, sedangkan kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat. Dari hasil analisis yang digunakan oleh peneliti terhadap kitab Khazinatul Asrar pada bab Khashaishul Fatihah dari segi ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat terdapat 4 syair dengan jumlah seluruhnya 46 bayt, peneliti menemukan data diantaranya : (1) Ilmu ‘Arudl : Zihaf Mufrad Ma’shub, Zihaf Mufrad Ma’qul, Zihaf Mufrad Maqbudh, Zihaf Muzdawaj Manqush, dan ‘Illat Naqsh. (2) Ilmu Qawafi : Jenis Qafiyah : Muthlaqoh, Muqoyyadah. Kata Qafiyah (sebagian kalimat). Huruf Qafiyah : Rawi, Ta’sis, Dakhil, Washal. Harakat Qafiyah : Majra, Taujih, Ras, Isyba’. Nama Qafiyah : Al-Mutawatir. (3) jenis amanat pada kitab Khazinatul Asrar Bab Khashaishul Fatihah  tentang Uluhiyyah (ketuhanan).
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Implikaturnyadalam Novel Aulad Haratina Episode Rifaat Karya Najib Mahfudz (Kajian Pragmatik) Siti Syarah Kamilah Arifin; Yadi Mardiansyah; Ajang Jamjam
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3175

Abstract

Abstract: The process of communication, not only happening in real life, but in the literary work of which one of them in the form of a novel also have conversations between characters who are one with another. Such a process of communication takes place in Aulad Haratina's novel episode of Rifa'at by Najib Mahfudz. In the novel, there are a number of speeches that violate the principle of cooperation. The violation indicates a conversational implicature. The purpose of this research is to know the form of violation of cooperative principle contained in the novel Aulad Haratina episode of Rifa'at by Najib Mahfudz and to know the implicatur which happened due to violation of the principle of cooperation. The method used in this research is analytical descriptive method. The technique used in data collection is the technique of referring, and the method used to analyze the data using the method of extralingual padan, that is connecting the problem of language with things that are outside the language. The approach used in this research is pragmatic approach. Using these methods and techniques, the results of the research revealed that in Aulad Haratina's novel episode Rifa'at there is a violation of the principle of cooperation that includes violations of the maxim of quantity, maxim of quality, the maxim of relevance, and the maxim of the way or execution. These violations create conversational implicatures that include: Interrupted, Calming, Informing, Feeling Disappointed, Affirming, Reassuring, Respecting, Rejecting, Evading, Asking for Compassion, Feeling Good, Reminding, Humiliating, Defending, Pleading, Irritating, Asking for Advice, Praising, Taunting, Blaming, Not Caring, Anger, Complaining, Threatening.ملخص البحث: لا يقع التواصل في الحياة الحقيقة فحسب، بل في الإنتاج الأدبي كذلك، منها القصة. وهو يقع التواصل في المحادثة بين طبيعة الرواية. وقع هذا التواصل في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة لنجيب محفوظ. وجد الكلام المخالف للمبدأ التعاوني. كان انتهاك يدل على وجود تضمين الكلام.أغراض هذا البحث هى معرفة انتهاك قواعد المبدأ التعاوني في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة لنجيب محفوظ و معرفة التضمين الذي يظهر بسبب انتهاك قواعد المبدأ التعاوني في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة لنجيب محفوظ.المنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الوصفي التحليلي. و الطريقة المستخدمة في جمع البيانات هى منهج الملاحظة و التسجيل (Simak Catat) و في تحليل البيانات، مستخدمة منهج مباراة اللغات إضافية هى من خلال ربط مشاكل اللغة مع الأشياء التي خارج اللغة. و المدخل المستخدم في هذا البحث هو الدراسة التداولية. باستخدام المنهج و الطريقة السابقة، وجدت نتيجة البحث كما يلي، هو ان في قصة أولاد حرتنا حلقة رفاعة وجد انتهاك  قواعد المبدأ التعاوني مثل انتهاك في قاعدة الكم و النوع و الملائمة و الطريقة. و ظهر تضمين الكلام من ذلك الانتهاك، مثل المشوش و التهديئ و الاخبار و خيبة الأمل و التصريح و التصديق و الاحترام و الرفض و الابتعاد و طلب الرحمة و التذكير والاعتقاد و الاحتقار و دفاع النفس و الطلب و الغضب والاقتراح و المدح و التغريب و التغليط و الإهمال و الغضب و  التأوه و التهديد.Abstrak: Proses komunikasi, tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata, tetapi dalam karya sastra yang salah satunya berbentuk novel juga melakukan percakapan antar tokoh yang satu dengan yang lain. Proses komunikasi seperti itu terjadi dalam novel Aulad Haratina episode Rifa’at karya Najib Mahfudz. Dalam novel tersebut, terdapat sejumlah tuturan yang melanggar prinsip kerja sama. Pelanggaran tersebut menunjukkan adanya implikatur percakapan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat dalam novel Aulad Haratina episode Rifa’at karya Najib Mahfudz dan mengetahui implikatur yang terjadi akibat pelanggaran prinsip kerja sama tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ialah teknik simak catat, dan metode yang dilakukan untuk menganalisis data menggunakan metode padan ekstralingual, yaitu menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada di luar bahasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan pragmatik. Dengan menggunakan metode dan teknik tersebut, hasil penelitian yang terungkap adalah bahwa dalam novel Aulad Haratina episode Rifa’at terdapat pelanggaran prinsip kerja sama yang meliputi pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualita, maksim relevansi, dan maksim cara atau pelaksanaan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut memunculkan implikatur percakapan yang meliputi: Terganggu, Menenangkan, Memberitahukan, Merasa Kecewa, Menegaskan, Meyakinkan, Menghormati, Menolak, Menghindar, Meminta Belas Kasih, Merasa Senang, Mengingatkan, Menghina, Membela Diri, Memohon, Kesal, Meminta Saran, Memuji, Mengejek, Menyalahkan, Tidak Peduli, Marah, Mengeluh, Mengancam.
Ideologi Patriarki dalam Novel Wa Nasitu Anni Imra'ah Karya Ihsan Abdul Quddus Monika Wulan Arianty; Rohanda Rohanda; Imam Ghozali Budiharjo
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.8779

Abstract

Peran laki-laki dalam mengatur perempuan bukan hanya terjadi di dunia nyata namun hal tersebut terjadi pula di dalam karya sastra khususnya pada masyarakat Mesir dalam Novel Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan untuk mengetahui ideologi patriarki yang melliputi subordinasi, stereotipe dan kekerasan gender. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa novel yang berjudul Wa Nasitu Anni Imraah karya Ihsan Abdul Quddus. Dalam penelitian ini ditemukan adanya unsur struktural berupa alur, tokoh dan penokohan serta latar dan juga menemukan ideologi patriarki berupa subordinasi, stereotipe dan kesetaraan gender. Ideologi patriarki yang muncul dalam masyarakat tersebut dapat membatasi gerak perempuan, baik dalam ranah domestik maupun dalam ranah publik.
Metrum dan Tema dalam Diwan Labid bin Rabi'ah Al-'Amiri (Kajian Ilmu Arudl) Deden Suganda; Mohammad Syasi; Nurlinah Nurlinah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.6561

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bersumber dari Antologi puisi Labid dalam buku berjudul “Diwan Labid bin Rabi’ah Al-A’Amiri”. Diwan tersebut merupakan kumpulan sajak Labid semasa hidupnya sebelum akhirnya dia memeluk agama Islam. Secara keseluruhan, Diwan tersebut memiliki 11 qafiyah yang disajikan dalam 8 bentuk metrum. Metrum dalam Diwan tersebut tentu mempunyai persamaan dan perbedaan dalam perubahan wazan-wazannya baik berupa zihaf dan ‘illat. Setiap metrum juga mempunyai tema yang bermacam-macam. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk mengkaji Diwan tersebut dengan pendekatan Ilmu Arudl.Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan taf’ilah baik berupa zihaf atau ‘illat serta tema yang terdapat dalam Diwan Labid bin Rabi’ah Al-‘Amiri.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Dengan cara memilih sampel tertentu dengan pertimbangan wazan-wazan yang berubah baik berupa zihaf atau ‘illat serta tema yang terkandung dari setiap sampel yang di ambil. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu Arudl guna mengetahui bentuk metrum serta perubahan-perubahan didalamnya.Berdasarkan hasil analisis, dari total 25 sampel judul dalam Diwan tersebut di temukan 5 metrum yang berbeda, yakni metrum kamil, thawil, wafir, munsarih dan basith. Dari metrum-metrum tersebut di temukan perubahan-perubahan diantaranya: perubahan idlmar, khaban, thayyu, qabdl, ‘ashab dan qathaf. Adapun tema yang terdapat dari jumlah sampel itu adalah ratsa, hija’, fakhr, washf dan hikmah.Kata kunci: Diwan, Metrum, Zihaf, Illat, Tema, Arudl, Labid.
TASYBIH DALAM KITAB QASHIDAH BURDAH KARYA SYAIKH MUHAMMAD IMAM AL BUSHIRI Iman, Saepul; Hidayat, Deden; Supianudin, Asep
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6472

Abstract

Kitab Qashidah Burdah is a book authored by Shaykh Muhammad Al Bushiri. This Qashidah in the book tells the story of the story of the Prophet Muhammad, the Apostolic privileges, the Prophet Muhammad, to the miracle. In Verse-verse contained in the book of Qashidah is very beautiful Burdah. Therefore, the very need to be examined, beauty-beauty that exists on the Poetry Book. Qashidah Burdah by using the review Balaghoh Bayan Tasybih Science in particular. The problem in this research include what type of Tasybih in the book Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri?, and how Tasybih Purpose in the book Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri?. As for the purpose of this research is to know the type and purpose of Tasybih in the book Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri. To achieve that goal this research uses descriptive analytic method. Descriptive analytic method is done by means of descript the data in the form of a word or phrase containing Tasybih, then proceed with the analysis. This research uses the study of science science approach with Parrot Balaghah.  Conclusion of this research is that the Tasybih contained in the book of Qashidah Burdah works of Shaykh Muhammad Imam Al Bushiri 11 types of Tasybih, such as: Tasybih Mursal Mufashshal on get at 4 Temple of poetry, Tasybih Puberty in the get on 2 the Temple of poetry, Tasybih Mursal Mujmal Temple poems on 2, Tasybih Mufashshal Ghoiru Tamtsil Mursal at 2 Temple of poetry, Tasybih Muakkad Mufashshal at 2 Temple of poetry, Tasybih Mursal Mufashshal Tamtsil at 7 Tasybih poetry, Mursal Temple on Temple 5 poems Tasybih Mujmal Temple poems 1 Tasybih, Muakkad Mufashshal Tamtsil at 1 Temple of poetry, and Tasybih Muakkad Mujmal Maqlub 1 Temple, Tasybih Dhimny Temple on 12 verses. The purpose of Tasybih found in: Bayan musyabbah al things in 28 Temple of poetry, Bayan al imkan musyabbah in poetry, Tazyin Temple 3 al musyabbah in the 5th stanza poem, Mengongkritkan musyabbah Temple in three verses, and Bayan miqdar al musyabbah thing in 3 Temple poems
BAHAR, QAFIYAH DAN AMANAT QASIDAH HURUF BA DALAM DIWAN IMAM AL HADDAD Ummu Kulsum; Wildan Taufiq
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i2.5479

Abstract

Al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad adalah seorang waliyullah yang  Diwan al Durr al Mandzum li dzawi al ‘Uquli wa al Fuhum adalah salah satu karya Al Habib Imam Al Haddad yang sangat luarbiasa. Kitab ini menyajikan berbagai macam qasidah dengan memuat didalamnya berbagai rahasia al Qur’an sehingga setiap pembaca akan merasakan perasaan dan emosi yang kuat terhadap setiap pesan yang disampaikan seperti kala membaca al Qur’an. Sebuah syair arab tidak akan pernah terlepas dari kaidah ilmu arudl dan qawafi dalam penyusunannya. Untuk membuktikan pola syair tersebut serta pesan apa saja yang disampaikan, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kajian strukturalisme. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa adanya beberapa qasidah yang mengalami perubahan dari pola syair yang telah ditentukan serta amanat yang sesuai dengan ayat-ayat Al Qur’an maupun hadits Nabi SAW

Page 3 of 20 | Total Record : 194