cover
Contact Name
Milian Tengker
Contact Email
tumoutoujkak@gmail.com
Phone
+6285256544641
Journal Mail Official
tumoutoujkak@gmail.com
Editorial Address
Jl. BougenvilleTateli Satu, Kec. Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Tumou Tou
ISSN : 23553308     EISSN : 27459527     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tumou Tou adalah jurnal ilmiah Institut Agama Kristen Negeri Manado yang dikelolah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk membantu para akademisi dan juga peneliti untuk membagikan hasil penelitiannya dalam hubungannya dengan Kristianitas, Ajaran dan Kemasyarakatan. Terbit edisi pertama tahun 2014 dengan nama Tumou Tou yang merupakan falsafah hidup, jalan hidup dan tujuan hidup yang dapat meningkatkan pengetahuan, produkfitas, mutu dalam bidang pendidikan dan penelitian. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses peer-review dan proses editing secara profesional dan berkualitas pada bidangnya yang merupakan salah satu prasyarat untuk dapat Terakreditasi pada ARJUNA RISTEKBRIN dan juga terindeks pada SINTA. Tumou Tou merupakan jurnal yang telah diterbit sejak tahun 2014 dalam bentuk cetak dengan ISSN 2355-3308 dan secara online menggunakan OJS dimulai sejak tahun 2020
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
PERTEMUAN INJIL DAN KEBUDAYAAN: KAJIAN KONTEKSTUALISASI KEBUDAYAAN MAMINDATE KUBUR’RA DI JEMAAT GERMITA EL-BETEL RUSOH Yanice Janis; Meily Meiny Wagiu
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.131 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang pertemuan Injil dan kebudayaan melalui kegiatan adat memindate kubur’ra di Jemaat GERMITA El-Betel Rusoh. Bagaimana kebudayaan ini dimaknai dan diimplemnetasikan dalam lingkup hidup berjemaat, serta menghadirkan kajian kontekstualisasi sebagai jawaban atas keresahan yang dialami anggota Jemaat GERMITA El-Betel Rusoh akibat dampak dari kebudayaan mamindate kubur’ra karna dianggap tidak memiliki nilai-nilai Kristiani dan cenderung berkonfrontasi dengan ajaran gereja. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Sedangakan untuk sumber data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga menjamin validitas dan keakuratan data. Adapun hasil yang ditemukan, diantaranya: 1) Pemahaman anggota jemaat terhadap Kebudayaan Mamindate Kubur’ra adalah warisan budaya dari para leluhur yang patut dilaksanakan dan juga dijaga kelestariannya, itulah alasan atau faktor yang mendorong dilaksanakannya Kebudayaan Mamindate Kubur’ra. 2) Walaupun saat ini para anggota jemaat telah memiliki kepercayaan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, mereka tetap tidak dapat meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yang telah lama melekat dalam kehidupan mereka.
“AKU, TUHAN DAN ALAM” : Analisis Teologis-Spiritualitas Kristen di balik Lagu ‘Berita Kepada Kawan’ karya Ebiet G. Ade Darius Ade Putra
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.254 KB)

Abstract

Sebuahlagu lahir dari refleksi pribadi atas peristiwa-peristiwa yang ditemui ataupun yang dialami, entah itu menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan. Hal itu mencakup tentang pribadi, relasi dengan Tuhan, sesama maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa selain sebagai sebuah seni, sebuah lagu atau musik juga merupakan sebuah sarana komunikasi, bahkan berteologi. Tulisan ini akan mencoba memperlihatkan hal itu. Fokus tulisan ini adalah menganalisa makna lagu “Berita Kepada Kawan” karangan Ebiet G. Ade.Analisa bahasa puisi akan dijadikan sebagai pintu masuk untuk menemukan makna (denotatif maupun konotatif) yang terkandung di dalamnya. Dalam proses interpretasi, penulis akan sangat dibantu oleh metode hermeneutik Gadamer untuk mendialogkan sudut pandang penulis teks dan sudut pandang penulis sebagai pembaca. Selain itu, penulis mencoba menghubungkannya dengan pandangan Teologi Kristen dalam Kitab Kejadian dan Pemahaman mistik Dorothee Soelle. Hasilnya, selain sebagai alternatif dalam pengembangan teologi kontekstual, analisis ini pada akhirnya mendorong kesadaran untuk melihat hubungan antara manusia, Tuhan dan alam secara proprsional dan bertanggungjawab.
PEMBENTUKAN KARAKTER KRISTEN MELALUI MUSIK : Analisis Lagu Obor Pembangunan di GMIM Nafiri Pangolombian
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.321 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa nilai-nilai Kristen dalam lirik lagu Obor Pembangunan, menganalisa struktur komposisi lagunya berdasarkan teori musik dan mendeskripsikan pembentukan karakter Kristen pemuda GMIM Nafiri Pangolombian melalui lagu Obor Pembangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang disebut naturalistic inguiry agar data yang diperoleh bersifat alamiah dengan situasi dan kondisi subjek serta objek yang menjadi fokus penelitian. Dari hasil analisis lirik nilai-nilai Kristen yang terkandung dalam teks lagu rohani “Obor Pembangunan” adalah ketekunan, Ketersediaan diri, Ketaatan, Kesabaran, Kejujuran, Kepuasan hati, Ketulusan, Kemurahan, Pengendalian diri, Kekudusan, Berbela rasa, dan Efisien. Berdasarkan ilmu bentuk musik dirasa enak bila tersusun teratur dalam keseimbangan ‘nafas’ atau bagian yang sama panjangnya: ini berlaku tentang anteseden (frase tanya) dan konsekuen (frase jawab); namun ini berlaku juga tentang motif-motif lagu. Lagu Obor Pembangunan dimainkan pada kunci G Mayor dengan tempo Allegro yaitu 120 BPM. Sifat yang terkadung dalam tempo Allegro adalah cepat dan penuh keriangan, oleh sebab itu karakter lagu menandakan adanya kesesuaian dengan lirik untuk bersemangat. Nilai-nilai karakter Kristen yang terkandung di dalam lagu Obor Pembangunan, sebagian besar sudah dimengerti dan dimiliki oleh pemuda di GMIM Nafiri Pangolombian tetapi belum menjadi gaya hidup sehingga dalam mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masih belum maksimal.
EVALUASI PROGRAM PENYELENGGARAAN SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN (SMTK) LANGOWAN Jeane Marie Tulung
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.014 KB)

Abstract

Evaluasi program ini bertujuan untuk mengetahui dengan pasti pencapaian hasil, kemajuan, dan kendala dalam penyelenggaraan pendidikan Agama dan Keagamaan. Secara khusus tujuan evaluasi dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Langowan. Selain itu evaluasi program memberikan informasi terhadap penyelenggaraan pendidikan Agama dan Keagamaan agar dapat memperbaiki kesalahan dalam penyelenggaraannya pada tahun-tahun ke depan dan menjadi acuan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan dengan pendekatan penelitian evaluasi program. Hasil penelitian dideskripsikan secara sistematis sesuai dengan fokus penelitian disertai dengan interpretasi peneliti yang merupakan refleksi atas temuan langsung di lapangan dengan mengacu pada kajian ilmiah dan akademis. Model CIPPO (Contex, Input,Process, Product,Output) digunakan untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan yang dapat mengukur berbagai komponen efektifitas kesesuaian penyelenggaraan SMTK terhadap kebutuhan peserta didik, karakteristik peserta, kompetensi tenaga pendidik, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran serta prestasi belajar siswa. Dengan menggunakan model CIPPO, obyek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi bersifat komprehensif yang mencakup konteks, masukan, proses dan hasil.
PERANG: PROBLEM TEOLOGIS DAN REINTERPRETASI Yemdin Wonte
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.302 KB)

Abstract

Dunia yang didiami oleh manusia sejak dulu adalah dunia yang kaya dengan keberagaman. Berbagai perbedaan nampak di sana; perbedaan bangsa, bahasa, kebudayaan, filosofi, tingkat ekonomi, agama, dan sebagainya, namun sebenarnya di sinilah letak keindahan dan dinamikanya, apabila keberagaman itu disikapi secara positif. Namun kenyataannya perbedaan itu seringkali lebih dinilai dari sisi negatifnya sehingga menjadi pemicu dari berbagai konflik yang akhirnya menjadi "perang", apakah itu antarsuku, antaragama, atau antarbangsa. Jika sejarah dunia dan sejarah setiap negara ditelusuri, maka pasti akan ditemukan babakan perang di dalam setiap catatannya. Yang memprihatinkan adalah negara-negara yang didominasi oleh agama Kristen pun memiliki catatan ini, dan adakalanya dalam perang-perang itu motif-motif agama mengemuka, dan perang-perang dalam Alkitab (terutama PL) dijadikan alat pembenaran atas perang itu, seolah-olah Allah menghendaki perang dengan alasan tertentu. Melalui tulisan ini penulis berusaha untuk menelusuri apa kata Alkitab (lebih khusus PL) tentang perang dan bagaimana kita menafsirkannya metalui tulisan Yonky Karman mengenai "Perang: problem teologis dan reinterpretasi" dalam buku Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama. Bertitik tolak dari pemahaman teologis yang diberikan Karman, penulis merefleksikannya pada berbagai peristiwa perang yang terjadi diberbagai belahan bumi ini, secara spesifik di tanah Palestina, untuk melihat kelanjutan yang terjadi antara masa PL dengan masa sekarang, dan juga bagaimana perang dan konflik yang terjadi di Indonesia. Dengan melihat pengalaman-pengalaman perang itu, diharapkan melalui terang reinterpretasi atas cerita-cerita perang dalam PL, ada sumbangsih positif yang bisa diberikan bagi upaya perdamaian, untuk menjadikan dunia yang kaya dengan perbedaan ini senantiasa indah dan dinamis.
PEREMPUAN GAMBAR ALLAH Anita Inggrith Tuela
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.858 KB)

Abstract

Manusia sebagai laki-laki dan perempuan adalah ciptaan Allah, yang diciptakan menurut gambar-Nya. Sebagai gambar Allah, manusia laki-laki dan perempuan diciptakan untuk menjadi mitra satu dengan yang lain. Manusia laki-laki dan perempuan adalah makhluk yang berpasangan, yang diciptakan sepadan. Untuk itu maka yang seharusnya terjadi adalah tidak ada superioritas atau pun inferiorritas. Akan tetapi dalam kenyataan, pembagian peran secara seksual antara laki- laki dan perempuan telah membuat terjadinya marjinalisasi peran perempuan dalam sektor "domestic", sedangkan laki-laki pada sektor "public". Padahal kesaksian Alkitab menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan adalah ciptaan Allah, yang diciptakan sebagai gambar Allah, punya hakikat dan martabat, tapi juga untuk menjadi mitra satu dengan yang lain. Adapun yang menjadi tujuan dari tulisan ini adalah, menganalisa dan membuat refleksi teologis atas tulisan Yonky Karman tentang ."Perempuan Sesama Penyandang Gambar Allah", dari sudut pandang Biblika PL dengan pendekatan tematik dan social. Dimana dari hasil analisa dan refleksi atas tulisan Yonky Karman didapati bahwa sebagai sesama penyandang gambar Allah, laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama untuk berperan dalam semua bidang kehidupan. Pembagian peran seksual yang menempatkan perempuan pada posisi marginal, sesungguhnya tidak Alkitabiah. Sebagai penyandang gambar Allah, maka perempuan bebas untuk mengembangkan dirinya, dengan memanfaatkan karunia yang Tuhan berikan padaNya, baik intelektualnya, maupun bakat-bakat lainnya.
EFEKTIVITAS PELATIHAN RELAKSASI OTOT UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA STAKN MANADO Novita Sianturi
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.24 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kecerdasan emosional dengan kecemasan berbicara di depan umum mahasiswa STAKN Manado. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum dan ada hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kecemasan berbicara di depan umum. Subjek penelitian ini berjumlah 72 orang mahasiswa semester IV STAKN Manado. Data diperoleh dengan menggunakan skala kecemasan berbicara di depan umum, skala efikasi diri dan skala kecerdasan emosional. Hipotesis 1 dan 2 dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan teknik uji korelasi product moment. Hasil uji pertama menunjukkan variabel efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum mempunyai hubungan negatif dengan taraf signifikan 0,000<0,05. Hasil analisis R2 sebesar -0,680 yang berarti sumbangan efikasi diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum sebesar 68,0%. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan variabel kecerdasan emosional dengan kecemasan berbicara di depan umum mempunyai hubungan negatif dengan taraf signifikan 0,000<0,05. Berdasarkan hasil analisis juga diperoleh nilai R2sebesar -0,572. Hal ini menunjukkan bahwa besaran sumbangan kecerdasan emosional terhadap kecemasan berbicara di depan umum adalah 57,2%. Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan bahwa efikasi diri dan kecerdasan emosional secara bersama-sama memiliki hubungan dengan kecemasan berbicara di depan umum dengan R2 sebesar0,469. Artinya besaran sumbangan secara efikasi diri dan kecerdasan emosional secara bersama-sama dengan kecemasan berbicara di depan umum sebesar 46,9%.
PACARAN Leonardo Caesar Dendeng
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.685 KB)

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendapatkan pengertia dasar yang mengenai salah satu fenomena yang ada dalam kehidupan remaja/pemuda yaitu pacaran. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa itu pacaran, apa yujuan dan apa yang bukan dari pacaran, cinta seperti apa yang menjadi dasar dari pacaran, bagaimana pacaran modern dan pacaran kuno, seperti apa yang disebut pacaran Kristen, apa yang boleh dan tidak boleh dalam pacaran, dan bagaimana pendampingan pastoral berkaitan dengan isu pacaran.
PENDAMPINGAN PASTORAL KEPADA PEMUDA PEMINUM MINUMAN KERAS DI JEMAAT GIMIM “ZAITUN” MOTOLING I Yessy Kenny Jacob
Tumou Tou Volume V, Nomor 2, Juli 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.499 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana melakukan konseling Pastoral kepada Pemuda Jemaat GMIM Zaitun. Persoalan Pastoral yang dihadapi dalam konteks tersebut ialah Pemuda- pemuda yang sering meneguk minuman keras. Dalam hal ini, persoalan tersebut sering membawa kerugian bagi para Pemuda itu sendiri juga orang-orang yang ada di lingkungan sosial mereka. Dengan memeriksa faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut, artikel ini akan meninjau dari sudut pandang Pastoral dan Teologis. Berdasarkan kesaksian Alkitab maka diperlukan sebuah pendampingan yang intensif dengan para pemuda yang terlibat dalam persoalanini.
PENAMPILAN PEREMPUAN DALAM IBADAH JEMAAT MENURUT I TIMOTIUS 2:9-10 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI JEMAAT KGPM SYALOM TANDENGAN TONDANO
Tumou Tou Volume V, Nomor 2, Juli 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.233 KB)

Abstract

Tujuan dari artikel penelitian ini adalah untuk mengkaji sikap perempuan dalam ibadah menurut 1 Timotius 2:9-10 dan implementasinya bagi jemaat Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Syalom Tandengan Tondano. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksegese kritis historis. Dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan studi kepustakaan diperoleh hasil bahwa sikap perempuan dalam berpenampilan haruslah sederhana seperti dalam beribadah bukan sebaliknya justru penampilan yang penuh dengan kemewahan dinampakkan di ibadah.

Page 6 of 14 | Total Record : 140