cover
Contact Name
Eri Setia Romadhon
Contact Email
ftsp.uj@gmail.com
Phone
+6281280186063
Journal Mail Official
jurnal@ftspjayabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Bogor Km 28,8 Jakarta- Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur
Published by Universitas Jayabaya
ISSN : 14129299     EISSN : 27454738     DOI : https://doi.org/10.54564/jtsa
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerima naskah asli dari penelitian yang original, artikel tentang kebijakan, dengan cakupan penelitian di bidang teknik sipil dan teknik arsitektur. Scope Jurnal ini sebagai berikut: - Traffic Engineering - Water Resources Engineering, - Construction Management - Structural Engineering, - Geotechnical Engineering, - Transportation Engineering, - Architechture Engineering, - Environmental Engineering.
Articles 152 Documents
TINJAUAN STRUKTUR ATAS GEDUNG VIP RUMAH SAKIT DI MAGELANG BERDASARKAN SNI 2847:2019 DAN SNI 1726:2019 DENGAN SOFTWARE ETABS Christyawati, Ana; Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.212

Abstract

Rumah sakit menjadi sangat penting di lingkungan masyarakat, sehingga kualitaspelayanan terus ditingkatkan agar mempermudah akses, perlindungan, dan keselamatanpasien. Oleh karena itu, rumah sakit harus dirancang dan dibangun denganmempertimbangkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi serta mampu menahan bahayagempa yang terjadi. Salah satu aspek yang sangat penting adalah struktur atas, sepertibalok, kolom, dan pelat lantai. Dengan terus disempurnakannya peraturan perencanaanstruktur bangunan, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh beban struktur, gaya gempalateral, momen lentur, dan kapasitas tulangan apakah sesuai dengan SNI 2847:2019 danSNI 1726:2019. Penelitian ini dilakukan pada gedung VIP rumah sakit di Magelang, JawaTengah dengan tinggi bangunan 17,6 meter, panjang 58 meter, dan lebar 17,5 meter denganbeton bertulang sebagai struktur utama. Perencanaan gedung rumah sakit mengacu padaSNI 2847:2013 dan SNI 1726:2012. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatifdan kualitatif. Hasil analisis diperoleh berat struktur sebesar 53984,74 kN, beban matitambahan dan beban hidup. Gaya gempa lateral dinamik (Vdinamik) sebesar 5062,873 kNdan 5291,104 kN memenuhi syarat SNI 1726:2019, yaitu lebih besar 100% dari gaya gempalateral statik (Vstatik). Sedangkan momen lentur maksimal sebesar 772,903 kNm pada balok350 × 700 mm lantai tiga. Serta diperoleh kapasitas tulangan pada balok, kolom, dan pelatlantai.
ANALISA DAYA DUKUNG TIANG PANCANG PADA PROYEK HOTEL ARTOTEL YOGYAKARTA Habeahan, Boy Bolan; Rivai, Indartono
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.213

Abstract

Pembangunan hotel modern menghadapi kompleksitas perancangan pondasi tiang pancang akibatvariasi kondisi geoteknis. Tantangan utama adalah menentukan sistem pondasi yang mampumendukung beban struktur optimal, mengingat keragaman jenis tanah, kedalaman muka air tanah, dankarakteristik beban dinamis. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh kondisi tanah terhadapkinerja pondasi tiang pancang, menghitung kekuatan tiang berdasarkan dimensi dan material, analisismetode pemancangan, serta evaluasi beban yang bekerja pada pondasi. Metodologi penelitian meliputiinvestigasi geoteknis lapangan dan analisis laboratorium, termasuk pengujian boring test (StandardPenetration Test) dan analisis numerik menggunakan metode Mayerhoff. Hasil perhitungan strukturalmenggunakan software SAP2000 menunjukkan gaya aksial maksimum 4414,26 kN. Analisismenghasilkan kapasitas ijin tekan 147,45 ton, membutuhkan 4 tiang pancang dengan kedalaman 15meter dan diameter 0,5 meter. Perhitungan efisiensi kelompok tiang memberikan nilai 0,82,mengindikasikan kinerja struktural optimal.
ANALISIS KOMPREHENSIF KONDISI REL JALUR KERETA MRT JAKARTA FASE 1 LEBAK BULUS-BUNDARAN HI Irfan, Dede; Sudarwati
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.214

Abstract

Rel merupakan komponen penting dalam operasional kereta api yang harus dipeliharadan dijaga agar tetap dalam kondisi operasional untuk memastikan keselamatan, keamanan,dan keberlanjutan operasi kereta api. Studi ini melakukan analisis komprehensif terhadapkondisi rel dengan mengintegrasikan dan menggabungkan empat variabel penilaian utama:Track Quality Index (TQI), Kerutan Rel, Keausan Rel, dan Kondisi Rel. Setiap variabel diberipersentase tertentu berdasarkan tingkat keparahan dan implikasi dari kategori inspeksi yangdilakukan. Persentase masing-masing adalah sebagai berikut: TQI sebesar 30%, Kerutan Relsebesar 20%, Keausan Rel sebesar 30%, dan hasil inspeksi Kondisi Rel sebesar 20% (TotalPersentase: 100%). Data tersebut diperoleh dari MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus - FatmawatiJalur Atas & Jalur Bawah, melalui pengukuran lapangan dengan menggunakan alat khususuntuk setiap variabel inspeksi. Data tersebut dianalisis untuk menghasilkan skor kumulatifyang mewakili keseluruhan kondisi rel secara komprehensif. Skor/persentase yang dihasilkandiharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan terkait pemeliharaan danperbaikan rel. Temuan menunjukkan bahwa metode penilaian kumulatif memberikan gambaranyang lebih komprehensif dibandingkan dengan evaluasi variabel individual. Metode kompilasinilai variabel inspeksi, agregasi, dan analisis menjadi satu kumpulan data yang komprehensifdiharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan manajemen infrastrukturperkeretaapian
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GARDU INDUK MANOKWARI 150/20 KV 60 MVA DI KABUPATEN MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT Ngohal, Wesly Turisman; Isfahani, Muhammad Nafhan
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.215

Abstract

Konsep Earned Value adalah suatu metode yang sering digunakan dalampelaksanaan pengelolaan proyek yang mengintregasikan hubungan antara biaya danwaktu. Dalam Konsep Earned Value pada umumkan menampilkan tiga dimensi yaitupenyelesaian fisik dari proyek yang mencermikan rencana penyerapan anggaran, biayaaktual yang telah dikeluarkan.Tujuan penelitian Analisis Waktu dan Biaya Pada ProyekPembangunan Gardu Induk Manokwari 150/20 kV 60 MVA yaitu memperoleh hasilSchedule Performance Indeks (SPI) dan Cost Performence Indeks (CPI) sertamendapatkan hasil pertihungan Estimate All Schedule (EAS) dan Estimate All Cost (EAC).Hasil perhitungan SPI diperoleh nilai > 1 berarti pelaksanaan proyek sesuai schedule danperhitungan CPI diperoleh nilai > 1 yang berarti biaya pelaksanaan proyek terbilanghemat. Hasil Perhitungan nilai EAS adalah 24,693 bulan yang berarti proyek diperkirakanselesai lebih cepat dari schedule sesuai amandemen kontrak ke 2 yaknni 25 bulan. Hasilperhitungan nilai EAC adalah Rp.65.615.426.421 dimana nilai tersebut lebih kecildibanding nilai BAC Rp.74.336.700.000 yang berarti pada sisi biaya proyek dianggapmenguntungkan
TINJAUAN PERPANJANGAN DAN TEBAL PERKERASAN RUNWAY BANDAR UDARA SILAMPAR Mulat, Setyo; Nur, Doni Haidar
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.216

Abstract

Bandara Silampari melakukan pengembangan fasilitas terhadap panjang runway 2.220 m untuk melayani pesawat udara rencana Boeing 737-900 ER sehingga diperlukan tinjauan untuk analisa kebutuhan pengembangan dimaksud. Dengan menggunakan metoda ICAO Doc 9177 part 1 runway kebutuhan panjang runway didapat 3.120 m, menggunakan metoda grafik Flight Planing and Performane Manual Boeing 737-900 ER didapat 3.020 (Maximum Apron Mass) dan didapat 2.720 m (koreksi dari Maximum Apron Mass). Kemudian kebutuhan tebal perkerasan (Software FAAAIRFIELD) didapat susunan : P-401/P403 HMA surface = 4inch; P-401/P-403 HMA Stabilized = 5 inch; P-209 Crushed Aggregate = 6 inch; P-154 Uncrushed Aggregates = 17,9 inch dengan nilai PCN adalah 66,3 (software COMFAA) lebih besar dari ACN pesawat udara yaitu 56 dengan Comulative Demage Factor : 0,2722 < 1, serta adanya kebutuhan peningkatan fasilitas/perlatan lainnya. Mempertibangkan proyeksi linear annual depature sampai tahun 2034 hanya 580 maka perpanjangan yang diperlukan adalah 2.720 – 2,220 = 500 m, Untuk kebutuhan tebal perkerasan base dapat dilakukan pengurangan mengingat hasil dari desain PCN 66 > ACN 56. 
ANALISIS STRUKTUR PLAT LANTAI PADA GEDUNG PT PLN UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN SUBULUSSALAM Handayani, Ellin Yoiko; Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.217

Abstract

Pelat lantai adalah bagian dari struktur bawah bangunan yang berfungsi untuk mentransfer beban dari bagian atas bangunan ke struktur bawah, seperti kolom atau dinding penopang. Beberapa masalah yang dapat terjadi pada pelat lantai antara lain adalah getaran, lendutan, dan kualitas beton yang rendah. Salah satu kasus yang terjadi adalah pada gedung PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Subulussalam, dimana ditemukan adanya getaran dan lendutan pada pelat lantai dua yang mengakibatkan keretakan pada finishing lantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya lendutan pelat lantai dua gedung PLN UP3 Subulussalam dan metode perkuatan yang diterapkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari pengamatan visual, hammer test, dan Ultrasonic Pulse Velocity Test. Metode pengolahan data meliputi analisis struktur pelat lantai dua arah dengan menggunakan metode koefisien momen dari PBI 1971 dan SNI 2847-2019. Hasil dari pengamatan visual menunjukkan ketebalan pelat lantai sebesar 80 mm, sedangkan ketebalan minimum yang disyaratkan untuk pelat lantai menurut SNI 2847-2019 adalah 125 mm. Lendutan yang diperoleh dari analisis struktur pelat lantai sebesar 111,82 mm, lebih besar dari lendutan yang diijinkan sebesar 18,75 mm.
PERHITUNGAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN AEK TAPA DI RANTAU PRAPAT Karo-Karo, Brema Risky; Oemar, Fatmawati
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.218

Abstract

Jembatan Aek Tapa yang terletak di perbatasan kabupaten asahan dan kota labuhan batu dibangun pada tahun 1994. Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas jaringan transportasi antara provinsi Sumatera Utara dan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang struktur atas jembatan menggunakan metode beton bertulang, Jembatan dirancang dengan panjang bentang 15,9 meter dan lebar 9 meter, yang meiliputi komponen-komponen seperti tiang sandaran, trotoar, pelat lantai kendanraan, gelagar, balok diafragma, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Data atau informasi yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Kota Labuhan Batu dan data primer diperoleh dari Dinas PUPR Kota Lanbuhan Batu. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan Perencanaan Struktur jembatan dengan mengacu pada Standar Nasional, yaitu SNI 1725:2016 tentang pembebanan untuk struktur jembatan, SNI 2833:2019 tentang menggunakan metode analisis struktur yang sistematis. Berdasarkan hasil perencanaan trotoar dengan tebal 25 cm menggunakan tulangan pokok D13-150 dan tulangan inti D10-150. Pelat lantai kendaraan dengan tebal 25 cm menggunakan tulangan pokok D13-110, tulangan bagi D10 130 pada daearah lapangan dan menggunakan tulangan D13-110, tulangan bagi D10-130 pada daerah tumpuan. Gelagar dengan dimensi 50 cm x 110 cm menggunakan tulangan 23D32 pada balok interior dan menggunakan tulangan 17D32 pada balok eksterior. Balok diafragma dengan dimensi 35 cm x 60 cm menggunakan tulangan 8D16 dan RAB yang diperlukan untuk pembangunan struktur atas Jembatan Aek Tapa adalah sebesar Rp.3.057.416.172. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya meningkatkan kualitas dan keberlanjutan infrastruktur di kawasan tersebut.
EVALUASI KEANDALAN STRUKTUR GEDUNG BERDASARKAN SNI 2847:2019 (STUDI KASUS GEDUNG BALEKA II BALAI KOTA PEMERINTAH KOTA DEPOK) Kamarula, Cherry Mardian; Romadhon, Eri Setia; Utama, Tri Rahmat
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan struktur gedung Gedung Baleka II Balai Kota Pemerintah Kota Depok berdasarkan SNI 2847:2019. Metode evaluasi yang digunakan adalah pengujian Non Destructive Test (NDT) dan Destructive Test (DT) untuk memastikan bahwa struktur gedung tersebut memenuhi standar kekuatan dan keandalan yang ditetapkan oleh SNI 2847:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gedung Gedung Baleka II memenuhi persyaratan kekuatan tekan beton dan stabilitas struktural yang diharuskan, sehingga dapat dianggap aman dan andal untuk digunakan. 
ANALISIS PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) DAN RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP) PADA PROYEK RENOVASI LANTAI LOWER GROUND (STUDI KASUS : MALL PLAZA KALIBATA – KALIBATA - JAKARTA SELATAN) Basri, Hasan; Isfahani, Muhammad Nafhan
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.221

Abstract

Rencana anggaran biaya adalah suatu perhitungan rencana terhadap kebutuhan pelaksanaan pembangunan yang mana didalamanya sudah termasuk profit keuntungan. Sedangkan rencana anggaran pelaksanaan adalah suatu anggaran yang ditetapkan untuk batas pelaksanaan suatu bangunan agar pengeluaran biaya dapat terkontrol dengan baik serta terhindar dari resiko kerugian. Rencana anggaran pelaksanaan penting untuk dilakukan karena sangat menentukan suatu profit atau keuntungan sebuah pelaku jasa konstruksi dimana rencana anggaran biaya dapat di maksudkan dengan kata lain adalah suatu harga jual sebuah jasa atau prodak tertentu agar dapat bersaing di dunia konstruksi. Maka dari itu tujuan tugas akhir ini adalah membahas tentang perhitungan yang baik antara perencanaan anggaran biaya dan pelaksanaan. Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) adalah rencana anggaran biaya proyek pembangunan yang dibuat kontraktor untuk memperkirakan berapa sebenarnya biaya sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kontrak kerja proyek konstruksi. Adapun kesimpulan atas Rencana Anggaran Biaya setelah melakukan analisa dan perbandingan dari pekerjaan renovasi lantai Lower Ground di Plaza Kalibata didapat nilai RAB nya adalah senilai Rp 1.255.650.171,- dengan nilai RAP nya adalah senilai Rp 1.074.9974.471,-. Sehingga dapat diketahui nilai keuntungan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebesar 8% sampai dengan 15% atau selisih nya adalah Rp 150.655.700,-.
ANTICIPATION AND SOLUTION OF EQUIPMENT COST OVERRUN FACTOR IN TOLL ROAD CONSTRUCTION PROJECT Isfahani, Muhammad Nafhan; Antonius; Wibowo, Kartono
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.222

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang antisipasi dan solusi penanganan kelebihan biaya material pada proyek jalan tol sistem terbuka di Jadebotabek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antisipasi dan solusi penanganan kelebihan biaya material. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei kepada 76 responden yang terdiri dari Manajer, Konsultan dan Kontraktor yang terlibat dalam pembangunan jalan tol di Jabodetabek yang merupakan wilayah pesisir. Hasil survei tersebut diuji validitas, reliabilitas dan mean untuk mengetahui faktor dominan penyebab kelebihan biaya, selanjutnya dilakukan penyusunan antisipasi dan solusi penanganan kelebihan biaya peralatan oleh tim ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 faktor penyebab kelebihan biaya yang valid dengan nilai koefisien 0,385 – 0,577 dan 13 faktor penyebab kelebihan biaya yang reliabel dengan nilai cronbach’s alpha diatas 0,700. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa antisipasi dan solusi penanganan pembengkakan biaya peralatan pada proyek jalan tol pesisir adalah tindakan preventif untuk mengurangi dan menghilangkan terjadinya pembengkakan biaya pada tahap perencanaan maupun pada tahap pelaksanaan.