cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
FRASA NOMINA DALAM BAHASA INDONESIA DAN TARKIB ISMI DALAM BAHASA ARAB (KAJIAN KONTRASTIF) Syifa Satia Salsabila; Edi Komarudin; Dayudin Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.13519

Abstract

Peneltian ini berjudul “Analisis Kontrastif Kajian Frase Nominal dalam Bahasia Indonesia dan Tarkib Ismi dalam Bahasa Arab”. Dengan tujuan untuk menemukan perbedaan dan persamaan pada FN dalam bahasa Indonesia (BI) dan tarkib Ismi dalam Bahasa Arab (BA). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kontrastif dengan pendekatan linguistik. Data dalam penelitian ini diambil dari dua jenis sumber data yaitu (1) sumber data primer diantaranya kitab Tijan Addarari, durusul fiqih, cerpen daulatul ‘ashafir beserta ketiga tarjamahnya, (2) sumber data sekunder yaitu jumlatul ‘arabiyah, Jami’ud Durus, TBBI dan Linguistik Umum. Dan untuk tehnik pengumpulan data penelitian ini adalah tehnik studi kepustakaan dengan jenis data, data purposive. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Persamaan antara FN BI dan tarkib ismi terdapat pada Unsur pusatnya, dan perbedaanya terdapat pada setiap jenisnya. (a) Tidak semua tarkib idhafi termasuk kedalam kategori frasa yaitu jika mudhafnya mengandung makna predikatif, sedangkan frasa nomina pewatas nomina semuanya masuk kedalam kategori frasa.(b) frasa nomina penentu numeralia tidak memiliki aturan gender sedangkan tarkib ‘adadi memiliki aturan gender dan dibagi kedalam dua kategori yaitu tarkib idhafi dan tarkib tamyiz.(c) Frasa nomina dengan atribut ketakrifan, semua tanda ketakrifan masuk kedalam kategori frase, sedangkan tanda ketakrifan dalam BA yang masuk kedalam kategori frasa hanya dua yaitu, idhafat dan isyarah. (d) Tarkib ismi na’ti mempunyai syarat tertentu antara unsur pusat dan atribut, yaitu gender, jumlah dan umum-khusus, sedangkan dalam frasa nomina pewatas adjektiv tidak ada syarat pembentuk apapun. Terakhir (e) Tarkib ismi mempunyai tarkib tamyiz sedangkan FN BI tidak, namun setelah diteliti padanan dari tarkib ismi tamyizi dalam BI ada pada kategori FN dengan pewatas numeralia dan FN dengan pewatas nomina. Dan juga, Pada tataran jenis FN BI memiliki pewatas penggolong sedangkan tarkib ismi tidak. Untuk perbedaan secara keseluruhan FN dengan tarkib ismi adalah syarat pembentuknya, baik dalam jumlah, gender ataupun jenis.
TIPOGRAFI KHAT DIWANI MUHAMMAD IZZAT, MUSTHAFA GHAZLAN BIK DAN HASYIM MUHAMMAD BAGHDADI Sarifudin Sarifudin; Ahmad Yasir Amrulloh; Atho'illah Atho'illah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.13518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan  tipografi dari segi komponen huruf pada Khat Diwani Ustmani, Mishri dan Baghdadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekaan tipografi pada komponen huruf. Teknik pengumpula data menggunakan studi pustaka. Selain itu, untuk analisis penulis menggunakan deskriptif komparatif. Data dalam penelitian ini adalah tulisan khat diwani karya Muhammad Izzat, Musthafa Bik Ghazlan dan Muhammad Hasyim. Data yang diperoleh diklasifikasikan, dianalisis dan dibandingkan dengan metode deskriptif komparatif, kemudian hasil analisis tersebut disajikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa huruf yang telah dianalisis yaitu huruf alif tertutup, kaf, lam, ba, sin, shad, fa, qaf, nun dan ya memiliki kesamaan unsur tipografi dari segi komponen huruf yaitu diantaranya apex, hairline, bowl, counter, tail dan eye. Sedangkan perbedaannya terletak pada tinggi apex, tebal hairlain, tebal bowl, bentuk area counter, arah tail, dan bentuk eye.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM VIDEO ANIMASI HASAN IBN HAYTHAM (KAJIAN PRAGMATIK) Hamas, Marisa Salsabila
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.13141

Abstract

ABSTRACTWe often encounter linguistic phenomena in various kinds of conversational models, but not all conversations can be directly understood because they contain hidden meanings with certain goals from both the speaker and the partner. This study aims to describe the meaning of conversations containing conversational implicatures and identify the types of conversational implicatures in Hasan Ibn Haytham's animated videos from episodes 1-3. This type of research is descriptive qualitative. Sources of data in the form of primary and secondary data sources. Data collection is done by watching and taking notes. The data analysis method was carried out by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Researchers used persistence, data triangulation, and discussion to test the validity of the data. The results of this study are the researchers found 12 utterances containing conversational implicatures with the intention of showing information of pleasure, sadness, stating something, amazement, pride in themselves, annoyance, petition and rejection. There are 3 types of implicatures, namely special conversational implicatures, conventional conversational implicatures, and scale conversational implicatures. ABSTRAKFenomena kebahasan sering kita jumpai dalam berbagai macam model percakapan, namun tidak semua percakapan dapat langsung difahami karena mengandung makna tersembunyi dengan adanya tujuan tertentu baik dari penutur maupun mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna percakapan yang mengandung implikatur percakapan dan mengidentifikasikan jenis implikatur percakapan dalam video animasi Hasan Ibn Haytham dari episode 1-3. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tonton dan catat. Metode analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan ketekunan, triangulasi data, dan berdiskusi untuk menguji keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti menemukan 12 tuturan yang mengandung implikatur percakapan dengan maksud menunjukkan informasi kesenangan, kesedihan, menyatakan suatu hal, ketakjuban, membanggakan diri sendiri, kekesalan, permohonan dan penolakan. 3 jenis implikatur, yakni implikatur percakapan khusus, konvensional, dan berskala.
RAGAM BAHASA SANTRI DI PONDOK PESANTREN Eghy Farhan Nugraha; Wildan Taufiq; Muhammad Abdul Halim
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.9298

Abstract

ABSTRAK            Gejala campur kode dan interferensi merupakan akibat dari adanya penutur bilingual atau multilingual. Begitu pula yang terjadi dengan subjek peneliti di pondok pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna Tasikmalaya yang memiliki santri dari latar belakang yang berbeda.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor campur kode serta interferensi yang terdapat dalam tuturan santri pondok pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna Tasikmalaya.            Adapun penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Dalam metode pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak dan cakap. Metode simak hanya menggunakan teknik sadap dengan merekam percakapan melalui aplikasi smartphone. Dalam metode cakap, peneliti menggunakan teknik pancing serta rekaman. Kemudian data dianalisis dengan mencari tuturan santri pondok pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna yang didalamnya mengandung campur kode dan interferensi.            Hasil dari penelitian ialah berupa bentuk campur kode ke luar dan ke dalam yang berwujud penyisipan kata dan frase. Adapun interferensi bahasa terjadi pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan interferensi dalam tuturan santri pondok pesantren Al-furqon Muhammadiyah Singaparna ialah berdasarkan asal usul penutur berasal, kebergantungan dengan bahasa Ibu, dan kurangnya padanan kata pada bahasa penerima.  Kata Kunci: Tuturan santri, Campur kode, Interferensi.
EFEKTIFITAS MEDIA MENTIMETER DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BAHASA ARAB ERA PANDEMI COVID-19 DI MI AL-HUDA PENGASTULAN SERIRIT BALI Umar Manshur; Hajar Rosdiana
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.15732

Abstract

Pembelajaran Bahasa arab terkenal dengan pembalajaran yang sulit dan membosankan, apabila dilakukan dengan sistem online tentunya akan sangat menyulitkan daripada sistem offline, sehingga menyebabkan minat pelajar pada pembelajaran Bahasa arab sangat minim. Oleh sebab itu, metode pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media sangatlah dibutuhkan agar proses pembelajaran mejadi interaktif dan menarik. Maka media pembelajaran inovaif dapat menjadi solusi dari permasalah tersebut. Metode yang dipakai dalam peneliian ini yaitu metode kuantitatif dengan memakai Pre-Test Post Test One Group Design yang dilaksanakan di MI Al-Huda Pengastulan. Berdasarkan perhitungan statistic yang telah dilakukan nilai hitung adalah 0.002. karena nilai hitung lebih kecil dari nilai kritik 0.05 maka bisa disimpulkan hasil yang didapat adalah signifinkan. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman ketika tidak memakai media mentimeter dan ketika memakai media mentimeter dalam materi Bahasa arab.Kata kunci : Media Mentimeter, Pemahaman Pembelajaran Online, Bahasa Arab, Pandemi Covid-19.
PROSES VERBALISASI PADA SYAIR KARYA SYIHABUDDIN DAN AL-BUNI DALAM KITAB SYAMSUL MA’ARIF (KAJIAN MORFOLOGI) Zamzam Mugni Alawi; Agus Nero Sofyan; Nani Sunarni; Ypsi Seoria Soemantri
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.13044

Abstract

ABSTRAKSyair merupakan bagian dari karya sastra di dalamnya terdapat berbagai macam proses pembentukan verba salah satunya yaitu seperti yang terdapat pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan terjadinya proses verbalisasi pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan (Library Research). Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan menelaah dan mengkaji sumber data pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Teori pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan morfologi atau taṣrīf bahasa Arab menurut Ahmad Al-Hamalawi. (1953). Jumlah bayt pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali terdiri dari 13 bayt dan syair karya Imam Al-Buni terdiri dari 12 bayt. Dengan demikian seluruhnya berjumlah 25 bayt yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif. Dapat disimpulkan yaitu bahwa proses verbalisasi pada syair karya Syihabuddin Ahmad Musa Al-‘Ajali dan syair karya Imam Al-Buni yang terdapat dalam Kitab Syamsul Ma’arif di antaranya meliputi: prefiks (al-sawabiq) berjumlah sebanyak 16 data, sufiks (al-lawahiq) berjumlah sebanyak 6 data, dan konfiks (al-muzdawijah) berjumlah sebanyak 2 data.
KESELARASAN HURUF AKHIR DALAM KITAB MATAN ZUBAD KARYA SYEKH AHMAD RUSLAN ASY-SYAFI’I Muhammad Taufiq Hidayat; Karman Karman; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.11560

Abstract

As - Saja’ merupakan suatu kesatuan huruf akhir pada dua fasilah atau susunan kalimatnya baik kalimat awal, tengah dan akhir. Yang dimaksud dengan fasilah bisa termasuk bait, ayat, kalimat atau penggalan kalimat. Dan sajak sajak menentukan pelafalan dan perulangan bunyi yang sama pada awal, tengah dan akhir kalimat yang ditentukan dengan sebuah pola bunyi atau pola persajakan sehingga menimbulkan keindahan dari segi bentuk pelafalannya pada akhir kata huruf akhirnya.Dalam peneletian ini membahas tentang jumlah dan jenis jenis saja’ dan sajak yang terdapat pada sebuah kitab matan zubad yang dikarang oleh ulama mahsyur yaitu syekh ahmad ruslan asy-syafi’i. Dengan menggunakan jenis jenis Saja’ dan sajak yang ditinjau dari segala aspek. Kemudian mengetahui jumlah saja’ dan sajak yang terdapat dalam kitab tersebut. Dengan adanya ilmu saja’ yang ditunjang dengan ilmu sajak pengarang dapat menentukan bunyi dan nada huruf serta keserasian dalam dua fasilah.Metode yang digunakan peneliiti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Ilmu Badi, yaitu mendeskripsikan data dengan cara menentukan kalimat akhir yang sesuai dengan Wazannya agar dapat menemukan jenis-jenis Saja’ dan menentukan pola bunyi pada awal, petengahan dan akhir sebuah kalimat atau fashilah agar dapat menentukan jenis – jenis sajak dalam kitab Matan Zubad karya Syekh Ahmad Ruslan Asy-Syafi’i.Hasil penelitian yang terdapat dalam kitab Matan Zubad ini menghasilkan kesimpulan bahwa jenis-jenis Saja’ bila ditinjau berdasarkan fasilahnya terdapat 3 jenis Saja’ diantaranya Saja’ Muthorrof, Murashsha dan Mutawadzi dan jumlah sajak bila diinjau berdasarkan jenisnya terdapat 4 jenis diantaranya sajak awal, tengah, akhir dan sajak  merata. Jumlah Saja’ dalam kitab ini adalah 45 dan jumlah sajak adalah 47 dari total keseluruhan data fasilah yang peneliti teliti sebanyak 48 bait.
بأندرويد في مادّة النّحو والصّرف iSpring Suite فعاليّة الوسيلة التّعليمية Yayang Wiwik Fadilah; Siti Sulaikho
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.13539

Abstract

 ABSTRACTThe research aims to determine the effectiveness of learning media iSpring Suite android bassed in Nahwu Shorof lesson to increase student’s learning outcomes of VII (Female) class MTsN 2 Rejoso. The research method uses Research and Development (RnD) of 4D Thiagarajan. The research instrument uses observation, interview, and questionnares. The analysis data of pretest posttest uses a avarage value and Wilcoxon Test meanwhile questionnares uses a Likert scale. The questionnares percentage results from Nahwu Shorof learning with the teacher was 52,27% is categorized enough, meanwhile the interestsity for iSpring Suite learning media was 91,35% is categorized very good. The posttest average value 85,90 has better from pretest that has 44,49, Wilcoxon Test of pretest and post test is 0,000<0,05 indicates that the hypothesis is accepted. Bassed on the research results it can be said that the learning media iSpring Suite android bassed to increase student’s learning outcomes was effectived.  ABSTRAKPenelitian bertujuan mengetahui efektivitas media pembelajaran iSpring Suite berbasis android pada mata pelajaran Nahwu Shorof untuk meningkatkan hasil belajar siswi kelas VII (Putri) MTsN 2 Rejoso. Metode penelitian menggunakan Research and Development (RnD) jenis 4D Thiagarajan. Instrumen penelitian memakai observasi, wawancara, dan angket. Data penelitian berupa data pretest posttest dianalisis menggunakan nilai rata-rata dan Uji Wilcoxon sedangkan angket dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil persentase angket mencakup efektivitas pembelajaran Nahwu Shorof bersama guru sebesar 52,27% masuk kategori cukup, sementara minat terhadap media pembelajaran iSpring Suite sebesar 91,35% masuk kategori sangat baik. Rata-rata posttest 85,90 menunjukkan lebih baik daripada pretest yang hanya sebesar 44,49, Uji Wilcoxon pada pretest posttest mendapatkan hasil 0,000<0,05 menujukkan bahwa hipotesis diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran iSpring Suite berbasis android efektif untuk meningkatkan hasil belajar. ملخّص البحثهدف البحث لتعريف فعالية الوسيلة التعليمية iSpring Suite  على أساس أندرويد في مادّة النحو والصرف لارتفاع إنجاز التعلم للتلميذات في الفصل الأول بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية ٢ رجوسو. واستخدمت الباحثة طريقة البحث والتطوير (Research and Development)  في 4د تياغرجان. أدوات البحث ملاحظة ومقابلة واستفتاء. وتحليل البيانات من  والإختبار القبليّ (pretest)  والإختبار البعديّ (posttest)  بقدر المتوسط و Wilcoxon Test و الاستفتاء بمقياس ليكر (Likert).  أظهرت النسبة المثوية في استفتاء لفعالية دراسة النحو والصرف مع المدرس 52,27% دلّت على الكفاية بينما الاحتياجة على الوسيلة التعليمية iSpring Suite 91,35% دلت على جيد جدا. والقدر المتوسط في الإختبار البعديّ (posttest) 85,90 أحسن من الإختبار القبليّ (pretest) 44,49 و WilcoxonTest يعني 0,000<0,05 أظهرت الفرضية مقبولة. وقيل أنّ الوسيلة التعليمية iSpring Suite  على أساس أندرويد فعالية لارتفاع إنجاز التعلم. 
RAGAM ANXIETAS MASYARAKAT MESIR PADA 1960-AN Edfanda, Monda; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Hidayat, Deden
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.10381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan-kecemasan yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir pada tahun 1960-an, serta bagaimana bentuk-bentuk kecemasan masyarakat Mesir pada tahun 1960-an dalam novel “Al-Karnak” karya Najib Mahfudz.            Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel yang berjudul “Al-Karnak” karya Najib Mahfudz. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan kecemasan-kecemasan yang dialami tokoh-tokoh yang dikaji secara psikologi sastra. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap orientasi atau deskripsi, tahap reduksi atau fokus, dan tahap seleksi yaitu peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, kasus kecemasan objektif yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 36 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik-konflik yang acapkali terjadi: seperti merasa asing di lingkungan kafe, rasa canggung terhadap lawan bicara, situasi tidak nyaman, takut akan argumen sendiri, rasa ingin tahu terhadap suatu kejadian, merasa was-was akan seseorang yang dicintainya, tragedi penangkapan golongan muda yang berkali-kali, siksaan-siksaan dan perubahan-perubahan fisik pada mereka yang telah dipenjara, terancamnya kebebasan komunal, ingin cepat mati karena takut akan masa depan, cemas akan anggapan orang lain, mempertanyakan alasan penangkapan, mengalami neurosis noögenik, dan rusaknya harga diri, serta rasa bersalah terhadap kematian seseorang. Kedua, kasus kecemasan neurotik yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 26 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik-konflik yang beragam: seperti budaya yang belum tentu diterima oleh masyarakat, mengomentari penampilan seseorang, berhati-hati dalam berbicara, meragukan rasa cinta, cemas akan masa depan, penangkapan berkali-kali tanpa alasan yang jelas, mengalami neurosis noögenik, mengkhawatirkan diri sendiri, mencemaskan perubahan sikap orang yang dicintai, disiksa oleh agen-agen pemerintahan dan bertanya pada nasib, serta dituduh berbeda paham.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan-kecemasan yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir pada tahun 1960-an, serta bagaimana bentuk-bentuk kecemasan masyarakat Mesir pada tahun 1960-an dalam novel “Al-Karnak” karya Najib Mahfudz.            Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel yang berjudul “Al-Karnak” karya Najib Mahfudz. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan kecemasan-kecemasan yang dialami tokoh-tokoh yang dikaji secara psikologi sastra. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap orientasi atau deskripsi, tahap reduksi atau fokus, dan tahap seleksi yaitu peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, kasus kecemasan objektif yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 36 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik-konflik yang acapkali terjadi: seperti merasa asing di lingkungan kafe, rasa canggung terhadap lawan bicara, situasi tidak nyaman, takut akan argumen sendiri, rasa ingin tahu terhadap suatu kejadian, merasa was-was akan seseorang yang dicintainya, tragedi penangkapan golongan muda yang berkali-kali, siksaan-siksaan dan perubahan-perubahan fisik pada mereka yang telah dipenjara, terancamnya kebebasan komunal, ingin cepat mati karena takut akan masa depan, cemas akan anggapan orang lain, mempertanyakan alasan penangkapan, mengalami neurosis noögenik, dan rusaknya harga diri, serta rasa bersalah terhadap kematian seseorang. Kedua, kasus kecemasan neurotik yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 26 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik-konflik yang beragam: seperti budaya yang belum tentu diterima oleh masyarakat, mengomentari penampilan seseorang, berhati-hati dalam berbicara, meragukan rasa cinta, cemas akan masa depan, penangkapan berkali-kali tanpa alasan yang jelas, mengalami neurosis noögenik, mengkhawatirkan diri sendiri, mencemaskan perubahan sikap orang yang dicintai, disiksa oleh agen-agen pemerintahan dan bertanya pada nasib, serta dituduh berbeda paham.
KEUTAMAAN ASPEK LINGUISTIK BAHASA ARAB MENURUT PEMIIKIRAN IBNU KATSIR Abdul Latif; Jamaluddin Shiddiq; Ahmad Fadhel Syakir Hidayat; Rijal Mahdi; Irsal Amin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 1 (2022): -
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.17627

Abstract

Banyak ilmuwan telah menjelaskan keunggulan bahasa Arab dari berbagai aspeknya, namun belum ada yang menjelaskan secara spesifik tentang keunggulan bahasa Arab dari aspek kebahasaannya sendiri. Kajian ini berupaya menggali dan memaknai keutamaan bahasa Arab dari segi lingusitik berdasarkan pendapat Ibnu Katsir yang berpendapat bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling bermakna bagi jiwa. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan analisis isi deskriptif. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa bahasa Arab memiliki keunggulan aspek linguistik karena empat alasan. Pertama, bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih karena memiliki fonologi unik yang disebut Makharijul Huruf. Kedua, bahasa Arab adalah bahasa yang paling jelas karena bahasa Arab memiliki Ilmu Balaghah dengan berbagai aspeknya. Ketiga, bahasa Arab merupakan bahasa dengan perbendaharaan kata dan makna yang paling luas karena bahasa Arab memiliki konsep untuk menghasilkan banyak makna kalimat, di antaranya konsep al-Isytiqaq (derivasi), al-Mutaradif (sinonim), dan al-Musytarak al-lafdzi (polisemi). Keempat, bahasa Arab dapat sangat bermakna bagi jiwa karena Ilmu Uslub yang dapat menyampaikan makna yang efektif.

Page 5 of 20 | Total Record : 194