cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 926 Documents
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Melalui Implementasi Model Pembelajaran SOLE Berbantuan PhetSimulation Materi Grafik Fungsi Kuadrat Endah Isnaintri; Hepsi Nindiasari
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i2.515

Abstract

Mengajarkan siswa tentang bagaimana menggunakan simbol matematika untuk membangun konsep dan hubungan keterkaitan antara ide dan teori merupakan kompenen penting dari proses kecakapan komunikasi matematis. Siswa juga harus mampu berkomunikasi secara efektif, berpikir kreatif dan dapat memecahkan masalah dengan menggunakan model pembelajaran SOLE. Penelitiani ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) berbantuan PhetSimulation dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran saintifik. Prosedur penelitian kuasi dengan desain post-test kelompok kontrol acak yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertempat di MTs Negeri 2 Pandeglang, Banten. Menunjukkan hasil bahwa model pembelajaran Self Organzed Learning Environment (SOLE) berbantuan PhetSimulation dengan nilai memiliki pengaruh positif terhadap kecakapan komunikasi matematis pada materi grafik fungsi kuadrat. Menurut Analisa data, temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Self Organzed Learning Environment (SOLE) berbantuan PhetSimulation dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematisnya ketika mempelajari materi tentang grafik fungsi kuadrat.
Penerapan Model GI-GDL untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar Fisika dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Hartini Dewi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i2.519

Abstract

Abstract: Abstract: In order for students to be able to investigate a topic systematically and analytically, students' understanding of a concept in learning can last longer because they understand the concept independently, through their activeness in digging for information. This is what makes it possible for teachers to apply the investigative group learning model along with the discovery learning guide model which was further merged into the name of the GI-GDL model in an effort to complete physics learning and create a profile of Pancasila students in P5. The purpose of this study is first to determine the percentage of completeness of learning physics and P5 in the independent learning curriculum using the GI-GDL model. Second, to find out the percentage of implementation of the investigation group learning model accompanied by the guide discovery learning method in the completion of learning physics in the application of the independent learning curriculum. Third, describe the achievement of the project to strengthen the profile of Pancasila students in an independent curriculum using the GI-GDL model. The research method used is R&D level two, with a qualitative descriptive type of research. Metode pengambilan data menggunakan tes dan nontes. Tehnik analisa data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. The results of the study obtained that the percentage of completeness of learning physics and P5 is 100%. The percentage of implementation of the application of the investigative group learning model accompanied by the guide discovery learning method in the completeness of learning physics and P5 in the application of the independent learning curriculum was 95.67%. The description of the achievement of P5 in an independent curriculum using the GI-GDL model is the achievement of meaningful learning in independence. Keywords: investigative group model, discovery learning guide
Supervisi Klinis Berkelanjutan Mampu Meningkatan Kompetensi Guru Dalam Penerapan Pembelajaran Project Based Learning Sugiyah Sugiyah
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i2.559

Abstract

Guru merasa terbebani dengan materi yang banyak untuk mengejar ASPD, PTS dan PAS pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dimana peserta didik hanya belajar di sekolah maksimal 3 jam per harinya. Berdasarkan observasi peneliti, saat ini guru masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional. Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan kompetensi guru di kelas atas dalam penerapan PJBL di SD Negeri Conegaran melalui supervisi klinis berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif jenis penelitian tindakan, dengan analisis data deskriptif komparatif melalui observasi dan dokumentasi. Peneliti melakukan supervisi klinis berkelanjutan pada guru kelas IV, V, dan VI. Penelitian terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2022. Setelah dilakukan supervisi klinis berkelanjutan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan PJBL siklus 1 pertemuan ke-1 mendapatkan nilai 80,00 (kategori cukup) dan pada siklus 2 pertemuan ke-2 mendapatkan nilai 96,47 (kategori amat baik). Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil sebanyak 16,47 poin atau sebesar 20,58%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan supervisi klinis berkelanjutan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan PJBL di kelas atas.
Peningkatan Kompetensi Guru Kelas Mengimplementasikan Model Pembelajaran Inquiry melalui In House Training Franciscus Xaverius Suparman
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i2.564

Abstract

Kualitas pendidikan dapat dioptimalkan dengan profesional kinerja guru sehingga kompetensi guru dalam melaksanakan profesinya perlu ditingkatkan. Kompetensi guru SD Negeri 2 Wates dalam katagori rendah disebabkan minimnya pemahaman model pembelajaran serta implementasinya yang berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru mengimplementasikan model pembelajaran inquiry bagi guru kelas melalui In House Training (IHT) pada bulan Januari - April 2022 dalam semester II Tahun Pelajaran 2021/2022. Subjek penelitian adalah guru kelas II dan V. Pendekatan riset yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sejumlah kumpulan data diperoleh melalui pengamatan (observasi), interview, dan studi dokumen. Implementasi penelitian ini diwujudkan dalam dua siklus. Tahapan setiap siklusnya berturut-turut melalui kegiatan perencaaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi guru kelas sebesar 23,58% dengan rata-rata nilai 86,79 adalah siklus pertama meningkat 13,22% dan kedua 10,36%. Pelaksanaan kegiatan IHT naik 7,50% adalah siklus pertama 2,50% dan ke dua 5,00%. Perilaku guru meningkat 10,63% yaitu siklus pertama 3,13% dan ke dua 7,50%. IHT mampu meningkatkan kompetensi guru kelas II dan V mengimplementasikan model pembelajaran inquiry di SD Negeri 2 Wates.
Workshop Mampu Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Implementasi Blended Learning Karsiyem Karsiyem
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i2.572

Abstract

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) menuntut guru untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi pembelajaran. Kegiatan workshop menjadi salah satu alternatif mengatasi hal tersebut. Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran bahwa workshop dapat meningkatkan kemampuan implementasi blended learning di Gugus I Pengasih Kabupaten Kulon Progo Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah guru kelas 4 berjumlah 8 orang. Data penelitian diperoleh melalui observasi/pengamatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil setiap siklus dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif prosentase, kemudian dijadikan bahan acuan tindakan berikutnya. Indikator keberhasilan kompetensi guru dalam implementasi blended learning apabila prosentase guru dan komponen indikator implementasi blended learning dalam kategori baik telah mencapai 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam implementasi blended learning meningkat pada persiapan workshop dari 85 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), Pelaksanaan Workshop untuk nara sumber meningkat dari 80 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), Pelaksanaan workshop dari pengamatan peserta meningkat dari 85 (Baik) menjadi 91 (Amat Baik), penyusunan RPP meningkat dari 89 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), pembelajaran luring meningkat dari 90 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), dan pembelajaran daring meningkat dari 91 (Amat Baik) menjadi 94 (Amat Baik). Selain workshop kompetensi implementasi blended learning dapat dikembangkan melalui komunitas belajar di tingkat sekolah, gugus, kecamatan dan kabupaten secara luring/daring.
Peningkatan Hasil Belajar Kimia Materi Larutan Penyangga dengan Metode Tutor Sebaya Rujinem Rujinem
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.453

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi larutan penyangga dengan metode tutor sebaya pada peserta didik kelas XI MIPA-2 Semester genap dengan model pembelajaran kooperatif. Penelitian tindakan kelas ini diawali dengan prestasi dan motivasi belajar kelas XI MIPA-2 masih rendah, sehingga penulis mempunyai ide mempraktikkan metode mengajar yang divariasi sehingga prestasi meningkat. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan metode Tutor sebaya pada materi larutan penyangga. Jenis metode penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah peserta kelas XI MIPA-2 SMA Negeri 1 Srandakan semester genap dengan jumlah 23 anak. Penelitian dilaksanakan 2 siklus dengan pengumpulan data penelitian menggunakan lembar pengamatan (observasi) dan hasil tes ulangan harian pada materi larutan penyangga. Pelaksanaan dalam penelitian ini menggunakan teknik kolaborasi. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan peningkatan hasil belajar, siklus 1 rata-rata 69,95 dan persentase ketuntasan 65,21 % dan siklus II rata-rata nilai 76,09 dan persentase ketuntasan 82,60 %. Pembelajaran dengan metode tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar kimia materi larutan penyangga.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar PPKn melalui Discovery Learning Berbantuan Aplikasi Wordwall Games Dyah Puspitarini
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.485

Abstract

This study aims to improve student activity and learning outcomes through the application of a discovery learning model assisted by a wordwall game application in the national integration material for class X MIPA-1 SMA Negeri 5 Yogyakarta in the 2021/2022 academic year. This classroom action research was carried out in two cycles. Collecting data through observation and documentation, analyzed by calculating the percentage increase in the value of activeness and the percentage increase in learning outcomes, then interpreted and compared with indicators of success. The results showed that the discovery learning model assisted by the wordwall game application could increase student activity and learning outcomes. The value of activity in the first cycle was 61.92% to 74.31% in the second cycle (an increase of 12.39%). Individual activity in the medium-high category from 66.67 % in the first cycle to 89.89% in the second cycle (an increase of 23.22%). The learning outcomes of the knowledge aspect in the first cycle have an average value of 74.44, to 87.30 in the second cycle (an increase of 12.86). The number of students who completed the first cycle was 19 students (52.78%) and in the second cycle as many as 30 students (83.33%), an increase of 30,55%. The learning outcomes in the very good category of skills increased from 3 students (8.33%) in the first cycle to 9 students (25%) in the second cycle. While the learning outcomes of the attitude aspect did not change drastically, some students showed an increase in behavior in the aspects of order and obedience to the rules, so the value of the very good category increased from 6 students (16.67%) in cycle 1 to 10 students (27.78 %) in cycle 2.
Tafsir Ayat-Ayat Neurosains Pendidikan Islam: Telaah Tafsir Salman atas Konsep Nashiyah dalam Surat Al-Alaq Vivi Indri Asrini; Suyadi Suyadi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.526

Abstract

The development of interpretation from time to time has developed, because the mufasir always have views on the interpretation of the Qur'an, one of which is in Al-Alaq's letter about Nasiyah which discusses the brain, therefore this article aims to analyze the concept of Nasiya in Salman's Tafsir which contained in the QS. Al-Alaq verse [96]: 15-16. This research was conducted using qualitative methods and using a library research approach. Data collection techniques through documentation and data collection related to the research conducted, while data analysis techniques are carried out in a hermeneutic manner. The results of this research are arguing that the term of the word Nasiya has appeared long before the Al-Qur'an was revealed, while the term brain only appeared in the 19th century. Therefore, it is not surprising that classical interpretation has not used a neuroscientific approach to understand Nasiya and neuroscience has such a long scientific history, especially in the tradition of Islamic thought both classically and in modern Islamic thought. Given the concepts of Islamic education that need to get special attention which is normative in the area of metaphysics of divinity, which are not yet grounded in the scientific field, so it is still difficult to implement in the pragmatic realm of amalyyah.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Moodle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Endang Sugiharyanti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.539

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes by utilizing Moodle to support learning using discovery learning models. This research is a Classroom Action Research (CAR) with the object of research being class XII TKR A students at SMK Negeri 1 Ponjong. In this research, it was conducted in 2 cycles starting from planning, implementing, observing, reflecting, and revising. The findings in the study show that applying the Moodle-assisted discovery learning model works better than using traditional learning methods. The results showed that the percentage of completeness of student learning outcomes increased, this can be seen through student learning outcomes during the English learning process. This occurs in each action cycle resulting in an increase in the completeness of student learning outcomes. It can be seen from the data on the initial scores of students that 54% of students got a complete score. In cycle I, it was recorded that 68% of students got a complete score and in cycle II, it was recorded that 85% of students got a complete score. So that this research was declared successful, there was an increase in the completeness of student learning outcomes, in cycle I there was an increase in the percentage of 14% from the initial data on student learning outcomes. In cycle II there is an increase in the percentage of 17% from cycle I data.
Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Google Data Studio untuk Pembuatan Dashboard Data Demografi Thomas Dannar Sulistyo
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.542

Abstract

Basic Competence (4.5) in geography subject (11th grade) expects students to have the skills to present demographic data in the form of maps, tables, graphs and/or images. The learning process can be carried out project-based and facilitated by combining the use of Google Form and Google Data Studio. The best practice subjects were students in class XI IPS 1, XI IPS 2, and XI IPS 3 at Kolese De Britto High School Semester 2 academic year 2021/2022. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting it in the form of qualitative and quantitative data, and ending with conclusions. Best practice results show that the flipped classroom model assisted by Google Data Studio can overcome some of the online and hybrid learning (PTMT. This learning model provides an in-depth experience for students in several stages, collecting, processing, and presenting demographic data. Through the learning process students experienced High Order Thinking Skills (HOTS) to levels evaluating and creating. After participating in learning the most dominant skills increased were conducting interviews with informants (76.5%), collaborating to collect demographic data (76.5%), processing data (72.5%), and analyzing demographic data presented in dashboards (65.7%). Learning outcomes show a good value with an average of 89.2.