cover
Contact Name
M. Fathul Amin
Contact Email
m.fathulamin@unisla.ac.id
Phone
+6285852062381
Journal Mail Official
animalscience@unisla.ac.id
Editorial Address
http://animalsciencejournal.unisla.ac.id/index.php/asj/editorial_team
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
International Journal of Animal Science
ISSN : 27757420     EISSN : 27465268     DOI : https://doi.org/10.30736/as.v3i02.12
Aim International Journal of Animal Science aims to publish original research results and reviews on farm tropical animals related to bioscience, biotechnology, bio resources such as chicken, duck, japanese quail, cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, as well as nondomesticated Indonesian endemic animals, such as silkworm, bee, deers, anoa, babirusa, etc. Scope International Journal of Animal Science encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, animal embryology, reproduction and physiology, Animal production system, nutrition, nutrigenomics, feed sciences, pasture, agrostology, animal food science, animal products, animal waste, biotechnology, animal behavior and welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 97 Documents
Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma Domestica val) terhadap Kualitas Fisik Telur Burung Puyuh (Coturnix-coturnix Japonica) Muhammad Syaifudin; Nuril Badriyah; Anik Fadlillah
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.74

Abstract

Penelitian bertujuan guna mengetahui pengaruh penambahan tepung tepung kunyit (Curcuma domestica val) pada pakan komersil terhadap kualitas fisik telur puyuh (Cortunix cortunix japonica) dilihat dari tebal kerabang, warna kuning telur, indeks kuning telur, indeks telur serta Haugh Unit telur puyuh. Materi pada riset yakni telur puyuh yang dihasilkan dari burung puyuh ras hitam yang diberikan ransum pakan komersial dan pakan tambahan tepung kunyit. Penelitian memakai metode Analisa laboratorium dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diantaranya empat macam perlakuan serta ulangan lima kali dengan penambahan 100%+0%, 97%+3, 96%+4%, dan 95%+5%. Variabel yang di amati pada penelitian yakni Mengamati kualitas fisik telur diantaranya tebal kerabang, warna kuning telur, Indeks kuning telur, Indeks telur, serta Haugh unit telur puyuh. Perolehan data kemudian ditabulasi serta dianalisa dengan analysis of variance (ANOVA). Apabila ada perbedaan, dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) guna mengetahui perlakuan yang paling baik. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa tepung kunyit dengan pemberian taraf (3%,4%, dan 5%) pada pakan komersial tidak memberi pengaruh terhadap kualitas fisik (tebal kerabang, indeks kuning telur, indeks telur, haugh unit telur) tetapi memberikan pengaruh yang nyata pada warna kuning burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Tepung kunyit yang ditambahkan pada pakan komersial mengasilkan nilai rataan tebal kerabang telur puyuh yakni 0,392 – 0,444 mm. Nilai rataan skor warna kuning telur puyuh adalah 4,627 – 5,640. Nilai rataan indeks kuning telur puyuh adalah 0,434 – 0,441. Rataan nilai indeks telur puyuh adalah 77,784 – 78,794%. Nilai rataan haugh unit telur puyuh adalah 86,583 – 91,227.
Persepsi Masyarakat terhadap Polusi Pengembangan Ternak Itik Di Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Alfin Arya Rangga Fadhilah; Mufid Dahlan; Alfian Adi Atma
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana persepsi masyarakat terhadap polusi pengembangan ternak itik di Desa Tawang Rejo di kecamatan Turi. Menggunakan metode purposive sampling di tentukan menggunakan rumus slovin dikarenakan peternak dilokasi Tawangrejo memiliki populasi 240 orang Hasil penilitian menujukkan bahwa jumlah skor sebanyak 924 untuk persepsi masyarakat secara keseluruhan skor (904,7-1117,5) termasuk kategori terganggu. Dari hasil tersebut bahwa responden merasa terganggu dengan keberadaan peternakan Itik yang berada ditengah pemukiman penduduk serta kurang memperhatikan kebersihan kandang.
Analisis Tata Niaga Telur Puyuh Milik Bapak Budi di Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Sarvian Taat; Edy Susanto; Muridi Qomaruddin
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini iyalah untuk memahami alur dsitribusi tataniaga telur puyuh milik bapak budi, unsur-unsur pemasaran yang terlibat, share keuntungan yang di dapat pedagang dan efisiensi pemasaran yang di peroleh peternak telur puyuh. Metode yang digunakan yakni metode sampling (purposive random sampling dan proposional random sampling. Data di dapat dengan melaksanakan observasi dan interview langsung kepada peternak beserta unsur yang terlibat dalam pemasaran. kemudian dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alur distribusi yang terbentuk terdapat satu pola yaitu pola I. untuk pola I didominasi pedagang besar (pengepul), pasar (penjual dan pengecer), peagang pengecer (toko) kemudian konsumen. Unsur-unsur pemasaran yang terlibat diantaranya adalah Peternak telur puyuh ( produsen) - Pedagang Besar (prngepul)-Pasar (penjual dan pengecer)-pedagang pengecer (toko) dan konsumen. Share keuntungan yang diperoleh pedagang tertinggi adalah pedagang pasar (penjual dan pengecer) yakni sebesar (7,0%) dikarenakan pedagang ini membeli telur puyuh dari pedagang besar (pengepul) dengan harga Rp. 21,000/Kg. Kemudian dijual kembali kepada konsumen akhir/konsumen di pasar maupun kepada pedagang pengecer (toko) dengan harga Rp.22.000/Kg (menyesuaikan harga pasar), Sedangkan Share keuntungan terendah di peroleh pedagang pengecer (toko) dikarenakan unsur ini membeli telur puyuh dengan harga Rp. 22.000 – 23.000/Kg dari pedagang pasar (penjual dan pengecer) dan dijual kembali kepada konsumen dengan harga Rp.22.000-2300/Kg + kerugian yang didapat karna kebusukan telur maupun pecah saat perjalanan, jadi semakin besar populasi ternak maka semakin efisien pemasaran yang diterima oleh peternak.
Analisa Tata Niaga dan Keuntungan Pemasaran Sapi Potong di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan Sonny Isnanda Adi Pratama; Mufid Dahlan; Alfian Adi Atma
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.77

Abstract

Tata niaga Pemasaran pada sektor peternakan sebagai salah satu kegiatan lanjutan dari proses produksi, kegiatan pemasaran berperan penting pada sektor peternakan, pemasaran dibutuhkan dalam menyampaikan produk langsung pada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran tata niaga, margin keuntungan/pemsaran, dan tingat efisiensi saluran tata niaga oleh peternak dan jagal sapi potong di Koperasi ternak Gunungrejo Makmur Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan. Metode penelitian menggunakan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saluran pemasaran sapi potong di Koperasi Gunungrejo Makmur Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan terdapat 3 pola saluran pemasaran. Dari seluruh pola pemasaran I, II, dan III total margin paling tinggi diperoleh pada saluran pemasaran III yaitu sebesar Rp.18.300/kg, sedangkan total margin pemasaran paling rendah diperoleh pada saluran I sebesar Rp.13.900/kg.
Perbandingan Block Debeaking dan Conventional Debeaking Terhadap Pertambahan Bobot Badan Anak Ayam Bangkok Juanda Aris Satya; Nuril Badriyah; Qabilah Cita Kurnia Nastiti Sumarsono
International Journal of Animal Science Vol. 5 No. 01 (2022): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v5i01.78

Abstract

Potong paruh adalah cara yang sering digunakan dalam menekan kanibalisme dan tingkah laku mematuk bulu pada peternakan unggas. Tingkah laku mematuk bulu menimbulkan permasalahan yang berat pada peternakan ayam, sebab tingkah laku ini, bisa mengakibatkan beberapa ayam dalam satu kandang bisa mengalami luka, cacat, dan mati.. Keuntungan potong paruh pada umur lebih muda antara lain ternak lebih mudah dipegang, mengurangi stress, efisiensi pakan lebih baik,mengurangi makan bulu (pickorder), daya hidup akan lebih baik dan pertumbuhan badan lebih seragam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Ayam Bangkok pengaruh perbandingan block debeaking dan convetional debeaking terhadap pertambahan bobot badan anak ayam bangkok. Penelitian ini di menggunakan DOC ayam bangkok usia 5-7 hari dengan berat 27-36 gram sebanyak 27 ekor. Hasil penelitian pemotongan paruh dengan metode perbandingan block debeaking dan conventional debeaking tidak berbeda nyata terhadap pertambahan berat badan untuk variable konsumsi pakan (P> 0,05) yang mana F hitung 0,337 lebih kecil dari F tabel 30,82 sehingga tidak berbeda nyata.
Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Harga Telur di Kabupaten Lamongan Ade Yatma Purnama Aji; Mufid Dahlan; Anik Fadlilah
International Journal of Animal Science Vol. 5 No. 01 (2022): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v5i01.79

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pandemi covid 19 terhadap harga telur ayam ras petelur di kabupaten Lamongan, dilihat dari pandemi covid 19 harga telur berpengaruh terhadap harga telur, rantai pasok pakan ayam atau ungas yang mempengaruhi keterlambatan penyetokan barang pakan ayam petelur. Materi penelitian yakni harga telur ayam ras petelur yakni dianalisis atau diamati untuk mengetahui dampak pandemic covid 19 terhadap harga telur dikabupaten lamongan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak pandemic covid 19 terhadap harga telur di kabupaten lamongan berpengaruh terhadap harga jual telur atau terhadap rantai pasok telur ayam ras petelur mengalami keterlambatan atau kererlambatan penyuplai atau pengepul telur ayam petelur
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Burung Murai Batu di Desa Binangun Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban Dwi Bambang Hirawan; Nuril Badriyah; Alfian Adi Yatma
International Journal of Animal Science Vol. 5 No. 01 (2022): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v5i01.80

Abstract

Budidaya burung berkicau serta burung hias merupakan salah satu kegemaran masyarakat Indonesia. Burung kicau atau burung hias sangat digemari oleh masyarakat sebab lahan yang dibutuhkan lahan yang cukup luas serta tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yang secara signifikan di lingkungan. Burung berkicau juga dapat berkicau dengan indah, sehingga dapat dijadikan hiburan bagi masyarakat. Apabila hal tersebut dikelola dan dapat dimanfaatkan secara optimal, maka dapat mendapatkan keuntungan secara ekonomis, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,bahkan memiliki peluang yang cukup besar sebagai ajang bisnis. Tujuan dari enelitian ini ialah untuk mengetahui profil peternak Burung Murai Batu serta menganalisis kelayakan usaha budidaya Burung Murai Batu di Desa Binangun. Total biaya yang dikeluarkan oleh peternak pada usaha budidaya Burung Murai Batu sebesar Rp 110.164.000 pendapatan dari usaha budidaya Burung Murai Batu diperoleh dari hasil penjualan anakan burung serta indukan afkir. Total penerimaan yang di terima oleh peternak sebesar Rp. 10.237.792 /bulan. Dari hasil penelitian total keuntungan yang diterima selama 1 tahun adalah Rp. 122.853.500. Hasil analisis kelayakan usaha yang dilakukan dapat diketahui dengan menghitung total biaya modal dibagi keuntungan bersih per bulan, demikian biaya pengembalian modal dapat tercapai selama 10 bulan 8 hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa usaha budidaya But=rung Murai Batu sangat mengutungkan serta layak untuk dikembangkan.
Pengaruh Penambahan Level Gula Merah pada Air Minum terhadap Konsumsi Pakan, Konsumsi Air, dan Pertambahan Bobot Badan Itik Pedaging Fase Starter Adi Winata; Mufid Dahlan; Anik Fadlilah
International Journal of Animal Science Vol. 5 No. 01 (2022): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v5i01.81

Abstract

Itik peking merupakan satu dari temak unggas penghasil daging yang sangat berpotensi selain ayam. Gula merah merupakan sumber tambahan energi cepat tersedia bagi itik karna mudah diserap. Penambahan gula merah dalam air minum pada itik akan memperbaiki pertumbuhan maupun daya hidup, dan bertujuan memperbaiki konsumsi pakan, konsumsi air serta pertambahan bobot badan. Materi pada penelitian yakni day old duck (DOD) Peking pedaging berjumlah 80 ekor yang berjenis kelamin tidak dibedakan (Unsex). Metode pada penelitian yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 4 perlakuan serta 4 ulangan. Penambahan level gula merah pada air minum itik diberikan secara berturut-turut yakni P0 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 0%), P1 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 5%), P2 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 10%) dan P3 = (ransum basal + air minum dengan pemberian gula merah 15%) pada itik berumur 0 hari sampai 14 hari. Hasil analisis ragam (ANOVA) memperlihatkan bahwa penambahan level gula merah pada air minum memiliki pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan serta pertambahan bobot badan, namun penambahan level gula merah pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata konsumsi pakan pada P0 (33,632 gr/ekor/hari), P1 (37,666 gr/ekor/hari), P2 (32,201 gr/ekor/hari) dan P3 (28,938 gr/ekor/hari). Nilai rataan konsumsi air pada P0 (209,393 ml/ekor/hari), P1 (194,955 ml/ekor/hari), P2 (192,670 ml/ekor/hari) dan P3 (196,607 ml/ekor/hari). Nilai rataan pertambahan bobot badan pada P0 (19,905 gr/ekor/hari), P1 (19,658 gr/ekor/hari), P2 (17,256 gr/ekor/hari) dan P3 (16,708 gr/ekor/hari). Berdasarkan uji DUNCAN kesimpulan pada penelitian ini bahwa perlakuan yang memberikan nilai terbaik terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan adalah P1 yaitu dengan memberikan 5% gula merah dalam air minum itik.
Pengaruh Umur terhadap Pola Pertumbuhan Kambing Boerka Jantan di UPT. Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan Afrilian Norma Karlinda; Nuril Badriyah; Ratna Kumala Dewi
International Journal of Animal Science Vol. 5 No. 01 (2022): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v5i01.82

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh umur terhadap pola pertumbuhan kambing Boerka jantan di UPT. Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Materi yang dipakai yakni kambing boerka jantan berjumlah 17 ekor (3 ekor kambing prasapih, 9 ekor lepas sapih, dan 5 ekor kambing dewasa). Variabel yang diamati meliputi berat badan, lingkar dada, tinggi pundak, serta panjang badan. Data yang didapat ditabulasi dan dianalisis secara kuantitatif dengan analisis regresi polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan kambing boerka jantan mengikuti kurva sigmoid (S) dengan persamaan regresi polinomial berganda berturut-turut, yaitu : bobot badan y = 0,003x3 - 0,1226x2 + 2,748x + 2,1532; lingkar dada y = -0,1095x² + 3,8853x + 39,898; tinggi pundak y = -0,0358x² + 2,1436x + 41,699; dan panjang badan y = -0,0431x2 + 2,1206x + 43,398. Dengan nilai koefisien determinasi berturut-turut : bobot badan 98,47%, lingkar dada 89,25%, tinggi pundak 92,32%, dan panjang badan 59,88%. Pola pertumbuhan bobot badan serta ukuran tubuh lainnya pada kambing Boerka jantan di UPT. Agri Science Techopark UNISLA mengalami pertumbuhan yang terus meningkat mulai dari umur 0-18 bulan. Hal ini terjadi karena ternak belum mencapai usia tua. Apabila umur ternak semakin tinggi maka bobot badan maupun ukuran tubuh lainnya juga akan bertambah. Nilai koefisien determinasi paling tinggi pada bobot badan 98,47% dan terendah pada panjang badan 59,88%. Perihal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh umur terhadap pola pertumbuhan kambing Boerka jantan di UPT. Agri Science Techopark UNISLA.
Pengaruh Umur terhadap Pola Pertumbuhan Kambing Boerka Betina di UPT. Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan Mohammad Nur Faqih; Nuril Badriyah; Ratna Kumala Dewi
International Journal of Animal Science Vol. 5 No. 01 (2022): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v5i01.83

Abstract

Pelaksanaan penelitian pada bulan Maret 2021. Berlokasi di UPT. Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Materi penelitian adalah 17 ekor kambing Boerka betina, pengambilan sampel berdasarkan umur. Dengan pengukuran berat badan, tinggi bahu, lingkar dada dan panjang badan. Jumlah sampel yang digunakan adalah 17 ekor Kambing Boerka betina mulai dari 8 ekor kambing prasapih, 7 ekor kambing lepas sapih dan 2 ekor kambing dewasa. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode puposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 17 ekor Kambing Boerka betina mulai dari Pra-sapih sebanyak 8 ekor, sapih 7 ekor dan dewasa sebanyak 2 ekor. Analisis data menggunakan analisis regresi polynomial. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pola pertumbuhan bobot badan kambing Boerka Betina mengikuti pola kurva sigmoid (S) dengan persamaan regresi y = 0,0292x3 + 0,1856x2 + 8,7897x R² = 0,8907 dengan nilai koefisien determinasi 89,07%, sedangkan ukuran – ukuran tubuh lingkar dada, panjang badan serta tinggi pundak mengikuti pola polynomial dengan peramaan regresi berturut – turut y = -0,0219x2 + 1,3457x + 46,191; y = 0,0208x2 + 0,6482x + 46,279; y = 0,0057x2 + 0,589x + 44,985 dengan nilai koefisien determinasi berturut turut sebesar 81,02%; 73,86% dan 58,12%.

Page 7 of 10 | Total Record : 97