cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 198 Documents
KEBIJAKAN DAN EKSPRESI KEBUDAYAAN; SEBUAH DILEMA? (Meninjau Kembali Kebijakan Kontroversial terkait Perempuan dan Ekspresi Kebudayaan) Iromi Ilham
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i1.2785

Abstract

Ada kegelisahan yang menyeruak tatkala muncul berbagai kebijakan terkait ekspresi kebudayaan di tengah-tengah masyarakat. Tulisan sederhana ini berusaha untuk membongkar kegelisahan tersebut agar tak mengental yang berakibat tersumbatnya saluran kebudayaan. Kebijakan yang strategis selalu mengacu pada tiga ukuran, yaitu: pertama, memiliki tujuan yang jelas; kedua, mengacu pada konteks tantangan hari ini dan masa depan; dan ketiga, sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Penjaringan partisipasi semua kalangan juga tak kalah penting dalam penentuan kebijakan. Intinya, harapan akhir dari kebijakan publik terkait kebudayaan adalah kebijakan yang membangun keunggulan bersaing dari setiap pribadi rakyat tanpa membedakan gender, ras, agama, dan latar belakang yang berbeda.
Kehidupan Buruh Tani Perempuan dalam Membantu Perekonomian Rumah Tangga Cut Intan; Richa Meliza
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4604

Abstract

Penelitian ini bertema antropologi ekonomi yang mengkaji tentang kehidupan buruh tani perempuan dalam membantu perekonomian keluarga di Gampong Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran serta informasi yang mendalam tentang kehidupan buruh tani perempuan di Gampong Keude Krueng. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fungsional-struktural. Adapun hasil dari penelitian menjelaskan bahwa banyaknya kaum perempuan yang berada di Gampong Keude Krueng memutuskan untuk bekerja sebagai buruh tani dikarenakan tiga faktor utama yaitu: Pertama, faktor ekonomi, dimana penghasilan suami yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Kedua, faktor pendidikan, dimana rendahnya tingkat pendidikan yang menyebabkan mereka tidak mempunyai keahlian lain. Ketiga, faktor sosial budaya. Keadaan inilah yang menyebabkan para perempuan di Gampong Keude Krueng terjun langsung untuk bekerja di luar rumah guna mendapatkan upah. Para perempuan di Gampong Keude Krueng menjalankan kedua perannya dengan baik tanpa mengesampingkan salah satu perannya baik peran di ranah publik maupun ranah domestik.
INTRODUKSI TEKNOLOGI “MOTO KOH PADEE”: Studi Antropologi Pertanian di Aceh Utara Putri Ananda Saka
Aceh Anthropological Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v2i1.1151

Abstract

This study examines the introduction of Mooto Kooh Padeee technology to the community of Meurah Mulia, Aceh. The data obtained are qualitative data using data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, data analysis, documentation studies, literature studies, and literature studies. While the theory used as supporting analysis is Clifford Geertz's thinking about agricultural involution. The process of introducing and educating agricultural technology has begun to be intensively carried out in farming communities in rural Aceh. Including the District of Meurah Mulia, North Aceh District which experienced the introduction of Koh Padee moto harvesting technology. In the process of entering the innovation, of course experiencing various responses from the public. This is what is studied more deeply about how acceptance and rejection take place. Furthermore, the new value brought by the new technology has changed the pattern and culture of agriculture and the structure of its society. This is also analyzed in this study.
BERNAZAR DI KUBURAN KERAMAT MUYANG BUNIN: STUDI KASUS DI DESA BUNIN KECAMATAN LOKOP SERBAJADI KABUPATEN ACEH TIMUR Jahuri Jahuri; Abdullah Akhyar Nasution
Aceh Anthropological Journal Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v4i1.3153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana prosesi ziarah dan penunaian nazar yang diperaktekkan oleh masyarakat di kuburan Muyang Bunin serta untuk mengetahui motif dan alasan para peziarah melakukan ritual ziarah penunaian nazar di kuburan keramat Muyang Bunin pada masyarakat Desa Bunin Kecamatan Lokop Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Kemudian untuk mengkaji peneliti melakukan penelusuran melalui observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara dengan beberapa narasumber dan beberapa tokoh masyarakat seperti kadam/penjaga makam, aparat desa, peziarah dan penduduk setempat serta mengumpulkan data terkait dengan kepercayaan, tingkah laku dan ritual nazar masyarakat peziarah pada kuburan keramat Muyang Bunin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan nazar di kuburan keramat Muyang Bunin disebabkan beberapa hal yaitu adanya  kepercayaan peziarah terhadap   unsur kekeramatan pada makam tersebut, juga kepercayaan yang sudah sejak zaman nenek moyang mereka melakukan tradisi ini. Maka dari itu tidak mengherankan lagi bagi masyarakat sekitar untuk tetap melaksanakan peran yang secara turun temurun masih dilaksanakan sampai sekarang.
KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA Harisan Boni Firmando
Aceh Anthropological Journal Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v4i2.3121

Abstract

: Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana minuman tradisional tuak sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu tuak merupakan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan sedangkan bagi masyarakat tuak berfungsi sebagai alat untuk bersosialisasi. Seiring dengan produksi tuak yang berkualitas perlu dilakukan pengembangan kedai (lapo) tuak menjadi tempat yang bersih dan nyaman, sehingga pengunjung yang datang dapat menjadi pelanggan. Kepercayaan Batak tradisional menjadikan tuak sebagai sajian untuk roh-roh nenek moyang atau orang yang sudah meninggal, kini penyajian tuak menjadi berkembang pada berbagai acara dukacita dan sukacita. Dengan demikian minuman tradisional tuak memiliki fungsi kesehatan, fungsi ekonomi, fungsi sosial, fungsi keagamaan (religi), dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TAMBAK UDANG DI DESA TAPAK KUDA KECAMATAN TANJUNG PURA Muhammad Yugo Pratama; Filkarwin Zuska
Aceh Anthropological Journal Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v6i1.6121

Abstract

Currently, many people in Tapak Kuda Village rely on the results of pond cultivation and invest their capital in large enough amounts to buy seeds and manage shrimp pond cultivation. The presence of investors from Medan Stabat and Tanjung Pura to Tapak Kuda Village had a positive impact on the community. Investors help the local economy by renting local land to be used as shrimp or fish ponds and some provide capital for pond cultivation. The purpose of this study is to analyze the improvement of community welfare through shrimp pond cultivation. This study uses a descriptive qualitative with an ethnographic approach which was chosen as an approach model to understand the subject matter of the subject with the stages of data analysis including data reduction, data presentation, data verification and conclusion drawing. The results of the study show that the people of Tapak Kuda Village who work as fisherman in pond cultivation, while working as a fisherman, the average community experiences an increase in the economy. There is an increase in the economic income of the community and this affects the welfare of the Tapak Kuda community. This can be seen from the increase in people's economic income, which is getting better, fishermen make this work the main source of the community so as to create jobs and reduce unemployment.Abstrak: Saat ini banyak masyarakat Desa Tapak Kuda yang mengandalkan hasil budidaya tambak dan menginvestasikan modal mereka dengan jumlah yang cukup besar untuk membeli benih dan mengelola budidaya tambak udang. Kehadiran investor asing yang berasal dari Medan Stabat dan Tanjung Pura ke Desa Tapak Kuda memberikan dampak positif kepada masyarakat. Investor membantu perekonomian warga dengan menyewa lahan warga untuk dijadikan lahan tambak udang atau ikan dan ada juga yang memberikan modal budidaya tambak. Tujuan Penelitian ini menganalisis peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya tambak udang. Penelitian ini menggunakan Kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yang dipilih sebagai model pendekatan untuk memahami pokok permasalahan pada subjek dengan tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terlihat bahwa masyarakat Desa Tapak Kuda yang bekerja sebagai nelayan budidaya Tambak, selama bekerja sebagai nelayan Tambak rata-rata masyarakat mengalami peningkatan ekonomi. Masyarakat nelayan budidaya Tambak udang terjadi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan ini berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Tapak Kuda. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat semakin membaik, nelayan menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber utama masyarakat sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dan berkurangnya tingkat pengangguran.
THE BATIH FAMILY AS A WEAPON: ANALYSIS OF THE JOLO CATHEDRAL BOMB, PHILIPPINES Al Chaidar; Herdi Sahrasad; Dedy Tabrani
Aceh Anthropological Journal Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v3i2.2776

Abstract

This article explain about  terrorist’s bombing toward a Roman Catholic cathedral in Jolo, southern Philippines, Sunday 27 January 2019 morning. At least 22 people were reportedly killed tragically and nearly 50 others were injured. The suicide bombing of the husband and wife exploded during Sunday Mass in Jolo is the first bomb explosion was carried out by a woman from inside the church who smashed benches, smashed windows and left the body of the victim at the Catholic church located in Jolo. The first explosion occurred at Jolo Cathedral in Sulu Province. The second bomb exploded outside the church after the congregation left to save themselves. The second bomb was carried out by a man who was the husband of the first bomber. This Jolo  suicide bombing mimics the suicide bombing of a family of 8-9 May 2018 in Surabaya and Sidoarjo. Nobody thought that the perpetrators came from one whole family. Officers revealed that the bombers in the three churches were the families of Mr. Dita Oepriyanto and Mrs. Puji Kuswati. These parents invited their four children to take action in three different churches. Their four children have a very young and young age. Yusuf Fadil's son (18), Firman Halim (16), daughter of Fadhila Sari (12), and Pamela Riskita (9). The familial terroist bombing in Jolo dan Surabaya is a reflection that our world today is 'a world full of the thrill of underground revenge, inexhaustible and never satisfied in an explosion'. The present is a age of anger
MAKNA RITUAL KHANDURI BUNGONG KAYÉE DALAM MASYARAKAT LHOK PAWOH KEC. SAWANG KAB. ACEH SELATAN Muhibbul Subhi; Muhajir Al-Fairusy; Muhammad Nasir
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i2.5632

Abstract

Studi ini mendiskusikan ritual khanduri bungong kayée, tradisi yang berlangsung di tengah masyarakat Lhok Pawoh, Aceh Selatan. Tradisi ini bertujuan untuk meminta keberkahan bagi sang pencipta, guna menyuburkan tanaman yang sudah berbuah, dan selamat dari hama dan gangguan lain yang dapat menggugurkan bungong kayée (bunga kayu). Bunga kayu sebagai cikal buah dipandang pembawa manfaat oleh masyarakat tempatan. Penelitian ini beranjak dari pertanyaan, bagaimana prosesi ritual khanduri bungong kayée dalam masyarakat Lhok Pawoh dan apa makna simbolis terhadap prosesi ritual khanduri bungong kayée bagi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan analis deskriptif, menganalisis fenomena sosial masyarakat Lhok Pawoh dalam ritual khanduri bungong kayée. Data diperoleh dari informan yang mengetahui tentang ritual khanduri bungong kayée; tokoh adat, tokoh agama, cendikiawan dan masyarakat biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khanduri ini melibatkan simbol-simbol agamam Islam, dimulai dengan membaca kitab suci al-Qur’an. Kemudian dilanjutkan dengan ritual shamadiyah yang dipimpin oleh agamawan setempat. Selain itu, dilakukan pula pembakaran kemenyan, dengan tujuan mengharumkan lokasi ritual. Tradisi ini ditutup dengan penyantunan pada anak yatim, yang dimaknai sebagai upaya meminta keberhakan melalui perantara anak yatim, sebagai kelompok manusia yang dianggap wajib untuk disantuni dalam ajaran Islam jika menginginkan keberkahan dan rezeki melimpah.
ZIMBO Analisis Isi terkait Nilai Sosial dan Budaya Dalam Cerita Rakyat Di Simalungun Abdullah Akhyar Nasution
Aceh Anthropological Journal Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v2i2.1159

Abstract

The tale of the Zimbo is one of folklore that can be found in ethnic Simalungun. Currently, in order to understanding character a group of people can also be done by reviewing content or substance of folk tales that they have. To study the value content of of social-cultural values in a folklore will be useful in identifying collective potential or characters the owners of the story. This article is written base on the document study by using content analysis method. The collection of data in this study is entirely done by studying a whole of Zimbo story. The written source of Zimbo tale retrieved from the publication of the Ministry of Education and Culture at 1996. The results of the analysis content done found that the story of Zimbo contain some social and culture values. genarally, the story of Zimbo shows that Simalungun ethnic was a religious community, keep the harmony of nature, very democratic, anti-imperialism and other socio-cultural values. Thus, dissemination of the values that exist in the content of the story of Zimbo will be very useful in the forming character Ke-Simalungunan on the young generation.
Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba Harisan Boni Firmando
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4613

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem kekerabatan dalihan na tolu sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu sistem kekerabatan dalihan na tolu merupakan pedoman dalam berperilaku sedangkan bagi masyarakat dalihan na tolu memiliki fungsi simbolik dalam segala aspek kehidupan. Sistem kekerabatan dalihan na tolu bersifat religius magis sehingga menjadi norma dalam masyarakat yang menyebabkan masyarakat dapat hidup harmonis.  Seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat perlu dilakukan pelestarian nilai-nilai sistem kekerabatan dalihan na tolu karena mengedepankan prinsip musyawarah, persaudaraan, persahabatan dan kerukunan dalam segala bidang kehidupan. Dengan demikian sistem kekerabatan dalihan na tolu memiliki fungsi sosial, fungsi keagamaan, dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.