cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Hubungan antara Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) dengan Asupan Makanan dan Aktivitas Fisik Anak Autis di SLB Insan Madani dan Pusat Layanan Autis Kota Metro Tahun 2016 Muhammad Aditya; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1719

Abstract

Prevalensi autis di dunia saat ini mencapai 15-20 kasus per 10.000 anak atau 0,15-0,20%. Jika angka kelahiran di Indonesia enam juta per tahun maka jumlah penyandang autis di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 per tahun dengan prevalensi anak laki-laki tiga sampai empat kali lebih besar daripada anak perempuan. Penanganan anak autis yang belumbanyak terpikirkan oleh para orang tua yang anaknya baru terdiagnosis autis adalah pengaturan diet (konsumsi). Hasil pemeriksaan terhadap 200 anak autis di Indonesia didapatkan bahwa seluruhnya menderita alergi makanan (multiple food alergy) dan sekitar 95% alergi terhadap susu sapi dan jenis gandum. Penelitian ini adalah penelitian observasional denganrancangan studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan di Pusat Layanan Autis Metro dan SLB Insan Madani Metro. Besar subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan total sampling (38 Anak). Data diolah menggunakan program NutriSurvey, dan analisis menggunakan metode chi-square. Hasil menunjukan bahwa tidakada perbedaan aktifitas fisik dan asupan makanan antara siswa yang diet ketat GFCF, diet tidak ketat, dan tidak diet GFCF. Dari hasil tersebut dapat diperoleh bahwa anak autis dengan diet GFCF tidak mempengaruhi asupan makanan dan aktifitas fisiknya.Kata Kunci : aktfitas fisik , asupan makanan , diet gfcf
Faktor Risiko Anemia pada Penderita HIV/AIDS dengan Terapi Zidovudin di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Periode November 2015 Ade Yonata; Yvonne Yolanda Fransiska
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1898

Abstract

Anemia merupakan gangguan hematologi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas penderita HIV/AIDS. Zidovudin dalam terapi infeksi HIV/AIDS telah diketahui kemampuannya dalam menimbulkan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara berat badan, stadium klinik HIV/AIDS dan lama penggunaan Zidovudin terhadap anemia pada penderita HIV/AIDS dengan terapi Zidovudin di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, serta mengetahui faktor yang paling berhubungan.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan data dilakukan bulan November 2015. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yang diambil dari rekam medik pasien HIV/AIDS di klinik Voluntary, Counselling and Testing, Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Terdapat 42 rekam medik yang dijadikan sampel pada penelitian ini, dimana sampel diambil menggunakan teknik total sampling.Hasil penelitian menunjukan terdapat 26 pasien (61,9%) pengguna Zidovudin menderita anemia. Faktor yang berhubungan dengan anemia pada pengguna Zidovudin adalah berat badan (p= 0,010) dan stadium klinik HIV/AIDS (p= 0,010). Lama penggunaan Zidovudin tidak berhubungan dengan anemia (p= 0,421). Berat badan (≤50 kg) dan stadium klinik HIV/AIDS (3–4) merupakan faktor yang sama dominan dalam mempengaruhi anemia pada terapi Zidovudin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sama dominan antara berat badan dan stadium klinik HIV/AIDS dengan anemia pada penderita HIV/AIDS dengan terapi Zidovudin di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Lama penggunaan Zidovudin tidak menjadi faktor yang berhubungan dengan anemia pada penderita HIV/AIDS dengan terapi Zidovudin.Kata kunci: AIDS, anemia, HIV, zidovudin
Efek Protektive Kardiovaskular Ekstrak Rhizophora Apiculata Berbagai Pelarut pada Tikus Yang Dipaparkan Asap Rokok Syazili Mustofa; Zulia Yasminanindita Fahmi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 5, No 1 (2021): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v5i1.2928

Abstract

Rhizopora apiculata adalah tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku obat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek protektif ekstrak etanol, metanol, dan n-heksana kulit batang Rhizopora apiculata terhadap jantung tikus yang terpapar asap rokok berdasarkan gambaran histopatologi. Penelitian eksperimental ini menggunakan Post Test-Only Control Design terhadap 30 tikus yang dibagi 6 kelompok. Kelompok normal (N) tidak diberikan perlakuan, kelompok-kelompok lainnya dipaparkan asap rokok 24 batang/hari. Kelompok kontrol positif (K+) tidak ditambahkan apapun, kontrol negatif (K-) ditambahkan vitamin C 9 mg/KgBB/hari, perlakuan 1 (P1), 2 (P2), dan 3 (P3) berturut-turut mendapatkan dosis 56,55 mg/KgBB/hari ekstrak etanol, metanol, dan n-heksana. Setelah perlakuan selama 30 hari, histopatologi jantung tikus dinilai dengan system skoring. Rerata skor Dallas pada N, K+, K-, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 0,25 ± 0,50; 1,15 ± 0,25; 0,50 ± 0,12; 0,45 ± 0,19; 0,60 ± 0,28; dan 0,45 ± 0,19. Uji Kruskal-Wallis bernilai p=0,047. Uji Post Hoc Mann-Whitney bernilai p>0,05 pada semua data, kecuali antara K+ dengan N, K-, P1, P2, dan P3. Efek protektif ekstrak etanol, metanol, dan n-heksana kulit batang Rhizopora apiculata sama baiknya dalam melindungi kerusakan jantung tikus yang terpapar asap rokok. Ekstrak-ekstrak tersebut sama efeknya dengan vitamin C 9 mg/KgBB/hari. Kata kunci: asap rokok, jantung, Rhizopora apiculata
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Bakau Hitam (Rhizophora mucronata) Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus Rizki Hanriko; Alif Fernanda Putra; Nisa Karima
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2508

Abstract

Dewasa ini, produk pangan yang beredar di pasaran banyak yang menggunakan bahan tambahan pangan (BTP). Namun, penggunaan BTP sering terjadi penyalahgunaan seperti methanyl yellow. Methanyl yellow dapat merusak jaringan tubuh seperti ginjal, otak, dan hepar. Untuk menghadapi kerusakan yang ditimbulkan oleh methanyl yellow, diperlukan suatu senyawa antioksidan seperti buah bakau hitam (Rhizophora mucronata). Dari uraian di atas, peneliti ingin mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah bakau hitam (Rhizophora mucronata) terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih yang diinduksi methanyl yellow. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 20 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 4 ekor tikus. Kelompok penelitian antara lain: K1: hanya akuades; K2: methanyl yellow 3000 mg/kgBB; P1: ekstrak buah bakau hitam 3,75 mg/kgBB + methanyl yellow 3000 mg/kgBB; P2: ekstrak buah bakau hitam 7,5 mg/kgBB + methanyl yellow 3000 mg/kgBB; P3: ekstrak buah bakau hitam 15 mg/kgBB + methanyl yellow 3000 mg/kgBB. Uji analisis yang digunakan adalah methanyl yellow dengan Post-hoc LSD. Hasil yang didapatkan berupa terdapat pengaruh pemberian ekstrak buah bakau hitam (Rhizophora mucronata) terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi methanyl yellow berupa penurunan rerata kerusakan sel hepar dibandingkan kelompok kontrol positif dengan dosis 3,75-15 mg/kgBB selama 30 hariKata Kunci: ekstrak buah bakau hitam, histopatologi hepar, methanyl yellow
Uji Efektivitas Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus [Sinonim=Sericocalyx crispus L]) sebagai Anti Diabetes Mellitus TA Larasati; Meiwa Rizky Ardhi Bella Putri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 5, No 1 (2021): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v5i1.2929

Abstract

Daun keji beling (Strobilanthes crispus) merupakan salah satu jenis tanaman yang secara empiris banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan. Beberapa literatur menyebutkan nama latin daun keji beling sebagai  Sericocalyx crispus L. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, menunjukkan bahwa rata – rata prevalensi Diabetes Mellitus di masing – masing provinsi di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter dari penduduk umur lebih dari 15 tahun pada tahun 2013 mencapai 1,5%, dan meningkat pada tahun 2018 mencapai 2%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kimia pada ekstrak etanol 70% daun keji beling seperti flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid yang bekerja sinergis untuk menghambat aktivitas enzim alfa penelitian menunjukkan kandungan kimia pada ekstrak etanol 70% daun keji beling seperti flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid yang bekerja sinergis untuk menghambat aktivitas enzim alfa – glukosidase akan menurunkan peningkatan kadar glukosa darah serta dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan juga dapat menghambat kerja enzim alpha – glukosidase. Kata Kunci : Daun keji beling (Strobilanthes crispus, Sericocalyx crispus L), Diabetes mellitus, Enzim alfa – glukosidase 
Pajanan Panas dengan Status Hidrasi Pekerja Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2497

Abstract

Lingkungan kerja yang panas dapat menyebabkan berbagai pekerja mengeluh baik subjektif maupun objektif. Selama kegiatan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan lingkungan kerja, tubuh pekerja akan bereaksi dengan menyeimbangkan jumlah panas yang diterima oleh tubuh dari luar tubuh dan hilangnya air dalam tubuh. Titik di mana ada keseimbangan antara asupan air dan debit air dari tubuh disebut status hidrasi. Status hidrasi atau dehidrasi yang buruk dapat menyebabkan berbagai perubahan fungsi fisiologis tubuh. Ada hubungan antara lingkungan kerja dan status hidrasi. Asupan air berubah menjadi faktor individu yang mempengaruhi status hidrasi pekerja yang terpapar panas. Faktor kerja yang mempengaruhi status hidrasi pekerja adalah suhu lingkungan kerja. Kata kunci: Status hidrasi, paparan panas.
Active Learning di Pendidikan Kedokteran Rika Lisiswanti; Drisnaf Swastyardi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 5, No 1 (2021): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v5i1.2934

Abstract

Pendahuluan. Active learning merupakan konsep pembelajaran yang sudah ada sejak lama. Active learning adalah pembelajaran secara aktif oleh mahasiswa. Berbagai metode active leraning yang terdapat dalam literatur. Penerapan active learning pada pendidikan kedokteran masih terbatas pada pembelajaran problem-based-learning.Pembahasan. Berbagai metode active learning sudah ada dalam literatur diantarannya bersifat kolaboratif atau small group learning dan dalam kelas besar. Active learning kolaboratif diantaranya problem-based learning, tema-based learning, case-based learning, diskusi kelompok kecil, clinical skill laboratorium dan masih banyak lagi. Sedangkan active learning dalam kelas besar yaitu modifikasi perkuliahan, flipped classroom, jigsaw dan lainnya. Dosen bereran sebagai fasilitator, mendorong mahasiswa dan memberikan umpan balik kepada mahasiswa. Institusi berperan dalam menyediakan dana, melatih dosen, menyediakan fasilitas dan meningkatkan SDL mahaaiswa. Mahasiswa bertanggungjawa terhadap pembelajarannya, berinisitaif dan mempunyai keterampilan SDL yang baik untuk mendukung pembelajaran active learning. Penerapan active learning juga menemui hambatan diantaranya dari segi waktu, dana, sumber daya dan karakteristik mahasiswa.Simpulan. Terdapat banyak metode active learning yang bisa diterapkan, diperlukan peran semua pihak untuk mengembangkan active learning di suatu institusi. Kata kunci: dosen, mahasiswa kedokteran, pembelajaran aktif, pendidikan kedokteran.
Angioedema Pada Penderita Systemic Lupus Erhytematosus (SLE) Iswandi Darwis
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 6, No 2 (2022): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila6275-78

Abstract

Angioedema dapat terjadi pada pasien dengan penurunan kadar serum C1 inhibitor atau fungsi yang abnormal dari C1 inhibitor. Pada SLE didapatkan penurunan kadar dan/atau fungsi C1inhibitor. Hal ini akan menyebabkan peningkatan aktivitas C1 untuk aktivasi C4 dan C2 yang kemudian akan meningkatkan produksi bradikinin yang memacu permeabilitas pembuluhdarah sehingga terjadi edema pada jaringan ikat. Pasien seorang wanita 33 tahun penderita SLE sejak November 2015, satu minggu mengeluhkan wajah bengkak secara tiba-tiba, kedua kelopak mata sulit dibuka dan bengkak, perut juga membesar, tangan dan kaki juga membengkak, tidak didapatkan riwayat penggunaan obat Captopril. Pada pemerisaan kadar C1inhibitor esterase didapatkan hasil C3 11 (menurun) dan kadar C4 1,29 (menurun). Kadar C1 inhibitor 30 (normal). Pasien mendapatkan terapi injeksi mp 32,5 mg/24 jam, Cavit D3 3x1, cellcept 2x 500mg dan diberikan asam traneksamat 1gram/8jam. Pada perawatan hari ke 14 kondisi membaik pasien diperbolehkan pulang. Angioedema dapatan merupakan salah satu komplikasi dari penyakit SLE yang terjadi karena terbentuk autoantibodi yang akan mengkatabolisme C1-INH.akibatnya terjadi aktivasi sistem komplemen yang menyebabkan angioedema. Managemen terapi yang adapat diberikan adalah dengan imunosupresan yangakan menurunkan aktivitas SLE dan asam traneksamat yang akan menurunkan aktivasi plasminogen menjadi plasmin sehingga kadar C1-INH akan meningkat. SLE dapat menyebabkan penurunan kadar C1-INH dan penurunan fungsi C1-INH. Pada kasus ini didapatkan angioedemakarena penurunan fungsi C1-INH. Kata Kunci. Angioedema, C1 Inhibitor, Systemic Lupus Erythematosus
Aspek Klinis dan Tatalaksana Apendisitis Akut Haliza Henfa Dela Cruz; Diana Mayasari
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 6, No 2 (2022): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila6279-83

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada appendix viriformis. Apendisitis merupakan salah satu penyebab tersering nyeri akut abdomen dan kasus bedah darurat. Kasus ini semakin meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Apendisitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi pada appendix Gambaran klinis apendisitis akut nyeri perut pada kuadran kanan bawah, nyeri tekan pada titik McBurney, Tanda Rovsign, Tanda Dunphy, Rebound Tenderness, Psoas sign, Obturator Sign, anoreksia, malaise, demam, mual/muntah. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan laboratorium darah lengkap dan  pencitraan. Perlu dipertimbangkan menggunakan alvarado score ataupun Apendicitis Inflamatory Score untuk membantu penegakan diagnosis akut. Tatalaksana yang diberikan dapat diberi obat analgetik, antipiretik, dan antibiotik. Tindakan operatif berupa laparotomi terbuka maupun laparoskopi dipertimbangkan sesuai kondisi pasien. Seringnya kejadian apendisitis akut memicu penulis untuk memperdalam pengetahuan mengenai apendisitis akut, meliputi definisi, epidemiologi, etiologi, gejalaklinis dan pemeriksaan penunjang, sehingga dapat mendiagnosis dan merencanakan tatalaksana yang tepat.Kata kunci: Apendisitis, Appendix, Alvarado score, Apendektomi 
Korelasi Intensitas Nyeri dengan Paritas Kehamilan pada Ibu Hamil yang Mengalami Nyeri Punggung Bawah di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Dewi Nur Fiana; Khairun Nisa; Fidha Rahmayani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 6, No 2 (2022): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila6284-88

Abstract

Sepertiga dari populasi penderita nyeri punggung bawah (NPB) yang mengalami nyeri hebat dan sering dikaitkan dengan keterbatasan kemampuan ibu hamil untuk bekerja secara efektif. Hal tersebut berkaitan pada kualitas hidup yang buruk, akibatnya produktivitas ibu hamil dalam kegiatan rutin hariannya berkurang 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi intensitas nyeri dengan paritas kehamilan pada ibu hamil yang mengalami nyeri punggung bawah. Sebanyak 63 ibu hamil yang memenuhi kriteria dilakukan pengambilan data berupa data paritas dan derajat nyeri pungggung bawah. . Pada uji kruskall-wallis didapatkan nilai p value = 0.947. Dimana nilai p-value tersebut >0.05 sehingga didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dan NPB pada ibu hamil . Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara intensitas nyeri dengan paritas kehamilan pada ibu hamil yang mengalami nyeri punggung bawah (NPB) di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Kata Kunci: ibu hamil, nyeri punggung bawah, paritas