cover
Contact Name
Jerry Fred Salamena
Contact Email
agrinimal@gmail.com
Phone
+6285243549419
Journal Mail Official
agrinimal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 20883609     EISSN : 27232697     DOI : https://doi.org/10.30598/ajitt
Agrinimal journal accommodates articles / scientific works which has not been published yet. Fields of journal cover both aspects of animal sciences and agriculture sciences: animal feed and nutrition, feed science and technology, feed additive technology, ; animal reproduction and physiology, genetics, animal production; animal behaviour, welfare, livestock farming system; socio-economic and policy; and animal products science and technology.
Articles 121 Documents
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN PRODUKSI DAN ANALISIS RISIKO PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN LOLONG GUBA KABUPATEN BURU Adolf Heatubun; Marcus Veerman; Michel J. Matatula
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 1 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.1.9-16

Abstract

ABSTRAK Pengambilan keputusan dalam usaha peternakan merupakan tanggung jawab utama para peternak. Keberhasilan usaha peternak sapi potong mencapai laba tertinggi adalah tujuan pokok. Bagaimana mengambil keputusan tepat untuk mencapai tujuan tersebut dan mengetahui berbagai risiko dalam ketidakpastian, merupakan masukan yang penting. Penelitian ini dilakukan pada peternak sapi potong di Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, dengan tujuan untuk mengetahui dampak berbagai perubahan variabel penentu laba peternak sapi dan risiko yang ditimbulkan oleh perubahan tersebut dalam rangka pengambilan keputusan manajer peternak. Data yang dikumpukan adalah data primer yang dicatat dalam nilai-nilai nominal. Analisis menggunakan model regresi linear berganda, dilanjutkan analisis simulasi, dan diakhiri analisis risiko. Hasil penelitian memenuhi hipotesis yang ditetapkan dan teruji signifikan secara statistik. Elastisitas nilai tambah ternak adalah terbesar. Dampak peningkatan laba terbesar dihasilkan melalui peningkatan nilai tambah ternak dan jumlah penjualan, meskipun keduanya bukan sebagai pilihan terbaik. Opsi manajer peternak menghadapi risiko dan ketidakpastian ke depan adalah meningkatkan biaya pemberian makanan, nilai tambah ternak, dan penjualan sapi. Diperlukan mitigasi untuk opsi ini yaitu manajer peternak meningkatkan waktu penggembalaan ternak, memberikan makanan suplemen, mengawasi kesehatan ternak, menghindari ternak dari gangguan lingkungan dan kecelakaan. Manajer peternak perlu dibekali pengetahuan teknis penaksiran bobot dan karkas ternak. ABSTRACT Decision-making in livestock business activities is the main responsibility of farmers. The success of the beef cattle farmer's business to achieve the highest profit is the main goal. How to take the right decision to achieve these goals and know the various risks in uncertainty, is an important input. This research was conducted on beef cattle breeders in Lolong Guba District, Buru Regency, Maluku Province which aims to determine the impact of various changes in the determinants of cattle breeders' profits and the risks posed by these changes in order to make decisions for farmer managers. The data collected is primary data recorded in nominal values. Data were analyzed by multiple linear regression model, followed by simulation analysis, and ended with risk analysis. The results of the study met the established hypothesis and were tested statistically significantly. The elasticity of value-added livestock is the largest compared to total sales. The biggest impact of increasing profit is through the increase in the value-added of livestock and the number of sales, although neither is the best choice. Farmer managers' options for dealing with risks and uncertainties in the future are to increase the cost of feeding, add value to livestock, and sell cattle. Mitigation is needed for options, namely farmer managers increasing livestock grazing time, providing supplementary food, monitoring livestock health, and avoiding livestock from environmental disturbances and accidents. Farmer managers need to be equipped with technical knowledge of body weight and carcass estimation of livestock.
APLIKASI PEMBERIAN PAKAN KOMERSIL AYAM PETELUR PAR L TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PRODUKSI dan BERAT TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) Tabita Naomi Ralahalu; Jusak Labetubun; Rajab Rajab
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 1 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.1.17-22

Abstract

ABSTRAK Pakan puyuh umumnya adalah pakan komersial yang tersedia dalam berbagai merek dagang dan mempunyai komposisi nutrisi yang sesuai dengan fungsi fisiologis dari puyuh. Di Ambon, pakan komersial khusus puyuh tidak tersedia di toko penjualan pakan sehingga sangat jarang ditemukan usaha peternakan puyuh. Pakan yang diberikan sebagai pengganti pakan komersial puyuh adalah pakan komersial ayam petelur Par L1. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji konsumsi, jumlah telur, berat telur dan konversi pakan puyuh yang diberi pakan ayam petelur komersil. Penelitian berlangsung selama 35 hari, pada peternakan rakyat desa Rumahtiga, Ambon. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ransum komersial ayam petelur Par L1 yang diproduksi oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan burung puyuh jenis Auntumn yang diperoleh dari peternakan puyuh di Surabaya. Alat yang . Penelitian yang dilakukan dianalisis secara deskriptif terhadap variabel yang diukur. Puyuh yang diamati berjumlah 40 ekor berumur 2,5 bulan yang dialokasikan pada 4 kotak, setiap kotak terdiri dari 10 ekor puyuh betina. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah konsumsi pakan, jumlah dan berat telur. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi pakan, dan berat telur meningkat dengan bertambahnya umur puyuh sedangkan jumlah telur bervariasi dan cenderung menurun pada minggu ke 5 serta rataan nilai konversi pakan sebesar 2,56. ABSTRACT Quail feed is generally a commercial feed that is available under various trademarks and has a nutritional composition that is in accordance with the physiological function of quail. In Ambon, commercial feed specifically for quail is not available in feed shops, so it is very rare to find quail farming. The feed is given as a substitute for commercial quail feed in commercial feed for laying hens Par L1. The aim of the research was to study the consumption, number, egg weight, and feed conversion of quail-fed commercial laying hens. The research was carried out for 35 days at the community farm of Rumahtiga Village, Ambon. The material used in this study was a commercial ration for laying hens Par L1 produced by PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk and Autumn quail were obtained from a quail farm in Surabaya. The tools used are cages, places to eat and drink, digital scales to weigh feed and eggs, and blenders to grind rations. The research conducted was analyzed descriptively on the measured parameters. The quail observed were 40 2.5 month-old quails which were allocated to 4 boxes, each box consisted of 10 female quails. The variables observed in this study were feed consumption, number, and weight of eggs. The results showed that feed consumption and egg weight increased with increasing age of quail, while the number of eggs varied and tended to decrease at week 5 and the average feed conversion value was 2.56.
STUDI PENGGUNAAN DUA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP KUALITAS FISIK BOKASHI Marlita H. Makaruku; Anna Y. Wattimena
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 1 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.1.23-28

Abstract

ABSTRAK Pupuk merupakan suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Bahan organik mempunyai peran yang sangat esensial di dalam tanah serta menjadi faktor utama dalam berbagai proses biokimia dalam tanah. Bokashi merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah, serta memperbaiki struktur dan tekstur tanah. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dua jenis pupuk kandang terhadap mutu bokashi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal yaitu jenis pupuk kandang (K), yaitu : K1 = pupuk kandang kotoran sapi, K2 = pupuk kandang kotoran ayam. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi suhu, warna, bau dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bokashi dari kotoran sapi dan kotoran ayam menunjukkan kualitas fisik bokashi yang baik yaitu suhu 30°C pada bokashi dari kotoran sapi, suhu 34°C pada bokashi dari kotoran ayam, berwarna coklat kehitaman, berbau tanah, dan memiliki tekstur kasar. ABSTRACT Fertilizer is a material used to change the physical, chemical, or biological properties of soil so that it becomes better for plant growth. Organic matter has a very essential role in the soil and is a major factor in various biochemical processes in the soil. Bokashi is one type of organic fertilizer that can be used as organic fertilizer to improve the physical, biological, and chemical properties of the soil, as well as improve the structure and texture of the soil. This study aims to determine the effect of two types of manure on the quality of bokashi. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with a single treatment, namely the type of manure (P), namely: K1 = cow manure, K2 = chicken manure. Each treatment was repeated 5 times. Variables observed in this study include temperature, color, smell, and texture. The results showed that the bokashi treatment from cow and chicken manure showed a good physical quality of bokashi, namely a temperature of 30°C on bokashi from cow manure, a temperature of 34°C on bokashi from chicken manure, blackish-brown in color, smells of earth and has a rough texture.
POTENSI SOSIAL EKONOMI DAN PERAN PETERNAKAN SAPI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Tatipikalawan, Jomima M; Sangadji, Insun; Ririmase, Pieter M.
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 1 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.1.29-37

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini mengkaji potensi sosial ekonomi peternak sapi, kontribusi usaha peternak sapi terhadap pendapatan keluarga dan faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan. Materi penelitian adalah 70 peternak peternak sapi poting pada 2 kecamatan di Kabupaten Buru yang diambil secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan diambil dengan metode survey melalui wawancara mendalam (in-depth interview) kepada peternakan menggunakan kuisioner. Analisis data secara deskriptif, perhitungan ekonomi, kontribusi pendapatan dan analisis regresi untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan usaha sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki peternak sapi potong di Kabupaten Buru berusia produktif, tingkat pendidikan masuk kategori baik dari menengah sampai atas, memiliki motif ekonomi dengan tujuan sebagai sumber pedapatan dan tabungan. Rataan jumlah kepemilikan 4-6 UT/peternak, dipelihara secara tradisional dengan lama pemeliharaan >4 tahun. Kontribusi pendapatan 49,89% (cabang usaha). Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan kontribusi usaha ternak sapi secara sangat signifikan (P≤0,01) dipengaruhi oleh kepemilikan sapi, pendapatan lainnya (P≤0,05) dan lama usaha (P≤0,1). Peternak dengan lama usaha yang semakin besar cenderung memiliki skala usaha yang lebih besar yang selanjutnya mempengaruhi jumlah sapi yang dipasarkan. Peternak memiliki motif ekonomi yang kuat sehingga usaha peternakan sapi dan pertanian dijalankan dengan optimal untuk mendatangkan pendapatan. ABSTRACT The purpose of this study is to examine the socio-economic potential of cattle breeders, the contribution of cattle farmers' businesses to family income, and the factors that influence the contribution of income. The research material is 70 farmers of beef cattle breeders in 2 Districts in Buru Regency taken by purposive sampling. The data used are primary and taken by survey method through in-depth interviews with farmers using questionnaires. Descriptive data analysis, economic calculations, income contribution, and regression analysis to see the factors that affect the contribution of beef cattle business income. The results show that the potential of beef cattle breeders in Buru Regency is productive age, education level is in the middle to the upper category, has an economic motive, and the purpose of maintenance as a source of income and savings. The average number of ownership is 4-6 au/farmers, traditionally maintained with a maintenance period of >4 years. Revenue contribution 49.89% (business branch). The results of multiple linear regression analysis showed that the contribution of cattle business was very significantly (P≤0.01) influenced by cattle ownership, other income (P≤0.05), and length of business (P≤0.1). Farmers with a longer length of business tend to have a larger scale of business which in turn affects the number of cattle marketed. Farmers have an economic motive so that farming is carried out optimally to bring in income.
KARAKTERISTIK BUDIDAYA TANAMAN PALA (Myristica fragran Houtt) POLA DUSUNG DI KECAMATAN LEIHITU DAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Anna Y. Wattimena; Marlita H. Makaruku
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 1 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.1.38-44

Abstract

ABSTRAK Tanaman pala oleh masyarakat Maluku umumnya dikelola secara turun temurun, dikenal dengan pola tanam yang disebut dusung. Dusung memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai sumber pendapatan petani, memiliki stabilitas ekologis yang relatif tinggi dan pengelolaannya untuk memelihara dan meningkatkan keunggulan tanaman didalamnya. Permasalahan yang dihadapi petani dalam menurunnya produktivitas tanaman pala di desa Liliboi, desa Hila dan Desa Morela disebabkan oleh faktor budidaya dan produksi tanaman.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tingkat budidaya tanaman pala yang dibudidayakan dengan pola dusung dan mendiskripsikan karakteristik dusung untuk budidaya dan produksi tanaman pala. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan purposive sampling, sampel diambil secara acak (random sampling) dari setiap petani. Hasil analisis menunjukan karakteristik dusung mencakup Topografi Desa Hila, Morela, Liliboi sangat sesuai untuk budidaya tanaman. Pengambilan keputusan dalam pemilihan tanaman pelindung untuk tanaman pala berdasarkan pengetahuan ekologis petani yang berkembang secara turun temurun yang didasarkan atas kesesuaian kondisi biofisik menunjang, mudah memelihara, keanekaragaman hasil, mudah pemasaran dan menambah ekonomi keluarga. ABSTRACT The purpose of this study was to obtain information on the level of cultivation of nutmeg plants cultivated with the dusung pattern and describe the characteristics of the dusung for the cultivation and production of nutmeg crops. The method used is a survey method with purposive sampling samples were taken randomly (random sampling) from each farmer. The date taken is the primary date (hamlet topography, land ownership, area, number of trees, spacing, plant age, cropping pattern, and other plantation crops that serve as protection for nutmeg crops). Secondary data (general condition of the location), climate data (average climate for the last 5 years), data on area and nutmeg production, altitude (asl) The results of the analysis show that the characteristics of the hamlet include the topography of Hila, Morela, and Liliboi villages which are very suitable for plant cultivation. The conclusion of the research is that the characteristics of nutmeg farming in the dusung pattern in Hila village, Morela, and Liliboi are very diverse in terms of area, the number of trees, plant spacing, and plant age. The topography of Hila Village, Morela, Liliboi is very suitable for nutmeg cultivation and the state of farming carried out by farmers is a polycultural pattern known as dusun" in Maluku. Decision-making in the selection of protective plants for nutmeg plants is based on the ecological knowledge of farmers that has developed from generation to generation based on the suitability of supporting biophysical conditions, easy maintenance, diversity of results, easy marketing, and increasing the family economy.
ANALISIS KADAR AIR DAN KUALITAS FISIK DAGING SAPI YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA AMBON Isye Jean Liur; Demianus F. Souhoka; Bercomien J. Papilaya
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 1 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.1.45-50

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan daging masyarakat Indonesia meningkat setiap tahun sesuai kenaikan jumlah penduduk, sehingga kebutuhan protein hewani juga ikut meningkat. Daging sapi diharapkan mempunyai kualitas yang layak untuk dikonsumsi. Daging yang memiliki kualitas bagus tentunya akan memberikan produk olahan yang bagus dan akan mempermudah selama proses pengolahan. Daging yang beredar dimasyarakat seringkali tidak terjamin kualitasnya. Oleh sebab itu diperlukan uji fisik sebelum daging dikonsumsi. Pengujian sifat fisik daging di pasar tradisional sangat diperlukan karena belum adanya penelitian sebelumnya mengenai kualitas fisik daging sapi di pasar tradisional Kota Ambon. Diharapkan dari Penelitian ini akan mendapatkan informasi yang dapat dibagikan kepada masyarakat tentang kualitas fisik daging sapi yang ada di pasar tradisional Kota Ambon. Sampel yang digunakan adalah daging sapi segar sebanyak 1 kg yang diambil dari 6 penjual daging sapi segar di pasar tradisional Kota Ambon. Pengujian kualitas daging sapi segar meliputi analisa Kadar Air, pH, Cooking loss dan Water Holding Capacity (WHC). Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil Penelitian menunjukkan Nilai Kadar Air, pH, Cooking Loss dan Water Holding Capacity (WHC) berada pada kisaran normal dengan Nilai Kadar air dan pH menunjukkan perbedaan yang tidak berbeda nyata (P>0,05) sedangkan Cooking Loss dan Water Holding Capacity (WHC) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). ABSTRACT The need for meat in Indonesia increases every year according to the increase in population, so the need for animal protein also increases. Beef is expected to have decent quality for consumption. Meat that has good quality will certainly provide good processed products and will make it easier during the processing process. Meat circulating in the community is often not guaranteed quality. Therefore, a physical test is needed before the meat is consumed. Testing the physical properties of meat in traditional markets is very necessary because there has been no previous research on the physical quality of beef in traditional markets in Ambon City. It is hoped that this research will provide information that can be shared with the public about the physical quality of beef in the Ambon City traditional market. The sample used was 1 kg of fresh beef taken from 6 fresh beef sellers in the Ambon City traditional market. Testing the quality of fresh beef includes an analysis of water content, pH, cooking loss, and water holding capacity (WHC). The research method used was an experiment with a completely randomized design (CRD). The results showed that the value of water content, pH, Cooking Loss, and Water Holding Capacity (WHC) were in the normal range with the value of water content and pH showing no significant difference (P>0.05) while Cooking Loss and Water Holding Capacity (WHC) ) showed a very significant difference (P<0.01).
Pengaruh Pemberian Feed Additive Sebagai Pengganti Antibiotik Terhadap Bobot Relatif Hati Dan Ginjal Ayam Broiler Muhammad Rifqi Fadhiila; Elly Tugiyanti; Emmy Susanti
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 2 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.2.51-58

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian feed additive sebagai pengganti antibiotik terhadap bobot relatif hati dan ginjal ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu ayam broiler strain Lohmann 202 umur 1 hari yang berjumlah 120 ekor, pakan komersial, bahan aditif pakan yang digunakan berupa antibiotik, probiotik, acidifier, dan fitobiotik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakukan dan 6 kali ulangan dengan masing-masing unit percobaan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan terdiri dari P0 (pakan dengan penambahan antibiotik olaquindox 0,125%), P1 (pakan dengan penambahan probiotik promix 0,2%), P2 (pakan dengan penambahan acidifier acidtec – 401 1%), dan P3 (pakan dengan penambahan tepung bawang putih 0,04 %, kunyit dan jahe masing masing 0,8 %). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian feed additive dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot relatif hati dan ginjal. Rataan bobot relatif hati yaitu R0 = 1,505 ± 0,070 %, R1 = 1,512 ± 0,111 %, R2 = 1,572 ± 0,208 %, dan R3 = 1,452 ± 0,157 %. Rataan bobot relatif ginjal yaitu R0 = 0,825 ± 0,117 %, R1 = 0,817 ± 0,172 %, R2 = 0,817 ± 0,172 %, dan R3 = 0,770 ± 0,080 %. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemberian feed additive dalam pakan mampu menggantikan peran antibiotik untuk mengoptimalkan bobot relatif hati dan ginjal ayam broiler.
KUALITAS KIMIA BAKSO DAGING SAPI TERSUBSTITUSI DAGING IKAN TUNA (Thunnus sp) Nafly Comilo Tiven; Tienni Mariana Simanjorang
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 2 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.2.65-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia bakso daging sapi yang disubstitusi dengan daging ikan tuna (Thunnus sp). Daging sapi (otot Biceps femoris) dan daging ikan tunal, dihaluskan terpisah untuk pembuatan bakso dengan komposisi 70,00% daging sapi, 16,00% tepung tapioka, 9,00% air es, 2,00% garam, 2,20% bawang putih, dan 0,80% lada. Daging sapi disubstitusi dengan daging ikan tuna dengan level 0%, 20%, dan 40%, kemudian semua bahan digiling halus hingga tercampur merata membentuk adonan. Adonan bakso dibentuk bulat (diameter ± 2 cm) secara manual dengan tangan, kemudian direbus hingga matang (sampai bakso mengapung). Bakso diangkat dan ditiriskan. Parameter yang diuji yaitu kualitas kimia (kadar air, protein, lemak, dan abu). Data yang diperoleh, dianalisis sidik ragam menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 3 perlakuan level daging ikan tuna (0%, 20%, dan 40%), masing-masing 5 ulangan. Perbedaan antar perlakuan akan diuji lanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi yang disubstitusi dengan daging ikan tuna, meningkatkan (P<0,01) kadar air dan kadar lemak bakso, tetapi menurunkan (P<0,01) kadar protein bakso. Dapat disimpulkan bahwa daging sapi dapat disubstitusi dengan daging ikan tuna dalam pembuatan bakso, yang berdampak pada peningkatan kadar air dan kadar lemak, tetapi menurunkan kadar protein bakso.
PENDAPATAN USAHA SAPI POTONG POLA INTEGRASI DENGAN TANAMAN KELAPA DI KECAMATAN TEON NILA SERUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Hanok Fandi Wutwensa; Michel J. Matatula; Pieter M. Ririmasse; Rajab Rajab
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 2 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.2.96-105

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari ini penelitian adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dan kontribusi usaha ternak sapi potong pola integrasi dengan tanaman kelapa di Kecamatan Teon Nila Serua Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pengambilan desa sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan jumlah ternak terbanyak. Responden yang diambil yaitu peternak yang telah beternak lebih dari 5 tahun dan memiliki ternak sapi lebih dari 5 ekor dan juga peternak pernah melakukan penjualan ternak sapi potong 1 tahun terakhir dan memiliki perkebunan kelapa. Pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendapatan tunai dari usaha tani kelapa dan usaha ternak.Untuk pendapatan peternakan diperoleh dari penjualan sapi potong, sedangkan pendapatan usaha tani kelapa diperoleh dari hasil penjualan kopra. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani dengan pola integrasi usaha sapi potong dan usaha tanaman kelapa adalah sebesar Rp. 13.760.509,33. Besarnya kontribusi usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan petani adalah sebesar 71,83 %. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the income and contribution of the beef cattle business with an integrated pattern with coconut in Teon Nila Serua District, Central Maluku Regency. The method used in this research is a survey method and sample villages are taken by purposive sampling based on the largest number of livestock. Respondents taken are farmers who have been raising cattle for more than 5 years and have more than 5 cattle and also farmers who have sold beef cattle in the last 1 year and have coconut plantations. The income referred to in this study is cash income from coconut farming and livestock business. For livestock, income is obtained from the sale of beef cattle, while coconut farming income is obtained from the sale of copra. The results show that the average income of farmers with the integration pattern of beef cattle and coconut business is Rp. 13,760,509.33. The contribution of the beef cattle business to farmers' income is 71.83%.
POTENSI BURUNG SEBAGAI OBJEK BIRDWATCHING DI HUTAN WAE ILLIE RESORT MASIHULAN KECAMATAN SERAM UTARA Yosevita Th. Latupapua; Lesly Latupapua
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 2 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.2.71-78

Abstract

Tingginya minat kunjungan birdwatching dalam objek hutan, tentunya harus didukung dengan adanya keragaman jenis satwa burung yang dapat menunjang minat kunjungan dan lama tinggal wisatawan dalam lokasi objek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan keragaman satwa burung di kawasan hutan Wae Illie Resort Masihulan untuk dikembangkan sebagai objek daya tarik birdwatching. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan wawancara. Metode pengumplan data burung menggunakan metode point count yang dibuat dalam 7 plot. Pengamatan setiap titik hitung berbentuk lingkaran dengan jari-jari 50 meter, waktu pengamatan setiap titik hitung adalah 10-20 menit, jarak antar titik sejauh 250 m, waktu pencatatan dilakukan mulai jam 05:30 sampai 18:30 WIT. Penentuan responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data daya tarik burung sebagai obejk birdwatching berdasarkan persepsi dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi jenis burung yang ditemukan sepanjang jalur pengamatan Kawasan Wae Illie sebanyak 33 jenis dari 14 famili, jenis yang mendominasi dari famili Psittacidae 10 jenis. Persepsi daya tarik burung berdasarkan responden menunjukkan bahwa jenis endemic, dan dilindungi dari famili Psittacidae memiliki nilai skoring tertinggi dengan kategori sangat menarik 90%. Rata-rata skoring penilaian burung untuk minat birdwatching berkisar 2,66-3,00 (sangat menarik). ABSTRACT The high interest in birdwatching visits in forest objects, of course, must be supported by the diversity of bird species that can support the interest of visiting and the length of stay of tourists in the object location. The purpose of this study was to determine the species and diversity of birds in the forest area of ​​Wae Illie Resort Masihulan to be developed as an object of attraction for birdwatching. Methods of collecting data using the method of observation, and interviews. The bird data collection method used the point count method which was made in 7 (seven) plots. Observation of each counting point in the form of a circle with a radius of 50 meters, the observation time for each counting point is 10-20 minutes, the distance between points is 250 m, and the recording time is from 05:30 to 18:30 WIT. Determination of respondents using an accidental sampling technique. Data analysis of bird attractiveness as a birdwatching object based on perception was carried out descriptively. The results showed that the potential of bird species found along the observation path of the Wae Illie area were 33 species from 14 families, with the dominant species from the Psittacidae family of 10 species. Perceptions of the attractiveness of birds based on respondents indicate that endemic and protected species from the Psittacidae family have the highest scoring value with a very attractive category of 90%. The average bird rating score for birdwatching interest ranges from 2.66 to 3.00 (very interesting).

Page 6 of 13 | Total Record : 121