cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
The Implications of Al-Māwardī's Thoughts on Community Economy During the Covid-19 Pandemic Santosa, Ali; Janwari, Yadi; Rusyana, Ayi Yunus
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study in this paper departs from Islamic economic thought proposed by Imam Al-Māwardī. He is a well-known figure as an Islamic thinker who contributed a lot to the order of all fields of state and religion, especially in the economic field. The purpose of this study is to find out Al-Māwardī's thoughts on Islamic economics and its implications for dealing with the current Covid-19 outbreak. The research method used is descriptive qualitative about the concept of Islamic economic thought proposed by Al-Māwardī, whose data sources are obtained from his books. The results of the research obtained are Al-Māwardī's concept of thought regarding the development of Islamic economics related to the state and economic activities, taxation, and influential market mechanisms so that they can continue to be implicated in overcoming these contemporary problems, such as the Covid-19 pandemic. Keywords: Islamic economy, taxation, market mechanism, Covid-19   Abstrak Kajian pada tulisan ini berangkat dari pemikiran ekonomi Islam yang dikemukakan oleh Imam Al-Māwardī. Beliau merupakan sosok yang terkenal sebagai tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan sumbangsi pada tatanan segala bidang kenegaraan dan agama terkhusus pada bidang ekonomi.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemikiran Al-Māwardī terhadap ekonomi Islam beserta implikasinya yang dihadapkan dengan masalah wabah covid-19 yang terjadi sekarang ini. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif mengenai konsep pemikiran ekonomi Islam yang dikemukakan oleh Al-Māwardī, yang sumber datanya diperoleh dari kitab-kitab karangannya. Hasil penelitian yang diperoleh ialah konsep pemikiran Al-Māwardī mengenai perkembangan ekonomi Islam yang berkaitan dengan negara dan aktivitas ekonomi, perpajakan, dan mekanisme pasar yang berpengaruh hingga dapat terus diimplikasikan dalam mengatasi masalah kontemporer ini, seperti pandemi Covid-19. Kata Kunci: Ekonomi Islam, perpajakan, mekanisme pasar, Covid-19
Implementation of Money Waqf as a Contemporary Phenomenon in Indonesia Syara, Ajeung Syilva
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waqf in Indonesia is generally in the form of land or buildings because the understanding of Muslims is limited to waqf of immovable objects even though in the Indonesian context, the Indonesian Ulema Council has issued a fatwa that allows the implementation of cash waqf. The benefits derived from conducting cash waqf are strengthening sharia banking, increasing sharia capital, driving the sharia economy, financing productive waqf assets, and supporting the implementation of social programs. This discussion will discuss the implementation of cash waqf in Indonesia. The results show that cash waqf in Indonesia has been recognized since the issuance of the fatwa on cash waqf by the DSN MUI in 2002. The fatwa contains five important points. First, cash waqf is waqf carried out by a person, group of people, institutions or legal entities in the form of cash. Second, including the notion of money is securities. Third, cash waqf is legal, while fourth, cash waqf can only be channeled and used for things that are permitted by syar'i and fifth, the principal value of cash waqf must be guaranteed for its sustainability, it may not be sold, donated, and or inherited. Keywords: Cash Waqf, Law, Islam   Abstrak Wakaf di Indonesia pada umumnya berupa tanah atau bangunan karena pemahaman umat Islam terbatas pada wakaf benda tak bergerak padahal dalam konteks Indonesia, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan dilaksanakannya wakaf uang. Manfaat yang diperoleh dari melakukan wakaf uang adalah memperkuat perbankan syariah, memperbesar permodalan syariah, menggerakkan ekonomi syariah, membiayai aset wakaf produktif, dan mendukung pelaksanaan program sosial. Pada pembahasan ini akan dibahas implementasi wakaf uang di Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa wakaf uang di Indonesia mulai dikenal sejak dikeluarkannya fatwa wakaf uang oleh DSN MUI pada 2002.  Fatwa itu berisi lima point penting. Pertama, Wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Kedua, termasuk ke pengertian uang adalah surat-surat berharga. Ketiga, wakaf uang hukumnya boleh, sedangkan keempat, wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i dan kelima, nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan. Kata Kunci: Wakaf Uang, Hukum, Islam
Barzanji Reading Traditions in Schools Nurhayati, Fitri; Hanafi, Hanafi; Rochman, Boy Arief
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discipline has always been something that many people talk about, be it discipline in the family, community or school. Especially discipline in an educational institution, because discipline is very influential on the success of teachers in educating their students. Discipline also requires support and encouragement in order to survive, something that can make discipline run well is the existence of disciplinary tools. One of them is punishment, punishment is intended to change or improve behavior, after the student realizes and regrets the wrong he has done. This study aims to answer the problems: How is the effectiveness of reading Barzanji on discipline at SMK Ganesha Parakan Muncang and How is the impact of reading Barzanji on student learning at SMK Ganesha. This research uses qualitative methods and is a field research using a research study approach. The method used is descriptive research. The subjects of this research are the School Founder, Principal, Student Affairs teachers, teachers and students. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the policies implemented by the school in instilling discipline include rules of conduct, consistency and punishment. Based on observations and interviews, it is clear that there is a change from before and after the Barzanji reading. Barzanji readings are carried out according to a structured schedule. This condition cannot be separated from the commitment of every teacher in charge of disciplining students. The results of the study can be concluded that the effectiveness of reading Barzanji on the discipline of Ganesha Vocational School students is for time discipline, learning discipline and discipline in attitude. Not only that, because students read Barzanji every day as an inner recitation to cultivate the characteristics of children to become religious, emotional and spiritual students. When entering the class students become calm, relaxed and cool individuals. In contrast to the students before the Barzanji reading was held, when entering the class and then waiting for the bell to ring, the students joked a lot with their friends which resulted in chaos in the class. Keywords: Barzanji Reading, Student Discipline Abstrak Kedisiplinan selalu menjadi hal yang banyak dibicarakan orang, baik itu disiplin dalam keluarga, masyarakat maupun sekolah. Terutama disiplin dalam suatu lembaga pendidikan, sebab kedisiplinan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan guru dalam mendidik siswanya. Kedisiplinan juga membutuhkan dukungan dan dorongan agar bisa tetap bertahan, sesuatu yang bisa menjadikan kedisiplinan berjalan dengan baik yaitu adanya alat kedisiplinan. Salah satunya adalah hukuman, hukuman ditujukan untuk merubah atau memperbaiki tingkah laku, setelah siswa menyadari dan menyesali perbuatan salah yang telah dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana keefektifan pembacaan Barzanji terhadap kedisiplinan di SMK Ganesha Parakan Muncang dan Bagaimana dampak pembacaan Barzanji dalam pembelajaran siswa di SMK Ganesha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan studi penelitian. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah Pendiri Sekolah, Kepala Sekolah, guru Bidang Kesiswaan, guru-guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan sekolah dalam menanamkan kedisiplinan meliputi peraturan tata tertib, konsisten dan hukuman. Berdasarkan observasi dan wawancara, nampak jelas adanya perubahan dari sebelum dan sesudah adanya pembacaan Barzanji. Pembacaan Barzanji dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah terstruktur. Kondisi ini tidak lepas dari dukungan komitmen setiap guru yang bertugas mendisiplinkan siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keefektifan pembacaan Barzanji terhadap kedisiplinan siswa SMK Ganesha yakni untuk disiplin waktu, disiplin belajar dan disiplin dalam bersikap. Tidak hanya itu saja, karena siswa dalam setiap harinya pembacaan Barzanji merupakan pengajian bathin untuk menumbuhkan karakteristik anak menjadi siswa yang religius, emosional dan spiritual. Ketika memasuki kelas siswa menjadi pribadi yang tenang, rileks dan sejuk. Berbeda dengan siswa-siswa sebelum pembacaan Barzanji diadakan, ketika memasuki kelas kemudian menunggu bel masuk berbunyi siswa banyak bercanda dengan temannya yang mengakibatkan kericuhan dalam kelas. Kata Kunci: Pembacaan Barzanji, Kedisiplinan Siswa
The Construction of Cooperation Contract in Sharia Banking with Qowaid Fiqhiyyah Muamalah Review Naisabur, Nanang; Nova, Nova
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Islamic banking at this time is progressing. The public is interested in the profit-sharing system offered by Islamic banking. There are characteristics of Islamic banking that distinguish it from conventional banking in general, namely the existence of sharia contracts which are the basis for the establishment of economic activities. Here the author examines more deeply about the construction of Islamic banking contracts using the literature analysis method, which is reviewed from several sources of books and journals which are then researched and associated with the issues discussed. The results of the study stated that there are several factors that influence the obstacles in the construction of cooperation contracts in Islamic banking. Among these factors is the tendency of Islamic financial institutions or Islamic banking to implement sharia cooperation contracts on certain products only with reference to conventional interest. This is nothing but based on two mutually attractive laws, namely between sharia law and conventional law. In addition, the lack of qualified human resources in the field of Islamic banking is also a factor, especially in understanding the rules of fiqhiyyah. This Fiqhiyyah rule has a close relationship, especially in running the Islamic economy. Then can this sharia principle or contract be maintained and developed in this sharia banking product by referring to fiqhiyyah rules or does it continue to refer to existing conventional law? Keywords: Sharia Banking, Cooperation Agreement, Fiqhiyyah Rules   AbstrakPerkembangan perbankan syari’ah pada masa ini tengah mengalami kemajuan. Masyarakat tertarik pada sistem bagi hasil yang ditawarkan oleh perbankan yari’ah. Terdapat karakteristik perbankan syari’ah yang menjadi pembeda dari perbankan konvensional pada umumnya, yakni adanya akad-akad syari’ah yang menjadi landasan dalam terjalinnya kegiatan ekonomi. Disini penulis meneliti lebih dalam mengenai konstruksi akad perbankan syariah dengan  menggunakan metode analisis pustaka yakni dikaji dari beberapa sumber buku dan jurnal yangkemudian diteliti dan dikaitkan dengan isu yang dibahas. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi hambatan dalam perkembangan produk perbankan syari’ah ini. Diantara faktor tersebut ialah adanya kecenderungan Lembaga keuangan syari’ah atau perbankan syari’ah dalam mengimplementasikan akad-akad syari’ah dalam produknya hanya pada akad-akad tertentu sehingga akad-akad lain belum mendapatkan tempatnya dalam Lembaga keuangan syari’ah atau perbankan syari’ah ini. Hal tersebut tidaklain didasarkan dari dua hukum yang saling tarik menarik yakni antara hukum syari’ah dengan hukum konvensional. Selain itu kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang perbankan syari’ah juga menjadi salah satu faktor terutama dalam pemahaman kaidah fiqhiyyah. Kaidah Fiqhiyyah ini memiliki kaitan erat khususnya dalam menjalankan perekonomian Islam. Kemudian apakah prinsip atau akad syari’ah ini dapat dipertahankan dan dikembangkan dalam produk perbankan syari’ah ini dengan merujuk pada kaidah fiqhiyyah atau justru terus merujuk pada hukum konvensional yang ada? Kata Kunci : Perbankan Syari’ah, Akad Kerjasama, Kaidah Fiqhiyyah
Parenting of Islamic Boarding School Santri in the Development of Santri Morals Heryanto, Deden; Apin, Apin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia there are many Islamic Religious Institutions, this is because in Indonesia the majority of the population is Muslim. Al-Qur'an Al-Falah Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools located in West Java which has been established since 1970. This Islamic boarding school is quite old and has a fairly high population in West Java. This study aims to determine the strategies used by pesantren administrators in improving the moral quality of students so that they can become qualities for other students in improving morals and to find out what are the supporting and inhibiting factors of pesantren administrators in instilling moral values. to students. The research method used in this study uses qualitative methods, namely methods to explore and understand individuals or groups of people. The results of this study are strategies that are carried out and applied by pesantren administrators in improving the quality of students, namely by using strategies of providing understanding, discipline, exemplary, advice, supervision and punishment as well as maximizing activities that have moral potential. from students. The supporting factor is the existence of humanism between the administrators and students and the activeness of the pesantren administrators. And the inhibiting factor generally comes from the emotional condition of the students themselves. Keywords: Morals, Strategy, Islamic Boarding School Management, Santri   Abstrak Di Indonesia terdapat banyak sekali pondok pesantren, hal ini karena di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam. Pondok pesantren Al-Qur’an Al-Falah merupakan salah satu pondok pesantren yang terletak di Jawa Barat yang telah berdiri sejak tahun 1970 pesantren ini terhitung cukup tua dan memiliki populatitas yang cukup tinggi di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh pengurus pesantren dalam meningkatkan kualitas akhlak santri sehingga bisa menjadi acuan bagi pondok pesantren lainnya dalam meningkatkan kualitas akhlak santri dan untuk mengatahui apa saja yang menjadi faktor pendukung serta penghambat pengurus pesantren dalam menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap santri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif metode ini merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami individu atau sekelompok orang. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang dilakukan dan diterapkan oleh pengurus pesantren dalam meningkatkan kualitas akhlak santri yaitu dengan menggunakan strategi pemberian pemahaman, kedisiplinan, keteladanan, nasihat, pengawasan dan hukuman serta memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi meningkatnya akhlak santri. Adapun faktor pendukung adanya humanis antara pengurus dengan santri serta keaktifan pengurus pesantren. Dan yang menjadi faktor penghambat secara umum datang dari kondisi emosi santri itu sendiri.     Keywords: Aklak, Strategi, Pengurus Pesantren, Santri
Islamic Sermon at Islamic Boarding Schools in Developing Public Speaking Skills Arifin, Faisal; Yaya, Yaya; Hafidz, Zaini
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research departs from extracurricular activities which are one of the activities in schools and non-formal educational institutions, which are oriented towards developing self-capacity, channeling the capacity of students' interests and talents. This extracurricular is an additional lesson outside of class hours, the purpose of this extracurricular activity is to increase the interests and talents of students. The purpose of this study was to find out how the concept of missionary activities, the implementation of missionary activities, and to find out what were the inhibiting and supporting factors of missionary activities at the Nurul Falah Bungbulang Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. To obtain the information and data needed in the study, the researchers used data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the extracurricular activities of muballighin at the Nurul Falah Bungbulang Islamic boarding school had been going well, this activity was carried out on the basis of need with the intention that students had skills, courage, honesty and discipline, then this activity aimed to make students mentally strong and have the ability to speak in public. This extracurricular activity of the preacher is carried out every Sunday night alternately with other activities, all students who have registered as participants should attend and take part in these activities. The students who are selected as champions will be trained and fostered better, so that they can be used as participants in other activities outside the pesantren. The expertise gained from this missionary activity is that students have the ability to speak in public, students have the ability to communicate, and students have the ability to read situations and conditions around them. The inhibiting factors for these activities are the psychological factors of students such as fear, shame, and hesitation to appear in public, then ineffective time management, and the unpreparedness of students. While the supporting factors for these activities include the cohesiveness of the management, supporting facilities and infrastructure, and enthusiastic students. Thus, it can be ascertained that the extracurricular activities of the muballighin at the Nurul Falah Bungbulang Islamic boarding school have been going well. Keywords: Da'wah, Extracurricular, Muballighin, Islamic Boarding School.   Abstrak Penelitian ini bertolak dari kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan di sekolah maupun di lembaga pendidikan non-formal, yang berorientasi untuk pengembangan kapasitas diri, penyaluran kapasitas minat dan bakat santri. Ekstrakurikuler ini merupakan pelajaran tambahan di luar jam pelajaran, tujuan kegiatan ekstrakurikuler ini adalah untuk meningkatkan minat dan bakat peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep kegiatan muballighin, implementasi kegiatan muballighin, serta untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung kegiatan muballighin di pesantren Nurul Falah bungbulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Untuk memperoleh informasi dan data-data yang diperlukan dalam penelitian, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan ektrakurikuler muballighin di pesantren Nurul Falah Bungbulang telah berjalan dengan baik, kegiatan ini dilaksanakan atas dasar kebutuhan dengan maksud agar santri memiliki keterampilan, keberanian, kejujuran dan kedisiplinan, kemudian kegiatan ini bertujuan agar santri memiliki mental yang kuat dan memiliki kemampuan berbicara didepan umum. Kegiatan ektrakurikuler muballighin ini dilaksanakan setiap malam minggu secara bergantian dengan kegiatan lain, seluruh santri yang telah terdaftar menjadi peserta hendaknya hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Santri yang terpilih menjadi juara akan dilatih dan dibina lebih baik, sehingga mereka bisa dijadikan peserta pada kegiatan lain diluar pesantren. Keahlian yang didapat dari kegiatan muballighin ini adalah santri memiliki kemampuan berbicara didepan umum, santri memiliki kemampuan berkomunikasi, serta santri memiliki kemampuan membaca situasi dan kondisi di sekitar. Faktor penghambat kegiatan tersebut adalah faktor psikologis santri seperti takut, malu, dan ragu untuk tampil didepan umum, kemudian manajemen waktu yang tidak efektif, dan ketidaksiapan santri. Sedangkan faktor pendukung kegiatan tersebut antara lain yaitu kekompakan pengurus, sarana dan prasarana yang mendukung, dan santri yang antusias. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler muballighin di pesantren Nurul Falah Bungbulang telah berjalan dengan baik. Kata kunci: Dakwah, Ekstrakurikuler, Muballighin, Pesantren.
Religious Dialogue on Social Media: The Khilafah Issue Between Pluralist and Scripturalist Muslims Kasim, Muhammad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Great efforts have been exhausted to bring religion closer to the media (as opposed to bringing media closer to religion), or to break down the traditional boundaries between "religion" and "media". In light of these efforts and various studies, some have tried to point out the need to build new bridges between religion and the media. This effort has even led scholars to believe that in the "age of media", the secular is holy and the holy is secular. This effort is aimed at unifying the two important elements of contemporary human life, which historically can also be understood in the context of challenging the relationship between science and religion. In this paper, we classify various theories and approaches regarding the essence of media into three branches: functionalistic, essentialist, and hypothetical interactive. After a brief review of the ramifications of each theory's compatibility or incompatibility with media, religion, and religious teachings, it is shown that more fundamental steps must be taken to unify religion and media in the era known as "Global", "Religion", or "The Age of Religion". Media". Another section of this paper is devoted to the necessary distinction between media religion and mediated religion, emphasizing the main characteristics of religious media theory. Although the basic tenets of media essentialism have been accepted, religion, which is neither institutional ministry nor absolute personal experience, has the potential to be consistent with the exclusive nature of its media. The last section of this article points to the religious focus axis of the media hypothesis in which the elements of religion, culture, globalization, and media are balanced and stable. This is religious pluralism. Keywords: Religion, Interactive Dialogue   Abstrak Upaya-upaya besar telah habis untuk mendekatkan agama ke media (sebaliknya daripada mendekatkan media dengan agama), atau mendobrak batas-batas tradisional antara "agama" dan "media". Mengingat upaya tersebut dan berbagai penelitian, beberapa telah mencoba untuk menunjukkan perlunya membangun jembatan baru antara agama dan media. Upaya ini bahkan membuat para sarjana percaya bahwa di "era media", sekuler itu suci dan yang suci itu sekuler. Upaya ini ditujukan untuk penyatuan dari dua elemen penting kehidupan manusia kontemporer, yang secara historis dapat juga dipahami dalam konteks menantang hubungan antara sains dan agama. Dalam tulisan ini, dilakukan klasifikasi berbagai teori dan pendekatan tentang esensi media dalam tiga cabang: fungsionalistik, esensialis, dan interaktif hipotesis. Setelah tinjauan singkat tentang konsekuensi dari kompatibilitas masing-masing teori atau ketidaksesuaian dengan media, agama, dan ajaran agama, ditunjukkan bahwa lebih langkah mendasar harus diambil untuk menggabungkan agama dan media di era yang dikenal sebagai ”Global”, ”Agama”, atau ”Zaman Media”. Bagian lain dari karya tulis ini dikhususkan untuk perbedaan yang diperlukan antara media agama dan agama yang dimediasi, menekankan karakteristik utama teori media religi. Meskipun prinsip dasar media esensialisme telah diterima, agama, yang bukan kementerian institusional maupun pengalaman pribadi yang mutlak, memiliki potensi untuk konsisten dengan eksklusif sifat medianya. Bagian terakhir dari artikel ini menunjuk ke poros fokus agama hipotesis media di mana unsur-unsur agama, budaya, globalisasi, dan media seimbang dan stabil. Inilah pluralisme agama. Kata Kunci: Agama, Dialog Interaktif
Da'wah and Social Change in Islamic Organizations: Muhammadiyah and Its Elements Rodiana, Roni; Rosidi, Imron
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The actualization of the da'wah system is accompanied by a series of complex problems, namely first, when Islamic da'wah is delivered in a society that is not yet Islamic, the message of Islam is seen by the local community as foreign/newcomers. Second, that the ownership of Islam as a result of da'wah activities runs slowly or quickly. Third, when socio-cultural changes become more complex, causing humanitarian problems to become more widespread, Islamic da'wah is faced with the obligation to provide clear answers regarding human interests in various aspects of life. This research was conducted to understand the concept of Muhammadiyah da'wah in the aspect of upholding al-Khair, inviting al-Ma'ruf and preventing al-Munkar, in order to realize social change that leads to the goals and ideals of Islamic da'wah. It can be concluded that 1) there is a need for massive outreach regarding the function of da'wah which has a role in social change; 2) One of the functions of da'wah in social change is the realization of a society that increases its religiousness; 3) In order for this to be implemented, careful planning is needed, one of which is by conducting studies on various approaches that attract the attention of the public, including: lectures, discussions and questions and answers. Keywords: Da'wah, ma'ruf, Muhammadiyah, munkar, Social Change.   Abstrak Aktualisasi sistem dakwah disertai dengan serangkaian masalah yang kompleks, yakni pertama, ketika dakwah Islam disampaikan dalam masyarakat yang belum Islam, pesan Islam oleh masyarakat setempat dipandang asing/pendatang. Kedua, bahwa pemilikan Islam sebagai hasil kegiatan dakwah berjalan secara lambat atau secara cepat. Ketiga, ketika perubaan sosio-kultural semakin kompleks menyebabkan masalah kemanusiaan semakin meluas, dakwah Islam dihadapkan dengan keharusan memberikan jawaban yang jelas menyangkut kepentingan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami konsep dakwah Muhammadiyah pada aspek menegakkan al-Khair, mengajak al-Ma’ruf dan mencegah al-Munkar, agar terwujudnya perubahan sosial yang mengarah kepada tujuan dan cita-cita dakwah Islam. Diperoleh kesimpulan bahwa 1) Perlunya sosialisasi yang massif mengenai fungsi dakwah yang memiliki peran dalam perubahan sosial; 2) Salah satu fungsi dakwah dalam perubahan sosial adalah terwujudnya masyarakat yang meningkat kereligiusannya; 3) Agar itu dapat terlaksana maka perlu perencanaan yang matang, salah satunya dengan menyelenggarakan kajian-kajian berbagai pendekatan yang menarik perhatian masyarakat, diantaranya: ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kata kunci: Da’wah, ma’ruf, Muhammadiyah, munkar, Social Change.
The Reality of Communication Among AdherentsDifferent Religion: Chinese and Serang Javanese Ethnicity Febrianti, Mega; Arifiana, Nurbaiti; Mukarom, Zaenal
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In many studies, religion is often seen as the most mysterious domain because it often confronts, even contradicts a number of rational arguments. Religion is often used as a media for debate regarding problems that occur, especially between adherents of different religions. Matters related to religion are very sensitive. The reality of communication that is faced is also sometimes different, depending on the ethnicity, culture and religion behind it. Researchers want to know the reality of communication between adherents of different religions between the Chinese and Javanese Serang ethnicities in the old Banten area. In addition, to find out the communication management of religious leaders and the communication patterns developed. The research method used by researchers in carrying out this research is qualitative research with a descriptive approach and adheres to the constructivism paradigm. The results of the study show that the reality of communication between adherents of different religions is very good, intercultural communication patterns occur when deliberations and mutual cooperation activities are carried out in Kp. Pamarican which is used as a meeting place and carries out various activities in the environment, the people of Kp. Pamarican is able to carry out the process of integration and accommodation by providing space to live and fulfilling basic rights for Chinese residents providing opportunities to carry out distinctive cultural activities such as Chinese New Year celebrations and other holidays. Keywords: Chinese, Serang Javanese, ethnicity, religion, multiculturalism   Abstrak Dalam banyak kajian, agama seringkali dipandang sebagai domain paling misterius karena seringkali berhadapan, bahkan bertentangan dengan sejumlah argumentasi rasional. Agama seringkali dijadikan media perdebatan terkait problematika yang terjadi khususnya diantara pemeluk agama yang berbeda. Hal-hal yang berkaitan dengan agama, sifatnya sangat sensitif. Realitas komunikasi yang dihadapi juga terkadang berbeda, tergantung suku budaya dan agama yang melatar belakanginya. Peneliti ingin mengetahui realitas komunikasi pada penganut beda agama antara etnis tionghoa dan jawa serang di kawasan banten lama. Selain itu, untuk mengetahui manajemen komunikasi pemuka agama dan pola komunikasi yang di kembangkan. Metode Penelitian yang digunakan oleh penelitian dalam melaksanakan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menganut paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas komunikasi di antara penganut umat beda agama sangat baik, pola komunikasi antar budaya terjadi ketika kegiatan musyawarah dan kegiatan gotong royong yang dilakukan di Kp. Pamarican yang dijadikan sebagai tempat pertemuan dan melakukan berbagai kegiatan di lingkungan tersebut, masyarakat Kp. Pamarican mampu menjalankan proses integrasi maupun akomodasi dengan menyediakan ruang untuk hidup serta pemenuhan hak-hak mendasar bagi para penduduk Tionghoa memberikan kesempatan untuk menjalankan aktivitas kultural khas seperti perayaan Imlek dan hari-hari besar lainnya. Kata kunci: Chinese, Serang Javanese, ethnicity, religion, multiculturalism
Religious Relations on Social Media: Hadith Verification, Hoax News and Forward Quote of Religious Advice Saebani, Beni Ahmad; Gunawan, Adib
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 4 No. 2 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays there is a phenomenon, where there is news or chain reports circulating in the media whose truth is invalid. This invalidity can be in the form of content that is not in accordance with the original, whether in the form of what, where, when, and who was involved in the reporting. Not only that, sometimes the title seems to have bias in it. This is from the side of the news source. It doesn't stop there, in terms of people's behavior it also shows its own uniqueness, namely that they easily pass on the news without first checking and checking the truth of the news. Finally, the invalid news, which we call a hoax, spread very quickly via FB, Twitter, IG, WAG, etc. How Islamic caution first used to verify and convey news. Apart from that, we will also invite readers to see the method of practicing good and evil, preaching in accordance with the recommendations of religious scholars based on the Koran and Alhadist. The results obtained are that passing on religious content advice on social media is not as easy and simple as the intention to preach and preach good and evil, because in it there are religious boundaries that must be taken into account, including whether the religious content is valid or not, and the party giving advice has done so or not. Keywords: Hoax, Islam, social media   Abstrak Dewasa ini ada fenomena, di mana ada berita atau kabar berantai yang beredar di media yang kebenarannya tidak sahih. Tidak sahih tersebut bisa dalam bentuk isi yang tidak sesuai dengan aslinya, baik berupa apa, di mana, kapan, dan siapa yang terlibat dalam pemberitaan tersebut. Tidak hanya itu, terkadang judul yang dibuat terkesan ada bias di dalamnya. Ini dari sisi sumber berita. Tidak berhenti di situ, dari sisi perilaku masyarakat juga memperlihatkan keunikan tersendiri, yaitu dengan mudahnya meneruskan berita tersebut tanpa terlebih dahulu memberikan cek dan ricek akan kebenaran berita tersebut. Akhirnya, berita yang tidak sahih tersebut yang kita sebut sebagai hoax tersebar begitu cepatnya menyebar via FB, twitter, IG, WAG, dan lain-lain. Bagaimana kehati-hatian Islam pertama dulu memverifikasi dan menyampaikan berita. Selain itu kami juga akan mengajak pembaca untuk melihat bagaimana metode dalam beramar ma’ruf nahi munkar, berdakwah yang sesuai dengan anjuran dari para alim ulama berdasarkan Alquran dan Alhadist. Diperoleh hasil bahwa meneruskan nasihat-nasihat konten agama dalam media sosial tidak semudah dan sesederhana dengan alasan niat untuk berdakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar, karena di dalamnya ada batas-batas agama yang harus diperhatikan, diantaranya adalah konten agama tersebut sahih atau tidak, dan pihak yang memberi nasihat sudah melakukan atau belum. Kata kunci: Hoaks, Islam, media sosial

Page 9 of 12 | Total Record : 115