English Education: English Journal for Teaching and Learning
English Education: English Journal for Teaching and Learning which is later called EEJ is a journal published by Tarbiyah and Teacher Training Faculty IAIN Padangsidimpuan every June and December. EEJ focuses on teaching and learning of English as a foreign language. English Education : English Journal for Teaching and Learning related into some scopes on English Teaching Methodology, Structure and Grammar, Speaking Skill, Listening Skill, Reading Comprehension, Writing Skill, Morphology, Semantic Pragmatic, Discourse Analysis, Syntax, Translation, Phonology, Pronounciation, Language Acquisition, Vocabulary, Linguistics, Psycholinguistics, Sociolinguistics and Literature.
Articles
190 Documents
Total Physical Response
Sojuangon Rambe
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v7i01.1652
Total Physical Response is a language teaching method emerged in 1970s, created by J.E. Asher. This method attempts to adapt the process of infants’ first language acquisition, into the teaching of second and foreign language. Asher claims that kids acquire their first language by listening to their parents commands, comprehending, executing, and then uttering the words. It implicates in the creation of language teaching material in form of lists of imperative sentences graded based on the grammatical complexity, which causes TPR seems to be a grammar based method. Attempts to imitate first language acquisition in second or foreign language classes practically requires the teacher to demonstrate at the same time as uttering commands to be acted by the student, in which the students are not required to repeat the words. It is considered as the reflection of what happens when children communicate with their parents. In spite of the deep first language acquisition adoption, J.E. Asher claims that TPR teaching practice is based on three principles which cover the relationship between physical and brain activity, involvement of left brain and right brain, and creation of free stress learning atmosphere.
EQUIVALENCE IN TRANSLATION
Saragih, Eli Nondang
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v1i1.10
ABSTRAKProses terjemahan tidak hanya berkutat pada perubahan bentuk dari bahasa sumber ke bahasa target, akan tetapi lebih dititik beratkan pada perubahan makna yang ekuivalen (sama/setara) antara bahasa sumber dan bahasa target. Karena focus dari sebuah terjemahan adalah pada makna, khususnya makna yang ekuivalen. Karena itulah sangat perlu untuk memahami konsep ekuivalen dalam terjemahan yang telah banyak di bahas oleh para ahli bahasa melalui teori-teori yang mereka usulkan. Hampir semua para ahli menyatakan bahwa mendapatkan makna yang ekuivalen merupakan hal yang sangat krusial dan merupakan bagian yang terpenting dalam proses terjemahan,dan tidak mudah untuk dapat melakukan hal tersebut. Karena dalam kenyataannya banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses pencarian dan penentuan makna yang ekuivalen, seperti faktor linguistik yang terkait dengan fonologi, morfologi, sintaksis, semantic, prakmatik,leksikal dan grammatical dari bahasa sumber dan juga bahasa target. Disamping itu juga tidak dapat dinafikan adanya pengaruh budaya yang mempengaruhi makna dalam proses terjemahan. Semua faktor-faktor yang disebutkan diatas harus menjadi perhatian seorang penterjemah ketika melakukan proses terjemahan. Sehingga, makna ekuivalen harus menjadi fokus perhatiannya agar tidak terjadi distorsi atau pengurangan makna dalam terjemahan dan hasil terjemahan dapat difahami oleh pembaca. Key Words: Equivalence,translation.
Students’ Vocabulary Mastery Using Kahoot Platform Media
Fitri Rayani Siregar;
Selvia Angela
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 7, No 02 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v7i02.2238
The objective of the research is to examine the students’ vocabulary mastery by playing Kahoot platform media. A quantitative research was employed where the research involved 33 students as samples. The data was obtained through test from third semester students of undergraduate program English Education Department (TBI-2) Teacher Training Faculty IAIN Padangsidimpuan in 2019/ 2020 academic year. In sum, the students’ vocabulary mastery by using the application which names Kahoot platform media included into enough category by getting 43.82 score. The hypothesis formed was rejected based on the proof. Therefore, the students’ vocabulary mastery by using Kahoot platform media was not suitable with the researcher’s hope.
STUDENTS’ COMPREHENSION IN READING EXPOSITORY TEXT AT THE FOURTH SEMESTER OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM STAIN PADANGSIDIMPUAN
Abdi Yunus;
sYAHID Muammar Pulungan;
Zainuddin Saragih
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v1i2.24
AbstractPenelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif terkait dengan kemampuan membaca teks ekspository mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris semester IV STAIN Padangsidimpuan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan mahasiswa yang dijadikan sebagai sample pada penelitian ini dalam memahami teks eksipotori tergolong cukup rendah yakni 58.6 %. Kemudian peneliti juga menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami kata-kata yang sulit karena rendahnya kemampuan pemahaman kosa kata bahasa Inggris mahasiswa, dalam mengenali jenis teks, dan menganalisa isi teks. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara keapda dosen reading comprehension, dan mendapatkan bahwa tidak ada pembahasan khusus terkait dengan ekspositori tersebut, namun terdapat satu topic pembahasan tentang genre. Namun penelititetap menyimpulkan bahwa mahasiswa masih memiliki kemampuan yang rendah dalam memahami teks, sehingga disarankan agar dosen reading comprehension memperhatikan dan dapat meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa.
A COMPARISON BETWEEN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING AND DISCUSSION METHOD IN TEACHING WRITING PROCEDURE TEXT
zainuddin zainuddin
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v2i2.124
ABSTRACTTujuan dari penelitian untuk membandingkan dua metode yaitu metode contextual teaching learning dan discussion method dalam mengajarkan writing khususnya pada pengajaran procedure text. Penelitian ini dilakukan pada MTs Muhammadiyah 22 Padangsidimpuan dengan populasi 110 dan sampel diambil secara acak sehingga menjadi 78 siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasanya kemampuan siswa menjadi lebih meningkat dengan diajarkan menggunakan metode contextual teaching.Kata kunci: contextual teaching learning, discussion method dan procedure text.
COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING
Sojuangon Rambe
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v5i2.1180
Communicative Language Teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang merupakan reaksi terhadap metode-metode sebelumnya yang dianggap tidak komunikatif dalam hal bahan ajar maupun teknik mengajar, terutama GTM dan ALM yang popular pada masa sebelum 1970an. Dua komponen yang dirombak oleh CLT adalah bahan ajar yang diganti menjadi bahasa yang sebenarnya dipakai dalam kehidupan sehari-hari, di samping kegiatan belajar menjadi kegiatan berbahasa yang dilakukan oleh siswa di dalam kelas, sebagai pengganti pengajaran dan pembelajaran tata bahasa pada metode-metode sebelumnya.
AUTHENTIC ASSESSMENT FOR READING COMPREHENSION
Eka Sustri Harida
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 02 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v3i02.1202
Assessment adalah penilaian siswa terhadap kemampuan mereka dalam bidang tertentu yang bertujuan untuk menganalisis sejauh mana siswa mampu menguasai bidang tertentu yang diujikan. Sedangkan, authentic adalah jelas, real, atau realia. Kemudian, Reading Comprehension merupakan proses penyampauin informasi sipenulis kepada halayak umum termasuk siswa yang biasa disebut sipembaca. Maka dari itu, siswa perlu memahami terlebih dahulu aspek-aspek yang penulis tuangkan dalam teks yang dibaca, contohnya: bagaimana siswa memahami topik, kalimat utama, kalimat pendukung, dan kesimpulan. Oleh karena itu, authentic assesment dalam memahami bacaan merupakan penilaian kemampuan siswa terhadap hasil membaca siswa yang bertujuan untuk melihat kondisi hasil akhir tergantung pada guru menilai kemampuan membaca siswa nya melalui tes-tes yang real atau realia, jelas dan nyata.
THE DIFFERENCES OF PREFIXES IN ENGLISH AND MANDAILING LANGUAGE
Sri Minda
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v6i1.1223
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan imbuhan khususnya awalan (prefixes) pada bahasa Inggris dan bahasa Mandailing dengan melakukan penelitian descriptive analysis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan interview penutur asli bahasa mandailing. Dari penelitian ini ditemukan bahwa ada perbedaan awalan (prefixes) pada bahasa Inggris dan bahasa Mandailing yaitu awalan (prefixes) pada bahasa Inggris dapat diimbuhkan pada kata benda sehingga membentuk kata benda juga, sedangkan pada bahasa Mandailing awalan (prefixes) seperti itu tidak ada; awalan pada bahasa Mandailing dapat diimbuhkan pada kata benda sehingga membentuk kata kerja daan kata sifat menjadi kata keterangan, sedangkan pada bahasa Inggris awalan seperti itu tidak ditemukan.
TEACHING AND LEARNING VOCABULARY
Sojuangon Rambe
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 3, No 01 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v3i01.1284
Pembelajaran kosa kata telah mengalami beragam perlakuan dimana kadang dianggap penting dan kadang pula diabaikan bergantung pada metode, pendekatan atau paradigma pembelajaran bahasa yang dominan dari zaman ke zaman, hingga saat ini kembali mendapatkan posisi penting dibawah kerangka pendekatan komunikatif. Pembelajaran kosa kata disarankan agar berbasis frekuensi pemakaian, karena sebagian kata lebih sering muncul/dipakai daripada yang lain. Seal membagi proses pembelajaran kosa kata kepada tiga tahap yang disingkat 3C: Convey, Check, dan Consolidate yang sedapat mungkin menjamin penguasaan siswa atas kata-kata yang dipelajari. Sedangkan strategi belajar kosa kata yang terbagi atas: iDetermining, Memory, Social, Cognitive dan Metacognitive yang bisa dipakai untuk berbagai kondisi dan tujuan belajar, sekaligus memberikan kebebasan yang lebih besar kepada siswa untuk mengembangkan jumlah kosa katanya tanpa proses pembelajaran di kelas.
AN ANALYSIS OF CHARACTHERS’ UTTERANCES IN “EPEN CUPEN” INDONESIAN TELEVISION
Zainuddin Zainuddin
English Education : English Journal for Teaching and Learning Vol 4, No 02 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ee.v4i02.1300
The research is intended to get public and television viewrs’ English linguistical understanding towards the characters’ utterance on Epen Cupen, one of the entertainment programs in Indonesian Television program. There is one episode of Epen Cupen program is the research data.Finally, the research is done through qualitative research by using document study and where the future collected data are the characters’ utterances in the from of words, pharses andsentences. The data of research are analyzed by contented through qualitative research, Gay Airasian stated: “ qualitative approach is based on collection data and analysis of no numerical data such as observation, intervies,and other more discursive sources of information, ”1 Based on the method, this research used descriptive method.The observation would be instrument of research data collection. In this case, the researcher would keep him self watching Epen Cupen, that is an ncomedy entertaiment program in Indonesian television. Then , the data are analysed by content based and lingustical unit approach. Here is the table of language analysis from Epen Cupen program