Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED)
Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) merupakan jurnal yang bertujuan untuk memungkinkan publikasi penelitian terkini dan aktual di bidang Sosiologi, Pendidikan, dan Pembangunan. Kami menerima kiriman dari pendidik Sosiologi dan peneliti dari institusi manapun, baik di dalam maupun luar negeri. Fokus dan Ruang Lingkup IJSED mewujudkan artikel penelitian dengan cakupan berikut, tetapi tidak terbatas pada: Sosiologi Analitik Sosiologi Terapan Sosiologi Arsitektur Sosiologi Behavioral Sosiologi Tionghoa Perilaku Kolektif Sosiologi Komparatif Sosiologi Komputasional Sosiologi Kritis Sosiologi Budaya Sosiologi Digital Sosiologi Dramaturgi Sosiologi Ekonomi Sosiologi Pendidikan Sosiologi Lingkungan Sosiologi Empiris Sosiologi Evolusioner Sosiologi Feminis Sosiologi Figurasional Sosiologi Historis Sosiologi Humanistik Sosiologi Industri Sosiologi Internet Sosiologi Interpretatif Makrososiologi Sosiologi Marxist Sosiologi Matematika Sosiologi Medis dan Kesehatan Mesososiologi Mikrososiologi Sosiologi Militer Sosiologi Sumber Daya Alam Sosiologi Fenomenologis Sosiologi Kebijakan Publik Sosiologi Politik Sosiologi Psikoanalitik Sosiologi Publik Sosiologi Murni Sosiologi Utopia Murni Sosiologi Desa-Kota Kesenjangan Sosial Psikologi Sosial Sosiologi Kelompok Usia Sosiologi Agrikultur Sosiologi Arsitektur Sosiologi Seni Sosiologi Autisme Sosiologi Anak Sosiologi Konflik Sosiologi Budaya Sosiologi Ranah Siber Sosiologi Penyimpangan Sosiologi Pembangunan Sosiologi Kebencanaan Sosiologi Pendidikan Sosiologi Emosi dan Perasaan Sosiologi Finansial Sosiologi Makanan Sosiologi Gender Sosiologi Globalisasi Sosiologi Pemerintahan Sosiologi Penyakit Masyarakat Sosiologi Imigrasi Sosiologi Ilmu dan Pengetahuan Sosiologi Bahasa Sosiologi Literatur Sosiologi Hukum Sosiologi Pasar Sosiologi Pernikahan Sosiologi Musik Sosiologi Organisasi Sosiologi Perdamaian, Peperangan, dan Konflik Sosial Sosiologi Filsafat Sosiologi Hukuman Sosiologi Hubungan Ras dan Etnis Sosiologi Agama Sosiologi Perubahan Sosial Sosiologi Pergerakan Sosial Sosiologi Olahraga Sosiologi Teknologi Sosiologi Keluarga Sosiografi Sosiologi Sturktural Teori Sosiologi Sosiologi Visual
Articles
90 Documents
Gerakan Hijrah: Pencarian Identitas Untuk Muslim Milenial di Era Digital
Mila Nabila Zahara;
Dadan Wildan;
Siti Komariah
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i1.21
Artikel ini bertujuan untuk mengeksloprasi paradigma gerakan hijrah yang terjadi pada generasi muslim milenial di era digital melalui platform media sosial. Dengan menggunakan metode penelitian fenomenologiyang dilakukan pada gerakan pemuda hijrah yang dikenal dengan nama Shift. Partisipan dalam penelitian ini adalah pelaku hijrah, pendiri gerakan hijrah, juga keluarga dari pelaku hijrah. Penelitian ini dikaji melaluikonsep gerakan sosial sebagai salah satu perilaku kolektif, yang menjadikan gerakan hijrah pada generasi milenial menjadi fenomena baru dalam gerakan Islam di Indonesia yang menarik untuk dikaji. Temuan penelitian mencerminkan bahwa gerakan hijrah terjadi secara komunal melahirkan sebuah gerakan sosial berbasis keagamaan. Gerakan muslim milenial telah membangun identitas baru sebagai sebagai umat beragama yang taat pada aturan islam. Gerakan hijrah memiliki maksud menjadikan anak muda dekat dengan Al-Quran, shalat tepat waktu, giat mencari ilmu agama dan menebarkan syiar Islam melalui platformmedia sosial. Dalam aktivitasnya, anggota Shift terdiri dari berbagai anak muda dengan beragam golongan, seperti komunitas motor, skuter, skateboarder di sekitar Kota Bandung. Terlepas dari identitasnya sebagai pemuda pada umumnya, dengan keikutsertaan dalam gerakan hijrah ini adanya konstruksi identitas dan pembingkaian kultural mereka menjadi pemuda gaul namun taat dalam beragama.
Relationship between State and Civil Society: Theoretical Review
Abdou Barrow
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i1.22
Relationship between state and civil society has been of great interest in the field of social sciences especially in the field of sociology and political science. There have been several theorist that tries to look into this relationship. The aim of this paper is to review the theoretical approaches of Marxist, Elites, and Neo-Consensualist on the relations between state and civil society in nowadays societies. Research are based on literature studies, on conflict perspectives in sociology. These theories are very prominent when talking about state-civil society relationship in sociology. Marxist looks the relationship between the two as conflictual, meaning dominant civil society use the state as an instrument in exploiting the weak economic class. Elites argue the relationship differently from that of Marxist and liberals, as for them, state is run by few individuals at the expense of the mass. In the eye of Neo-Consensualist is entirely a different story, as that of Parson view certain prospectin the social world of constituting the society that is; norms, and values. As for Bellah he sought religion as a mechanism in the spirit of acculturating a kind of doctrine in a sense that, state and citizens go bye. Result for this theoretical views is elites show the relationship different from the Marxist and liberals, as for them the state is run by few individuals at the expense of the mass. This people are a minority group that has influence through economically, socially and the like but in short they have potentials in making things happen. This minority group the called them the elite as the mas they called the ruled.
Penguatan Identitas sebagai Strategi Bertahan Warga Adat Sunda Wiwitan
Febi Dwi Anggraeni;
Rakhmat Hidayat
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.27
Paper ini bertujuan untuk menjelaskan strategi bertahan masyarakat AKUR Sunda Wiwitan dalam mempertahankan identitasnya dan menjelaskan bagaimana penguatan identitas yang dilakukan masyarakat AKUR Sunda Wiwitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mempertahankan identitas masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, terdapat peran agen sosialisasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga yaitu mulai dari keluarga, komunitas maupun pendidikan. Kebertahanan masyarakat AKUR Sunda Wiwitan dapat dianalisis menggunakan konsep identitas budaya dari Stuart Hall. Identitas budaya setidaknya dapat dilihat dari dua cara berpikir, yaitu identitas budaya sebagai wujud (identity as being) dan identitas budaya sebagai proses menjadi (identity as becoming). Apabila dilihat dari posisi sebagai sebuah wujud, masyarakat AKUR memiliki identitas budaya dalam hal budaya bersama. Masyarakat AKUR memiliki sejarah leluhur yang sama serta simbol dan kode kebudayaan bersama, seperti bahasa, ritual, kesenian, atribut, dan yang lainnya. Selanjutnya, untuk identitas budaya sebagai proses menjadi (identity as becoming) dimaksudkan bentuk-bentuk identitas senantiasa berubah, seperti halnya masyarakat AKUR yang melakukan sebuah reorganisasi komunitas sebagai bentuk dari strategi bertahan, mulai dari ADS, PACKU, dan terakhir AKUR.
Perilaku Konsumsi Budaya Masyarakat dalam Tradisi Labuhan Ageng di Pantai Sembukan
Khusniatun Alviyah;
Sigit Pranawa;
Abdul Rahman
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.28
Konsumsi telah mencengkeram seluruh aspek kehidupan manusia termasuk dalam hal kebudayaan. Seiring perkembangan zaman dengan masuknya budaya barat telah menggeser minat masyarakat terhadap tradisi lokal yang menjadi ciri khas daerahnya. Salah satunya tradisi Labuhan Ageng di Pantai Sembukan yang mulai melakukan modifikasi agar tetap memiliki eksistensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat dalam mengonsumsi tradisi Labuhan Ageng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian setelah dianalisis dengan teori masyarakat konsumsi Jean Baudrillard adalah dalam ritual Labuhan Ageng saat ini mulai ditambahkan serangkaian acara hiburan dengan porsi waktu lebih banyak dan lebih menarik dibandingkan acara inti tradisi itu sendiri. Sehingga tradisi Labuhan Ageng mulai berubah menjadi tradisi yang lebih dinikmati sebagai acara hiburan. Tradisi yang dahulu dimaknai secara sakral justru dijadikan sebagai ajang rekreasi dan berfoto untuk kepuasan diri.
Internalisasi Tata Krama Jawa melalui Karawitan di SMA Negeri 1 Boyolali
Arbhito Iqbal Pratomo;
Sigit Pranawa;
Siany Indria Liestyasari
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.30
Penelitian ini sangat penting dilakukan karena di era generasi 4.0 mengalami perkembangan IPTEK sangat pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) Mengkaji fungsi dalam mata pelajaran seni budaya Karawitan.(2) Mengkaji tentang bagaimana pola interaksi mata pelajaran seni budaya Karawitan dalam internalisasi tata krama Jawa makna pada siswa SMA Negeri 1 Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi baik foto maupun video. Informan dalam sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa dan ahli karawitan. Penentuan subjek penelitian/informan dilakukan dengan cara purposisve sampling. Sedangkan tekhnik uji validitas data dengan cara triangulasi sumber.. Fokus teori penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah : (1) fungsi mata pelajaran seni budaya karawitan bagi SMA Negeri 1 Boyolali sebagai mata pelajaran yang sejajar dengan mata pelajaran lain. (2) internalisasi tata krama jawa melalui mata pelajaran seni karawitan dilakukan dengan interaksi simbolik melalui isyarat dan kode dalam seni karawitan.
Urgensi Pengajaran Pendidikan Multikultural Menggunakan Problem Based Learning
Sebastianus Sambi;
Wilodati Wilodati;
Siti Komariah
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.31
Kemampuan untuk menerima dan mengakui beragam perbedaan merupakan titik sentral dari pendidikan multikultural. Kemampuan tersebut dapat diasah selain lewat kebiasaan di rumah, tetapi juga lewat dunia pendidikan. Pada institusi pendidikan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai materi dan pendekatan belajar yang menunjang pengimplementasian nilai-nilai pendidikan multikultural, seperti pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBM). Tujuan dari artikel ini adalah mempromosikan penggunaan pendekatan PBM pada pembelajaran sosiologi yang berkaitan dengan materi pendidikan multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif pada SMA Talenta School, Kota Bandung. Informan dalam penelitian ini adalah Guru Sosiologi dan beberapa Siswa-Siswi kelas XI di sekolah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik; 2) bertanggungjawab dengan tugas-tugas yang diberikan; 3) mampu menunjukkan sikap bekerja; 4) saling menghargai pendapat orang lain; 5) bernalar kritis dan terbiasa untuk bertanya.
Penerapan Model Pembelajaran Saintifik Approach Berbasis Media Classroom
Suardi Suardi;
Nursalam Nursalam
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.32
Tujuan penelitian untuk (i) menganalisis keaktifan mahasiswa pada saat proses pembelajaran (ii) menganalisis hasil belajar mahasiswa (iii) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang muncul pada proses penerapan model pembelajaran scientific approach berbasis media classroom melalui penelitian tindakan kelas (classroom action research) pada mahasiswa kelas A angkatan Tahun 2019. Hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran scientific approach perbandingan pada siklus I mencapai ketuntasan klasikal hanya mencapai 65.37% dan pada siklus II sudah mengalami peningkatan sampai 92.30% dari standar ketuntasan klasikal 90% dan mencapai nilai KKM 85. Keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran pada siklus I sangat tinggi mencapai 80.11 dan siklus II yaitu 91.79 sudah mencapai standar 90%. Refleksi siklus I dan II mencakup proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran saintifik approach, kontrak perkuliahan, aturan berpakaian, evaluasi pembelajaran, penggunaan classroom dan publikasi pada blog-blog agar dapat memperbaiki kekurangan dari siklus I menuju siklus II. Hasil angket mahasiswa mayoritas mengatakan (a) Sangat menyenangkan dengan diterapkannya penerapan model pembelajaran saintifik approach (b) Media classroom telah menumbuhkan karakter disiplin dan tanggung jawab mahasiswa (c) Dosen mengajar sangat menyenangkan.
Peran Ketua Adat Sedulur Sikep dalam Meningkatkan Pembangunan Masyarakat di Desa Sambongrejo
Dheasrika Fernanda Ebrilianti;
Sigit Pranawa;
Nurhadi Nurhadi
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.33
Pembangunan merupakan perubahan sosial yang direncanakan dalam lingkup politik, sosial, ekonomi, dan teknologi. Desa Sambongrejo memiliki nilai Indeks Desa Membangun (IDM) sebesar 0,5916 dan tercatat sebagai desa tertinggal di Kabupaten Blora. Sebagai desa adat Sedulur Sikep memiliki pemimpin informal yang berperan penting di dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran ketua adat Sedulur Sikep dalam meningkatkan pembangunan masyarakat di Desa Sambongrejo. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Teknik pengambilan informan dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Teori yang digunakan adalah teori Struktural Fungsionalisme Radcliffe Brown. Hasil temuan penelitian ini adalah peran ketua adat dalam meningkatkan pembangunan meliputi fisik maupun non fisik. Peran ketua adat sebagai perencana pembangunan, sebagai stakeholder dalam infrastruktur masyarakat, sebagai pelestari nilai-nilai budaya. Adapun akibat dari peran yang dilaksanakan ketua adat berdampak pada peningkatan solidaritas masyarakat, peningkatan pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Enkulturasi Pendidikan Karakter Nilai dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Talang Mamak
Yelvia Septi Mayenti;
Wilodati Wilodati
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.34
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Adat Bagawe di tengah era globalisasi, yang tetap ada sebagaimana aslinya dari ajaran leluhur masyarakat Talang Mamak. Adat Bagawe ini menjadi hal yang unik di tengah era globalisasi yang masih bertahan dari generasi ke generasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Talang Mamak di Desa Sungai Limau Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi, display data, dan verifikasi. Uji keabsahan datanya menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Bagawe dalam kehidupan sosial budaya penganut tiri tua atau kepercayaan Langkah Lama Suku Talang Mamak berdasarkan sistem kekerabatan matrilineal, yang tergambar jelas dalam adat istiadat perkawinan; (2) Nilai-nilai karakter yang terdapat pada Adat Bagawe dalam kehidupan sosial budaya penganut agama kepercayaan lama Suku Talang Mamak Desa Sungai Limau Kecamatan Indragiri Hulu adalah kesetiaan dan ketaatan yang tinggi pada adat istiadatnya; (3 ) Pendekatan pendidikan karakter yang dilakukan dalam kehidupan sosial budaya Suku Talang Mamak tercermin dari sikap demokratis/kebebasan dalam memilih pasangan hidup; (4) Peran nilai karakter Suku Talang Mamak dalam memperkuat pendidikan masyarakat yaitu peduli kepada adat dan lingkungan yang ditandai dengan motto “lebih baik mati anak dari pada mati adat”.
Peran Pengganti Orang Tua bagi Kehidupan Mahasiswa Perantauan di Kota Malang
Incka Aprillia Widodo
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.38
Kegiatan merantau seringkali dilakukan seseorang guna untuk memperbaiki ekonomi atau mencari mata pencaharian ataupun untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Banyak para remaja yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ditempat yang jauh dari rumah mereka. Sehingga hal ini secara tidak langsung melatih kemandirian mereka untuk hidup sendiri jauh dari kedua orang tua dan keluarga. Namun pada akhirnya banyak permasalahan yang terjadi akibat dari hidup jauh dari keluarga yaitu mulai merasakan rindu serta kesendirian. Hingga hal ini menyebabkan munculnya sebuah fenomena figure pengganti orang tua dalam kehidupan mahasiswa dan mahasiswi perantauan terutama di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan tujuan dari adanya figure ini adalah untuk membantu mereka survive di tempat perantauan. Selain itu figure ini memiliki peran seperti menjadi tempat berkeluh kesah, menjadi tempat untuk meminta pertolongan yang tidak bisa diungkapkan kepada orang tua, menjadi tempat mencari sebuah solusi, menjadi seseorang yang selalu menemani dalam segala kondisi. Beberapa anak perantauan juga menganggap hal ini penting tetapi ada juga yang menganggap ini tidak penting. Artikel ini ditulis menggunakan metode kualitatif deskriptif serta studi literature dari data-data sekunder seperti jurnal dan berita online. Analisis artikel ini menggunakan pendekatan teori interaksi simbolik dan pertukaran sosial. Artikel ini ditulis untuk mengetahui fenomena figure pengganti perang orang tua yang terjadi pada mahasiswa dan mahasiswi perantauan di Kota Malang.