cover
Contact Name
La Ode Syaiful Islamy
Contact Email
syaiful80islamy@gmail.com
Phone
+6285340587015
Journal Mail Official
redaksi@jurnalkainawa.baubaukota.go.id
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No. 1 Kel. Batulo Kec. Wolio Kota Baubau 93717
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kainawa: Jurnal Pembangunan & Budaya
ISSN : 26570505     EISSN : 27156184     DOI : https://doi.org/10.46891/kainawa
Kainawa: Jurnal Pembangunan & Budaya adalah jurnal yang menyediakan sumber informasi ilmiah yang ditujukan untuk para peneliti, dosen, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Jurnal ini menerbitkan naskah penelitian asli yang berfokus pada hasil penelitian tentang pembangunan dan budaya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019)" : 6 Documents clear
Kualitas Pelayanan Publik Bidang Pendidikan, Kesehatan, Perhubungan, Pelayanan Perizinan, dan Administrasi Kependudukan Muliadi Mau; Tasrifin Tahara; Musran Munizu; Yusniar; Marsudi
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.87-99

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan publik khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, perhubungan, pelayanan perizinan dan administrasi kependudukan pada Pemerintah Kota Baubau. Selain itu, memetakan kualitas sekaligus kinerja pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh masing-masing unit pelayanan, dan merumuskan bahan/referensi teknis dalam menetapkan kebijakan berikutnya. Kajian ini dilakukan di Kota Baubau, yang meliputi 8 kecamatan, dan 43 kelurahan dengan menggunakan teknik multistage random sampling pada level of confidence 95%. Jumlah sampel sebanyak 440. Kajian ini menggunakan metode survei dengan variabel/unsur penilaian dielaborasi dari Kep/25/M.PAN/2/2004 dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas dan kinerja pelayanan publik di Kota Baubau untuk 5 bidang layanan (pendidikan, kesehatan, perhubungan, perizinan dan administrasi kependudukan masuk pada kategori B (Baik). Namun, jika diurutkan maka layanan bidang administrasi kependudukan berada pada peringkat I (IKM = 72,55); bidang pendidikan peringkat II (IKM = 72,23); bidang kesehatan peringkat III (IKM = 72,08); bidang perhubungan peringkat IV (IKM = 69,99); dan bidang perizinan peringkat V (IKM = 69,35). Di antara 16 (enam belas) unsur pelayanan publik, secara keseluruhan 5 (lima) unsur utama yang nilai rata-rata kepuasannya rendah adalah (1) kecepatan pelayanan (2,566); (2) keadilan mendapatkan pelayanan (2,641); (3) kepastian biaya pelayanan (2,760); (4) kewajaran biaya pelayanan (2,762); dan (5) penanganan pengaduan, saran dan masukan (2,837).
Refungsionalisasi Nilai-nilai Budaya Buton Sebagai Resolusi Kerawanan Sosial di Kota Baubau Tasrifin Tahara; Munsi Lampe; Dinna Dayana La Ode Malim
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.101-114

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian kami tentang refungsionalisasi nilai-nilai budaya Buton dalam mengatasi kerawanan sosial di Kota Baubau, serta strategi memfungsikan kembali nilai-nilai budaya Buton sebagai upaya preventif dalam mengatasi kerawanan sosial. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif di Kota Baubau sebagai lokasi utama pemukiman kelompok pewaris nilai luhur Budaya Buton era Kesultanan Buton, namun masih sering terjadi tindakan kekerasan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara dengan deskriptif kualitatif. Kekayaan nilai-nilai budaya Buton menunjukkan potensi besar untuk dilakukan fungsionalisasi dalam berkehidupan masyarakat secara harmonis dan kokoh serta dinamis ke depan. Dalam rangka refungsionalisasi tersebut, perlu diperlukan strategi-strategi: pengaktifan peran desa adat, pembentukan dan atau penguatan kelembagaan budaya Buton yang sudah ada sebelumnya, memasukkan nilai-nilai budaya Buton dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, memerdakan pemungsian beberapa komponen nilai budaya utama (Perda/Peraturan Daerah), dan kajian mendalam dan berkelanjutan tentang nilai-nilai budaya Buton untuk dijadikan referensi dan rekomendasi pembangunan berkelanjutan di segala bidang kehidupan.
Potensi dan Arahan Pengembangan Kampung Wisata Bahari Berbasis Produk Unggulan Mutiara di Kelurahan Palabusa Kota Baubau La Ode Abdul Rajab Nadia; Dedy Oetama; Muhaimin Hamzah; Amadhan Takwir; Muhammad Trial F. Erawan
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.115-130

Abstract

Pembangunan pariwisata terintegrasi sektor andalan dan diversifikasi produk dan jasa merupakan salah satu arahan pembangunan daerah Kota Baubau. Salah satu model yang akan dikembangkan adalah kampung wisata berbasis produk unggulan mutiara. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji potensi kawasan dan perencanaan layout kampung wisata bahari berbasis produk unggulan mutiara di Kelurahan Palabusa. Metode pengumpulan data meliputi (1) survei terkait isu dan permasalahan pengembangan pariwisata berbasis pemanfaatan sumber daya perikanan, (2) Focus Group Discussion terfokus oleh beberapa multipihak terkait isu yang dikaji (3) verifikasi dan evaluasi hasil yang diperoleh di lapangan. Kondisi potensi sumber daya alam tersebut akan didokumentasikan. Metode analisa data mencakup analisis spasial, analisis pengembangan kawasan wisata dan tata letak (layout). Berdasarkan hasil analis spasial bahwa wilayah perairan laut yang masih dapat dikembangkan sebagai area budi daya kerang mutiara di Palabusa masih tersedia kurang lebih 61,23 hektar. Saat ini, area budi daya existing secara total baru mencapai 22,22 hektar yang terdiri atas 4,06 wilayah budi daya existing oleh masyarakat lokal dan sekitar 18,16 hektar wilayah budi daya milik PT. Selat Buton. Dari luas efektif tersebut, jika diasumsikan dimanfaatkan sebesar 25% saja, maka akan menampung jumlah keramba ukuran 6×12 meter sebanyak 138 unit. Hasil layout pengembangan kawasan mencakup ruang penerimaan, ruang pelayanan, ruang penyangga, ruang budi daya, ruang wisata/pelayanan, jalur sirkulasi, ruang konservasi situs sejarah. Model pengembangan kampung wisata di Palabusa mencakup ekonomi dan lingkungan, berbasis masyarakat dan keterlibatan multipihak.
Locus of Control, Komitmen dan Etika Audit Internal Pemerintah Kota Baubau La Ode Kamaluddin Mursidi; Syarifuddin
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.131-143

Abstract

Penelitian ini merefleksikan praktik audit berdasarkan perspektif hubungan antara locus of control, komitmen dan etika audit internal. Minimnya kompetensi dan tanggung jawab personil auditor menjadi aspek yang melatarbelakangi permasalahan locus of control, komitmen dan etika auditor di jajaran Inspektorat Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara locus of control, komitmen dan etika audit internal Pemerintah Kota Baubau. Dengan menggunakan metode fenomenologi, studi ini menekankan hasil wawancara semi struktur dan pengamatan terhadap auditor internal sebagai informan dari hasil snowball samples. Hasil penelitian ini merefleksikan adanya manifestasi hubungan yang secara langsung antara locus of control, komitmen dan etika audit yang meletakkan dasar interpretasi locus of control berfokus eksternal (external locus of control) sebagai bagian dari nilai keberhasilan yang sifatnya kolektif. Minimnya kompetensi dan tanggung jawab auditor Inspektorat di balik kompleksitas tugas dan tekanan waktu audit sangat kontributif terhadap tuntutan akan pentingnya komitmen auditor baik secara organisasional maupun profesi. Studi ini menunjukkan bahwa hubungan external locus of control, komitmen, dan etika audit menitikberatkan pentingnya kompetensi, integritas, dan independen, serta objektivitas yang dimediasi oleh faktor disiplin, motivasi dan kerja keras. Hasilnya, secara multidimensional komitmen normatif menjadi bagian dari bentuk komitmen auditor inspektorat. Dengan adanya motif ekstrinsik yang tidak terealisasi di balik komitmen normatif ini dapat mengakibatkan rendahnya komitmen auditor yang dapat memengaruhi perilaku etis auditor internal di jajaran Inspektorat Kota Baubau.
Kajian Pemetaan Komoditas Unggulan Pertanian Berbasis Karakteristik Kewilayahan di Kota Baubau Sarini Yusuf Abadi; Yusuf; M. Aris Rauf; Rahman Hasima; Ali Rizky
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.145-161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisi komoditas-komoditas unggulan berbasis pertanian di Kota Baubau, memetakan komoditas-komoditas unggulan pertanian berbasis karakteristik kewilayahan di Kota Baubau, dan merumuskan formulasi strategi, program dan indikasi rencana tindak yang perlu ditempuh dalam rangka meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kota Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan komoditas unggulan pertanian yakni; padi, jagung, ubi kayu, dan jambu mete, dengan temperatur, curah hujan, jenis tanah di seluruh wilayah kecamatan di Kota Baubau relatif sesuai dengan komoditas unggulan pertanian yang ada. Namun, jenis komoditas unggulan pertanian yang ada di Kota Baubau relatif tidak sesuai dengan kedalaman tanah efektif pada wilayah-wilayah kecamatan yang ada. Hasil penyusunan arah kebijakan pengembangan komoditas unggulan pertanian Kota Baubau diperoleh 4 (empat) arah kebijakan, yakni: peningkatan hasil produksi komoditas unggulan pertanian untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Kota Baubau; peningkatan nilai tambah komoditas unggulan pertanian di Kota Baubau melalui skema pengembangan komoditas unggulan pertanian dari hulu hingga hilir; peningkatan kemampuan akses pasar untuk produk-produk hilir berbasis komoditas unggulan pertanian Kota Baubau; peningkatan akses pada sumber daya produktif dan sumber daya ekonomi potensial untuk peningkatan hasil produksi komoditas unggulan pertanian serta industri-industri turunannya. Hasil penyusunan formulasi strategi pengembangan komoditas unggulan pertanian Kota Baubau terdapat 4 (empat) formulasi strategi yakni: Strategi Peningkatan Hasil Produksi; Strategi Pengembangan Industri Hilir Berbasis Komoditas Unggulan Pertanian; Strategi Peningkatan Kapasitas Pembiayaan Usaha; dan Strategi Peningkatan Ketersediaan Pasar Produk Industri Hilir.
Kajian Feasibilitas Pengembangan Kali Baubau Sebagai Kawasan Kegiatan Ekonomi Berbasis Budi Daya Syamsir Nur; Wahyuniati Hamid; Ruslaini; Rizal Muchtasar
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.163-178

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji prospek usaha yang dapat dilakukan di daerah aliran sungai di Kota Baubau, menganalisis kelayakan usaha budi daya ikan di daerah aliran sungai di Kota Baubau, sebagai bahan informasi bagi pelaku bisnis dan diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di daerah aliran sungai Kota Baubau, serta sebagai bahan evaluasi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat setempat. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif kondisi terkini dari suatu obyek penelitian dalam kondisi waktu tertentu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kualitas air Sungai Baubau sesuai dengan Baku Mutu Air Kelas III, termasuk kategori belum tercemar atau memenuhi baku mutu, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya ikan. Beberapa rekomendasi sebagai tindak lanjut yakni pertama, perlu menyamakan persepsi tentang keberadaan kali Baubau sebagai salah satu potensi ekonomi yang dapat dikembangkan bagi masyarakat dan pemerintah kota tanpa mengabaikan aspek ekologi dan nilai kearifan lokal. Kedua, perlunya penataan dan perbaikan tanggul Kali Baubau untuk memastikan kesiapan penggunaan kali sebagai kawasan budi daya ikan maupun kegiatan ekonomi lainnya, dan ketiga, perlunya dilakukan kajian yang menyeluruh terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat di bantaran kali untuk memastikan beberapa alternatif kegiatan ekonomi yang perlu dikembangkan dan berkesesuaian dengan karakteristik Kali Baubau.

Page 1 of 1 | Total Record : 6