cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA" : 40 Documents clear
Penurunan Kadar Kolesterol Total Darah sebagai Resiko Dislipidemia pada Lansia yang Mengikuti Senam Jantung Sehat Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1620

Abstract

Dislipidemia adalah salah satu faktor resiko utama terjadinya penyakit jantung koroner, yang menjadi penyebab kematian utama di dunia. Dislipidemia ditandai dengan peningkatan total serum kolesterol, LDL-C dan peningkatan kadar HDL-C. kolesterol total biasanya paling berhubungan dengan insiden dislipidemia. Gangguan koletserol ini semakin meningkat dengan bertambahnya usia dan diatas 60 tahun yang masuk golongan lanjut usia kasusnya semakin banyak. Tingginyakolesterol plasma merupakan salah satu faktor resiko terbesar yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler. Latihan aerobik intensitas sedang seperti pada senam jantung sehat mampu menurunkan kadar kolesterol total pada lansia sehingga membantu mengurangi resiko terjadinya dislipidemia yang berkontribusi menjadi penyakit kardiovaskuler. Latihan ini meningkatkan aktifitas lipoprotein lipase yang membantu katabolisme trigliserida dalam partikel lemak darah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap kolesterol total pada lansia di Panti Lansia Tresna Werdha Bhakti Yuswa, Natar, Lampung Selatan. Perlakuan senam jantung sehat diberikan selama 2 bulan berturut dengan frekuensi 2-3 kali seminggu durasi persesi 30 menit. Penelitian menggunakan metode eksperimental predan post-test design dengan subjek 30 orang lansia. Nilai rerata kolesetrol total sebelum senam 193,23 mg/dl dan sesudah senam 189,43 mg/dl. Nilai rerata kolesterol total sebelum senam 31,535 mg/dl dan sesudah senam 30,177 mg/dl. Hasil uji t untuk kadar kolesterol total didapatkan p-value = 0,007 (α≤0,05). Simpulan : pemberian senam jantung sehat pada lansiadapat menurunkan resiko dislipidemia dengan menurunkan kadar kolesterol total darah. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: kolesterol total, lansia, senam jantung sehat
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tahap Sarjana dan Hasil Multidisciplinary Examination (MDE) sebagai Prediktor Kelulusan CBT UKMPPD pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Periode 2015-2016 Pratiwi, Yuni Susanti; Susanah, Susi; Achadiyani, Achadiyani; Hilmanto, Dany
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1636

Abstract

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) adalah uji kompetensi yang bersifat high-stake exam di tataran nasional sebagai salah satu upaya penjaminan mutu pendidikan tinggi bidang kesehatan sesuai dengan amanah UU No.12/2012. Kompetensi akan dicapai mahasiswa setelah melalui proses pembelajaran terstruktur berbasis kompetensi. Kurikulum, proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang sesuai dan berbasis kompetensi sejak tahap sarjana akan menjadi alur yang jelas untuk kelulusan mahasiswa pada UKMPPD. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis apakah IPK tahap Sarjana dan skor MDE dapat menjadi prediktor kelulusan UKMPPD. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan populasi adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang mengikuti UKMPPD periode Februari 2015 sampai dengan Agustus 2016 sebanyak 524 peserta. Analisis data menggunakan analisis uji korelasi (Pearson Correlation).Hasil penelitian diperoleh korelasi antara antara nilai IPK tahap Sarjana dengan skor CBT UKMPPD begitu juga dengan rata-rata skor MDE tahap Sarjana dengan skor CBT UKMPPD.Simpulan.Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan metode evaluasi pembelajaran berkaitan erat dengan kelulusan mahasiswa pada UKMPPD sebagai refleksi kompetensi mahasiswa. Hasil ini menunjukkan bahwa IPK dan rata-rata nilai MDE tahap sarjana dapat menjadi prediktor skor kelulusan CBT UKMPPD. Hal ini juga menunjukkan bahwa kelulusan mahasiswa pada UKMPPD merupakan suatu proses berkelanjutan dari tahap sarjana dan profesi. Penelitian selanjutnya pada aspek OSCEUKMPPD sebaiknya dilakukan untuk melengkapi analisis selanjutnya terkait hal ini. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci:IPK, MDE, Skor CBT, UKMPPD
Aktivitas Musa paradisiaca dalam Terapi Diare Akut pada Anak Larasati, TA; Hardita, WA; Dewi, IK
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1652

Abstract

Tanaman obat telah digunakan sebagai bentuk alternatif dari perawatan kesehatan. Pisang (Musa paradisiaca) merupakan salah satu tanaman obat yang paling sering digunakan. Pisang (Musa paradisiaca) memiliki efek potensial terhadap penyembuhan pada banyak penyakit, terutama penyakit gastrointestinal. Diare merupakan salah satu contoh penyakityang bisa disembuhkan dengan Musa paradisiaca. Diare merupakan salah satu penyebab kematian paling sering di dunia pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai etiologi, seperti patogen, perubahan metabolik, subtansi dan intoksikasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu pemulihan pasien diare yangmengonsumsi diet dengan pisang lebih cepat dibanding pasien yang tidak mengonsumsi diet dengan pisang. Musa paradisiaca bisa menyembuhkan diare dengan aktivitas dari kandungan karbohidratnya. Kandungan karbohidrat yang resisten terhadap kadar amilase yang tinggi akan berperan dalam resistensi terhadap hidrolisis di usus. Ketika tiba di kolon,kandungan karbohidrat tersebut difermentasi oleh mikroflora kolon menjadi short chain fatty acids (SCFAs) yang menstimulasi absorpsi garam dan air. Di sisi lain, Musa paradisiaca bisa mengurangi diare dengan menormalisasi fungsi usus. Kandungan pektin dalam Musa paradisiaca akan mengabsorpsi air dalam jumlah besar untuk menormalisasipergerakan usus. Simpulan: Pisang (Musa paradisiaca) dapat menjadi alternatif terapi diare pada anak di bawah usia lima tahun karena mempunyai kandungan fitokemikal alami, aktivitas farmakologis, dan aktivitas antibakteri. [JK Unila. 2016;1(2)]Kata kunci: diare, musa paradisiaca, pektin
Peran Prior Knowledge terhadap Kemampuan Kognitif Mahasiswa Kedokteran dalam Tutorial Utami Sulistyo Ningsih; Umatul Khoiriyah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1631

Abstract

Dalam metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), diterapkan sistem tutorial yang menggunakan skenario sebagai trigger. Melalui skenario tersebut mahasiswa dapat membangun suatu bangunan ilmu pengetahuan baru untuk memperkuat ilmu pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Di setiap akhir skenario pada diskusi tutorial akan dilaksanakan minikuis, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai hasil belajar mahasiswa. Melalui minikuis ini kemampuan kognitif mahasiswa dapat dinilai. Prior knowledge merupakan faktor utama yang akan mempengaruhi pengalaman belajar, sehingga prior knowledge dapat berperan terhadap kemampuan kognitif mahasiswa dalam bentuk minikuis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis dengan pendekatan cross sectional. Kemampuan kognitif mahasiswa dapat diketahui berdasarkan nilai minikuis. Data diperoleh melalui nilai minikuis mahasiswa, yaitu minikuis skenario 3 Blok 2.5 (Trauma and Injury) dan minikuis skenario 5 Blok 3.5 (Adulthood Problem II ). Jumlah sampel sebanyak 117. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rank, yang terlebih dahulu di uji dengan uji Kolmogorov smirnov untuk mengetahui distribusi data tersebut. Melalui hasil uji korelasi Spearman rank diperoleh koefisien korelasi (r = 0,101) menunjukkankekuatan korelasi lemah. Sedangkan nilai Sig 0,277 (p > 0.05) yang artinya tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan, yaitu nilai minikuis skenario 3 Blok 2.5 dengan nilai minikuis skenario 5 Blok 3.5. Ini menunjukkan bahwa prior knowledge belum sepenuhnya berperan terhadap kemampuan kognitif mahasiswa dalam tutorial. Hal ini mungkin berkaitan dengan aktivasi prior knowledge, skenario yang di sajikan dan peran tutor sebagai fasilitator. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci : nilai minikuis, prior knowledge, tutorial PBL
Pembelajaran di Fakultas Kedokteran : Pengenalan bagi Mahasiswa Baru Sari, Merry Indah; Lisiswanti, Rika; Oktaria, Dwita
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1647

Abstract

Metode pembelajaran di fakultas kedokteran terus mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran dan praktek kedokteran mengalami banayak peruahan dan kemajuan yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia. Perkembangan praktek kedokteran memicu perubahan pada pendidikankedokteran. Perkembangan dalam pendidikan kedokteran membuat proses belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Pendidikankedokteran di Indonesia menggunakan pendekatan SPICES. Mahasiswa baru merupakan peserta didik baru di pendidikan tinggi yang akan menjalani proses belajar mengajar yang baru pula. Belajar adalah sebuah proses menuju perubahan watak dan kemampuan yang dapat direfleksikan dalam sebuah perilaku. Prinsip pembelajaran harus melibatkan adanya stimulus dan respon yang diperkuat dengan adanya pengulangan dan reinforcement. Berbagai teori pembelajaran menjelaskan bagaimana seseorang belajar dan faktor yang mempengaruhinya. Pemilahan informasi dalam belajar dapat dipengaruhi oleh suasana belajar. Fakto internal seperti motivasi dan faktor eksternal seperti lingkungan sekitar akan saling memperkuat proses belajar. Pendekatan problem based learning dan student centered learning yang saat ini digunakan membutuhkan mahasiswa yang aktif. Mahasiswa perlu mengenal gaya belajar masing masing dan memiliki keinginan menjadi seorang yang self directed learning. Metode pembelajaran yang digunakan dapat dilakukan dalam kelompok kecil dan besar.                           Simpulan: Masing masing metode pembelajaran membutuhkan suatu keterampilan untuk memberikan hasil yang efektif. Banyaknya faktor yang melandasi dan mempengaruhi proses pembelajaran di fakultas kedokteran perlu diketahui oleh mahasiswa baru kedokteran untukmenunjang kesuksesan mengikuti proses belajar mengajar di Fakultas Kedokteran. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: belajar, mahasiswa kedokteran, pendidikan kedokteran
Efek Timoquinon terhadap Apoptosis pada Sel Kanker Serviks Susianti Susianti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1626

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kanker diantaranya melalui pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Tanaman obat sudah banyak diteliti memiliki efek antikanker. Timoquinon yang merupakan komponen mayor dari jinten hitam diketahui memiliki efek kemoterapi dan kemoprevensi. Dalam penelitian ini timoquinon diujikan pada sel HeLa yang merupakan cell line kanker serviks untuk melihat adanya efek apoptosis yang ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 tahapan, yaitu uji sitoktoksik menggunakan MTT assay dan Uji apoptosis menggunakan metode Annexin V. Pada uji sitotoksik menggunakan MTT assay didapatkan IC50 sebesar 30 µg/mL. Selanjutnya dilakukan uji apoptosis menggunakan Annexin V. Sel HeLa dimasukkan ke dalam mikrokultur, lalu diinkubasi selama 24 jam. Kemudian media diganti dan diberi bahan uji sesuai dengan kelompok uji yaitu K (dosis timoquinon 0), P1 ( 1/2xIC50),P2 (IC50) dan P3 (2xIC50). Mikrokultur diinkubasi kembali selama 24 jam. Media kultur masing-masing sumuran dibuang dan dicuci dengan 1000 μL PBS, lalu ditambahkan 200 μL tripsin- EDTA 0,25% lalu diinkubasi pada 37ºC selama 5 menit. Masing-masingsumuran dimasukkan 1000 μL media kultur (RPMI) lalu diresuspensi dan diberikan reagen Annexin V-PI, kemudian sel siap untuk diinjek pada alat flowsitometer. Data persentase sel yang mengalami apoptosis masing-masing adalah K=2,835%, P1=2,95%, P2=3,06%, P3= 75,56, lalu diuji menggunakan uji statistik One Way Anova dan diperoleh nilai p=0,00. Simpulan: timoquinon dapat menginduksi apoptosis pada sel kanker serviks. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: , apoptosis, flowsitometri, HeLa, kanker serviks, timoquinon
Peran Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) dalam Pencegahan dan Penyelesaian Malpraktek Kedokteran Asep Sukohar; Novita Carolia
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1642

Abstract

Dokter dalam menjalankan profesinya harus menjunjung tinggi profesionalisme yang mencakup knowledge, skill dan behaviour yang harus diimplementasikan pada saat menjalankan tugasnya. Profesionalisme mencegah dokter dari masalah etik, disiplin dan hukum yang timbul akibat pekerjaan tersebut. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) menyidangkan pelanggaran etika dan dapat menyidangkan pelanggaran disiplin profesi dokter di wilayah yang belum terdapat Majelis Kehormatan Disiplin Indonesia (MKDI). Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari prosespersidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. Dokter terduga pelanggar standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK, dapat pula diperiksa di pengadilan tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. Dokter yang telah divonis melanggar etika oleh MKEK belumtentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan, demikian pula sebaliknya. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi, yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan, tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Persidangan MKEK secara formil berbeda dengan persidangan hukum acara pidana ataupun perdata, namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim.Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan, oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan, kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. Sekali lagi, hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atauPengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. Khusus untuk Surat Ijin Praktek (SIP), eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: MKEK, pencegahan dan penyelesaian malpraktek
Hubungan antara IPK Program Sarjana Kedokteran dengan Nilai UKMPPD Mahasiswa FKUY Miranti Pusparini; Aditarahma Imaningdyah; Sri Hastuti Andayani; Zwasta Pribadi Mahardhika; Dea Dwi Miranti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1621

Abstract

Hasil akhir dari proses pembelajaran seorang mahasiswa dinyatakan dengan IP (Indeks Prestasi) yang merupakan ukuran kemampuan mahasiswa. Penilaian dalam pencapaian kompetensi dilakukan dengan uji tulis dengan MCQ dan OSCE. Pada Tahun 2013 lahir Undang-undang No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran menyatakan bahwa Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dilaksanakan secara nasional sebelum mengangkat sumpah sebagai dokter. Data dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bahwa masih ada sekitar 21 % mahasiswa yang belum lulus dari sekitar 15.000 yang mengikuti UKMPPD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antar variabel, serta ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variabel yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Batas populasi target yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa FK Universitas YARSI yang mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter periode Januari 2014 – Agustus 2015. Tingkat kelulusan CBT adalah 325 orang atau sebesar 60% dari total 539 orang, sedangkan OSCE, sebanyak 498 orangatau 92% dari 539 dinyatakan lulus. Nilai Sig. dari variable IPK Program Sarjana Kedokteran adalah sebesar 0.000 yang mengartikan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara IPK Program Sarjana Kedokteran Dengan Nilai UKMPPD CBT. Nilai Sig. dari variabel IPK Program Sarjana Kedokteran adalah sebesar 0.000 yang mengartikan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara IPK Program Sarjana Kedokteran Dengan Nilai UKMPPD OSCE. Simpulan: Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa nilai IPK Program Sarjana Kedokteran masil relevan dikatakan sebagai indicator learning outcome  ataupun sebagai predictor untuk menentukan hasil ujian kognitif. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci:, CBT, IPK, OSCE, uji kompetensi
Hubungan Senam Lansia terhadap Kualitas Hidup Lansia yang Menderita Hipertensi di Klinik HC UMMI Kedaton Bandar Lampung Fitria Saftarina; Fairuz Rabbaniyah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1637

Abstract

Kualitas hidup individu yang menderita hipertensi lebih buruk dibandingkan dengan individu yang memiliki tekanan darah normal. Hal tersebut dipengaruhi oleh tekanan darah dan tingkat kesadaran seseorang tersebut. Peningkatan kualitas hidup secara mental yang diperoleh melalui aktivitas fisik ialah mengurangi stres, meningkatkan rasa antusias dan rasa percaya diri, serta mengurangi kecemasan dan depresi seseorang terkait dengan penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan senam lansia dengan kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi di Klinik HC UMMI Kedaton Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan selama bulan November 2015 di Klinik HC UMMI Kedaton Bandar Lampung. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel menggunakan sampel total dan di dapatkan 58 orang responden penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar lansia yang mendertita hipertensi memiliki kualitas hidup yang sangat baik, lalu sebagian besar lansia di klinik HC UMMI Kedaton melakukan senam lansia, dan sebagian besar lansia yang menderita hipertensi adalah lansia yang berjenis kelamin perempuan serta terdapat hubungan yangsignifikan (p=0,000) antara senam lansia terhadap kualitas hidup lansia yang menderita hipertensi. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: hipertensi, kualitas hidup, lansia, senam lansia
Granuloma Piogenik Pada Ginggiva Rizki Hanriko
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1653

Abstract

Granuloma piogenik merupakan lesi jinak vaskuler pada mukosa yang relatif sering terjadi. Iritasi menjadi penyebab tersering kejadian pada ginggiva. Tidak ada data pasti angka kejadian granuloma piogenik pada ginggiva di Indonesia. Granuloma piogenik dapat timbul pada segala umur, namun terbanyak pada usia dewasa muda. Angka kejadian granuloma piogenik lebih banyak terjadi pada wanita akibat perubahan hormonal selama pubertas, kehamilan, dan menopause. Gambaran klinis granuloma piogenik pada gingiva berupa benjolan berwarna merah kebiruan, kenyal, dan tidak nyeri. Secara mikroskopis berupa lesi eksofitik dikelilingi jaringan yang normal dilapisi epitel gepeng berlapis yang rata, atrofi atau ulserasi dengan lesi terdiri dari proliferasi pembuluh darah disertai jaringan granulasi. Etiopatogenesis dari granuloma piogenik masih menjadi perdebatan. Beberapa peneliti memasukkan granuloma piogenik kedalam entitas infeksi yang diakibatkan adanya infeksi oleh Stafilokokus dan botryomycosis. Faktor pertumbuhan yang berperan penting dalamangiogenesis dan perkembangan granuloma piogenik adalah VEGF dan bFGF. Pemeriksaan imunohistokimia pada granuloma piogenik akan memberikan ekspresi faktor VIII pada endotel dan negatif pada area seluler. Granuloma piogenik didiagnosa banding dengan peripheral giant cell granuloma dan Peripheral ossifying fibroma karena secara makroskopis identik. Granuloma piogenik juga memberikan ekspresi pada bFGF, anti-CD34, dan VEGF. Granuloma piogenik memiliki prognosis yang sangat baik dengan terapi eksisi namun memiliki tendensi berulang bila eksisi inkomplit. Simpulan:Granuloma piogenik pada ginggiva merupakan lesi vaskuler jinak yang sering terjadi pada usia muda akibat iritasi dan memiliki prognosis sangat baik dengan terapi eksisi. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: ginggiva, granuloma piogenik

Page 1 of 4 | Total Record : 40