cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
`ARUDL, QAFIYAH, DAN PESAN MORAL PADA PUISI- PUISI AL-`AINIYYAH DALAM ANTOLOGI QAIS BIN DZARIH Hana Zulfa Afifah; Ajang Jamjam
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.7568

Abstract

Penyair menggunakan puisi sebagai sarana untuk mengungkapkan ide, imajinasi, dan keadaan yang sedang dialami. Dalam masyarakat Arab, puisi dikenal sebagai syair. Syair Arab memiliki aturan- aturan tersendiri tentang ritme (wazan) dan rima (qafiyah). Aturan- aturan tersebut kemudian dipelajari dalam suatu ilmu yaitu ilmu`arudl dan ilmu qawafi. Sebuah karya sastra pun tak lepas dari adanya pesan yang terkandung didalamnya baik secara tersirat maupun tersurat. Pesan tersebut dinamakan amanat.Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu qashaid al-`ainiyyah dalam diwan Qais bin Dzarih. Terdiri dari sembilan judul puisi dan 110 bait. Namun yang dijadikan sampel penelitian hanya 55 bait. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui vareasi `arudl dan dlarab, untuk mengetahui qafiyah, serta untuk mengetahui pesan moral yang terkandung pada qashaid al-`ainiyyah dalam diwan Qais bin Dzarih.Hasil penelitian pada qashaid al-`ainiyyah dalam diwan Qais bin Dzarih yaitu: qashidah ini menggunakan bahar thawil, bahar wafir, dan bahar khafif. Taf`ilah `arudl dan dlarabnya ada yang terkena zihaf makhbun, zihaf maqbudl, dan `illat mahdzuf. Adapun bentuk qafiyahnya yaitu qafiyah muthlaqah. Kata qafiyahnya terdiri dari setengah kata dan satu kata. Huruf qafiyahnya yaitu rawi huruf `ain, washal, ridif, ta’sis, dan dakhil. Harakat qafiyahnya yaitu majra, hadzwu, isyba’ dan rass. Nama qafiyahnya yaitu mutawatir, dan mutadarak. ‘Uyub qafiyah yang ditemukan yaitu sinad hadzwu, terletak pada qashidah pertama. Amanat yang terkandung didalamnya yaitu berkorban untuk kebaikan.
PRINSIP KESOPANAN MAKSIM KEDERMAWANAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “AULĀD HĀRATINĀ” EPISODE JABAL KARYA NAJĪB MAHFŪZ (KAJIAN PRAGMATIK) Suci Asari Rochman; Ajang Jamjam; Dayudin Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6477

Abstract

Sebuah novel karya Najīb Mahfūz berjudul Aulād Hāratinā Episode Jabal menceritakan tentang Jabal, yaitu seorang tokoh yang menjadi pemimpin untuk melawan bentuk ketidakadilan penguasa dan orang-orang yang kaya di lingkungannya. Jabal terlahir dari keturunan Al-Jabalāwi, yaitu keluarga Hamdān. Kakeknya ialah pendiri kampung yang bernama Adham. Ia diangkat menjadi putera oleh keluarga yang tidak memiliki putra, yaitu keluarga Al-Afandī yang merupakan keluarga yang memiliki kekayaan sekaligus kekuasaan. Terdapat prinsip kesopanan maksim kedermawanan pada  tuturan tokoh Jabal dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal. Dengan demikian, dalam penelitian ini akan dibahas satu permasalahan, yaitu bagaimana menggunakan prinsip kesopanan maksim kedermawanan pada tokoh utama dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal Karya Najīb Mahfūz; Berlandaskan batasan masalah tersebut maka dapat diidentifikasi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan prinsip kesopanan guna mengetahui penggunaan prinsip dan adanya maksim kedermawanan yang terdapat pada tokoh utama dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal Karya Najīb Mahfūz. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dalam teknik pengumpulan data-data menggunakan metode simak yang selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan metode padan ekstralingual dan menganalisis tuturan tokoh utama Jabal dengan menggunakan pendekatan pragmatik teori prinsip kesopanan. Penggunaan metode tersebut akan menghasilkan sebuah penelitian penggunaan prinsip kesopanan tuturan yang terdapat pada tokoh utama Jabal dalam novel Aulād Hāratinā episode Jabal Karya Najīb Mahfūz, yaitu adanya maksim kedermawanan.
Ekranisasi Naskah Drama Mismaaru Juha “Masrahiyah Fukkahiyyah Fii Sittat Manaazir” Karya Ali Ahmad Baktsir Ke Bentuk Film Mismaaru Juha Karya Ibrahim Omara Dan Hassan El-Seifi (Kajian Sastra Bandingan) Iis Sayyidah Nur Azizah; Nurlinah Nurlinah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3176

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of exranitation always result changes that is change of function variation and structure variation. This phenomenon found in Mismaaru Juha Drama by Ali Ahmad Baktsir into Mismaaru Juha movie by Ibrahim Omara and Hassan el-Seifi. The distinguish between the two of them based on medium differences. This research has purpose to describe types of function change that happen from drama script into movie and types of structure change that include : plot and characterization from Mismaaru Juha drama script (verbal) into Mismaaru Juha movie (audio visual) and have a purpose to find out the agent of that change. This research use analysis descriptive method and comparative. The result of the research from 68 drama sequence and 95 movie sequence found function change and structure change. Change of function is haplology (removal), there are 10 data, exerp (content) there are 6 data, modification (recreate) 15 data, and expantion (increment) 7 data. Whereas structure change that produce the differences plot and character between drama and movie. That change apply plot shrinkage to be 3 plot, and characterization to be 5 character, increment 5 plot and characterizationn 5 character, and variation change 7 plot and characterization 8 characterKeyword : intertextual, exranitation, drama, movie, mismaaru juha. ملخص البحثما دامت التغييرات واقعة في ظواهر التصور من وظيفة وبنیة. ووجدتها الكاتبة في نصوص الدراما مسمار جحا لعلى أحمد باكثير إلى الفيلم مسمار جحا لإبراهم عماره وحسن السيفي. إن الفرق الأساسي بينهما هو وسيلة مختلفة. إن الأغراض في هذا البحث هي وصف التنوّعات والتغيرات في نصوص الدراما والفيلم مسمار جحا من وظيفتها وصيغتها. والغرض الآخر، هو معرفة أسباب التنوّعات والتغيرات فيهما. المنهج المستخدم فى البحث كان منهجا وصفيا ومقارنا. نتائج البحث، من 68 سلسلة في الدراما ومن 95 سلسلة في الفيلم، وجدت منهما الكاتبة تغييرات وظيفية وتغيرات بنياوية.على التغييرات الوظيفية، وجدت منها 10 بيانات من الحذف haplologi، و 6 بيانات من الجوهرekserp ، و15 بيانات من التعديلmodifikasi  و7 بيانات من التوسيعekspansi . من التغييرات البنيوية، وجدت الكاتبة الاختلافات بين الدراما والفيلم في الحبكة والشخصية. هذه التغييرات موجودة في صيغة الحذف عددها 3 حبكات و 5 شخصيات وفي الإضافة عددها 5 حبكات و5 شخصيات وفى التغيرات المتنوعة عددها 7 حبكات و 8 شخصيات. الكلمات المفتاحية: تناص، تصور، دراما، فيلم، مسمار جحا. ABSTRAKFenomena ekranisasi selalu mengakibatkan perubahan-perubahan berupa perubahan variasi fungsi dan variasi struktur. Fenomena ini ditemukan pada drama Mismaaru Juha karya Ali Ahmad Baktsir ke bentuk film Mismaaru Juha karya Ibrahim Omara dan Hassan el-Seifi. Perbedaan di antara keduanya didasari perbedaan medium. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan fungsi yang terjadi dari naskah drama ke bentuk film dan bentuk-bentuk perubahan struktur yang meliputi: alur dan penokohan dari naskah drama Mismaaru Juha (verbal) ke bentuk film Mismaaru Juha (audio visual) dan bertujuan untuk mengetahui penyebab perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan komparatif. Hasil penelitian dari sekuen 68 drama dan sekuen film 95 ditemukan perubahan fungsi dan perubahan struktur. Perubahan fungsi adalah berupa haplologi (penghilangan) terdapat 10 data, ekserp (intisari) terdapat 6 data, modifikasi (perombakan) 15 data, dan ekspansi (perluasan/penambahan) 7 data. Sedangkan perubahan struktur yang menghasilkan perbedaan alur dan tokoh antara drama dan film. Perubahan tersebut menerapkan penciutan alur 3 alur dan penokohan 5 tokoh, penambahan alur 5 alur dan penokohan 5 tokoh, dan perubahan bervariasi alur 7 dan penokohan 8 tokoh.Kata kunci : intertekstual, ekranisasi, drama, film, mismaaru juha
Jinās dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Umrah, jual beli, dan Ijarah) Kajian Ilmu Badi’. Putri Fatimah Qodariyah; Nurlinah Nurlinah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v3i1.5522

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kitab-kitab terdahulu banyak terdapat keindahan bahasa, baik dari segi lafadz maupun makna. Kitab Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu kitab yang dikarang oleh Ahmad Zainuddin Alfannani, kitab ini membahas tentang fiqih dalam kitab ini cukup lengkap karena mencangkup bab thaharah hingga jinayat atau pidana,. Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu kitab yang banyak terdapat keindahan bahasa didalamnya, yaitu jinās,. Jinās adalah keserupaan dua lafadz dalam pengucapan, akan tetapi makna keduanya berbeda. Dalam penelitian ini bermaksud melakukan analisis jinas yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in, dan berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1) Jinās apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Bentuk Jinās apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis. Metode deskriptif analisis tidak semata-mata menguraikan melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya tentang jinās dalam Kitab Fathul Mu’in dengan menggunakan pendekatan ilmu balāghah. Setelah melakukan penelitian, maka peneliti menarik hasil dari analisis, bahwa jenis dan bentuk Jinās yang terdapat dalam kitab Fathul Mu’in Bab (Sholat, Zakat, Haji Haji dan umrah, jual beli, ijarah) karya Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani adalah : jenis Jinās, berjumlah 87 jenis Jinās, yang Meliputi 7 jenis Jinās, yaitu Jinās tām mumāsil, Jinās tām mustaufi, Jinās ghair tām naqis mudhōri’, Jinās tām , Jinās ghair tām naqis lāhi), Jinās ghair tām qolab kul, dan Jinās ghair tām qolab ba’di kulk, dan Bentuk Jinās, berjumlah 145 bentuk, yaitu terdiri dari susunan fi’il (kata kerja) dan isim (kata benda). Fi’il tersebut adalah fi’il Mādi dan Fi’il Mudōri. Isim yang terdapat dalam kitab tersebut adalah isim masdar, isim fa’il isim maf’ul dan isim jamid.  
STUDI KOMPARATIF KHAT NASKHI ABDURRAZIQ MUHAMMAD SALIM DAN MAHDI SAYYID MAHMUD Eko Prasetyo; Maman Abdul Jalil
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5516

Abstract

ABSTRAK Sebagai sebuah tanda terdapatnya peradaban manusia, tulisan secara alami telah mewarisi pengetahuan dari satu generasi ke generasi yang lain. tentu saja dalam hal ini tak terelakan bahwa terdapat perkembangan signifikan didalamnya. Tidak hanya menjadi media tulis baca semata, Namun juga erat kaitannya dengan kultur, seni dan budaya masyarakat tertentu. Dalam hai ini, kaitan antara kultur, seni, serta budaya dengan tulisan sebagai sebuah pewaris dari pengetahuan terdahulu yang ada didalamnya memiliki ranah tersendiri dalam kesenian bangsa Arab, yang dikenal banyak bangsa dengan Kaligrafi atau Khatt dalam bahasa Arab. Dalam perkembangannya kaligrafi memiliki beberapa jenis tulisan, yang terdiri dari Al-Aqlam Al-Sittah (kaligrafi enam), yang meliputi: khat Naskhi, Tsuluts, Muhaqqaq, Raihani, Riqa’dan Tauqi’. Adapun dalam penggunaannya, khat Naskhi cenderung lebih banyak digunakan dalam berbagai media tulisan, baik itu berupa tulisan tangan maupun yang berbasis digital. Khat Naskhi dengan penulisan tangan pun memiliki beberapa perbedaan antar tokoh, baik itu dalam cara penulisan maupun bentuk yang dihasilkan dari proses penulisannya. Tokoh yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu Abdurraziq Muhammad Salim serta Mahdi Sayyid Mahmud. Keduanya memiliki perbedaan satu sama lain dari cara penulisan serta bentuk yang dihasilkan dari penulisan tersebut. Adapun dalam proses penelitian ini digunakan metode komparatif sebagai alat bantu mrnganalisis bentuk serta cara penulisan, serta teori tipografi dalam menganalisis tulisan kedua tokoh tersebut. Metode komparatif merupakan metode yang mempelajari data-data dari satu atau beberapa objek kajian, Data-data dari beberapa variabel tersebut diperbandingkan secara cermat untuk memperoleh kaidah-kaidah perubahan yang terjadi dalam variabel itu. serta teori tipografi yaitu teori yang berlandaskan pada teori gestalt yang membahas anatomi serta faktor-faktor yang menjadi kaitannya dengan huruf. Dengan hal ini penulis mensinkronkan antara teori dengan bahan yang akan di kaji, setelah itu ditemukan beberapa hasil bahwa dengan menggunakan teori serta metode komparatif, kedua tokoh memiliki banyak sekali perbedaan, baik dalam cara penulisan maupun dalam bentuk yang dihasilkan dari cara penulisan tersebut. Untuk lebih terperinci dapat dilihat dari lembar selanjutnya peneitian ini. Tentunya dengan adanya hasil dari pada penelitian ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penulis, umumnya teruntuk khalayak umum. Kata kunci : khat naskhi, perbandingan, anatomi huruf
KESALAHAN TULIS DALAM NASKAH AL-MI’RAJ BUNTET PESANTREN (Kajian Filologi) Muhamad Zaki Muharam; Yani Heryani; Yayan Rachtikawati
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.12770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan deskripsi naskah, suntingan, terjemahan, transliterasi dan kandungan isi teks pada naskah Al-Mi’raj  Buntet Pesantren. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah menumbuhkan minat dalam pengkajian, penelitian dan pelestarian naskah kuno di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, metode standar dan metode analisis isi. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan informasi mengenai naskah. Metode standar digunakan dalam proses suntingan teks. Metode analisis isi digunakan untuk menganalisis isi naskah  Al-Mi’raj  Buntet Pesantren dan hubungannya dengan kitab Qishoh Al-Mi’raj karya Imam Najmuddin Al-Ghoity. Naskah Al-Mi’raj Buntet Pesantren terdiri dari 66 halaman. Terdapat 274 kesalahan tulis berupa; 268 subtitusi, 5 omisi  dan 1 adisi. Kemudian terdapat kesamaan tema, alur dan jenis antara naskah Al-Mi’raj  Buntet Pesantren dan kitab Qishoh Al-Mi’raj karya Imam Najmuddin Al-Ghoity.
PENGARUH MADRASAH KUFAH DALAM KITAB NAHWU YANG DIAJARKAN DI INDONESIA Halimatus Sa'diyah; Maman Abdurahman; Asep Sopian
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.12741

Abstract

تناقش هذه الدراسة مدرسة الكوفة التي كان لها تأثير كبير على تطور اللغة ، خاصة في استخدام المصطلحات في كتاب النحو. استخدمت هذه الدراسة منهج الدراسة الأدبية والمنهج النوعي لمعرفة تأثير مدرسة الكوفة على الكتاب الذي يستخدمه الطلاب الإندونيسيون لتعلم اللغة العربية وهو كتاب الجرمية. وأظهرت نتائج الدراسة أن ابن عجورم مؤلف الكتاب من أتباع مدرسة الكوفة ، ويدل على ذلك العديد من المصطلحات المستخدمة في مدرسة الكوفة والتي تستخدم أيضا في كتاب الجرمية على النحو التالي: (1) استخدام مصطلح الخفض للإشارة إلى اعراب اسم الذي يتميز بكسره وليس جر (2) استخدام المصطلح "المفعول الذي لم يسم فاعله لمصطلح الفاعل في الفعل المبني للمجهول ، وليس لمصطلح نائب الفاعل. (3) استخدام مصطلح كيف ما هو جزء من الأفعال الجوازم أو عامل الذي يمكن أن يضع فعل مضارع في مرتبة المجزوم كما يعتقد علماء الكوفة. (4) وعلامة الاسم هي إدراج الألف واللام كما يعتقد علماء الكوفة ، أما عند علماء البصرة فإن هذا هو حكم الألف واللام. لا السيفة. (6) استخدام الأسماء الخامسة وهي أبوك، أخوك، حموك، فوك، ذو مال، بينما استخدم علماء البصرة الأسماء الستة بإضافة هنوك.]This study discusses the Kufah Madrasah which has had a lot of influence on the development of Nahwu, especially on the use of terms in the Arabic grammatical book. This study used a literary study method and a qualitative approach to find out the influence of the Kufah madrasah on the book used by Indonesian students to learn Arabic, namely the al-Jurumiyah book. The results of the study show that Ibn Ajurrum, the author of the book, is a follower of the Kufa madrasah, this is indicated by the many terms used in the kufah madrasah which are also used in the al-Jurumiyah book as follows, (1) the use of the term al-khafd for i'rab isim which marked by kasroh, not the term jarr; (2) the use of the term al-maf'ul al-ladhi lam yusamma fa'iluh for the term subject in the passive verb, not the term na'ib al-fa'il; (3) the use of the term kayfama is part of al-af'al al-jawazim or of amil (particle) which can put fi'il mudari 'into the majzum position, as believed by kufah scholars; (4) the sign of a noun is the inclusion of alif and lam as believed by Kufah scholars, whereas according to the scholars of Basrah, this is the rule of alif and lam (5) the use of the term an-na'at, not al-sifah; (6) the use of al-asma al-khamsah, namely abuka, akhuka, hamuka, fuka, dhu mal, while Basrah scholars used al-asma al-siita by adding hanuka.
BENTUK PERINTAH DAN PERTANYAAN DALAM BUKU AL-QIRA’AH AL-RASYIDAH JUZ 4 KARYA ABDUL FATAH SHABRI DAN ALI UMAR (KAJIAN ILMU AL-MA’ANY) Nur Afifah Ramadhanty; Akmaliyah Akmaliyah; Ihin Solihin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.9940

Abstract

Buku al-Qira’ah al-Rasyidah Juz 4 Karya Abdul Fatah Shabri dan Ali Umar adalah kumpulan teks berbahasa Arab fushah yang berisi kumpulan kisah inspiratif  dan edukatif, diantaranya diambil dari kisah sejarah, ayat al-qur’an, dan wasiat Habib Thahir bin Husen kepada putranya, Habib Abdullah bin Thahir. Kumpulan teks tersebut mengandung gaya bahasa yang indah dengan penyampaian makna yang unik dan dalam serta tidak mudah untuk dipahami terutama pada bagian gaya bahasa amr dan istifham sehingga menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna amr dan istifham dalam buku tersebut.          Pendekatan yang digunakan adalah ilmu al-ma’any sebagai ilmu yang mengkaji makna gaya Bahasa Arab berdasarkan konteksnya dan merupakan cabang dari balaghah. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik yang disebut juga deskriptif kualitatif yaitu dengan menganalisis data berupa uslub amr dan istifham dalam buku tersebut kemudian dijelaskan dengan penjabaran yang rinci sesuai ilmu al-ma’any sehingga dapat dipahami maknanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka karena data berupa data kualitatif.          Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat sepuluh makna amr di dalam buku tersebut yaitu: 1) ihanah, 2) ikram, 3) wajib, 4) imtinan, 5) irsyad, 6) ta’dib, 7) tahdid, 8) du’a, 9) takwin, dan 10) i’tibar serta empat makna istifham yaitu: 1) inkary, 2) nafy, 3) taqriry, dan 4) asli.
EKSPLORASI PERAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HIDAYAH BLADO KULON Mualim Wijaya; Malihatul Maulidiyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.15412

Abstract

This paper aims to analyze and understand the problems in learning Arabic that result in low student enthusiasm for learning and the solutions and efforts made by Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Blado Kulon Probolinggo who apply the role of motivation in increasing enthusiasm for learning Arabic. This research uses a qualitative approach with a phenomenological type, with research located at Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Blado Kulon, researchers try to master the phenomena that occur in the madrasa through observation, interviews and documentation as information gathering techniques. Meanwhile, the presentation of information, reduction of information and drawing conclusions, including data analysis from this research. The results of the research show that how to increase the enthusiasm for learning Arabic which is carried out by Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Blado Kulon through motivation by providing encouragement in the form of guidance and counseling services, increasing the qualifications of Arabic language teachers and applying varied and communicative educational methods and strategies, using media attractive and communicative, giving rewards in the form of praise and comments to students, and creating competition and cooperation between students. 
MEDIA PEMBELAJARAN TEBAK KATA DAN DAMPAKNYA TERHADAP MAHARAH KALAM SISWA Muhammad Dzakiruddin; Mohammad Nu'man
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.12815

Abstract

The lack of habituation of maha>rah kala>m in arabic language learning needs to get special attention, especially at the level of madrasah ibtidaiyah class VI which in fact still occupies the age of children and requires the right approach in its development to deepen the habit of speaking Arabic. This study tries to offer the design of maha>rah kala>m learning through alternating word guessing methods to increase students' interest in speaking Arabic. This research is qualitative research with class action research approach. The data collection in this study was obtained by means of observation, questionnaire dissemination, and documentation. The data analysis uses descriptive analsis according to John Broades Watson's behavioristic stimulus theory. The results showed an increase in students' interest in arabic language which was originally only 48% to 55% reviewed from the level of nervousness, students' interest in methods, ease of methods, and the impact felt by students after practicing the alternating word guess. The existence of this study shows that alternating word guessing has a significant impact on students' learning.

Page 4 of 20 | Total Record : 194