cover
Contact Name
Eri Setia Romadhon
Contact Email
ftsp.uj@gmail.com
Phone
+6281280186063
Journal Mail Official
jurnal@ftspjayabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Bogor Km 28,8 Jakarta- Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur
Published by Universitas Jayabaya
ISSN : 14129299     EISSN : 27454738     DOI : https://doi.org/10.54564/jtsa
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerima naskah asli dari penelitian yang original, artikel tentang kebijakan, dengan cakupan penelitian di bidang teknik sipil dan teknik arsitektur. Scope Jurnal ini sebagai berikut: - Traffic Engineering - Water Resources Engineering, - Construction Management - Structural Engineering, - Geotechnical Engineering, - Transportation Engineering, - Architechture Engineering, - Environmental Engineering.
Articles 162 Documents
ANALISIS KINERJA DAN KEPUASAN PENGGUNA KRL DI STASIUN CAWANG SAAT JAM SIBUK Wahyuningsih, Ela; Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i2.243

Abstract

Stasiun Cawang merupakan salah satu transportasi terintegrasi di Jakarta yang menghubungkan berbagai moda transportasi seperti KRL, LRT, dan BRT. Seiring dengan meningkatnya integrasi moda transportasi, volume pengguna KRL di Stasiun Cawang juga mengalami peningkatan signifikan, yang berdampak pada kepadatan penumpang, terutama pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan KRL di Stasiun Cawang pada jam sibuk, mengukur tingkat kepuasan penumpang, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu ditingkatkan untuk menjaga kualitas layanan. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden dengan mengacu kepada Standar Pelayanan Minimum (SPM) berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019. Kemudian dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil analisis IPA menunjukkan dengan tingkat kesesuaian antara kinerja dan kepentingan pengguna mencapai 80%. Sedangkan analisis CSI menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang cukup tinggi yaitu sebesar 71%. Namun masih terdapat beberapa faktor yang perlu diperbaiki, seperti fasilitas stasiun (toilet, mushola, ruang tunggu), kebersihan, dan aksesibilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus.
EVALUASI KEBUTUHAN LUASAN APRON PADA RENCANA PENGEMBANGAN BANDAR UDARA BUDIARTO Hakiki, Lola Fajar; Oemar, Fatmawati
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i2.246

Abstract

Seiring dengan adanya pengembangan Bandar Udara Budiarto menjadi General Aviation yaitu bandara yang melayani penerbangan sipil yang bukan penerbangan komersial berjadwal atau militer, melainkan seperti penerbangan pribadi, pelatihan penerbangan atau penerbangan untuk keperluan khusus. Guna memastikan kelancaran operasional dikarenakan adanya peningkatan traffic penerbangan perlu dilakukan evaluasi pada fasilitas sisi udara yang agar mampu menampung pergerakan pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan serta menghitung kebutuhan dimensi pada apron. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear sederhana yang bertujuan untuk menganalisis hubungan linier antara tahun rencana (X) dan jumlah pergerakan pesawat (Y)sehingga diperoleh proyeksi kebutuhan dimensi apron pada tahun rencana sesuai dengan rencana pengembangan sebagai General Aviation. Maka hasil penelitian diperoleh jumlah pergerakan pada jam puncak adalah sebesar 28 pergerakan yang terdiri dari keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival). Dengan jumlah parking stand rencana sejumlah 54 maka dimensi apron pada tahun rencana 2029 adalah 887,1 m x 114,6 m dengan luasan 101.661,66 m2. Dengan konfigurasi apron menggunakan angled nose in.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYALJALAN RAJAWALI KOTA PALANGKA RAYA Alfaris, Arif; Yuniarti, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.162

Abstract

Jalan Rajawali merupakan jalan yang berada di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Padatnya arus lalu lintas dikarenakan Jalan Rajawali merupakan jalan utama yang sering dilalui oleh pengguna jalan, kemudian Jalan Antang merupakan jalan penghubung jalan utama lainnya. Kebutuhan lalu lintas untuk berpindah dengan cepat untuk daerah tersebut menjadikan simpang ini menjadi salah satu pusat titik pertemuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung di lapangan seperti geometrik jalan dan volume lalu lintas harian rata-rata serta data sekunder yang diperoleh dari instansi setempat. Pelaksanaan survey pada persimpangan dengan cara mengukur geometrik simpang yaitu lebar pendekat mayor 3,1 meter dan lebar pendekat minor 2,9 meter. Data volume arus lalu lintas yang keluar dari masing-masing lengan simpang yang didapatkan dengan nilai rata-rata volume kendaraan perjam adalah 4762 kend/jam. Volume kendaraan perjam dikalikan nilai ekivalensi mobil penumpang (emp) sehingga menghasilkan nilai satuan mobil penumpang perjam adalah 2989 smp/jam. Dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan mengenai kinerja simpang tak bersinyal jalan Rajawali Kota Palangka Raya dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) didapatkan nilai derajat kejenuhan 1,15, tundaan 31,12 det/smp, dan peluang antrian 54-109%.
ANALISIS PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) DAN RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP) PADA PROYEK RENOVASI VILLA BETA RESEPSIONIS – ALFA RESORT Wahyuni, Leni; Isfhani, Muhammad Nafhan
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.268

Abstract

Proyek revitalisasi rumah susun Wisma Atlet Kemayoran menghadapi tantangan dalam penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran. Mengingat pentingnya pengelolaan waktu dan biaya dalam proyek konstruksi, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja biaya dan waktu pada proyek tersebut menggunakan metode Earned Value Management (EVM). Metode ini mengintegrasikan aspek biaya, waktu, dan progres fisik pekerjaan, yang dihitung dengan indikator seperti Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), serta indeks kinerja seperti Schedule Performance Index (SPI) dan Cost Performance Index (CPI). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis studi kasus, menggunakan data proyek yang meliputi baseline schedule, laporan progres mingguan, dan data biaya aktual. Hasil analisis menunjukkan adanya deviasi antara rencana dan kondisi aktual proyek, baik dalam hal biaya maupun waktu. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas pelaksanaan proyek dan membantu pengelola proyek dalam mengambil langkah korektif yang diperlukan. Dengan demikian, penerapan metode EVM dapat memberikan informasi yang lebih objektif dan akurat dalam pengendalian biaya dan waktu pada proyek konstruksi, serta dapat meningkatkan efisiensi dan ketepatan penyelesaian proyek sesuai dengan anggaran dan jadwal yang telah ditetapkan dengan hasil BCWP, BCWS, ACWP, SPI dan CPI yang telah tercantum.
STUDI KEAMANAN OPERASIONAL, KETEPATAN WAKTU, DAN OKUPANSI KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG Arafari, Garindhra Defandhika; Sudarwati
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.269

Abstract

Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) merupakan proyek strategis nasional hasil kerja sama Indonesia–Tiongkok yang menjadi pelopor layanan kereta cepat di Asia Tenggara dengan kecepatan operasi hingga 350 km/jam. Kecepatan tinggi tersebut menuntut penerapan prosedur keamanan operasional yang ketat dan andal guna menjamin keselamatan, keandalan layanan, serta ketepatan waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja operasional KCJB berdasarkan aspek keamanan, kapasitas, okupansi penumpang, dan ketepatan waktu. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan geometris untuk menentukan kapasitas penumpang maksimal, metode okupansi untuk mengukur tingkat pemanfaatan kapasitas tempat duduk, metode ketepatan waktu untuk menilai persentase perjalanan sesuai jadwal, serta analisis keterlambatan dan kedatangan lebih awal guna mengetahui realisasi waktu tempuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan operasional KCJB telah memenuhi standar internasional dan regulasi nasional dengan tingkat keselamatan yang sangat baik. Kinerja ketepatan waktu tergolong stabil dengan persentase keterlambatan yang rendah, yaitu 0,79–2,79% per bulan, serta perjalanan tanpa gangguan yang konsisten di atas 97%. Namun demikian, tingkat okupansi penumpang pada periode Agustus–Oktober masih relatif rendah dengan rata-rata 41,90%, yang menunjukkan pemanfaatan kapasitas angkut belum optimal dan berpotensi memengaruhi efisiensi operasional serta pendapatan KCJB.
PERENCANAAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN RUNWAY IV BANDAR UDARA SOEKARNO HATTA Faruqi, Muhammad Rifqi; Darmadi
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.270

Abstract

Air transportation is vital for mobility and national development, particularly in Indonesia as an archipelagic state. Soekarno-Hatta International Airport, the busiest in the country, recorded an aircraft movement CAGR of 11% between 2022–2024 and is projected to exceed 1.5 million movements by 2044. To accommodate this growth, the construction of a fourth runway is essential to ensure operational capacity, safety, and efficiency. This study analyzes the geometric design and flexible pavement thickness of Runway IV, referencing ICAO Annex 14, FAA AC 150/5320-6G, and national regulation PR 21/2023. The Boeing 777-300ER was designated as the critical aircraft. Calculations were conducted manually using FAA charts and validated through FAARFIELD simulations, with primary data including aircraft specifications and subgrade CBR values. Results indicate a runway length of 3,600 m and width of 60 m under ARC 4E classification, with shoulders of 10.5 m, a runway strip of 150 m, and RESA dimensions of 240 × 90 m. Pavement thickness requirements were 32 inches (manual) and 33.3 inches (FAARFIELD), both meeting ICAO and FAA standards. Runway markings also comply with ICAO and national regulations. In conclusion, the proposed design of Runway IV meets international and national standards and supports sustainable long-term air traffic growth.
ANALISIS TARIF BISKITA TRANS DEPOK BERBASIS BIAYA OPERASIONAL, PREFERENSI PENGGUNA (ATP - WTP) DAN LOAD FACTOR UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN Susana, Susi; Yuniarti, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.271

Abstract

Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Biskita Trans Depok menunjukkan tingkat permintaan yang tinggi, ditandai dengan load factor yang sering melebihi kapasitas ideal. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan dan keberlanjutan operasional, terutama ketika kebijakan tarif belum sepenuhnya mempertimbangkan biaya operasional dan preferensi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penambahan armada, mengevaluasi tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), serta load factor, dan merumuskan tarif yang seimbang antara keberlanjutan operasional dan keterjangkauan pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan armada dan headway, perhitungan BOK sesuai pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, serta survei ATP–WTP terhadap 100 responden. Hasil menunjukkan armada eksisting 15 unit belum memadai pada jam puncak; penambahan menjadi 18 unit dengan headway ±6 menit efektif menurunkan load factor ke tingkat yang lebih ideal. Tarif berbasis BOK diperoleh sebesar Rp4.900 per perjalanan (asumsi load factor 100%), dengan rata-rata ATP Rp5.700 dan WTP Rp5.500. Tarif Rp5.500 dinilai paling rasional karena berada dalam batas kemauan membayar pengguna dan mendukung keberlanjutan operasional.
KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN RADEN PANJI SUROSO KOTA MALANG Velda Kartika, Almira; Yuniarti, Sri; Widayatie, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.272

Abstract

Ruas Jalan Raden Panji Suroso merupakan koridor utama di Kota Malang dengan aktivitas lalu lintas tinggi yang sering mengalami tundaan dan antrian kendaraan, khususnya pada Simpang Araya dan Simpang Plaosan yang berjarak 400 meter dan belum terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan waktu sinyal yang optimal guna meningkatkan koordinasi antar simpang serta mengevaluasi tundaan, panjang antrian, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan (LOS) setelah dilakukan koordinasi. Metode penelitian meliputi survei inventarisasi simpang, survei volume pencacahan lalu lintas pada simpang (CTMC), serta pengumpulan data sekunder. Analisis kinerja simpang dilakukan dengan menggunakan Software Transyt 14 pada kondisi eksisting, setelah optimasi, dan setelah dilakukan koordinasi. Hasil analisis menujukkan bahwa setelah koordinasi, Simpang Araya memiliki rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,56; rata-rata panjang antrian sebesar 41,66 meter; dan tundaan rata-rata 15,7 det/smp. Sedangkan pada Simpang Plaosan rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,61; rata-rata panjang antrian 48,4 meter; dan tundaan rata-rata 18,88 det/smp. Kinerja kedua simpang meningkat dengan tingkat pelayanan (LOS) menjadi C. Dengan demikian, koordinasi yang dilakukan pada kedua simpang dapat dinilai efektif dan layak direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas.
Evaluasi Kapasitas Ruas Jalan Dan Keselamatan Pada JPL 156 Antara Stasiun Tigaraksa – Cikoya Hayati, Sara; Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.274

Abstract

Perlintasan sebidang kereta api merupakan perpotongan antara jalan dengan jalur kereta api sehingga menjadikan perlintasan sebidang kereta api salah satu titik yang berisiko terjadi kecelakaan lalu lintas. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data primer seperti volume lalu lintas, data inventarisasi aspek keselamatan pada JPL 156, serta data sekunder berupa jadwal kereta dan profil JPL 156. Hasil analisis menunjukkan nilai kinerja lalu lintas pada Jalan Terusan Stasiun Tigaraksa pada tahun 2025 (DJ) sebesar 0,503 teridentifikasi arus lalu lintas lancar namun mengingat angka pertumbuhan kendaraan Kabupaten Tangerang sebesar 7,2% per tahun dengan asumsi tidak ada perubahan kapasitas maka prediksi mengalami titik jenuh sebesar 0,875 pada tahun 2033. Kinerja perlintasan sebidang JPL 156 termasuk dalam kondisi tidak layak dengan nilai kondisi fisik perlintasan sebidang sebesar 33,3% dan nilai presentase untuk kesesuaian fasilitas perlengkapan jalan sebesar 22,2%, maka perlu dilakukan penanganan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api dengan dibangun perlintasan tidak sebidang.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI STUDI KASUS DAERAH IRIGASI CIBANON KABUPATEN BOGOR Nugroho, Hafiedh Adi; Darmadi
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.275

Abstract

Food self-sufficiency, especially rice, is one of the government's strategic programs in terms of meeting the food needs of all Indonesians. Therefore, in order to achieve food self-sufficiency and utilize the potential of existing water resources, research was conducted on the analysis of the availability and demand for irrigation water for rice crops. This research is expected to provide answers on the potential of water resources and irrigation water requirements using the planning criteria method (KP-01). The results of the water availability analysis were obtained using the F.J. Mock method with a determination of the 80% reliability level (Q80). The calculation results show that the reliable discharge follows the rainfall pattern, with the highest value of 26.86 m³/second in February I and the lowest of 9.78 m³/second in July II. The Q80 discharge represents the minimum discharge that can still be relied upon as the basis for evaluating irrigation water availability. Calculations of water requirements using the rice-rice-rice cropping pattern in three cropping seasons starting in November, March, and July using the KP-01 method showed that the highest water requirements occurred in January I and June I at 0.40 m³/second, and in September I at 0.65 m³/second. In certain periods, negative water requirement values were obtained, indicating that effective rainfall had sufficiently met the needs of the crops. This shows that the potential of water resources originating from rainfall around D.I Cibanon is sufficient for rice cultivation throughout the season. For the reliability of the irrigation network, optimal maintenance and management of the network is necessary.