Jurnal Masyarakat Maritim
JURNAL MASYARAKAT MARITIM (JMM) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi sumber akademis pada kajian studi masyarakat maritim. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, meninjau artikel, studi kasus dan ulasan buku yang memfokuskan pada masyarakat pesisir dan masyarakat perbatasan.
Articles
141 Documents
Reformasi Peraturan Agraria Dalam Menghadapi Bonus Demografi
Afriadi, Rindi
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 1 (2017): Mei, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i1.1661
Terbatasnya ketersediaan tanah mengakibatkan bonus demografi mengalami kendala karena usia produktif yang melimpah hanya dapat memenuhi tanah dalam ruang yang terbatas. Reformasi agraria menjadi solusi yang diberikan pemerintah, dimana tanah terlantar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk program pertanian maupun non pertanian. Eratnya keterkaitan lahan dengan kegiatan pertanian menyebabkan upaya perbaikan kesejahteraan petani tidak cukup hanya melalui perubahan teknologi dan kelembagaan yang terkait dengan proses produksi, perbaikan akses petani terhadap lahan akan banyak menentukan keberhasilan upaya perbaikan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Lahan pertanian yang cenderung makin terbatas karena harus berkompetisi untuk berbagai penggunaan, sementara orang yang bekerja di pertanian secara absolut terus bertambah sehingga menyebabkan rata-rata pemilikan dan penguasaan lahan semakin sempit. Kondisi ini merupakan akibat dari akumulasi kesalahan di dalam penerapan kebijaksanaan pembangunan yang kurang berpihak pada pertanian, dengan dikeluarkannya berbagai undang-undang dan peraturan yang memudahkan investor untuk mendapatkan lahan, salah satunya lahan pertanian. Upaya reformasi agraria, dengan sasaran memperbaiki akses petani terhadap lahan, perlu diawali dengan mereformasi berbagai peraturan/perundangan yang ada. Dalam bentuk membatasi investasi jika berhubugan dengan lahan pertanian masyarakat indonesia, membentuk kebijakan untuk tanah kosong yang bergitu lama, dan dukungan pemerintah dalam peminjaman modal untuk produksi para petani.
Perjuangan Kelompok Minoritas: Studi Gerakan Waria Di Tanah Melayu Tanjungpinang
Elsera, Marisa;
Wahyuni, Sri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 1 (2017): Mei, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i1.1663
Keberadaan waria (Wanita-Pria) di tanah Melayu menuai pro dan kontra. Norma, nilai dan agama yang dianut oleh masyarakat Melayu Kota Tanjungpinang membuat keberadaan waria di kota ini terkategori pada perilaku menyimpang. Alhasil, perlakuan yang diterima oleh para waria di Kota Tanjungpinang cenderung diskriminatif. Berangkat dari hal itulah maka waria di Kota Tanjungpinang berkeinginan untuk memperjuangkan hak mereka yakni mendapatkan pengakuan dari masyarakat akan identitas mereka sebagai waria. Perjuangan itu diawali dengan membentuk komunitas waria yang dikenal dengan Forum Komunikasi Rumpun Waria Sehati (FKRWS) Kota Tanjungpinang. Untuk itu dibutuhkan suatu analisa akademis melalui landasan penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dimana yang diteliti adalah gambaran kehidupan dan tindakan manusia dalam interaksi sosialnya. Untuk mendapatkan data-data deskriptif (memaparkan, menuliskan, melaporkan) berupa data tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati atau informasi yang dapat membantu mengetahui bagaimana perjuangan kelompok minoritas: studi gerakan waria di Tanjungpinang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teridentifikasi bentuk-bentuk perjuangan waria agar diakui dalam masyarakat Tanjungpinang meskipun mereka dalam kelompok minoritas. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan bergabung dalam FKRWS Kota Tanjungpinang, bergabung dengan kegiatan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, membuka usaha yang dimodali oleh pemerintah Kota Tanjungpinang, mengikuti perlombaan dalam bidang olahraga seperti volli dan senam di Kota Batam, serta terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti mengikuti perayaan kemerdekaan Indonesia, menggalang bantuan untuk Rohingya dan menggalang kegiatan donor darah. Kegiatan yang dilakukan oleh waria FKRWS adalah bentuk dari perwujudan eksistensi mereka sebagai kelompok minoritas di tanah Melayu.
Perkembangan Teknologi Pada Masyarakat Desa Mantang RT 06 Kabupaten Bintan
Lukman, Basirun;
Salawati, Fitri;
Raffi, Muhammad
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1680
Pada era globalisasi ini, manusia tidak pernah lepas dari teknologi. Perkembangan teknologi yang pesat pada masa ini telah menjadikan beberapa perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat, terutama pada negara-negara berkembang. Yang dulunya masyarakaat hidup dengan bentuk yang tradisional kini berubah kebentuk yang modern.Karena dalam kehidupan kita di masa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang sangat dominan. Siapa pun yang handal teknologi maka dia akan menjadi seorang pemimpin dalam dunianya. Teknologi sangat berperan dalam berbagai bidang. (kompasiana dalam Hasna Rosyida, 2013). Sehingga teknologi sekarang sudah merupakan suatu keharusan bagi masyarakat, agar kita tidak ketertinggalan dari segala aspek dan perkembangan dunia. Keberadaan teknologi sebenarnya merupakan sesuatu yang berdampak positive bagi masyarakat, karna dengan adanya teknologi lebih memudahkan masyarakat dari segi informasi, komunikasi dan transportasi. Hanya saja terkadang masyarakat yang kurang bisa memanfaatkan teknologi dengan baik, sehingga keberadaan teknologi malah memunculkan efek negative. Perkembangan tekhnologi di Indonesia pada masa sekarang ini tidak hanya berkembang pada masyarakat Kota saja, akan tetapi sudah mulai masuk kebeberapa daerah atau pulau-pulau di sekitaran wilayah Indonesia. Mereka yang berada di daerah-daerah tersebut sudah mulai mengakses beberapa teknologi baik itu dari segi komunikasi, informasi, transportasi maupun pekerjaan , seperti yang di temukan di Desa Mantang Kabupaten Bintan.
Peran Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bagi Masyarakat Desa Kelong Kecamatan Bintan Pesisir
Solina, Emmy
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1681
Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perekonomiannya menjadi hal yang utama, maka dalam hal ini tidak terlepas dari kemiskinan. Adapun penanggulangan kemiskinan tersebut melalui programprogram pemerintah seperti program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). pada masyarakat Kelong Kecamatan Bintan Pesisir dimana KUBE dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial para kelompok miskin, yang meliputi: terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari, meningkatnya pendapatan keluarga, meningkatnya pendidikan, dan meningkatnya derajat kesehatan. Di Desa Kelong terdapat KUBE yang merupakan salah satu bagian dari usaha pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam KUBE di Desa Kelong ini ditemukan jelas adanya modal sosial yang berperan penting dalam keberlangsungan KUBE tersebut. Dalam hal ini, KUBE sebagai sebuah jaringan sosial yang terbentuk karena adanya kesamaan tujuan serta pencapaian bersama dalam bidang perekonomian di masyarakat Desa Kelong
Konsumsi Simbolis dalam Pemilikan Rumah oleh Kelas Menengah (Studi Kasus Penghuni Greenland Forest Park Residence Depok)
Rahman, Tyka
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1682
This study explains about symbolic consumption of middle class for home ownership. This study used the qualitative approach, it was chosen as the purpose of this study is to explain how the middle class colours their class position through the home ownership. Data was collected through observation and depth interview for the strategy of inquiry. The subject of study was dweller of Greenland Forest Park Residence. The research was conducted from April to July 2015.Gerke (2002) explained about lifestyling of Indonesian middle class as a strategy to show their social class without real consumption. This study revealed that the home ownership show two aspects of middle class (Greenland dweller) consumption; the real and symbolic consumption at the same time demonstrating their social class.
Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Matang Lama Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan
Iskandar
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1683
Stratifikasi adalah tingkatan-tingkatan kedudukan secara hierarki yaitu setiap masyarakat dapat menduduki status berdasarkan perolehan, diraih dan pemberian dengan memiliki ukuran-ukuran yang dianggap memiliki sesuatu yang berharga seperti kehormatan, kekayaan, kekuasaan dan ilmu pengetahuan. Di desa Mantang Lama masih terlihat jelas stratifikasi yang ada atau status secara vertikal di dalam kehidupan masyarakat, karena masyarakat masih menghargai nilai-nilai leluhur secara turun-temurun seperti kedudukan seorang baten, hakim dan dukun. Berdasarkasn hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana stratifikasi sosial yang terjadi di Mantang Lama Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui stratifikasi sosial yang terjadi di desa Mantang Lama Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori evolusioner fungsionalis Talcott Parsons didalam Parson menganggap bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karna sifat kecendrungan masyarakat untuk berkembang, yang disebut sebagai kapasitas adaptif. Berdasarkan hasil analisis data di jelaskan masyarakat dari tingkatan atau kelas mana mereka berada seperti hal nya baten, hakim dan kepala desa mereka menduduki kelas tertinggi sementara kedudukan kepala desa (KADES) adalah kedudukan yang di tunjuk oleh penduduk desa berdasarkan pemilihan KADES secara langsung dan kedudukan guru, dokter dan dukun merupakan kedudukan fungsional dalam masyarakat adalah kedudukan menengah dan kedudukan bawah adalah kedudukan yang di isi oleh pekerja kasar, biasanya kedudukan ini tidak memiliki peran yang begitu berarti bagi kelompok dan kedudukan ini tidak mendapat penghargaan dari masyarakat sehingga ia berada pada kelas bawah seperti nelayan dan buruh. Berdasarkan analisa peneliti maka, disimpulkan bahwa adanya tingkat stratifikasi sosial di desa Mantang Lama yaitu Stratifikasi sosial yang di lihat dari jenjang kelas di dalam masyarakat tersebut yaitu kelas atas yang di isi oleh mereka berdasarkan kedudukan yang diukur dari status kehormatan (Baten, Hakim dan Kepala desa), kelas menengah yaitu di isi oleh mereka berdasarkan ukuran pendidikan dan kekayaan yaitu guru, dokter, pegawai negeri sipil, pedagang dan dukun. Sementara pada kelas bawah di isi oleh golongan pekerja kasar seperti nelayan dan buruh.
Adaptasi Masyarakat Permukiman Pelantar dalam Menghadapi Kesulitan Air Bersih di Kelurahan Tanjung Unggat
Samnuzulsari, Tri;
Rahmawati, Nanik;
Hadi, Afril
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 2 (2017): Oktober, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v1i2.1685
Kesulitan yang dialami masyarakat permukiman pesisir yang berada di atas pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat, terjadi karena berbagai faktor seperti kondisi tempat tinggal masyarakat merupakan daerah dengan topografis tanah yang tidak bisa untuk mendapatkan sumber mata air bersih yang baik, faktor perubahan cuaca dan ditambah lagi dengan kondisi perekonomian masyarakat pesisir yang cenderung berpenghasilan rendah dan tidak menentu. Dengan kesulitan yang terjadi tersebut, masyarakat berusaha melakukan berbagai tindakan adaptasi (penyesuian) secara kolektif untuk mengatasi permasalahan air bersih yang telah sejak lama terjadi hingga sampai saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk modal sosial yang timbul dari proses adapatasi yang di lakukan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel (purposive sampling) menetapkan 10 orang masyarakat dari 2 Rukun Tetangga (RT) sebagai informan penelitian. Teknik analisis data dianalisi secara kualitatif, berdasarkan dukungan teori yang berkaitan dengan objek penelitian dan hasil wawancara serta observasi yang kemudian akan ditarik suatu kesimpulan hasil penelitian. Adapun hasil temuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan sumber dan kapasitas penggunaan air bersih masyarakat permukiman pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat yang cukup jauh dari permukiman serta air tersebut tidak dapat di nikmati secara berlebihan. Sehingga dengan upaya berdaptasi masyarakat mencoba mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Tindakan adapatasi timbul karena adanya modal sosial yang sangat kuat di dalam masyarakat permukiman pelantar di Kelurahan Tanjung Unggat yang berupa jaringan (kerjasama) membangun sarana air bersih, kepercayaan antar sesama dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada, dan nilai (etos kerja) yang timbul dari kesulitan yang terjadi, serta norma sebagai dasar ketaatan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan tujuan keberhasilan pembangunan.
Mapping Potensi Bencana Sosial Di Kota Batam
Pangestoeti, Wahjoe;
Setiawan, Ramadhani
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v2i1.1686
Tranpormasi pembangunan akan memberikan pertama masalah keadilan sehingga semua orang dapat bekerja dan hidup layak tanpa adanya gejolak dan ganguan sosial, kesinambungan sumber daya alam dimana setiap generasi harus memelihara sumberdaya alam dan lingkungan untuk generasi mendatang dan, ketiga partisipasi yaitu keikut sertaan semua pihak dalam pembangunan mulai dari input, proses dan output. Dengan disentuhnya permasalahan di atas, maka pembangunan merupakan gerakan rakyat dan hanya dengan begitu pembangunan akan berdaya guna dan berhasil guna sebagai suatu daya dukung. Kota Batam adalah merupakan wilayah di provinsi Kepulauan Riau dengan penduduk yang paling banyak dan dengan banyak etnis juga mengalami perubahan sosial yang sangat cepat. Gejala perubahan sosial yang terjadi tidak saja dalam artian positif (regressive), tapi juga dalam bentuk negative (degressive), seperti meningkatnya masalah-masalah sosial yang mengakibatkan rusaknya tatanan nilai-nilai sosial dan budaya yang dijunjung tinggi seperti kriminalitas, patologi sosial lainnya yang tidak terkendali, aksi-aksi protes massa, konflik horizontal dan berbagai konflik fisik antar etnis dan kelompok dalam masyarakat
Rasionalitas Orang Tua Terhadap Sistem Full Day School Di LPI Sabilillah Malang
Anggriawan, Dedi
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v2i1.1687
Salah satu fenomena akhir-akhir ini adalah munculnya pelayanan full day school. Memasukkan anak ke sekolah full day school, belakangan ini menjadi salah satu solusi bagi orangtua yang keduanya bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana rasionalitas pilihan orang tua terhadap sistem full day school di LPI Sabilillah Malang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan menggunakan paradigma definisi sosial. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analysis interaktive model Miles Huberman dan Saldana berupa Data Condensation, Data Display, dan Conclusion Drawing/Verifications. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Penelitian ini menggunakan perspektif teori pilihan rasional James Coleman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas pilihan orang tua diawali dari pemahaman orang tua terhadap full day school yang didapat dari proses sosialisasi melalui keluarga, media massa dan teman, yaitu dipahami sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak, sebagai tempat belajar religiusitas, dan sebagai tempat elit dan bergengsi. Rasionalitas pilihan orang tua berupa keputusan yang mendatangkan banyak keuntungan (benefit) dan sedikit kerugian (biaya/ cost) bagi keluarganya, terutama keuntungan ekonomi yang kemudian diikuti keuntungan dalam dimensidimensi abstrak seperti pertimbangan religius, psikologis dan sosial
Strategi Adaptasi Budaya Para Ekspatriat di Tanjungbalai Karimun
Imelda, Dinda;
Elsera, Marisa
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/jmm.v2i1.1688
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi budaya para ekspatriat di Tanjungbalai Karimun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari empat orang ekspatriat, yaitu ekspatriat yang berasal dari India dan Malaysia, kemudian dua orang karyawan lokal, dan dua orang masyarakat lokal. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan oleh ekspatriat adalah, pertama, belajar bahasa setempat; kedua, mempelajari dan mengikuti nilai dan norma yang berlaku; dan ketiga, berkomunkasi dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Dalam penelitian ini terdapat perbedaan-perbedaan strategi adaptasi yang dilakukan oleh eskpatriat yang bekerja yang berasal dari India dan Malaysia, namun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu agar mereka bisa bertahan dan tinggal di Tanjungbalai Karimun, serta dapat di terima oleh masyarakat Tanjungbalai Karimun, sampai waktu yang ditetapkan oleh perusahaan.