cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
Pengaruh Tradisi Membaca Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MA Al-Hidayah Rosmayati, Siti; Maulana, Arman; Rochman, Boy Arief
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 2 No. 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading al-quran is something that lives full of serenity. As Muhammad SAW in his revelation is instructed to read the Koran and through reading Allah commands something or knowledge that is unknown. Al-qur'an reading activities carried out by students of MA Al-Hidayah class X, the level of learning achievement of Islamic Religious Education students of class X, and there is no effect of the effect of reading the al-qur'an on student achievement in grade X quantitative research approach with simple linear regression analysis. The population in this study were all class X students at Al-Hidayah Private Madrasah Aliyah which correspond to 212 students. So the sampling using cluster sampling technique by taking class X 80 students. The results of this data analysis are as follows: the variable of students' reading habits of the Al-Qur'an on the learning achievement of PAI in cognitive and affective aspects has a significance value of 0.001 and 0.011. Because the probability values ​​of 0.002 and 0.025 are smaller than 0.05, the alternative hypothesis (Ha) is accepted. And the analysis for the variable of the habit of reading the Koran on the students' psychomotor aspects of Islamic Education learning achievement obtained a significance value of 0.001. Because the probability (0.001) is smaller than 0.05, the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Keywords: habit of reading al-quran, learning achievement   Abstrak Membaca Al-Qur’an merupakan sesuatu yang menjadikan hidup penuh dengan ketenangan. Sebagaimana nabi Muhammad SAW dalam wahyunya diperintahkan membaca al-quran dan melalui membaca Allah mengajarkan manusia sesuatu atau pengetahuan yang tidak diketahui. Adapun kebiasaan membaca Al-Qur’an yang dilakukan oleh siswa MA Al-Hidayah kelas X, tingkat prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas X, dan ada tidaknya pengaruh kebiasaan membaca Al-Qur’an terhadap prestasi belajar siswa kelas X. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan analisis Regresi Linear Sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di Madrasah Aliyah Swasta Al-Hidayah yang berjumlah 212 siswa. Maka dilakukan pengambilan sample penelitian menggunakan terknik cluster sampling dengan mengambil siswa kelas X 80 siswa. Hasil analisis data ini adalah sebagai berikut: variable kebiasaan membaca Al-Qur’an siswa terhadap prestasi belajar PAI aspek kognitif dan afektif di peroleh nilai signifikansi 0,001 dan 0,011. Oleh karena nilai probabilitas 0,002 dan 0,025 lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dan analisis untuk variable kebiasaan membaca Al- Qur’an terhadap prestasi belajar PAI siswa aspek psikomotorik diperoleh nilai signifikansi 0,001. Oleh karena probabilitas (0,001) lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternative (Ha) diterima. Kata kunci: kebiasaan membaca Al-Qur’an, prestasi belajar
Radix of Prophetic Communicology: Ethical Perspective of the Qur'an Muhtadi, Asep Saeful
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication ethics has a signal footing (cue) in the ethical concepts of the Qur'an. These cues show instructions on how to build smarter and more civilized communication ethics which are more popularly called "prophetic communication". This article tries to find the argumentative radix of prophetic communication ethics in the Islamic tradition, especially the Qur'an and the Sunnah of the prophet. Text analysis and historical context are used as approaches and methods in exploring cues related to prophetic communication from Islamic tradition sources. The results show that prophetic communication cues get a foothold in the tradition of Islamic texts that can improve communication theories that develop in the West which are more oriented towards communication humanism by denying ethical and moral values which are also the natural basis of humans (sunnatullah). Several ethical concepts, such as qaul with its various conditional attributes, are revealed as evidence of these ethical cues through an interpretive approach. Likewise, its history is revealed in various forms and roles, including the role and involvement of God as an element of communicators (communicators). Keywords: Prophetic communication, quran ethics, qaul, Sunnah (tradition).   Abstrak Etika komunikasi memiliki pijakan signal (isyarat) dalam konsep-konsep etik Qur’an. Isyarat tersebut menunjukan adanya petunjuk bagaimana membangun etika komunikasi yang lebih smart dan beradab yang lebih populer disebut “komunikasi profetik”. Artikel ini mencoba mencari akar argumentatif etika komunikasi profetik dalam tradisi Islam, terutama Qur’an dan Sunah nabi. Analisis teks dan konteks historis digunakan sebagai pendekatan dan metode dalam menggali isyarat-isyarat terkait komunikasi profetik dari sumber-sumber tradisi Islam. Hasilnya menunjukan bahwa isyarat komunikasi profetik mendapat pijakan dalam tradisi teks Islam yang dapat memperbaiki teori-teori komunikasi yang berkembang di Barat yang lebih berorientasi pada humanisme komunikasi dengan menafikan nilai-nilai etik dan moral yang juga menjadi landasan natural manusia (sunnatullah). Beberapa konsep etik, seperti qaul dengan ragam atribut kondisionalnya diungkap sebagai bukti isyarat-isyarat etik tersebut melalui pendekatan tafsir. Begitu juga historisnya diungkap dalam ragam bentuk dan peran, termasuk peran dan keterlibatan Tuhan sebagai elemen pelaku komunikasi (komunikator). Kata kunci: Komunikasi Profetik, etik qur’an, qaul, Sunnah (tradisi).
Analysis of Islamic Religious Education Curriculum at Integrated Islamic Junior High School (SMP IT) Bina Mulya Ngamprah Bandung Barat Hidayat, Nur; Suhana, Suhana; Ruswandi, Uus; Arifin, Bambang Samsul
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the objectives of the Islamic Religious Education curriculum, the contents of the Islamic Religious Education curriculum, the Islamic Religious Education curriculum materials, and to find out the model for the implementation of the Islamic Religious Education curriculum at SMP IT Bina Mulya Ngamprah West Bandung. This type of research was qualitative research. While the data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that the goal of the PAI curriculum at SMP IT Bina Mulya is to foster faith through giving examples, fertilizing, and developing knowledge, appreciation, practice, habituation, and the experience of students about the religion of Islam. While the contents of the Islamic Religious Education curriculum structure at SMP IT Bina Mulya is an integration of the national PAI curriculum and the uniqueness of the Integrated Islamic School, i.e. the serial PAI module material (Aqidah, Tafsir, Hadith, Fiqh, Siroh, Adab and Tsaqofah). Quantum Learning, modeling systems, riyadhah systems, Outdoor Natural Learning, various learning strategies, and varied learning methods. Keywords: Model, Curriculum, Islamic Religious Education, Integrated Islamic School   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan kurikulum Pendidikan Agama Islam, isi kurikulum Pendidikan Agama Islam, materi kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta mengetahui model penyelenggaraan kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMP IT Bina Mulya Ngamprah Bandung Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan kurikulum PAI di SMP IT Bina Mulya adalah menumbuh kembangkan keimanan melalui pemberian ketauladanan, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam. Sedangkan Isi struktur kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMP IT Bina Mulya merupakan integrasi kurikukulum PAI nasional dan Kekhasan Sekolah Islam Terpadu yaitu dengan serial materi modul PAI ((Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih, Siroh, Adab dan Tsaqofah). Sementara model pembelajaran menggunakan sistem pembelajaran Quantum Learning, sistem modeling, sistem riyadhah, Pembelajaran OutdoorAlam, Strategi Pembelajaran yang beragam, serta metode pembelajaran yang bervariasi. Kata Kunci:: Model, Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Sekolah Islam Terpadu.
Islamic Education Financing Management Model Samsudin, Agus; Sanusi, Iwan; Firdaus, Jannatun
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financing is one of the important elements in educational institutions. One indicator of a good school is the high cost, but the complexity of financing in educational institutions is one of the factors inhibiting the quality and progress of these educational institutions, therefore there needs to be efforts and models in managing financing in educational units towards achieving the vision and mission of educational institutions, especially institutions. Islamic education. The method used in the implementation of this study was a descriptive analysis method with a qualitative approach. With data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study illustrate, in planning for financing management through annual work meetings that are integrated with the Madrasah Activity Plan and Budget (RKAM) in accordance with technical guidelines (technical instructions) for the use of BOS funds. In the process of developing the RKAM, the madrasah holds a meeting of the foundation leadership, headmaster, educators, education staff and programmed madrasah committees. In its implementation, it refers to the madrasah program according to its time schedule. In the evaluation of financing, madrasah makes an accountability report book (LPJ), programs that have not been realized and are considered important will be resubmitted to the next program, programs that have been implemented if deemed important will continue to be budgeted for in the next program based on good and periodic control. Keywords: Management Model, Financing, Islamic Education   Abstrak Pembiayaan salah satu unsur penting dalam lembaga pendidikan. Salah satu indikator sekolah bagus biayanya tinggi, namun kompleksnya pembiayaan di lembaga pendidikan menjadikan salah satu faktor penghambat kualitas dan kemajuan lembaga pendidikan tersebut, oleh karena itu perlu ada upaya dan model dalam mengelola pembiayaan di satuan pendidikan menuju tercapai visi dan misi lembaga pendidikan, terkhusus lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan jenis pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan, dalam melakukan perencanaan terhadap manajemen pembiayaan melalui rapat kerja tahunan yang terintegrasi dengan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) penggunaan dana BOS. Dalam proses pengembangan RKAM, madrasah mengadakan rapat pimpinan yayasan, kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan dan komite madrasah yang terprogram. Dalam pelaksanaanya, mengacu pada program madrasah sesuai time schedule-nya. Dalam evaluasi pembiayaan, madrasah membuat buku laporan pertangungjawaban (LPJ), program yang belum terealisasi dan dianggap penting nantinya akan diajukan ulang pada program berikutnya, program yang sudah terlaksanakan jika dianggap penting maka akan terus dianggarkan pada program berikutnya berdasarkan kontrol yang baik dan berkala. Kata Kunci: Model Manajeman, Pembiayaan, Pendidikan Islam
Interaction Model on Virtual Communication in Religious Narration in Digital Era Andini, Andini
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article was written as an initial note on determining attitudes in virtual communication related to religious narratives in the digital era. The digital world creates a virtual communication space that can be accessed by all people with different backgrounds. In addition, the digital world offers a religious narrative that is served like a buffet and this is often misused by parties or groups for personal gain. Communication which is built in the virtual world is free, anyone from various backgrounds is able to express opinions and information. This will lead to the fading of the values of religious authority, the strengthening of individualism, and the decrease of tolerance among religious people. Because religious narratives do not have clear power in terms of sources, sanad and authenticity of writing, which is worrying if consumed irresponsibly and results in extreme attitudes to understanding religious narratives. Determining the right attitude used in virtual communication is an important study in this paper. The point is to balance the flow of virtual communication that is not conducive, giving birth to a tolerant attitude in society in the digital world. Keywords: Virtual Communication, Religious Narrative, Digital Era   Abstrak Artikel ini ditulis sebagai catatan awal tentang menentukan sikap dalam komunikasi virtual berkaitan dengan narasi keagamaan di era digital. Dunia digital menciptakan sebuah ruang komunikasi virtual yang dapat diakses oleh semua orang dengan latar belakang berbeda. Selain itu dunia digital menawarkan sebuah narasi keagamaan yang disajikan bagaikan prasmanan dan hal ini kerap kali disalahgunakan oleh pihak atau kelompok untuk kepentingan pribadi. Komunikasi yang dibangun dalam dunia virtual bersifat bebas, siapapun dari berbagai latar belakang mampu mengungkapkan pendapat dan informasi. Hal yang demikian akan membawa pada pudarnya nilai-nilai otoritas keagamaan, menguatnya individualism, dan menurunnya toleransi sesama umat beragama. Karena narasi keagamaan tidak memiliki kekuatan jelas dalam hal sumber, sanad dan keaslian tulisan, yang mengkhawatirkan jika dikonsumsi secara tidak bertanggung jawab dan berakibat pada sikap yang ekstrem memahami narasi keagamaan. Menentukan sikap yang tepat digunakan dalam komunikasi virtual adalah kajian penting dalam tulisan ini. Gunanya untuk penyeimbang arus komunikasi virtual yang tidak kondusif, melahirkan sikap toleran dalam masyarakat di dunia digital. Kata Kunci: Komunikasi Virtual, Narasi Keagamaan, Era Digital
Islamic Education Monitoring and Evaluation Management at Al Amanah Junior High School, Cileunyi During Covid 19 Pandemic Erihadiana, Mohamad; Rofiani, R.; Rahmawati, Harkit; Khaeruniah, Ade Een
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study intends to analyze the management of supervision and evaluation of education at Al Amanah junior high school Cileunyi during the Covid 19 pandemic. Through a naturalistic qualitative approach, i.e.  research conducted by examining problems that are naturally occurring at Al Amanah junior high school Cileunyi, then obtained data showing distance learning process implemented by the school during the Covid 19 pandemic. The process of collecting data via whatsapp and telephone calls. The results of the study indicate that the management of supervision and evaluation of the implementation of the local content curriculum during the Covid 19 pandemic has not been carried out programmatically. This fact shows that there are problems in terms of management, supervision and evaluation, i.e. the process of observing and measuring the operational activities of the Islamic local content curriculum and the results achieved, compared to the education standards that have been set. This also shows that the supervision process by the supervisors has not been maximized, especially the supervisors from the Ministry of Religion. Another finding from this study is that the management of supervision and evaluation by school leaders during the Covid 19 pandemic has not been implemented to organize Islamic local content learning while students study at home. Keywords: Covid 19, Evaluation, Management, Islamic Local Content, Supervision   Abstrak Penelitian ini bermaksud menganalisis manajemen pengawasan dan evaluasi pendidikan di SMP Al Amanah Cileunyi pada masa pandemi Covid 19. Melalui pendekatan kualitatif naturalistik, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji permasalahan yang secara natural tengah terjadi di SMP Al Amanah Cileunyi, maka diperoleh data-data yang menunjukkan proses pembelajaran jarak jauh yang diberlakukan sekolah selama masa pandemi Covid 19. Proses pengumpulan data melalui whatsapp dan Panggilan telpon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum muatan lokal selama masa pandemi Covid 19 belum dilaksanakan secara terprogram. Kenyataan tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam hal manajemen pengawasan dan evaluasi, yaitu belum berjalannya proses pengamatan dan pengukuran terhadap operasional kurikulum muatan lokal islami dan hasil dicapai, dibandingkan dengan standar Pendidikan yang telah ditetapkan.  Hal tersebut juga menunjukkan belum maksimalnya proses supervisi oleh Pengawas, khususnya Pengawas dari Kementerian Agama. Temuan lain dari penelitian ini adalah belum berjalannya manajemen pengawasan dan evaluasi oleh pimpinan sekolah selama masa pandemi Covid 19 yang dibuat untuk menyelenggarakan pembelajaran muatan lokal islami selama peserta didik belajar di rumah. Kata Kunci: Covid 19, Evaluasi, Manajemen, Muatan Lokal Islami, Supervisi
Memorizing Al-Qur'an as Santri’s Spiritual Character of Street Children Islamic Boarding School Attamur Bandung Regency Rochman, Boy Arief; Rosmayati, Siti; Maulana, Arman; Budiman, Ali Mu'min; Irfani, Ayit
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In principle, qualitative data analysis was carried out simultaneously with the data collection process. The process of collecting data could be done in qualitative research through observation and documentation. The analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. Conclusions that 1) Islam recommends for its adherents to seek knowledge, because with knowledge we can distinguish between truth and falsehood, between virtue and evil, between wrong and right, between guidance and misguidance, between good and bad, between beneficial and evil. which is harmful. And knowledge is to the human mind like light to the eye, without which the eye becomes blind. 2) Knowledge that is obligatory for every Muslim to know is the knowledge of religion. Regarding revelation in accordance with what is in the book of Allah and the sunnah of His Messenger and with the teachings of aqidah and sharia. One of the places to gain religious knowledge is in places of study such as in mosques, madrasah, Islamic boarding schools, or at house. Keywords: Education, Memorizing the Qur'an, Spiritual Character.     Abstrak Pada prinsipnya analisis data kulitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Proses pengumpulan data dapat dilakukan dalam penelitian kualitatif melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan bahwa 1) Islam menganjurkan bagi para penganutnya mencari ilmu, karena dengan ilmulah kita dapat membedakan antara haq dan bathil, antara kebajikan dan kejahatan, antara yang salah dari pada yang benar, antara hidayah dan sesat, antara baik dan jelek, antara yang bermanfaat dan yang mudharat. Dan ilmu itu bagi akal manusia umpama cahaya bagi mata, yang tanpa cahaya itu mata menjadi buta. 2) Ilmu yang wajib bagi setiap muslim mengetahuinya adalah ilmu mengenai keagamaan. Tentang wahyu sesuai dengan apa yang ada dalam kitab Allah dan sunnah Rasulnya dan dengan ajaran aqidah dan syariat. Salah satu tempat untuk menimba ilmu keagamaan adalah di tempat pengajian-pengajian seperti di masjid, madrasah, pesantren, atau di rumah. Kata kunci: Pendidikan, Menghafal Al-Qur’an, Karakter Spiritual.
Another Side of Folk Tradition; Da’wah, Entertainment, and Magic in the Madurese Community Aripudin, Acep; Yaya, Yaya
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence and development of traditional arts is closely related to the process of spreading religion. Not always art in religious communities appears deductively as a development of the spirit of religious teachings. This is because, in fact, art in traditional societies is potentially produced and can become a medium as well as a tool in spreading religion and relationships as well as strengthening the character of the community. Cultural values ​​in art are then unified and integrated into a local wisdom that complements each other, so that religious arts and culture are functionally inductively attached. This article aims to reveal how Islamic values ​​as a religion are functionally related to the art traditions of the Madurese community. The position of art as something profane and entertaining then changed to follow the position of a sacred religion and had similar consequences. The form of the relation between art and Islam can be seen in song lyrics, the history of the emergence of art, moments of performing arts, art genres, the spread of religion and the legality of religious leaders. In the end, the traditional arts of the community were preserved as Islam was preserved, and even developed into a multi-force that has an impact on improving the community's economy. Keywords: Da'wah, Art, Entertainment, Ritual, Madura, and Local Wisdom   Abstrak Muncul dan berkembangnya seni tradisional sangat berkaitan dengan proses penyebaran agama. Tidak selamanya seni pada masyarakat beragama muncul secara deduktif sebagai pengembangan dari spirit ajaran agama. Karena, dalam faktanya seni pada masyarakat tradisional secara potensial diproduksi dapat mejadi media sekaligus alat dalam menyebarkan agama dan dan huburan sekaligus yang memperkuat karakter masyarakat. Nilai-nilai budaya dalam seni kemudian menyatu dan terintegrasi menjadi suatu kearifan lokal yang saling mengisi, sehingga seni budaya beragama secara induktif melekat secara fungsional. Artikel ini, bertujuan mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam sebagai agama berhubungan secara fungsional dengan tradisi seni masyarakat Madura. Posisi seni sebagai sesuatu hal yang profane dan menghibur kemudian berubah mengikuti posisi agama yang sacral dan memiliki konsekuensi serupa. Wujud relasi seni dan Islam nampak pada syair lagu, sejarah munculnya seni, momen-momen pentas seni, genre seni, penyebar agama dan legalitas dari pemuka agama. Seni tradisional masyarakat pada akhirnya terpelihara sebagaimana terpeliharanya Islam, bahkan berkembang menjadi kekuatan multi yang berdampak seperti pada peningkatan ekonimi masyarakat. Kata Kunci: Da’wah, Seni, Hiburan, Ritual, Madura, dan Kearifan Lokal
The Pattern of Sharia Economic Thought: A Viewpoint Against the Quran Putra, Haris Maiza; Farid, Diana
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The economy that is developing in the current era leads to the western economy, not many know that in its history Islamic economics has triumphed in its time. The main problem is the dishonesty of western economists when mentioning scientific references. This does not mean that there is no historical basis for Islamic economics. The purpose of this study is to determine the style and methodology of Islamic economic thought. This research is a descriptive qualitative research. This research is a library research. The results of the study show that economic discourse in the Islamic perspective is very much found in the classical Islamic literature. The pattern of Islamic economic thought includes textual, substantialist, and liberal thinking. Islamic scientists have studied various economic dimensions in Islamic civilization at that time such as the problem of prices, market mechanisms, demand, supply, poverty, economic growth, inflation, money demand and supply, zakat, taxes, state revenues and expenditures and others. However, there is no specific scientific discipline that discusses various economic phenomena and activities. Keywords: Sharia Economics, History, Methodology, Patterns of Thought.   Abstrak Ekonomi yang berkembang era sekarang ini bermuara pada ekonomi barat, tidak banyak yang mengetahui bahwa dalam sejarahnya ekonomi Islam pernah berjaya pada masanya. Masalah utamanya adalah tidak jujurnya ekonom barat ketika menyebutkan rujukan keilmuannya. Bukan berarti bahwa tidak ada landasan historis keilmuan ekonomi Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui corak dan metodologi pemikiran ekonomi syari’ah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus ekonomi dalam perspektif Islam sangat banyak ditemukan dalam khazanah literatur klasik Islam. Corak pemikiran ekonomi syariah meliputi pemikiran tekstualis, substansialis, dan liberalis. Para ilmuwan Islam sudah mengkaji berbagai dimensi-dimensi ekonomi dalam peradaban Islam waktu itu seperti masalah harga, mekanisme pasar, permintaan, penawaran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, money demand and supply, zakat, pajak, penerimaan dan pengeluaran negara dan lain-lain. Namun demikian, belum ada disiplin ilmu khusus yang membahas berbagai fenomena dan aktivitas ekonomi. Kata Kunci: Ekonomi Syari’ah, Sejarah, Metodologi, Corak Pemikiran.
Traditional Preaching Patterns In The Cireundeu Traditional Village Aliadin, Ahmad; Sopwandin, Iwan; Shadikin, Anwar
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol. 3 No. 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of a missionary in delivering da'wah cannot be separated from the effective pattern he uses. Tabligh or Da'wah is a moral force that is able to drive social change and offers an alternative in building the future dynamics of the ummah, by taking the right, creative and wise ways and strategies. This paper aims to describe the pattern of da'wah in the Cireundeu Cimahi Traditional Village. This research uses descriptive analysis method with a qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The results of this study explain that Ustad Abdullah uses a traditionalist pattern, namely conveying Islamic messages or teachings from the yellow book. Using the method of delivery by word of mouth, by action, and equipped with writings from books, magazines or relevant leaflets obtained from outside. Cultural communication used is low context communication. His da'wah pattern had a very significant impact on the development of Islam in the Cireundeu Traditional Village. The public's interest in exploring and practicing Islamic teachings is also very enthusiastic. Keywords: Da'wah Pattern, Traditionalist, Cireundeu, Indonesia   Abstrak Keberhasilan seorang mubaligh dalam menyampaikan dakwah tidak terlepas dari pola efetif yang digunakannya. Tabligh atau Dakwah merupakan kekuatan moral yang mampu menggerakan perubahan sosial serta menawarkan satu alternatif dalam membangun dinamika masa depan umat, dengan menempuh cara dan strategi yang benar, keratif dan bijak. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pola dakwah di Kampung Adat Cireundeu Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Ustad Abdullah menggunakan pola tradisionalis, yaitu menyampaikan pesan-pesan atau ajaran Islam yang berasal dari kitab kuning. Menggunakan metode penyampaian Bil Lisan, Bil Hal, dan dilengkapi dengan tulisan dari buku, majalah atau selembaran relevan yang didapatkan dari luar. Komunikasi budaya yang digunakan yaitu komunikasi konteks rendah. Pola dakwahnya memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan Islam di Kampung Adat Cireundeu. Minat masyarakat untuk mendalami dan mengamalkan ajaran Islam juga sangat antusias. Kata Kunci: Pola Dakwah, Tradisionalis, Cireundeu, Indonesia

Page 8 of 12 | Total Record : 115