cover
Contact Name
Anggray Duvita Wahyani
Contact Email
jigk@umus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigk@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan (JIGK)
ISSN : -     EISSN : 27160084     DOI : 10.46772/jigk
Core Subject : Health,
JIGK adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Bidang gizi klinik 2. Bidang gizi masyarakat 3. Bidang Gizi Pangan
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 01 (2024): Agustus" : 9 Documents clear
Analisis Kualitas Makanan dan Pelayanan terhadap Tingkat Kepuasan Karyawan pada Penyelenggaraan Makan Siang di PT.Arteria Daya Mulia Cirebon Nur`'ain, Cherlynda; Nuraeni, Indah; Nur Khoiriani, Izzati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i02.1561

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan karyawan pada industri dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Keberhasilan penyelenggaraan makanan di perusahaan dapat dilihat dari kepuasan karyawan terhadap kualitas makanan dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas makanan dan pelayanan terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang di PT Arteria Daya Mulia. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 94 responden diambil secara purposive sampling. Kualitas makanan, kualitas pelayanan dan kepuasan karyawan diukur dengan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil Penelitian: PT Arteria Daya Mulia memiliki kantin yang menyediakan makanan untuk karyawannya yang dikelola oleh perusahaannya sendiri. Sebanyak 72,3% responden berjenis kelamin laki-laki, 34% responden berusia 40-49 tahun, 79,8% responden memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK, dan 53,2% responden bekerja <10 tahun. Sebanyak 55,3% responden menilai kualitas makanan yang disajikan baik, 72,3% responden menilai kualitas pelayanan yang diberikan baik dan 78,7% responden merasa puas. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan kualitas makanan(p=0,000) dan kualitas pelayanan(p=0,000) terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang di PT Arteria Daya Mulia Cirebon. Kesimpulan: Terdapat hubungan kualitas makanan dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Asupan Makronutrien terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa Pagejugan Sari, Meliana Meta; Wahyani, Anggray Duvita; Rahmawati, Yuniarti Dewi
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe , dan jumlah asupan makronutrien dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa pagejugan. Penelitian menggunakan teknik proposive sampling. Hasil penelitian enunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi Fe patuh 32 (64%) tidak patuh 18 ( 36%). Tingkat kecukupan asupan karbohidrat sesuai 17 (34%) tidak sesuai 33 (66%). Tingkat kecukupan asupan protein sesuai 25 (50%) tidak sesuai 25 (50%). Tingkat asupan lemka sesuai15 (30%) tidak sesuai 35 (70%) . Hasil uji chis-quare variabel kepatuhan konsumsi Fe ( p= 0,962) tingkat asupan karbohidrat (p= 0,752) tingkat asupan protein(p=0,04) tingkat asupan lemak (p= 0,135). Kesimpulan Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe, asupan karbohidrat, asupan lemak dan terdapat adanya hubungan antara asupan protein dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa Pagejugan
Perbedaan Konsumsi Air Minum dan Status Hidrasi pada Siswi Pondok dan Non Pondok di Ma Nu Banat Kudus farohatus; Nanda Nurul Chamidah; Dina Sugiyanti
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan konsumsi air minum dan status hidrasi pada siswi yang tinggal di pondok dan non pondok. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 84 subjek. Penelitian ini dilakukan di MA NU Banat Kudus. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan formulir food recall 3x24 jam dan food frequency (ffq) untuk mengetahui konsumsi air minum. Data status hidrasi diperoleh melalui pengujian berat jenis urine. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi air minum responden pondok dan non pondok mayoritas dalam kategori cukup. Responden pondok mayoritas mengalami dehidrasi, dan responden non pondok berstatus hidrasi baik. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan konsumsi air minum (p=0,045), dan tidak terdapat perbedaan status hidrasi (p=0,170) pada siswi yang tinggal di pondok dan non pondok.
Analisis Kadar Zat Besi (Fe) pada Mi Basah Dengan Penambahan Tepung Daun Pepaya Jepang (Cnidoslocus aconitifolius) sebagai Makanan Alternatif pada Anemia Remaja Putri Anggraeni, Jihan Oktavia; Rahmawati, Yuniarti Dewi; Masrikhiyah, Rifatul
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1569

Abstract

Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita malnutrisi dan anemia. Pepaya jepang memiliki banyak kandungan, dalam 100 gram daun pepaya jepang mengandung protein 5,7%, lemak 0,09 gr, karbohidrat 6,70 gr, kalsium 217,2 mg, fosfor 39 mg, zat besi 11,4 mg, vitamin C 16,7 mg, serat 1,9% dan air 85,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun papaya jepang terhadap kandungan kandungan zat besi, mutu organoleptik mi basah, serta uji proksimat hasil perlakuan yang disukai pada uji organoleptik. Metode analisis data yang digunakan untuk uji kandungan zat besi adalah metode Ducan (DMRT) mendapatkan hasil ada pengaruh nyata penambahan tepung daun papaya jepang dalam pembuatan mi basah terhadap kandungan zat besi. Kandungan zat besi tertinggi ditemukan pada perlakuan P4 yaitu dengan nilai rata-rata 4,8 mg/L. Analisis data organoleptic menggunakan metode Anova Oneway dengan tingkat keyakinan 95% dan mendapatkan hasil p=0,00 (p<0,05) sehingga dilanjutkan dengan uji DMRT. Perlakuan yang paling banyak disukai pada uji organoleptic (warna, aroma, rasa dan tekstur) yaitu P2. Analisis mutu proksimat mi basah dengan penambahan tepung daun pepaya jepang dengan perlakuan terbaik P2 memiliki kadar air 53,85%, kadar abu 0,04%, kadar protein 6,79%, kadar lemak 0,8%dan karbohidrat 38,51%.
Pembuatan Abon Ikan Kuniran (Upeneus Sulphureus) sebagai Makanan Tambahan Balita Gizi Kurang Berbasis Pangan Lokal Setyaningsih, Sulasyi; Ratnasari, Diah
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1589

Abstract

The purpose of this research is to analyze the organoleptic test and determine the nutritional content of fat, carbohydrates, and protein in kuniran fish shreddeds for consumption by malnourished toddlers. This study was conducted in Brebes Regency in September 2020. The research design used was an experimental design. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 1 factor (spice concentration), 3 types of formulations, and 3 repetitions. The organoleptic test data were analyzed descriptively and statistically using variance analysis (ANOVA), followed by Duncan's multiple range test. The results showed that all hedonic test variables did not indicate differences in the preference levels of color, aroma, taste, and texture of kuniran fish floss for each formula (P < 0.05). Based on the hedonic test results, the most preferred kuniran fish floss by the panelists was the F1 formula with the highest spice concentration. The hedonic quality test results for the F1 kuniran fish floss were slightly brown (3.44), slightly coarse (3.16), slightly strong fish aroma (3.32), and slightly strong fish taste (3.16).
Formulasi Puding Daun Kelor dan Jeruk Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Wanita Usia Subur Afifah Muthmainah; Sugiatmi
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1595

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan Riskesdas 2018 proporsi karakteristik penderita anemia di Indonesia pada wanita dengan rentang umur 15-24 tahun lebih rentan terkena anemia (32%) dibandingkan usia 25-34 tahun (15,1%). Upaya penanggulangan anemia pada wanita usia subur bukan hanya dengan konsumsi tablet tambah darah, tetapi dengan mengonsumsi makanan sumber zat besi. maka dari itu dibuat variasi makanan selingan berbahan dasar pangan lokal dan tinggi zat besi yang bermanfaat untuk mencegah anemia yaitu puding daun kelor dan jeruk. Tujuan : Pengembangan produk puding berbahan dasar daun kelor dan jeruk untuk mencegah anemia pada wanita usia subur, menganalisis daya terima dan tingkat kesukaan terhadap formula puding, dan menganalisis kandungan zat gizi meliputi energi, protein, lemak, karbohidrat, sat besi (Fe), dan vitamin C puding daun kelor dan jeruk. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dan dilakukan uji organoleptik menggunakan kuesioner, uji kandungan gizi meliputi uji proksimat, zat besi (Fe), dan vitamin C. data yang dianalisis tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann Withney. Hasil : Pada uji mutu hedonik adanya perbedaan antara formula F1 dan F3 terhadap mutu aroma, sedangkan mutu warna, tekstur, dan rasa tidak memiliki perbedaan. Pada uji hedonik didapatkan formulasi terpilih yaitu F3. Kandungan gizi yang terdapat pada formula F3 yaitu energi 65,44kkal, energi dari lemak 7,92kkal, protein 0,61%, lemak total 0,88%, zat besi (Fe) 0,22mg, vitamin C o,32mg, kadar abu 0,14%, dan kadar air 84,60%. Kesimpulan : Formula terpilih adalah formula puding F3 yang mengandung zat besi 0,22mg. untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperhatikan waktu serta suhu dalam proses pengolahan. Kata Kunci : Wanita Usia Subur, Daun Kelor, Jeruk, Puding
Tingkat Kesukaan Dan Kandungan Nilai Gizi Biskuit Tepung Kentang Hitam (Coleus Tuberosus) Alfina Septiani; Wening, Dyah Kartika; Diah Ratnasari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1610

Abstract

Biskuit adalah produk bakeri kering dengan memanggang adonan yang terbuat dari tepung terigu. Kandungan gluten dan indeks glikemik yang tinggi pada tepung terigu dapat berdampak buruk pada kesehatan, sehingga kentang hitam sebagai pengganti tepung terigu dan upaya untuk diversifikasi pangan lokal. Mendiskripsikan tingkat kesukaan dan kandungan nilai gizi biskuit tepung kentang hitam (Coleus tuberosus).Penelitian eksperimental menggunakan 3 formulasi dengan perbandingan tepung kentang hitam : tepung daging ayam. F1 (80% : 20%), F2 (70% : 30%) dan F3 (60% : 40%). Uji tingkat kesukaan dilakukan oleh 30 panelis tidak terlatih menggunakan uji deskriptif. Analisis nilai gizi berupa energi dengan metode proksimat, protein dengan kjedhal, lemak dengan soxhlet, karbohidrat dengan metode by difference, kadar air dan kadar abu dengan gravimetri. Analisis nilai gizi dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Unika .Hasil tingkat kesukaan formula 1 (80% : 20%) sebesar 63,5%, formula 2 (70% : 30%) sebesar 64,8%, dan formula 3 (60% : 40%) sebesar 62,2%. Nilai gizi pada biskuit kentang hitam per 100 gram kandungan energi 429,94 gram, protein 14,36 gram, lemak 9,02 gram, karbohidrat 72,83 gram, kadar air 1,3% dan kadar abu 2,2%. Simpulan Formulasi paling tinggi adalah formula 2 (70% : 30%) sebesar 64,8%, dengan kategori kurang diterima oleh konsumen. Kandungan nilai gizi biskuit kentang hitam sudah memenuhi standar SNI 01-7111.2-2005 biskuit MPASI. Biskuit kentang hitam dapat digunakan untuk alternatif MPASI balita dengan klaim tinggi protein.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penjamah Makanan dengan Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan pada Rumah Makan di Wilayah Anjatan Tahun 2024 Desandri, Susiana; Rahmawati, Ade; Nurbaeti, Tayong Siti
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1614

Abstract

Sanitasi makanan ialah pengutamakan pada proses pengawasan terhadap pembuatan dan penyediaan bahan makanan agar tidak membahayakan kesehatan. Pada sanitasi makanan, permasalahan yang berkaitan dengan nilai gizi ataupun mengenai komposisi bahan makanan yang sesuai dengan tubuh jarang diperhatikan. Upaya dalam penerapan sanitasi makanan harus memperhatikan beberapa tahapan seperti keamanan dan kebersihan produk makanan yang di produksi, pencucian dan pembersihan peralatan dan perlengkapan, kebersihan individu dalam pengelolaan makanan, perlindungan makanan terhadap kontaminasi selama proses pengolahan, penyajian serta penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum tentang Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Penjamah Makanan Dengan Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Di Wilayah Anjatan. Metode penelitian ini Kuantitatif Analitik dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional. Populasi pada sampel penelitian ini 30 penjamah makanan dari 10 rumah makan wilayah anjatan. Pengukuran yang dilakukan adalah pengetahuan, sikap, dan penerapan hygiene sanitasi dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan hubungan pengetahuan penjamah makanan dengan penerapan hygiene sanitasi makanan (p value 0,000) dan sikap penjamah makanan dengan penerapan hygiene sanitasi makanan (p value 0,000). Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan penerapan hygiene sanitasi makanan. Diharapkan penjamah makanan dapat meningkatkan kualitas hygiene sanitasi makanan.
Analisa Biaya Makan pada Panti Asuhan Putra Utama 1 Jakarta Timur Manalu, Waisaktini Margareth; Simamora, Sesen Claudya
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1617

Abstract

The nutrition problem in elementary school children is influenced by the daily food intake they consume. A child's nutritional status affects their level of health and the harmony between physical and mental development during their growth. The prevalence of malnutrition in Indonesian children aged 6-12 years is classified as underweight at 6.8% and severely underweight at 2.4%. Nutritional issues occur, partly due to low intake of nutrients such as energy intake in both the past and present. Malnutrition or poor nutritional status can occur due to inadequate energy intake. The prevalence of inadequate energy intake in children aged 6-12 years in DKI Jakarta is 41.8%. This study was conducted to analyze the cost of meals and the relationship between energy intake and nutritional status in children at Panti Asuhan Putra Utama 1 East Jakarta. The study used a cross-sectional design. Data analysis used Univariate and Bivariate with a chi-square test. The results of this study showed that the cost of meals per day for cycles 5 and 7 was IDR 20,508 thousand and IDR 21,201 thousand, respectively. Normal nutritional status was 71.7%, and abnormal nutritional status was 28.3%. There was no relationship between energy intake and nutritional status (p-value = 0.708). The conclusion of this study is that there is no relationship between energy intake and nutritional status, as well as a lack of availability of meal options in daily feeding.

Page 1 of 1 | Total Record : 9