cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
Globalisasi dan Isu-isu PAI di Indonesia: Respon dan Tantangan 2010-2020 Sunandar, Dikdik; Ruswandi, Uus; Erihadiana, Mohamad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aimed to explore the existence of islamic education on the middle of globalization era. This research which applied a descriptive qualitative method.Islamic education must still exist in yeast to give color and trend of globalization. Therefore, Islamic education must be developed both theories, ideas and concrete action in the arena of globalization. Global world may not be denied, even just to be faced with evidence of real performance. One of which is being used as Indonesian republican government policy is the implementation of the curriculum in 2013. The curriculum is known as thematic integrative curriculum. However, among the thinkers and practitioners in education curriculum concept store is still a big question whether the issue will be resolved through the Indonesian national curriculum in 2013? Answering this question needs a comprehensive review of the entire sub-system of education in Indonesia. Islamic education is an important part of a real existence in Indonesia from age to age. The findings showed that Islamic education a real need to provide effect and active coloring toward the advancement of science and technology, as urged in the globalization era. Keyword: Globalization, Islamic education, social issues   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi pendidikan Islam ditengah-tengah era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatifPendidikan Islam harus tetap eksis dalam memberikan warna dan ragi bagi trend globalisasi. Oleh sebab itu, pendidikan Islam perlu terus dikembangkan baik teori, pemikiran dan aksi nyata dalam percaturan globalisasi. Dunia global tidak mungkin dipungkiri, bahkan justru harus dihadapi dengan bukti kinerja nyata. Salah satu kebijakan pemerintah Republik Indonesia yaitu kurikulum pendidikan tahun 2013. Kurikulum ini dikenal dengan kurikulum tematik integratif. Namun demikian, konsep kurikulum ini masih menyimpan pertanyaan besar apakah masalah bangsa Indonesia akan teratasi melalui kurikulum 2013? Menjawab pertanyaan ini perlu kajian komprehensif dari seluruh subsistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan Islam merupakan bagian penting yang eksistensinya di Indonesia nyata dari zaman ke zaman.penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan Islam yang nyata ini perlu memberikan pengaruh nyata dan aktif mewarnai arah kemajuan sains teknologi sebagaimana didesak dalam era globalisasi. Kata kunci: globalisasi, isu-isu sosial, pendidikan Islam
Keihlasan dan Arti Pentingnya Dalam Mengelola Pendidikan Ni'mawati, Ni'mawati; Suhartini, Andewi; E Q, Nurwadjah Ahmad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is motivated by the concept of sincerity associated with the management of educational institutions to form professional educators and education personnel. Sincerity as the teachings of the Islamic religion are contained in the Qur'an and hadith, what is the definition and nature of sincerity, what are the characteristics of sincere people and how is the implementation of sincerity in managing educational institutions. By using a qualitative research approach and descriptive analysis method with data sources in the form of verses of the Qur’an, the hadith of the prophet and the results of research by experts, it was found that the following were: 1) the nature of sincere is pure in intention, clean in mind in doing good, upright in heart act and do only hoping to please Allah. 2) the characteristic of sincere people is that they always do good deeds and are sincere in doing good deeds; awake from everything that Allah forbids; in working, doing activities, teaching, educating and managing educational institutions; someone who does it sincerely will feel happy if goodness is realized by anyone, and 3) the management of educational institutions sincerely has an impact on the formation of professional educators and educational staff. Keyword: sincerity, managing and educational institutions Abstrak Tulisan ini dilatarbelakangi oleh konsep ikhlas dihubungkan dengan pengelolaan lembaga pendidikan untuk membentuk pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional. Ikhlas sebagai ajaran agama islam terdapat dalam Al Qur’an dan hadis, bagaimana definisi dan hakikat ikhlas, bagaimana karakteristik orang-orang yang ikhlas dan bagaimana implementasi ikhlas dalam mengelola lembaga pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode deskriptif analisis dengan sumber data berupa ayat-ayat alquran, hadis nabi dan hasil penelitian para ahli, ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1) hakikat ikhlas adalah suci dalam niat, bersih batin dalam beramal, lurus hati dalam bertindak dan berbuat hanya mengharapkan ridha Allah. 2) karakteristik orang ikhlas adalah senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal; terjaga dari segala yang diharamkan Allah; dalam bekerja, beraktivitas, mengajar, mendidik, dan mengealola lembaga pendidikan; seseorang yang meakukannya dengan ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi oleh siapapun, dan 3) pengelolaan lembaga pendidikan dengan ikhlas berdampak pada terbentuknya pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional. Keyword: Ikhlas, mengelola dan lembaga pendidikan
Transformasi Agama dari Ideologi Ke Politik: Brigade Tholiban di Priangan Timur Jawa Barat Indonesia Kuswana, Dadang
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radical groups, such as Barisan santri, FPI, Gerakan Peduli Umat (GPI), KAMPU (Koalisi Aksi masyarakat peduli Ummat) Forum Pataruman, Forum Laskar Tasikmalaya (FLT), and other Islamic organizations, put pressure on the government. This movement was strengthened by the political will of the regional leadership of Tasikmalaya Regency, as seen in the regulations he issued. This research was conducted by direct observation and literature study. The results of this study indicate that first, Islam is seen as an ideology, a faith that may influence behavior but provides little opportunity for independent action. Islam is more of a "dependent variable" whose maneuvers are addressed to the political context - a view that is different from those of a "political" nature. Second, almost the same as the informal political approach, this utilitarian approach argues that politics is a rich network of social relations based on age, family, official position, and knowledge; thus this thinking shows the subtlety of politics itself. If Islam is the dependent variable, then so is politics. Third, regarding the question of the future, it appears that as modernization advances, the content and configuration of social forces will change. When this happens, there will also be changes in determining who holds power and how they exercise it, and it is also in the context of interconnected changes that we can evaluate the importance of Islamic politics in particular. Keywords: extreme, Islam politics, FPI   Abstrak Kelompok garis keras, seperti Barisan santri, FPI, Gerakan Peduli Umat (GPI), KAMPU (Koalisi Aksi masyarakat peduli Ummat) Forum Pataruman, Forum Laskar Tasikmalaya (FLT), dan organisasi Islam lainnya, melakukan tekanan kepada pemerintah. Gerakan tersebut, diperkuat political will dari pimpinan daerah Kabupaten Tasikmalaya, seperti yang terlihat dalam peraturan yang diterbitkanya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Islam dipandang sebagai sebuah ideologi, suatu keimanan yang mungkin mempengaruhi perilaku tetapi menyediakan kesempatan kecil untuk tindakan independen. Islam lebih bersifat "variabel dependen" yang manuvernya dialamatkan pada konteks politik -pandangan yang berbeda dari mereka yang bersifat "politis". Kedua, hampir sama dengan pendekatan politik informal, pendekatan utilitarian ini menyatakan bahwa politik merupakan jaringan perhubungan sosial yang kaya yang berdasarkan pada umur, keluarga, posisi resmi, dan pengetahuan; dengan demikian pemikiran ini menunjukkan kehalusan politik itu sendiri. Jika Islam merupakan variabel dependen, maka begitu pula politik. Ketiga, mengenai masalah masa depan, nampak bahwa dengan majunya modernisasi, isi dan konfigurasi kekuatan sosial akan berubah. Ketika hal ini terjadi, akan terdapat juga perubahan-perubahan dalam menentukan siapa yang memegang kekuasaan dan bagaimana mereka menjalankannya, dan ini juga dalam konteks perubahan yang saling berhubungan bahwa kita dapat mengevaluasi pentingnya politik Islam secara khusus. Kata kunci: garis keras, politik Islam, FPI
Pengaruh Sorogan Alquran dan Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Motivasi Belajar Ahmad, Syatiri
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In learning activities, there are a variety of methods that can be used by a teacher in the school, madrasa and Islamic boarding schools. Most of the methods used are still using the old or traditional methods, especially in the pesantren environment, to be a method that is maintained until now used by the cleric to give instruction to his students. This study aims to determine the effect of Qur'an Sorogan on student motivation, to determine the effect of teacher personality competencies on student motivation, and to determine the influence of Qur'an Sorogan and teacher personality competency together on student motivation. Sorogan method is a method of learning that is carried out individually, learning interaction, learning guidance, and supported by the activeness of students. The method in this research is descriptive analytic with quantitative approach. Data collection techniques used Questionnaire, observation, interview, linearity testing, hypothesis testing and data analysis techniques. The results of this study are as follows: (1) Sorogan Qur'an influences student motivation by 33% with low interpretation, (2) teacher's personal competence influences student motivation by 23% with low interpretation, (3) Sorogan The Qur'an and the teacher's personal competence together affect the learning motivation of students by 36% with low interpretation, while other factors that influence by 69.3%. Keywords: Sorogan Qur’an, Teacher personality competence, Learning motivation   Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan oleh seorang guru baik dalam lingkungan sekolah, madrasah maupun pesantren sebagian besar metode yang digunakan masih menggunakan cara lama atau tradisional, terutama dalam lingkungan pesantren, menjadi metode yang dipertahankan sampai saat ini yang digunakan oleh ustadz untuk memberikan pengajaran kepada santrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pengaruh Sorogan Al-qur’an terhadap motivasi siswa, untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi siswa, dan untuk mengetahui pengaruh sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa. Metode sorogan merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara individual, interaksi pembelajaran, bimbingan pembelajaran, dan didukung keaktifan santri. Metode dalam penelitian ini adalah  deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket penelitian. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linieritas, uji multikolonieritas dan uji hipotesis. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas VIII A s/d VIII D yang berjumlah 130 siswa. Sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi (25 % x 130 siswa = 32 siswa). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Sorogan Al-qur’an berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 33% dengan interprestasi rendah, (2) kompetensi kepribadian guru  berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 23% dengan interprestasi rendah, (3) Sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 36% dengan interprestasi rendah, Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi sebesar 69,3%. Kata Kunci: Sorogan Al-qur’an, Kompetensi kepribadian guru, Motivasi belajar
Implementasi “Maqashid Syari’ah” Pada Kebijakan Strukturisasi Keuangan di Instansi Keuangan Syariah Sonjaya, Adang; Goffary, Irfan
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, economic studies are divided into macroeconomics and microeconomics. Macroeconomics discusses more about policies made by the government in order to regulate monetary and fiscal matters, while microeconomics discusses more about corporate economic actors. Company management itself consists of operational management, marketing management, human resource management and financial management. Financial management is in charge of how companies seek and manage sources of funds, both own capital and foreign capital (loans) to meet the company's needs in producing products and services to be effective and efficient. Islam exists as a value and order in business with the term Maqashid syari'ah which was first coined by Al-Syatibi. It turns out that these values ​​can be implemented in company financial policies so that they can improve financial performance. And it can be concluded that an Islamic company is a company that implements or tries to apply the values ​​that exist in the Maqashid syari'ah. By implementing a murabahah financing scheme in Islamic banking, the rate of return is more profitable for both companies that receive financing and for banks that distribute financing. This is due to differences in financial structuring patterns between Islamic banking and conventional banking. Keyoword: Maqashid Syari'ah, financial structuring, Islamic financial institutions Abstrak Pada umumnya kajian ekonomi itu terbagi dalam ekonomi makro dan ekonomi mikro. Ekonomi makro lebih banyak membahas tentang kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka mengatur moneter dan fiskal, sedangkan ekonomi mikro lebih banyak membahas tentang pelaku ekonomi perusahaan. Manajemen perusahaan sendiri terdiri dari manajemen operasional, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan manajemen keuangan. Manajemen keuangan bertugas bagaimana perusahaan mencari dan mengelola sumber dana baik modal sendiri maupun modal asing (pinjaman) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menghasilkan produk dan jasa agar efektif dan efisien. Islam hadir sebagai sebuah nilai dan tatanan dalam bisnis dengan istilah Maqashid syari’ah yang pertama kali dicetuskan oleh Al-Syatibi. Ternyata nilai-nilai tersebut bisa diimplementasikan dalam kebijakan keuangan perusahaan sehingga bisa meningkatkan kinerja keuangan. Dan bisa disimpulkan bahwa perusahaan islam itu adalah perusahaan yang menerapkan atau berusaha mengaplikasikan nilai-nilai yang ada pada Maqashid syari’ah. Dengan menerapkan skem pembiayaan murabahah di perbankan islam maka tingkat pengembalian hasil lebih menguntungkan baik bagi perusahaan yang menerima pembiayaan maupun pihak bank yang menyalurkan pembiayaan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pola strukturisasi keuangan antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional.   Kata Kuci: Maqashid Syari’ah, strukturisasi keuangan, instansi keuangan syariah
Radikalisme Islam di Jantung Kota Santri: Fragmentasi dan Polarisasi Aripudin, Acep
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tasikmalaya has a problem with the emergence of hardline Islamic movements, which sometimes bring out the face of "radical" Islam. The movement was responded by some people, so that it seemed to have the support of the people. They carry out social, political and mass mobilization activities to claim their rights in the name of religion. They put pressure on the local government by bringing up the issue of the Sharia local regulation. This research explores several Islamic mass organizations in the City of Santri, Tasikmalaya. This research study related to the Islamist movement is focused on the polarization and pragmentation of its movement, representing the theme of discourse related to the thoughts and activities of religious movements. Not only descriptive analysis, but also their thoughts and actions on existing religious organizations will be revealed. Fragmentation and contestation among Islamic mass organizations in order to gain public sympathy cannot be avoided. Moreover, the targets of their movement have led to practical political movements to gain positions and positions in power. According to him, power is the core target of their movement to make it easier to make community improvements or da'wah. The various currents of thought that occur in Muslims are a response to massive modernization. In the context of today's Indonesians, Islamic politics must be displayed with an Islamic spirit that is contemporary, intelligent, straightforward and takes sides with the efforts to uphold the values ​​of social justice. Every Islamic political thought will be tested by the contextualization in which Islamic political thought lives. Keywords: Radicalism, Islam, hardline, politics   Abstrak Tasikmalaya memiliki persoalan munculnya gerakan Islam garis keras, yang terkadang memunculkan wajah Islam “radikal”. Gerakan tersebut direspon oleh sebagian masyarakat, sehingga seolah mendapat dukungan rakyat. Mereka melakukan aktifitas sosial, politik dan pengerahan masa untuk menuntut hak-haknya dengan mengatasnamakan agama. Mereka melakukan tekanan terhadap pemerintah setempat dengan mengusung isu Perda syariat. Penelitian ini menelusuri beberapa organisasi masa Islam di Kota Santri, Tasikmalaya. Telaah riset terkait gerakan Islamis ini difokuskan pada polarisasi dan pragmentasi gerakannya, merepresentasikan tema diskursus terkait pemikiran dan aktifitas gerakan keagamaan. Bukan saja analisis deskripsi, namun akan diungkap juga pemikiran dan aksinya terhadap organisasi keagamaan yang ada. Fragmentasi dan kontestasi di antara ormas Islam guna meraih simpati masyarakat tidak bisa dihindari. Apalagi target-target gerakan mereka sudah mengarah pada gerakan politik praktis untuk memperoleh posisi dan kedudukan dalam kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan merupakan inti target dari gerakan mereka untuk memudahkan melakukan perbaikan masyarakat atau dakwah. Berbagai arus pemikiran yang terjadi pada diri umat Islam merupakan respons terhadap modernisasi yang begitu masif. Dalam konteks ke-Indonesia-an hari ini, politik Islam mestilah bisa ditampilkan dengan semangat Islam yang menzaman, cerdas, lugas dan berpihak pada upaya tegaknya nilai-nilai keadilan sosial. Setiap pemikiran politik Islam akan diuji oleh kontekstualisasi di mana pemikiran politik Islam itu hidup. Kata kunci: Radikalisme, Islam, garis keras, politik
Regulasi Zakat dan Pranata Sosial Dalam Upaya Pengentasan Masalah Kemiskinan Taufik, Muhamad; Irwansyah, Shindu
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Almost every Eid al-Fitr, thousands of people jostle until several people pass out to fight over zakat mal from a businessman or public official. Poor people risk their lives to get a little money (between 10 thousand and 25 thousand rupiah). This direct distribution of zakat is because the muzaki feel they are more targeted or do not trust the accountability of zakat management institutions. In contemporary economics, zakat has a distributional effect on reducing the income gap between the rich and the poor. Zakat can also stimulate the economic demands of the poor by increasing output and employment. So, if zakat is paid according to the Shari'a, poverty can be eliminated by reducing poor Muslims. Muslims are also encouraged to give donations, such as the establishment of waqf institutions. Waqf institutions can be modified to promote the progress of Muslims and increase their ability to face the challenges of economic globalization. Poverty alleviation requires Muslims to carry out a radical transformation that includes buildings with complete capacities, commitment to cooperation, government political will, and regulation and implementation of the principles of justice in Islam. Keywords: Zakat mal, zakat management institutions   Abstrak Hampir setiap menjelang Idul Fitri, ribuan orang berdesak-desakan sampai beberapa orang pingsan untuk berebut zakat mal dari seorang pengusaha dan atau pejabat publik. Warga miskin mempertaruhkan jiwanya untuk mendapatkan sedikit uang (antara 10 ribu sampai 25 ribu rupiah). Pembagian zakat secara langsung ini karena muzaki merasa lebih tepat sasaran atau kurang percaya dengan akuntabilitas lembaga-lembaga pengelola zakat. Dalam ekonomi kontemporer, zakat memiliki dampak distributional untuk mengurangi kesenjangan pendapatan antara golongan kaya dan miskin. Zakat juga dapat menstimulasi tuntutan ekonomi kaum miskin dengan meningkatkan output dan lapangan pekerjaan. Jadi, apabila zakat ditunaikan sesuai syariat, kemiskinan dapat dihilangkan dengan mengurangi umat muslim yang miskin. Umat muslim juga dianjurkan berinfak, seperti pendirian institusi wakaf. Institusi wakaf dapat dimodifikasi untuk mempromosikan kemajuan umat Islam dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan globalisasi ekonomi. Pengentasan kemiskinan menuntut umat Islam melakukan transformasi radikal yang mencakup bangunan berkapasitas lengkap, komitmen kerjasama, political will pemerintah, serta regulasi dan implementasi prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. Kata kunci: Zakat mal, lembaga pengelola zakat
Distribusi Dana Produk Koperasi Syariah Antara Koperasi Kospin Jasa Syariah, KSPPS Tumang dan KSPPS E-MAS Ihwanudin, Nandang
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of cooperatives with Islamic principles is growing rapidly. With the development of Islamic cooperatives with assets of hundreds of billions of rupiah such as BMT Tumang, even trillions of rupiah such as the KOSPIN Jasa Cooperative, many people who care about sharia economics want to help others by taking the initiative to establish community economic institutions such as the birth of KSPPS E-MAS. This article examines the comparison of fund distribution products in the form of loans and financing in KOSPIN Syariah Services Cooperative, KSPPS Tumang and KSPPS E-MAS. By using a comparative study through literature study and interviews, it was found that first, there were similarities in the three cooperatives in implementing the murabahah and musyarakah contracts as tijari and wakalah contracts as covenants to other covenants; second, there are differences in: a) the cooperative BMT Tumang and KSPPS E-MAS both distribute the Qardul Hasan contract, while the Kospin Jasa Syariah Cooperative implements the contract; and b) Kospin Jasa Syariah and BMT Tumang use the ijarah contract, while the KSPPS E-MAS uses the istishna and kafalah contracts. Keywords: Fund Distribution, Sharia Cooperative, KSPPS E-MAS   Abstrak Pertumbuhan koperasi dengan prinsip syariah berkembang pesat. Berkembangya koperasi Syariah dengan aset ratusan milyar rupiah seperti BMT Tumang, bahkan triliunan rupiah seperti Koperasi KOSPIN Jasa, banyak masyarakat yang peduli ekonomi syariah berkeinginan membantu sesama dengan berinisiatif mendirikan lembaga ekonomi umat seperti dengan lahirnya KSPPS E-MAS. Arikel ini meneliti perbandingan mengenai produk-produk penyaluran dana berupa pinjaman dan pembiayaan di Koperasi KOSPIN Jasa Syariah, KSPPS Tumang dan KSPPS E-MAS. Dengan menggunkan studi komparatif melalui studi kepustakaan dan wawancara ditemukan bahwa: pertama, ada persamaan di ketiga kopersai tersebut dalam menerpakan akad murabahah dan musyarakah sebagai akad tijari dan wakalah sebagai akad pendamping akad lainnya; kedua,terdapat perbedaan pada: a) koperasi BMT Tumang dan KSPPS E-MAS sama-sama menyalurkan akad Qardul Hasan, sedangkan Koperasi Kospin Jasa Syariah yang mengimplementasikan akad tersebut; dan b) Kospin Jasa Syariah dan BMT Tumang menggunakan akad ijarah, sedangkan KSPPS E-MAS menggunan akad istishna dan kafalah. Kata Kunci: Distribusi Dana, Koperasi Syariah, KSPPS E-MAS
Belajar Al-Quran Kapan Saja, Dimana Saja:Kampanye Platform QuranCall PPPA Darul Quran melalui Instagram @qurancall Fakhruroji, Moch
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of the internet and social media, reading the Quran is no longer a specific activity that must be bound by a certain time and place. This article describes the Instagram-based campaign efforts carried out by PPPA Darul Quran as a pesantren that focuses on the study of the Quran. Using the virtual ethnography method, this research shows how the @qurancall account has become a strategic campaign media aimed at the increasingly literate social media community. In general, the contents of @qurancall not only promote learning and memorizing the Quran anytime and anywhere, but also there are some messages of wisdom that can inspire its followers. Furthermore, this account also has a pragmatic function as a channel to promote PPPA Darul Quran as an institution for studying the Quran in Indonesia.  Keywords: Tahfidz Al-Quran, PPPA Darul Quran, social media, Instagram @qurancall   Abstrak Di era kedigdayaan internet dan media sosial, aktivitas membaca Al-Quran tidak lagi menjadi aktivitas spesifik yang harus terikat waktu dan tempat tertentu. Artikel ini mendeskripsikan tentang upaya kampanye berbasis media sosial Instagram yang dilakukan oleh PPPA Darul Quran sebagai pesantren yang berfokus pada kajian Al-Quran. Dengan menggunakan metode etnografi virtual, penelitian ini menunjukkan bagaimana akun @qurancall telah menjadi media kampanye strategis yang memang ditujukan pada masyarakat semakin melek media sosial. Secara umum, konten dalam @qurancall tidak hanya mempromosikan untuk belajar dan menghapal Al-Quran kapan saja dan dimana saja, tetapi juga terdapat beberapa pesan-pesan hikmah yang dapat menginspirasi para follower-nya. Lebih jauh, akun ini juga memiliki fungsi pragmatis sebagai salah satu saluran untuk mempromosikan PPPA Darul Quran sebagai institusi kajian Al-Quran di Indonesia.   Kata kunci: Tahfidz Al-Quran, PPPA Darul Quran, media sosial, Instagram @qurancall
Living al-Qur’an dan Hadis: Pendekatan Filsafat Pragmatisme Charles Sanders Peirce Sulaiman, Akhmad; Shofi'i, Eri Nur
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the relevant theories of Charles Sanders Peirce's pragmatism philosophy and explain how these theories work in the research of the living Qur'an and hadith. It is encouraged by the lack of this research on aspects of philosophy. The significance of the theories is that the research, besides focusing on the rituals or traditions in a particular community, also focuses on the belief. The position of the agent in this research becomes very significant because the social phenomena that are the object of the research are manifestations of his subjective interpretations. It is the advantage of these theories compared to the applied sociological and anthropological theories. Peirce's pragmatism philosophy directs researchers to target the belief aspect as well as the practical aspect of research with the sociology and anthropology approach. The belief includes how subjects believe what they practice and how the belief is constructed. At this point, Peirce's pragmatism philosophy notice how the agent interprets texts subjectively to produce traditions in society. The ritual changes is also a research concern because it is part of the dynamics of pragmatic meaning. Keywords: Pragmatism Philosophy, Peirce, Living al-Qur’an and Hadith.   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori-teori relevan dari filsafat pragmatisme Charles Sanders Peirce (1839-1914) dan menjelaskan bagaimana teori-teori ini bekerja dalam penelitian living al-Qur’an dan hadis. Ini didorong oleh kekurangan penelitian ini pada aspek filsafat. Signifikanisi filsafat pragmatisme Peirce adalah bahwa penelitian, selain fokus pada sisi ritual-ritual atau tradisi-tradisi dalam komunitas tertentu, juga fokus pada keyakinan. Kedudukan agen dalam penelitian ini menjadi sangat signifikan karena fenomena sosial yang menjadi objek penelitian merupakan manifestasi dari interpretasi subjektifnya. Ini merupakan kelebihan dari filsafat pragmatisme dibanding teori-teori sosiologi dan antropologi yang telah diterapkan. Keyakinan meliputi bagaimana subjek-subjek meyakini apa yang mereka kerjakan dan bagaimana terbentuknya keyakinan tersebut. Pada titik ini, filsafat pragmatisme Peirce memperhatikan bagaimana agen memaknai teks secara subjektif untuk menghasilkan tradisi-tradisi di dalam masyarakat. Perubahan-perubahan ritual juga menjadi perhatian penelitian kerena itu merupakan bagian dari dinamika makna pragmatis. Kata Kunci: Filsafat Pragmatisme, Peirce, Living al-Qur’an dan Hadis.

Page 7 of 12 | Total Record : 115