cover
Contact Name
-
Contact Email
jmm@umrah.ac.id
Phone
+6281261495749
Journal Mail Official
jmm@umrah.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Dompak Tanjungpinang, Indonesia 29125
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Masyarakat Maritim
ISSN : 25807439     EISSN : 27214117     DOI : https://doi.org/10.31629/jmm.v4i1
Core Subject : Social,
JURNAL MASYARAKAT MARITIM (JMM) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi sumber akademis pada kajian studi masyarakat maritim. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, meninjau artikel, studi kasus dan ulasan buku yang memfokuskan pada masyarakat pesisir dan masyarakat perbatasan.
Articles 141 Documents
Eksistensi Pedagang Barang Bekas Import di Tembilahan Kabupaten Indragiri Provinsi Riau Jumriati; Syafitri, Rahma
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i1.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pedagang barang bekas impor menjaga eksistensinya di Tembilahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari enam orang pedagang barang bekas dan dua orang pembeli. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan pedagang barang bekas impor dalam menjaga eksistensinya dapat dikaitkan berdasarkan empat tipe tindakan sosial. Pertama, tindakan rasionalitas instrumental yaitu dengan mempertahankan pelanggan tetap; jaringan sosial pedagang barang bekas; dan memberikan promosi dengan menumpukkan barang; kedua, tindakan rasional nilai yaitu dengan mempertahankan kualitas; ketiga, tindakan afektif yaitu memberikan bonus; dan keempat, tindakan tradisional yaitu menjual barang bekas secara turun-temurun
Mengukur Kinerja Individu Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau Mahadiansar; Yudithia, Yudithia; Setiawan, Ramadhani; Mahadiansar, Mahadiansar
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i1.1701

Abstract

Mengukur kinerja individu merupakan sebagai upaya dalam melihat kapasitas apa yang dilakukan serta yang dikerjakan pegawai dalam sebuah pekerjaan di dalam organisasi sebagai aktivitas penyelesaian tugas mempunyai penerapan dengan pengetahuan dan kemampuan tersendiri. Peneliti mengunakan Koopmans, Bernaad & Hildebrandt (2014) untuk mengukur kinerja individu yang melibatkan kinerja tugas, kinerja kontekstual dan perilaku kontraproduktif. Dalam penentuan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling sebanyak 87 responden dengan hasil penelitian bahwa kinerja pegawai masih kurang maksimal menciptakan organisasi yang memiliki kualitas kinerja yang tinggi. Kemudian secara psikologi pegawai dalam pengukurannya menunjukan bahwa merasa cukup memberikan konstribusi dengan pekerjaan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau
Peran Ibu Sebagai Orang Tua Tunggal Dalam Mendidik Anak Di Desa Lancang Kuning Utara Suryati, Meryland; Solina, Emmy
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i2.1711

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran ibu sebagai orang tua tunggal dalam mendidik anaknya dengan keadaan lingkungan tempat tinggal, yang merupakan sebuah tempat lokalisasi. Para ibu yang berstatus sebagai orangtua tunggal sejak ditinggal oleh pasangan hidupnya harus berperan ganda dalam menghidupi keluarganya. Cukup berat beban para ibu yang harus mengurus anak, mencari nafkah dan mendidik anaknya, banyak permasalahan yang akan dihadapi para ibu dalam mendidik anak-anaknya, dengan faktor utama tersebut merupakan Lingkungan yang menjadi tempat bermain merupakan tempat sebuah prostitusi sehingga akan terlihat peran ibu yang seperti untuk mendidik anaknya. Berdasarkan hasil penelitian Peran Single Parent Dalam Mendidik Anaknya Di Lokalisasi Bukit Senyum terlihat bahwa adanya usaha ibu dalam melakukan perannya sebagai ibu dengan kondisi sendiri, walau tetap terlihat adanya masalah yang menghambat dalam melakukan perannya sebagai ibu dan seperti kurangnya waktu untuk bersama anak namun terlihat bahwa ibu tetap bertanggung jawab dengan Peran nya, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anak dan berusaha mendidik dan menanamkan nilai dan hal –hal yang baik pada anaknya dengan harapan agar anaknya tidak terikut dengan lingkungan bermainnya dan mempunyai akhlak yang baik
Strategi Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Mempertahankan Status Pesertanya; Studi Nagari Punggasan Timur Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Casiavera
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i2.1716

Abstract

This study explains about PKH recipients’ strategy to accept the assistance and not to be graduated. This study used the qualitative approach using descriptive type. Informants are chosen based on purposive sampling technique while data collection applies observation technique and in-depth interview (loosely structured interview). It uses Structuration theory proposed by Anthony Giddens which focuses on duality relation between agent and structure.
Gerakan Buruh Di Indonesia Dalam Analisis Teori Perjuangan Kelas Karl Mark Syafitri, Rahma
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i2.1719

Abstract

Peringatan hari buruh internasional merupakan moment yang selalu dimanfaatkan oleh gerakan buruh untuk melakukan perjuangan untuk kepentingan kesejahteraan buruh diseluruh kalangan. Di Indonesia sendiri setiap adanyaperingatana hari buruh dilakukan aksi demontrasi damai yang dilakukan oleh semua buruh untuk menyuarakan tuntutan tentang perbaikan kehidupan mereka. Upaya ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Karl Mark bahwasanya perjuangan kelas harus dilakukan oleh buruh sebagai bagian dari kelas ploretat. Perjuangan kelas diperuntukkan agar ada bargaining position sehingga kesenjangan antara kelas atas dengan kelas bawah semakin hilang dan mencapai harapan yaitu tiada perbedaan kelas.
Sistem Pengetahuan Masyarakat Nelayan Pesisir Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Hairudin; Wahyuni, Sri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i2.1721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sistem pengetahuan masyarakat nelayan pesisir Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Kota Batam tentang membaca alam seperti musim Air dan Angin, musim Arus, rasi Bintang, curah Hujan, dan posisi bulan sebagai penunjang aktivitas di wilayah laut pada saat bernelayan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian adalah masyarakat nelayan pesisir Pulau Kasu yang paham akan membaca alam dan kondisi lingkungan laut. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan pesisir Pulau Kasu dalam bernelayan masih menggunakan cara tradisional dan pengetahuan yang berhubungan dengan ligkungan laut seperti pengetahuan musim Air dan angin, musim Arus, Rasi bintang, curah hujan, dan posisi Bulan. Pengetahuan tentang laut didapatkan secara turun temurun yang dipelajari dari penyampaian orangtua kepada keluarganya, anak-anaknya, maupun orang lain disekelilingnya yang secara luas menyebar dalam bentuk percakapan lisan yang diperkuat dengan fenomena kejadian sesuai yang telah diceritakan sehingga menjadi kearifan lokal budaya setempat. Pengetahuan tentang laut oleh nelayan pesisir menghasilkan pola kerja yang disesuaikan dengan musim yang ada dalam rentang waktu periodik selama satu tahun
Taxi Dan Prostitusi Terselubung Di Kota Tanjungpinang Rahmawati, Nanik; Rahman, Tyka
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i1.1740

Abstract

Prostitusi yang menyatu dengan bisnis taxi ini berjalan begitu sistemik. Berangkat dari pola-pola para penyedia jasa transportasi berupa taxi, yang kemudian berkembang pada penyedia jasa transportasi plus. Jasa transportasi sekaligus jasa penyedia perempuan penghibur ikut subur. Pemberlakukan paket pemesanan taxi ini pada akhirnya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Mendongkrak pendapatan jasa sewa taxi karena mampu menyiapkan para perempuan yang telah dipesan. Perempuan-perempuan ini dipesan dalam rangka liburan para tamu tadi. Pemesan biasanya melakukan transaksi melalui pesan singkat maupun telpon. Transaksi terjadi dengan mudah dengan teknologi yang tengah berkembang. Problematika praktik tersebut merupakan indikasi dari munculnya keuntungan yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu yang terlibat. Aman dari jangkauan para pengambil kebijakan, meski di sisi lalin juga membawa masalah. Sebuah bukti bahwa praktik prostitusi begitu menjanjikan bagi siapapun yang terlibat dalam bisnis tersebut, karena hasil yang didapat juga besar. Bagian dari fenomena berkembangnya kota, dalam lingkup wiayah perbatasan. Problematika praktik tersebut merupakan indikasi dari munculnya keuntungan yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu yang terlibat. Dimana ini terjadi karena masyarakat melakukannya secara sadar, tersistem, dan berkelanjutan. Sebuah paktik jual beli yang langgeng, terstruktur, beresiko, namun juga menggiurkan bagi sebagian orang.
The Meaning of the Word "Homeland" According to the Perspective Indonesian Nation Susdarwono, Endro Tri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 2 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/pk8ngj81

Abstract

The term “homeland” holds a profound and multidimensional meaning in the context of the Indonesian nation, reflecting not only a geographical territory but also an emotional, cultural, and ideological bond uniting diverse ethnic groups within one national identity. This study explores the meaning of “homeland” (tanah air) from a sociocultural and philosophical perspective, emphasizing its significance in shaping national consciousness and patriotism among Indonesians. Using a qualitative descriptive approach, this research analyzes literary works, historical narratives, and cultural expressions that illustrate how the Indonesian people conceptualize their homeland as both physical land (tanah) and life-giving water (air). The findings reveal that the word “homeland” symbolizes the inseparable relationship between people and nature, portraying Indonesia as a living entity that nurtures and sustains its citizens. It embodies a sense of belonging, sacrifice, and shared destiny rooted in collective struggle against colonialism and the aspiration for independence. From a sociological viewpoint, “homeland” functions as a moral and emotional foundation that strengthens social solidarity and unity amidst diversity. It also serves as a source of identity and pride that motivates citizens to protect national sovereignty and preserve cultural heritage. The study concludes that, for the Indonesian nation, the word “homeland” transcends territorial boundaries—it represents a spiritual and symbolic space where history, identity, and national ideals converge. Strengthening this awareness is crucial to maintaining unity and resilience in an era of globalization and cultural transformation.
Changes in the Livelihood Environment of Fishermen in Tambak Lorok Village Syaharani, Nur Inayah
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 2 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/4e4zrd93

Abstract

This study explores the changes in the livelihood environment of fishermen in Tambak Lorok Village, a coastal community that has faced significant ecological, social, and economic transformations over the past decade. The research aims to analyze how environmental degradation, coastal reclamation, and climate change have affected fishermen’s sources of income, social structure, and adaptive capacity. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, participatory observation, and documentation involving local fishermen, community leaders, and related institutions. The findings reveal that shifts in marine ecosystems, reduced fish populations, and coastal pollution have directly disrupted traditional fishing patterns and decreased household income levels. In response, fishermen have adopted various adaptive strategies, including diversification of livelihoods through fish trading, aquaculture, and informal labor in nearby urban areas. Social networks and community solidarity continue to play a vital role in sustaining economic and emotional resilience, as reflected in cooperative activities and local support systems. However, limited access to capital, declining environmental quality, and inadequate policy support remain significant challenges. The study concludes that the livelihood transition among Tambak Lorok fishermen represents a dynamic interaction between environmental change and human adaptation. Strengthening sustainable coastal management, providing economic diversification programs, and integrating local participation into development planning are essential to ensure long-term resilience and livelihood security in coastal communities affected by environmental transformation
Models of Traditional Fishing in Teluk Sepang: A Study from the Perspective of Rational Action Analysis Hayati, Rohmah Nur
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 2 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/y0msyc18

Abstract

This study analyzes the changing patterns and models of traditional fishing in Teluk Sepang through the lens of rational action theory. The research aims to understand how fishermen make strategic and calculated decisions in adapting to ecological, economic, and technological transformations that affect their livelihoods. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving local fishermen and community leaders. The findings indicate that shifts in fishing methods, gear selection, and time allocation reflect rational responses to limited resources, fluctuating fish stocks, and rising operational costs. Fishermen tend to adjust their fishing patterns according to weather conditions, market demand, and fuel availability to maximize benefits and minimize risks. The introduction of modern fishing tools and collaborative group systems also signifies a transformation from traditional subsistence orientation toward semi-commercial operations. From a sociological perspective, rational action is not only economically motivated but also socially embedded shaped by cultural norms, local wisdom, and collective decision-making practices. Social networks, cooperation, and shared experiences remain crucial in reducing uncertainty and sustaining economic security. The study concludes that traditional fishermen in Teluk Sepang demonstrate adaptive rationality, balancing economic pragmatism with social values and environmental awareness. Strengthening institutional support, promoting technological literacy, and integrating local participation into fisheries management are essential to enhance sustainability and resilience in traditional fishing communities.