cover
Contact Name
Zulfikar Hasan
Contact Email
jurnalbertuah@gmail.com
Phone
+6281270169284
Journal Mail Official
jurnalbertuah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lembaga – Senggoro Bengkalis Telp. (0766) 8001050 Fax. (0766) 8001050 Riau
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bertuah : Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
ISSN : -     EISSN : 27472612     DOI : -
Bertuah is a journal that aimed at spreading the research results conducted by academicians, researchers, and practitioners in the field of Syariah and Economy. The journal is published periodically twice a year, i.e., every April (first edition) and October (second edition).
Articles 191 Documents
Pemeliharaan Anak dan Perwalian Tinjauan Hukum Islam di Indonesia Syahrizan, Mhd; Nelli, Jumni
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v6i2.1269

Abstract

Anak merupakan anugerah sekaligus amanah dari Allah Swt. yang harus dijaga dan dipenuhi hak-haknya, baik dalam hal kasih sayang, pendidikan, maupun kesejahteraan hidupnya. Dalam Islam, pemeliharaan anak (hadhanah) dan perwalian (wilayah) memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa anak tumbuh dalam lingkungan yang baik dan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan syariat Islam. Hadhanah adalah hak dan kewajiban orang tua atau pihak lain yang bertanggung jawab atas pengasuhan, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama ketika anak masih berada dalam usia belum baligh. Dalam Islam, ibu lebih diutamakan dalam pemeliharaan anak, terutama bagi anak yang masih kecil, kecuali jika terdapat alasan yang menghalanginya, seperti ketidakmampuan atau kondisi lain yang merugikan anak. Wilayah atau perwalian adalah tanggung jawab seorang wali dalam mengurus kepentingan anak, baik dalam aspek kehidupan sehari-hari maupun dalam urusan hukum, seperti pernikahan dan pengelolaan harta. Wali yang paling utama adalah ayah, kemudian kakek dari pihak ayah, dan seterusnya sesuai dengan ketentuan dalam fikih Islam.
Pengaruh Infrastruktur, Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Sumatera dalam Perspektif Ekonomi Islam Tahun 2019-2023 Devi, Yulistia; Windi Saputri, Ajeng; , Budimansyah
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v6i2.1274

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan mengenai infrastruktur, investasi dan tenaga kerja di Pulau Sumatera menggunakan 10 Provinsi yang mengalami fluktuatif sejak 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2019 hingga 2023 yang mempengaruhi terjadinya fluktuatif pula pada pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah infrastruktur, investasi dan tenaga kerja berpengaruh terhadap infrastruktur, investasi dan tenaga kerja tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 tahun sejak tahun 2019 hingga 2023 menggunakan 10 Provinsi di Pulau Sumatera. Sampel yang digunakan metode sampel jenuh yaitu menggunakan seluruh populasi dijadikan sampel mengenai infrastruktur, investasi, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera menggunakan 10 Provinsi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data panel yang diolah menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel infrastruktur, investasi, tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera menggunakan 10 Provinsi tahun 2019- 2023. Dalam perspektif ekonomi Islam, pertumbuhan ekonomi yang ada di Pulau Sumatera, seharusnya dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat dan perlu adanya dukungan dari Pemerintah untuk mengembangkannya, kegiatan yang produktif ini dapat meningkatkan pendapatan di suatu daerah.
KONSEP KEKAYAAN DAN DISTRIBUSI PEKERJAAN DALAM PEMIKIRAN EKONOMI IMAM ASY-SYAIBANI Rosyd, Ahmad Khoirurrosyd; Nasution, Edi Marjan
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v7i1.1220

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran ekonomi Imam Asy-Syaibani dengan fokus pada konsep kekayaan dan distribusi pekerjaan. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya kontribusi ulama klasik dalam membangun dasar-dasar ekonomi Islam yang relevan hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Imam Asy-Syaibani memandang kekayaan bukan hanya sebagai alat pemuas kebutuhan, tetapi juga sebagai amanah yang harus dikelola secara adil. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan menurut Asy-Syaibani harus digunakan untuk kemaslahatan bersama, sedangkan distribusi pekerjaan harus mempertimbangkan keahlian dan kebutuhan masyarakat demi tercapainya keadilan sosial. Pemikiran ini memiliki implikasi penting terhadap pembangunan ekonomi Islam kontemporer, khususnya dalam aspek etika distribusi dan spesialisasi pekerjaan.
Redefining Economic Efficiency in Islamic Economics: A Maqasid-Based Approach to Sustainable Development Goals Surya, Ade Anastasya; Khadiq, Indi Najmu; Marhamah, Layinatul; M. Djidin
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of efficiency in conventional economics is generally interpreted as an effort to maximize output with minimal resource use. This approach tends to be oriented solely toward instrumental rationality and economic growth, without comprehensively considering ethical dimensions, distributive justice, and ecological sustainability. On the other hand, the Sustainable Development Goals (SDGs) agenda demands a development paradigm that is not only economically efficient but also socially just and environmentally sustainable. This article aims to reconstruct the concept of efficiency in Islamic economics through the maqasid al-shariah approach and analyze its relevance to achieving the SDGs. This research is a literature review with a conceptual-analytical approach to various primary and secondary sources related to efficiency theory, maqasid al-shariah, and the SDGs framework. The study's findings demonstrate that efficiency from an Islamic economic perspective is not solely oriented toward optimizing resources, but rather toward achieving welfare (maslahah), balance (mīzān), and holistic well-being (falah). Thus, maqasid-based efficiency simultaneously integrates economic, social, and ecological dimensions. This concept is substantive and compatible with the SDGs, particularly in terms of poverty alleviation, inequality reduction, inclusive economic growth, and environmental protection. This study confirms that Islamic economics is not only aligned with the global sustainable development agenda but also offers an ethical-transcendental foundation that enriches the discourse on efficiency in contemporary development theory
Beyond Halal Certification: Restaurant Standards, Spatial Governance, and Tax Compliance in Islamic Economic Perspective Surya, Muhammad Arsyadillah; Setiawan, Jerry Wahyu; Amalia, Kuni Katika; Khulsum, Umi; Arsyad, Abd Rahim
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v6i2.1357

Abstract

Studies on halal standards in restaurants have generally focused on certification, the halalness of raw materials, and compliance with production processes. This approach is important, but it does not fully reflect the complexity of business governance from an Islamic economic perspective. This article starts from the assumption that halal standards cannot be understood simply as certificate ownership, but rather as a system encompassing space management, operational management, and compliance with fiscal obligations. This research uses a qualitative literature review method by examining various sources related to halal regulations, food service industry spatial planning, and tax compliance within the framework of Islamic economic law. The study's findings indicate that halal integrity is closely related to kitchen zoning, production process separation, hygiene standards, and supply chain oversight. Furthermore, tax compliance, from an Islamic economic perspective, can be interpreted as part of social responsibility and a contribution to the public good. Therefore, halal standards for restaurants need to be placed within a broader governance framework, simultaneously integrating religious, regulatory, and socio-economic dimensions. This article offers a conceptual contribution by reconstructing halal standards as a multidimensional system that not only guarantees product legitimacy but also reflects the principles of fairness, responsibility, and sustainability in business practices. The proposed framework is expected to enrich academic discourse and serve as a reference for regulators and business actors in developing more comprehensive restaurant governance that aligns with Islamic economic values.
PENJAMINAN PENGEMBALIAN MODAL PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH PADA BPRS BHAKTI SUMEKAR SUMENEP Firli, Firli Aulia Kurnia Sari; Sudianto
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v7i1.1377

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian teori dan praktik penjaminan pengembalian modal dalam akad Mudarabah di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, dengan fokus pada implementasi dan efektivitasnya dalam lembaga keuangan syariah tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif, prosedur penelitian yang dilakukan melalui hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa jaminan pengembalian modal pembiayaan Mudharabah di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep adalah bahwa bank ini memberikan pembiayaan Mudharabah sebagai bentuk kerja sama bisnis antara bank dan nasabah yang disesuaikan dengan fatwa DSN-MUI No.07 Tahun 2000. Modal yang dipinjam dikembalikan dalam durasi jangka pendek, dan penjaminan memiliki peran penting dalam memastikan pelunasan utang. Sedangkan pengukuran efektiviatasnya sebsar 100% melalui empat indikator dan juga melalui analisis 5C digunakan untuk menilai nasabah, meminimalkan risiko, dan menjalankan pembiayaan sesuai prosedur yang ditetapkan. Kata Kunci : Penjaminan, Pengembalian modal, Pembiayaan Muda{r<abah
THE NEXUS OF CO₂ EMISSIONS ON ECONOMIC GROWTH : CASE STUDY AT OIC COUNTRIES PERIOD 2000-2024 syahida, risma; Saifudin Zuhri
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v7i1.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara CO₂ emissions dan economic growth pada negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) selama periode 2000–2024. Isu peningkatan emisi karbon menjadi perhatian global seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui hubungan jangka panjang, hubungan jangka pendek, serta hubungan kausalitas antara CO₂ emissions dan economic growth pada tiga negara anggota OKI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Wordl Bank. Analisis data dilakukan menggunakan metode ekonometrika melalui uji kointegrasi Johansen, uji kausalitas Granger, serta model Vector Error Correction Model (VECM) dengan bantuan software E-Views 12. Hasil estimasi VECM menunjukkan bahwa dalam jangka pendek maupun jangka panjang CO₂ emissions berpengaruh positif dan signifikan terhadap economic growth pada negara anggota OKI. Namun, berdasarkan uji kausalitas Granger tidak ditemukan hubungan kausalitas antara CO₂ emissions dan economic growth. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi masih berkaitan dengan peningkatan emisi karbon sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya pengurangan emisi karbon dan perlindungan lingkungan.
REDEFINING THE CONCEPT OF TA’BID (PERPETUITY) IN DIGITAL WAQF: A LEGAL HERMENEUTIC STUDY OF DEPRECIATING ASSETS Haramain, A. Rasikhu Z.
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v7i1.1335

Abstract

The rise of the digital economy introduces high-value yet depreciating assets, such as Intellectual Property Rights and financial instruments, challenging the traditional waqf requirement of physical perpetuity (ta’bid). This study aims to redefine the concept of ta’bid to align with the characteristics of digital assets with limited useful lives. Employing a qualitative method with a legal hermeneutic approach and empirical validation from sharia economic experts, this research reinterprets classical fiqh texts using Ma’na-cum-Maghza analysis. The findings indicate that ta’bid must be construed as the perpetuity of value and capital essence, rather than physical immutability. Depreciating assets are valid waqf objects provided they are managed through sinking fund mechanisms and asset re-investment (istibdal) to preserve their principal value. These results confirm that the paradigm shift from physical retention to value preservation aligns with Maqashid Sharia in wealth protection, necessitating the transformation of Nazhirs into active investment managers.
DAMPAK CAR FREE DAY SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PRODUK UMKM DI KABUPATEN PONOROGO YULINDA DARWIYANTI
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v7i1.1363

Abstract

Car Free Day (CFD) merupakan kegiatan yang menjadi tempat bagi pelakun usaha mikro UMKM mempromosikan produknya dengan berinteraksi secara lansgung dengan masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Car Free Day (CFD) di Jalan baru Suromenggolo Kabupaten Ponorogo sebagai strategi peningkatan penjualan produk UMKM. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan baru Suromenggolo Kabupaten Ponorogo secara signifikan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan produk usaha UMKM. Para pelaku UMKM secara bersamaan juga mempromosikan lewat media sosial dengan live TikTok, memberikan harga diskon dan menyediakan tester maupun review produk. Dengan demikian, kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan baru Suromenggolo Kabupaten Ponorogo sebagai sarana mendukung dan memberdayakan kesejahteraan para UMKM lokal.
ANALISIS MEKANISME ZIS SEBAGAI INSTRUMEN KESEIMBANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN: ANALISIS KEADILAN DISTRIBUTIF DALAM EKONOMI MIKRO ISLAM LatifahNur, Latifah Nurtantiansyah; Sarpini
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v7i1.1408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai instrumen keseimbangan distribusi pendapatan dalam perspektif ekonomi mikro Islam serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip keadilan distributif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui pemanfaatan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran ZIS berfungsi sebagai mekanisme transfer pendapatan yang meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan untuk konsumsi oleh mustahik, sehingga mendorong pemenuhan kebutuhan dasar dan perubahan pola konsumsi. Peningkatan penghimpunan dan penyaluran ZIS juga berkorelasi dengan penurunan rasio Gini dan persentase penduduk miskin, yang menunjukkan kontribusi terhadap perbaikan distribusi pendapatan. Selain itu, distribusi ZIS, baik dalam bentuk konsumtif maupun produktif, berperan dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan kemandirian mustahik. Dalam perspektif keadilan distributif, mekanisme ZIS mencerminkan alokasi sumber daya yang proporsional berdasarkan kebutuhan, sehingga mendukung pemerataan akses ekonomi. Ini menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan ZIS memiliki peran penting dalam memperkuat keseimbangan distribusi pendapatan pada tingkat mikro.