cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
Religious Mission in the Indonesian Context between the Pull of Humanism and Ideology Rohmanudin, Deden
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 2 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/tf8has22

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu sensitif Kristenisasi di Kecamatan Parongpong,Kabupaten Bandung Barat, serta dampaknya terhadap hubungan Islam-Kristen. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika sosial-politik, ekonomi, dan budaya yang membentuk respons masyarakat setempat terhadap Kristenisasi, yang dipersepsikan oleh umat Islam sebagai ancaman terhadap identitas agama dan budaya mereka. Penelitian ini menemukan bahwa ketegangan antara kedua komunitas agama diperparah oleh aktivitas misionaris Kristen, khususnya yang melibatkan bantuan sosial, yang dianggap sebagai upaya konversi tersembunyi. Peran pemerintah setempat dan tokoh agama sangat penting dalam mengelola ketegangan ini, meskipun sering kali terbatas oleh regulasi yang belum jelas dansumber daya yang kurang memadai. Penelitian ini menekankan perlunya dialog antaragama yang terstruktur untuk memupuk keharmonisan jangka panjang antar komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus mendalam terhadap wilayah semi-urban Parongpong dan integrasi teori “Clash of Civilizations” dari Huntington dan teori “Mobilisasi Sumber Daya” dari Tilly untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang ketegangan agama di wilayah ini. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya dialog antaragama yang inklusif untuk menjaga perdamaian sosial di tingkat lokal. Kata kunci: Kristenisasi, hubungan antaragama, Parongpong, ketegangan agama, dialog Islam-Kristen, mobilisasi sumber daya, Benturan Peradaban
Analysis of Religious Leaders in Persuasive Communication in Religious Tolerance Village, Paledang, Bandung Karami, Gergian Abi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 1 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/febxg504

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pemuka agama di Kelurahan Paledang, Kota Bandung, dengan tujuan untuk memahami strategi komunikasi persuasif dalam menumbuhkan rasa terima kasih, keterbukaan, dan kolaborasi di lingkungan keberagaman agama. Partisipan penelitian adalah pemuka agama dari berbagai agama yang ada di kelurahan tersebut, yang dipilih secara purposive. Metode pengumpulan data utama adalah wawancara mendalam, sementara analisis data menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola komunikasi persuasif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuka agama di Kelurahan Paledang menganggap toleransi sebagai dasar komunikasi persuasif yang efektif. Toleransi ditunjukkan melalui sikap terbuka dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, yang memungkinkan terciptanya dialog dan kerja sama lintas agama. Pemuka agama menggunakan bahasa inklusif dan simbolisme bersama untuk memperkuat solidaritas dan identitas kolektif di tengah keberagaman. Kegiatan kolaboratif seperti acara lintas agama dan pengajian bersama terbukti efektif dalam memperkuat hubungan antar pemeluk agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif dapat menjadi alat untuk membangun toleransi dan kolaborasi dalam masyarakat multikultural, serta menyarankan pengembangan model komunikasi persuasif yang dapat diterapkan di komunitas lain. Kata kunci: Dakwah, Nilai Nilai Islam, Keluarga
Contestation and Reactualization of Religious Organizations in Indonesia Post 2024 Election Permana, Asep Amar
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 2 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/v3emmh19

Abstract

Masyarakat multi-kelompok pasti akan mengalami kontestasi dan reaktualisasi kelompok. Asal muasal kontestasi ini dapat ditelusuri kembali pada kesamaan kepentingan, perbedaan sudut pandang, dan keyakinan agama. Halnya dimasyarakat, Islam sendiri khususnya Indonesia memiliki beberapa kelompok organisasi keagamaan salah satunya ada Muhammadiyyah yang didirikan pada tahun 1912 dan Persatuan Islam (PERSIS) pada tahun 1923. Sebagaimana yang diketahui, bahwa ormas Muhammadiyah dan Persis keduanya tidak terlalu memiliki banyak perbedaan, sehingga kedua ormas tersebut dapat dibilang mirip. Tentunya ada beberapa upaya atau strategi yang dilakukan kedua ormas tersebut pasca pemilu 2024. Dengan demikian tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana kontestasi dan reaktualisasi ormas keagamaan (Muhammadiyah dan PERSIS) pasca pemilu 2024 khususnya pilpres. Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini adalah kualitatif. Hasil penelitian pun menyatakan bahwa kontestasi dan reaktualisasi ormas keagamaan pasca pemilu 2024 adalah strategi atau upaya yang dilakukan ormas guna mencapai agenda sosial dan guna mengamalkan nilainilai sebagaimana visi dan misi yang sesuai dengan ormasnya. Muhammadiyah dan PERSIS berupaya penuh dalam menanggapi keadaan pasca pemilu 2024. Meskipun PERSIS tidak sebanyak Muhammadiyah, tapi ormas tersebut juga aktif dalam berkontestasi dan mereaktualisasi pasca pemilu 2024. Kata Kunci: Kontestasi dan Reaktualisasi, Ormas Keagamaan
Harmony of Interfaith Communication Based on Economics: Literature Review of Hindu-Muslim Collaboration in Lingsar Village, Lombok Maesaroh
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 6 No. 2 (2024): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/yjrjec58

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi lintas agama dalam membangun harmoni ekonomi antara komunitas Hindu dan Muslim di Desa Lingsar, Lombok. Desa ini menjadi contoh nyata kolaborasi dua kelompok agama yang berbeda melalui interaksi di sektor pariwisata, perdagangan, dan kerajinan lokal. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana komunikasi lintas agama mendorong sinergi ekonomi yang saling menguntungkan serta memperkuat kohesi sosial. Pendekatan studi pustaka digunakan untuk mengeksplorasi literatur terkait komunikasi lintas agama dan kolaborasi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka dan saling menghormati di Desa Lingsar mampu menciptakan kolaborasi ekonomi yang memperkuat hubungan antaragama. Aktivitas ekonomi bersama, seperti pengelolaan Taman Lingsar, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi sarana mempererat toleransi dan inklusivitas sosial. Kolaborasi ini membuktikan bahwa keberagaman agama tidak menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang mendukung pembangunan ekonomi dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi lintas agama berbasis ekonomi dapat menjadi model yang efektif dalam menciptakan harmoni sosial di masyarakat majemuk. Dengan modal sosial yang terbentuk melalui kolaborasi ekonomi, masyarakat dapat membangun toleransi yang lebih kuat dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Kata Kunci: komunikasi lintas agama, harmoni ekonomi, kolaborasi Hindu-Muslim, Taman Lingsar, Lombok.
On Sūrah-Based Thematic Interpretation of the Qur’an: Genealogy and Methodology Alfan Shidqon
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 5 No. 2 (2023): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62213/xbezzm47

Abstract

This article exploress sūrah-based thematic interpretation as a distinct method within Qur’anic exegesis, differing from the general thematic interpretation. While the latter compiles scattered verses under one theme, the former focuses on a single sūrah’s internal unity, structure, and message. Based on the work of Sāmir ʿAbd al-Raḥmān Rashwānī, this study explores its definition, historical development, and methodological principles. The genealogy of this approach traces back to classical scholars such as al-Bāqillānī, al-Rāzī, and al-Biqāʿī, and evolves through modern thinkers like al-Farāhī and Sayyid Quṭb. Methodologically, it involves five steps: analyzing the sūrah’s title, context of revelation (asbāb al-nuzūl), textual coherence (munāsabah), structural pillars (ʿamūd), and overall objectives (maqāṣid). Despite interpretive variation, this method offers a coherent framework for engaging the Qur’an’s message thematically; highlighting its relevance in contemporary discourse.

Page 12 of 12 | Total Record : 115