cover
Contact Name
Eny Qurniyawati
Contact Email
eny.qurniyawati@fkm.unair.ac.id
Phone
+6285785028088
Journal Mail Official
mgk@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Media Gizi Kesmas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23017392     EISSN : 27458598     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Media Gizi Kesmas (MGK) is a scientific journal under the auspices of Universitas Airlangga that uses a peer review system and is published by the Faculty of Public Health, Universitas Airlangga. It is published twice a year, in June and December. Articles published in MGK include original research articles, literature reviews, and case studies. The scope of MGK includes Nutrition (Public Health Nutrition, Community Nutrition, Clinical Nutrition, Dietetics, Food and Nutrition, Food Service Management), Public Health (Health Policy and Administration, Occupational Health and Safety, Environmental Health, Biostatistics, Epidemiology, Health Promotion and Behavioral Science, Reproductive Health), and current issues in nutrition and public health.
Articles 459 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi: Literature Review Larasati, Destania Kinthan; Mahmudiono, Trias; Atmaka, Dominikus Raditya
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.298-306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi remaja putri yang mengalami anemia defisiensi besi di Indonesia masih tinggi. Di Indonesia angka kejadian anemia pada remaja putri mencapai 21.7%. Anemia pada remaja dapat mempengaruhi konsentrasi dalam belajar, rendahnya produktifitas, dan mudah terkena infeksi. Pemerintah menjalankan program pemberian tablet tambah darah untuk menanggulangi anemia defisiensi besi pada remaja,. Tablet tambah darah diberikan pada remaja putri Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA, dilakukan satu minggu sekali. Namun, program ini dirasa kurang efektif karena kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya pengetahuan remaja tentang anemia. Rendahnya pengetahuan tentang anemia berhubungan erat dengan konsumsi dan kesadaran dalam mengkonsumsi tablet tambah darah Tujuan: Untuk mendiskusikan hubungan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri.Metode: Penulisan artikel ini adalah literature review dengan bersumber dari artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun dan berhubungan dengan topik yang akan dibahas. Pencarian artikel melalui database Google Scholar dan Pubmed. Terdapat 25 artikel yang diperoleh, tetapi hanya 12 artikel yang dipilih untuk diulas karena sesuai dengan topik yang akan dibahas, tujuan, sasaran, dan hasil penelitianHasil: Dari beberapa artikel yang telah diulas menunjukkan bahwa pengetahuan remaja terkait anemia dan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah berhubungan dengan kejadian anemia yang dialami oleh remaja. Pengetahuan yang baik tentang anemia dan gizi akan mempengaruhi pola makan pada remaja sehingga dapat mencegah anemia. Selain itu, patuh mengkonsumsi tablet tambah darah juga akan mempengaruhi kadar hemoglobin pada remajaKesimpulan: Pengetahuan remaja terkait anemia dan patuh mengkonsumsi tablet tambah darah akan mempengaruhi kadar hemoglobin pada remaja. Kata kunci: anemia, pengetahuan, kepatuhan, tablet tambah darah, remaja putri
Hubungan Tingkat Konsumsi dan Pengetahuan Gizi dengan kejadian Kurang Energi Kronis pada Calon Pengantin di Kecamatan Camplong Anani, Siti Safira
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.8-13

Abstract

Latar Belakang: Calon pengantin merupakan masa prakonsepsi yang tepat untuk mempersiapkan kehamilan. Status KEK pada calon pengantin dapat mempengaruhi kondisi kehamilan dan kesejahteraan bayi yang akan datang. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat konsumsi dan pengetahuan gizi dengan kejadian kurang energi kronis pada calon pengantin. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian melibatkan 33 calon pengantin di KUA Camplong yang terdaftar pada bulan Agustus. Peneliti mengukur lingkar lengan atas untuk mengetahui status KEK, 30 pertanyaan untuk mengukur pengetahuan gizi berupa angket, dan food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil: Terdapat hubungan tingkat konsumsi energi dengan status KEK p < α adalah 0,015. Kesimpulan: Asupan energi yang cukup dapat mencegah terjadinya kurang energi kronis pada calon pengantin. Konsumsi makanan merupakan salah satu faktor utama penentu status gizi seseorang.
Prevention Factors For Toddlers Below The Red Line In Surabaya Widyanti, Fitri
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.53-61

Abstract

Background: Toddlers with BGM (Below the Red Line) are children whose weight for age (BW / U) is below the red line on the KMS, thus indicating malnutrition status. BGM toddlers can be used as an early indicator that the toddler is experiencing nutritional problems that need to be addressed immediately.  Objectives: This study analyzes the problems / symptoms and preventive measures for children under the red line in the Wonokusumo Health Center in Surabaya. Methods: This research is an analytic observational study, with a cross sectional design. Subjects were taken by simple random sampling. The population of this research is mothers who have toddlers aged 12-24 months who live in the working area of the Wonokusumo Health Center in Surabaya. The independent variables used are perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived obstacles, and cues to take action, while the dependent variable used was maternal BGM prevention behavior.Results: This study resulted in several conclusions, namely that there is a relationship between the perceived vulnerability of respondents to taking preventive measures for BGM under five; there is a relationship between the severity felt by the respondents on the prevention measures for BGM under five; there is no relationship between the benefits felt by the respondents on the prevention measures for children under five BGM; there is no relationship between the obstacles felt by respondents to the prevention measures for BGM under five; and there was no relationship between cues to act on precautions for BGM under five.Conclusions: This study views the importance of monitoring the growth of children under five at the posyandu and providing PMT to prevent BGM from under five.
Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Pakem dalam Menghadapi Bencana Letusan Gunung Merapi Oksantika, Rifki; Haksama, Setya
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.231-237

Abstract

Latar Belakang: Kecamatan Pakem merupakan salah satu daerah potensi tinggi terdampak bencana Gunung Merapi. Dalam rangka mengurangi dampak yang timbul akibat bencana tersebut diperlukan penerapan kesiapsiagaan bencana. Tenaga kesehatan di Puskesmas merupakan garda terdepan dalam pengendalian masalah kesehatan akibat bencana di wilayah kerjanya. Sehingga, tenaga kesehatan yang siaga merupakan hal penting untuk memberikan pelayanan kesehatan saat terjadi bencana. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan menunjukkan bahwa kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana Gunung Merapi masuk kategori hampir siap (62,9%).Tujuan: Penelitian dilakukan untuk melihat faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan bencana tenaga kesehatan di Puskesmas Pakem Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancang bangun cross sectional. Pengambilan sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 32 orang tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Pakem. Data dikumpulkan melalui kuesioner.Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh pengetahuan kesiapsiagaan bencana (43,8%), sikap terhadap kesiapsiagaan bencana (53,1%), dan praktik/pengalaman sebelumnya (50,0%). Indeks kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana letusan Gunung Merapi sebesar 62,03 (hampir siap).Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pengetahuan, sikap, dan praktik/pengalaman sebelumnya terhadap kesiapsiagaan bencana letusan Gunung Merapi di Puskesmas Pakem. Sikap tenaga kesehatan masuk kategori mendukung, sedangkan pengetahuan dan praktik/pengalaman sebelumnya yang dimiliki tenaga kesehatan masuk kategori kurang dan perlu untuk ditingkatkan.
Correlation Between Knowledge and Attitudes of Mothers with The Fulfillment of Toddler's Health Services During The Covid-19 Pandemic Putri, Laila Ramadani
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.62-71

Abstract

Background: The world is currently facing the spread of a new corona-virus called COVID-19 and designated as a global pandemic. This pandemic condition has forced several community health services to be stopped, including Posyandu. This has resulted in a decrease in immunization coverage and vitamin A administration for toddlers.Objectives: This study aimed to analyze the correlation between knowledge and attitudes of mothers with the fulfillment of toddler's health services during the COVID-19 pandemic.Methods: This research was an online survey conducted in the East Java region. This research was an observational study with a cross-sectional study design. The sample used was 80 people who had returned the questionnaire. Data collection was done online by using Google form that distributed within one week. Data analysis performed using the chi-square test.Results: The results showed that most of the respondents had good knowledge (78,3%) and positive attitudes (92,5%). Based on this research, it can be seen that there was correlation between knowledge (p value = 0,000) and attitudes of mothers (p value = 0,007) with the fulfillment of toddler's health services during the COVID-19 pandemic.Conclusions: There is correlation between knowledge and attitudes of mothers with the fulfillment of toddler's health services during the COVID-19 pandemic. It is necessary to increase health promotion to prevent the emergence of diseases that can be prevented by Immunization (PD3I) and contracting Covid-19.
The Potential Effects Of L-Carnitine Supplementation On Body Weight And Body Fat Percentage in Healthy and Overweight/Obese People: A Literature Review Arnesya, Nadhifa Aulia; Atmaka, Dominikus Raditya
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.298-306

Abstract

  Latar belakang: Obesitas telah menjadi masalah yang serius di seluruh dunia. Meskipun kampanye dan rekomendasi terkait modifikasi gaya hidup sudah ditegakkan, tren obesitas masih cukup meningkat. Selain modifikasi gaya hidup, suplementasi makanan tampaknya memiliki efek penurunan berat badan yang menjanjikan. Salah satu suplemen makanan paling populer adalah L-Carnitine. Tujuan: Untuk mengeksplorasi peran suplementasi L-Carnitine dalam memengaruhi berat badan, khususnya pada individu yang sehat dan obesitas. Ulasan: L-karnitin memiliki peran penting dalam metabolisme asam lemak rantai panjang di mitokondria. Konsumsi 500 mg sampai 1 g suplemen L-Carnitine dalam 12 minggu terbukti menurunkan berat badan di antara peserta dengan status gizi gemuk dan obesitas. Suplementasi L-Carnitine juga memiliki efek yang signifikan pada penurunan massa lemak pada subjek dengan status gizi normal dan obesitas. Kesimpulan: Suplementasi L-Carnitine menunjukkan hasil pada penurunan berat badan dan pengurangan massa lemak terutama pada individu dengan status gizi gemuk dan obesitas yang melakukan latihan fisik dan menjalani pembatasan kalori.   ABSTRACT Background: Obesity has become a serious problem worldwide. Despite established lifestyle modification campaign and recommendation, obesity trend remains increasing. In addition to lifestyle modification, dietary supplementation seemingly has a promising weight-reduction effect. One of the most popular dietary supplement is L-Carnitine. Objectives: This study aimed to comprehend potential roles of L-Carnitine supplementation on weight loss, specifically in healthy, overweight, and obese individuals. Discussion: L-Carnitine plays a key role in long-chain fatty acid metabolism in mitochondria. The consumption of 500 mg to 1 g of L-Carnitine supplementation within 12 weeks was shown to decrease weight among overweight and obese participants. Moreover, L-Carnitine supplementation has a significant and direct effect on fat mass reduction in subjects with normal BMI and obesity. Conclusions: L-Carnitine supplementation may show results in weight loss and fat mass reduction especially among obese and overweight individuals who performed physical exercise and underwent calorie restricted diet.
Analisis Implementasi Identifikasi Pasien di Rumah Sakit Untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien di Indonesia. Murtiningtyas, Randa Arnika; Dhamanti, Inge
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.313-317

Abstract

Latar Belakang:Implementasi program keselamatan pasien yang baik dalam rumah sakit memiliki tujuan agar mengurangi serta melakukan pencegahan terjadinya kasus keselamatan pasien. Identifikasi pasien ialah salah satu sasaran pada keselamatan pasien yang memiliki tujuan untuk mendukung reparasi distingtif pada implementasi identifikasi pasien. Selain itu masih banyaknya ditemukan insiden keselamatan pasien terkait kesalahan identifikasi pasien di Indonesia yang dapat berdampak merugikan pada pasien. Tujuan:Bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan identifikasi pasien di rumah sakit di Indonesia berdasarkan elemen akreditasi. Metode: Teknik yang dipakai dalam penulisan artikel ini menggunakan literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda maupun Science Direct dengan kata kunci "identifikasi pasien”, "implementasi”, "rumah sakit” serta "Indonesia”.Syarat inklusi dari pencarian data artikel ini ialah artikel berbentuk penelitian yang dilaksanakan dalam Indonesia, artikel dipublikasikan dari tahun 2015 sampai 2020, berupa original artikel dan full text. Hasil:Analisis berdasarkan elemen akreditasi identifikasi pasien menunjukkan rata-rata rumah sakit sudah memiliki regulasi dan prosedur yang mengatur tentang identifikasi pasien tetapi nyatanya yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan  regulasi yang sudah ditentukan, sehingga pelaksanaan identifikasi secara keseluruhan belum maksimal. Dari 9 artikel yang dianalisa hanya 1 artikel yang memperlihatkan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien dari elemen 1-5 akreditasi identifikasi pasien di rumah sakit di Indonesia sudah meraih target serta sesuai standar. Elemen identifikasi pasien tersebut terdiri dari terdapat regulasi yang mengatur pelaksanaan identifikasi pasien, identifikasi pasien dilakukan dengan menggunakan minimal 2 identitas, identifikasi pasien dilakukan sebelum dilakukan tindakan, Identifikasi sebelum pemberian obat, darah, produk darah dan specimen dan Identifikasi sebelum pengambilan darah atau pengambilan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis. Kesimpulan:Rendahnya ketaatan aparat adalah suatu faktor yang menyebabkan belum optimalnya pelaksanaan identifikasi pasien dalam rumah sakit. Masih banyak ditemukannya petugas kesehatan yang mengidentifikasi hanya dengan nama pasien saja. Dampak dari pelaksanaan identifikasi pasien yang tidak optimal sangat beragam seperti dapat mengakibatkan pembengkakan biaya rumah sakit, cedera, cacat fisik, cacat permanen, atau kematian. Saran dari penulis adalah perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan identifikasi pasien secara berkala serta melakukan program edukasi dan pelatihan kepada petugas kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program sesuai dengan standar. Kata kunci:Identifikasi pasien, keselamatan pasien, rumah sakit, Indonesia.  
Evaluation Of Hand Hygiene Audit In Preventing Healthcare-Associated Infections At Haji Hospital Surabaya In 2020 Puspitasari, Novia Indah; Mudjianto, Dwiono; Yamani, Laura Navika
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.79-87

Abstract

Latar Belakang: Hand hygiene (HH) merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi terkait pelayanan kesehatan. Audit hand hygiene digunakan untuk menilai kepatuhan hand hygiene. Kepatuhan hand hygiene di Rumah Sakit Haji Surabaya pada tahun 2020 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 93,65% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak sesuai dengan angka kepatuhan pelaporan audit yang mengalami penurunan sebesar  77,5% dari tahun sebelumnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaporan audit kepatuhan kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan HAIs di RS Haji Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi evaluasi berdasarkan pendekatan sistem (input, proses, output) menggunakan data sekunder laporan audit kepatuhan hand hygiene Rumah Sakit Haji Surabaya tahun 2020. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara mendalam dengan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse) di RS Haji Surabaya. Data dianalisis dengan membandingkan dan mendeskripsikan target dan capaian laporan audit kepatuhan hand hygiene. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan komponen input, fasilitas sudah tersedia dengan baik, sedangkan SPO terkait penggunaan aplikasi healthy plus dan jumlah IPCLN belum terpenuhi.  Berdasarkan komponen proses, pengumpulan data sudah sesuai dengan pedoman WHO tahun 2009, sedangkan pengolahan data, analisis data, pelaporan data belum belum sesuai. Berdasarkan kompenen output, angka kepatuhan hand hygiene berdasarkan waktu, tempat, dan orang telah dilaporkan sesuai dengan pedoman WHO tahun 2009 dan telah mencapai target yang ditentukan, sedangkan ketepatan pelaporan mengalami penurunan dan masih jauh dari  target yang diharapkan. Kesimpulan: Ketepatan pelaporan audit kepatuhan kebersihan tangan di rumah sakit haji Surabaya masih belum baik, sehingga disarankan untuk membuat SPO terkait dengan penggunaan aplikasi healthy plus, mengatur jam kerja IPCLN, dan memperbaiki sistem pada aplikasi healthy plus khususnya pada item penilaian hand hygiene yang tidak terinstal di dalam komputer setiap ruangan di rumah sakit. Kata kunci: audit, infeksi terkait pelayanan kesehatan, kebersihan tangan, pelaporan  
Identifikasi Terhadap Insiden Ketidak lengkapan Penulisan Resep dengan Menggunakan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani Sari, Rima Putri Permata; Setianto, Budhi; Dhamanti, Inge
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.24-33

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pemberian pelayanan kesehatan pada masyarakat perlu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pada hasil pelaporan insiden keselamatan pasien di RSI Surabaya didapatkan insiden tertinggi yakni ketidak lengkapan penulisan resep sejumlah 126 insiden selama bulan Januari sampai Agustus tahun 2020. Melalui tindak lanjut berupa penanganan dan penganalisisan dengan analisis modus kegagalan atau mengenali permasalahan yang terjadi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi terhadap insiden ketidak lengkapan penulisan resep dengan menggunakan pendekatan FMEA di RSI Surabaya Ahmad Yani.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kuantitatif. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tahun 2020, Standar prosedur operasional peresepan tahun 2019, hasil pelaporan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tahun 2020, serta laporan-laporan lain yang mendukung. Meninjau pada delapan alur proses penulisan resep di RSI Surabaya A.Yani. Kemudian pada masing-masing alur proses tersebut akan diidentifikasi modus kegagalannya. Dilakukan analisis dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dengan menghitung risk priority number dengan menetapkan peringkat dari occurance, severity, dan detection, serta menetapkan cut off point dengan berdasarkan konsep pareto. Disajikan dengan menggunakan tabel, diagram, serta narasi untuk menjelaskan hasil analisis.Hasil: Berdasarkan identifikasi pada delapan alur proses penulisan resep, didapatkan bahwa pada masing masing alur terdapat 17 modus kegagalan, dengan yang menjadi prioritas yakni hanya sejumlah 12. Prioritas modus kegagalan tersebut yakni dokter tidak lengkap dalam penulisan singkatan, tidak memperhatikan obat yang dibawa atau digunakan pasien sebelum perawatan di Rumah Sakit, salah dalam menulis obat, pengisian informasi pasien salah, tidak meninjau kembali aspek klinis pada pasien seperti alergi terhadap obat tertentu, pasien tidak segera mendapatkan obatnya, informasi tentang pasien kurang lengkap, salah pemberian dosis obat, ketidaksesuaian atau kesalahan dalam menuliskan istilah instruksi khusus dalam resep, salah dalam pemberian singkatan, apoteker tidak memeriksa kembali lembar resep, serta salah dalam memahami instruksi khusus yang dituliskan dalam resep. Modus kegagalan tersebut merupakan kesalahan medis pada ketidak lengkapan penulisan resep di RSI Surabaya A.Yani, yang perlu menjadi piroritas untuk ditindaklanjuti.Kesimpulan: Adanya penggunaan tools FMEA memudahkan dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas permasalahan yang terjadi dalam alur peresepan. Perbaikan usulannya meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara dokter dengan apoteker, memperhatikan Permenkes terkait keselamatan pasien rumah sakit, kerjasama pihak manajemen Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani, PMKP, serta unit farmasi, pengoptimalan dalam penerapan e-prescribing.
Pola Kepemilikan Sumber Air Minum Rumah Tangga di Jawa Timur Lestari, Novi; Indriani, Diah
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.88-94

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Konsumsi air yang layak merupakan salah satu faktor untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan seperti diare, kolera, disentri, tipes, cacingan, penyakit kulit, dan keracunan.. Diare menjadi penyebab kedua kematian tertinggi pada balita di seluruh dunia. masih ada beberapa daerah di Indonesia yang mengalami kekurangan air bersih dan air yang tercemar berat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemilikan sumber air minum dan pengolahan air minum sebelum diminum dengan jenis wilayah tempat tinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan data SDKI tahun 2017.Metode: Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 di wilayah Jawa Timur dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 4113 rumah tangga. Data yang diperoleh berasal dari situs resmi DHS. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Chi Square.Hasil: Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan yang signifikan sumber air minum dan pengolahan air minum sebelum diminum dengan jenis wilayah tempat tinggal (p < 0,05). Sumber air minum dan pengolahan air minum memiliki korelasi dengan jenis wilayah tempat tinggal. Prevalensi rasio sumber air minum adalah 0,355 dan pengolahan air minum adalah 3,321.Kesimpulan: Rumah tangga di perkotaan mayoritas memiliki sumber air minum yang layak serta rumah tangga di perkotaan cenderung mengonsumsi air kemasan untuk minum. Rumah tangga di pedesaan melakukan pengolahan air minum sebelum dikonsumsi.   ABSTRACTBackground: Adequate water consumption is one of the factors to prevent health problems such as diarrhea, cholera, dysentery, typhoid, intestinal worms, skin diseases, and poisoning. Diarrhea is the second highest cause of death in children under five in the world. There are still some areas in Indonesia that experience a shortage of clean water and heavily polluted water.Objectives: This study aims to determine the relationship between ownership of drinking water sources and treatment of drinking water before drinking with the type of area of residence in East Java Province based on the 2017 IDHS data.Methods: This study uses data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey in the Java region. East withdesign cross sectional. The number of samples used is 4113 households. The data obtained comes from the official website of DHS. The analysis used in this study is Chi Square analysis.Results: The results of the study found a significant relationship between drinking water sources and drinking water treatment before drinking with the type of area of residence (p < 0,05). Drinking water sources and drinking water treatment have a correlation with the type of area of residence. The prevalence ratio of drinking water sources is 0,355 and drinking water treatment is 3,321.Conclusions:. The majority of households in urban areas have a decent source of drinking water and households in urban areas tend to consume bottled water for drinking. Households in rural areas treat drinking water before consumption.  

Page 8 of 46 | Total Record : 459