Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management
The publication of this journal is a scientific journal in the field of tourism studies. The manuscript can be research papers, review articles, as well as conceptual, technical, and methodological papers on all aspects includes research findings, experimental design, analysis, and recent application. The scope of these areas includes Tourism, Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention, Event management and other relevan topics
Articles
165 Documents
Be Jangkrik Dan Be Bluang Sebagai Kuliner Musiman Di Bali
Widani, Ni Nyoman;
Candrawati, A. A. Ketut Sri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.19
Masyarakat petani pedesaan di Bali, mengenal lauk dari jangkrik dan bluang (orong-orong atau anjing tanah). Serangga digunakan sebagai pengganti daging yang harganya mahal. Tujuan penulisan artikel ini adalahuntuk memahami gastronomi mengenai be jangkrik dan be bluang dan memperoleh strategi menghindari kepunahan dari sumber hidup bahan utama be jangkrik dan be bluang. Teori yang digunakan adalah teorigastronomi dan teori peternakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan jangkrik dan bluang dapat memenuhi kebutuhan protein dan vitamin. Cara untuk mencegah kepunahan kuliner musiman ini adalah dengan menternakkan bahan utama kuliner berupa jangkrik dan bluang. Peternakan juga akan murah dan tidak mudah, dalam waktu singkat juga dapat dipanen. Diperlu eksplorasi sebanyak mungkin kuliner nusantara khususnya Bali sebelum memasuki kepunahannya, dengan harapan Kuliner Tradisional Bali (KTB) dapat bertahan dan terus dilestarikan.
Analisis Tugas Room Attendant Dalam Menangani Complaint Tamu Deluxe Room The Haven Suites Canggu
Dewantara, Made Handijaya
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.20
Masalah yang diteliti adalah tugas dan tanggung jawab room attendant, standar operasional prosedur, dan penanganan complaint tamu di deluxe room The Haven Suites Canggu. Metode yang di gunakan ialahanalisis deskriptif. Data yang diperoleh disusun dalam bentuk laporan. Berdasarkan hasil observasi ini dapat disimpulkan bahwa tugas dan tanggung jawab room attendant di deluxe room The Haven Suites Canggu sudah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang dibagi menjadi dua shift yaitu morning shift dan evening shift yang mempunyai tugas yang sedikit berbeda. Room attendant sudah melaksanakan standar operasional prosedur yang di terapkan di The Haven Suites Canggu. Cara menangani dan menyelesaikan complaint tamu di The Haven Suites Canggu berbeda tergantung dari jenis complaint
Aksesibilitas Hotel Grand Mega Resort & Spa Bali Dengan Mall Bali Galeria
Mau, Daniel Pandu;
Pramesti, Dinar Sukma
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.21
Banyaknya hotel dibangun berdekatan dengan sarana amenitas lain seperti mall dirasakan sangat berpotensi dan diminati oleh para pengguna jasa akomodasi, karena memberikan aksesibilitas yang sangat mudah dan praktis untuk menjalankan kegiatan maupun kesenangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk membahas tentang Aksesibilitas Hotel Grand Mega Resort & SPA Bali dengan Mall Bali Galeria. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa aksesibilitas merupakan hal yang sangat penting yang menjadi pertimbangan bagi para pengunjung untuk memilih hotel yang akan disinggahi. Hotel Grand Mega Resort & SPA Bali dipilih oleh pengunjung karena mempunyai daya tarik tersendiri karena konsep yang dibangun berdekatan dengan Mall Bali Galeria dan sarana amenitas lainnya.
Standar Operasional Prosedur Room Service Natya Hotel, Tanah Lot, Bali
Lukitasari, Rimalinda
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.22
Kunci keberhasilan suatu hotel adalah pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh masing-masing hotel, sehingga pengunjung merasa puas, nyaman dan mau kembali mengunjungi suatu hotel. Room service di Natya Hotel, Tanah Lot memiliki SOP yang telah ditetapkan, tetapi ada beberapa kendala dalam pelaksanaan SOP. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajimengenai Room service department di Natya Hotel yaitu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan dan upaya Natya Hotel dalam meningkatkan profesionalisme room service man. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik obeservasi, wawancara, dokumentasi dan juga studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan SOP yang dijalankan di Natya Hotel pada departementroom service yaitu menerima oderan dari telepon, membuat captain order, mempersiapkan peralatan, pesanan diantar ke kamar tamu. Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan SOP yaitu terkait dengan jumlah karyawan yang sedikit dan kendala bahasa.
Analisis Persepsi Employee Empowerment Terhadap Employee Turnover Intention Di Dewi Sinta Hotel
Sunarjaya, I Gede;
Nugraha, Yudha Eka
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.23
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persepsi employee empowerment yang sudah dilakukan oleh Dewi Sinta Hotel kepada karyawan terhadap keinginan karyawan untuk keluar dari Dewi Sinta Hotel yang merupakan salah satu hotel berbintang 3 di Tabanan, Bali yang memiliki masalah turnover karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi employee empowerment karyawan berpengaruh secara simultan terhadap turnover intention. Namun secara parsial, terdapat 5 variabel dari persepsi employee empowerment yang berpengaruh secara signifikan terhadap turnover intention sedangkan 2 variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Disisi lain, variabel yang paling dominan berpengaruh adalah meaningfulness.
Implementasi Konsep Tri Hita Karana Pada Akomodasi Pariwisata Di Nusa Dua, Bali (Study Kasus: Melia Bali Villas And Spa Resort)
Pramesti, Dinar Sukma
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.24
Isu lingkungan mempengaruhi perubahan pola konsumsi wisatawan. Wisatawan cenderung lebih memilih akomodasi pariwisata seperti hotel yang ramah lingkungan. Penelitian ini berupaya menggambarkan implementasi konsep Tri Hita Karana di Hotel Melia Bali. Lokasi penelitian ini yaitu Melia Bali Villas and Spa Resort, yang diklasifikasikan sebagai hotel bintang 5 di Nusa Dua Bali serta mendapatkan Tri Hita Karana Award. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan jenis data deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan Teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Hotel Melia Bali telah menerapkan konsep Tri Hita Karana dalam design arsitektur dan manajemen hotel. Konsep ini mampu meningkatkan daya saing Melia Bali Villas and Spa Resort diantara hotel-hotel lain di Bali.
Penerapan Higienitas Dan Sanitasi Di Restoran The View Rooftop Grand La Villais Seminyak
Nugraha, Yudha Eka
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 1 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i1.25
Penerapan higienitas dan sanitasi di Restoran the View Rooftop Grand La Villais Bali merupakan upaya penting yang harus diperhatikan dalam proses pelaksanannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi makanan yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti manusia, area kerja, peralatan, sistem penyimpanan bahan dan produk. Penentuan standar kebersihan personal, area kerja maupun peralatan harus dilakukan dengan tepat dan benar agar setiap produk yang dihasilkan restoran hotel aman untuk dikonsumsi. Metode penelitian dilakukan dengan beberapa metode deskriptif kualitatif dengan beberapa strategi yaitu observasi, metode wawancara dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, didapat hasil bahwa dengan adanya standar penerapan higienitas dan sanitasi yang baik di sebuah restoran hotel dapat meningkatkan standar kesehatan, kebersihan, dan mutu suatu produk apabila dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.
Tradisi Megibung, Gastrodiplomacy Raja Karangasem
Sulistyawati, Anastasia
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 2 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i2.26
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi lain dari makanan dan tradisi makan dari gastronomi menjadi gastrodiplomasi dalam masyarakat, dengan memahami misi dan visi dari dibuatnya tradisi Megibung sebagai sarana pengendalian sosial di masyarakat baik di masa lampau maupun sekarang dan yang akan datang, serta peran dari Pemda setempat dalam membangun citra kuliner setempat menjadi ekonomi kreatif. Metode penelitian yang digunakan memecahkan atau menjawab seluruh masalah yang ada dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Megibung sejak awal sejarahnya sudah diciptakan sebagai sarana diplomasi bagi masyarakat petani di sawah, kemudian berkembang menjadi sarana diplomasi untuk konsolidasi pasukan/laskar perang oleh raja Karangasem dalam merebut Sasak. Pada pasca perang dimanfaatkan untuk sarana rekonsiliasi antar etnis (Sasak dan Bali) dan umat (Islam dan Hindu) dalam mendukung eksistensi kekuatan kerajaan Karangasem. Kemudian di masa damai ini menjadi sarana budaya membangun solidaritas persatuan dan kesatuan masyarakat dari lapisan bawah sampai atas, serta sarana diplomasi antar bangsa dengan konsep glokal (globalisasi lokalitas) tanpa sekat kelas sosial dan materi. Mengingat tingginya nilai budaya Megibung, yang di masa global ini mulai mendapat tantangan karena adanya catering (prasmanan) yang lebih simpel dan praktis. Untuk itu dibutuhkan program penyelamatan agar tidak punah ditelan zaman. Warisan tradisi ini harus terus dijaga dan direvitalisasi agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang dengan menjadikan tradisi Megibung sebagai sarana pembangunan ekonomi kreatif di Karangasem. Melalui tradisi Megibung generasi muda dapat belajar magang dalam mengolah berbagai jenis masakan tradisional Bali yang dapat dijadikan bekal untuk modal keahlian dalam bisnis ekonomi kreatif di bidang pariwisata, yang secara bersamaan otomatis juga telah ikut melestarikan keberlanjutan dari tradisi budaya Megibung itu sendiri. Oleh karena itu, Pemda Karangasem harus bisa mendorong pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan menuju ekonomi kreatif yang mengutamakan kepuasan wisata kuliner atau gastronomi khususnya.
Higiene Dan Sanitasi Pada Pedagang Makanan Jajanan Bali Di Destinasi Wisata Kuliner Pasar Malam Sindu, Sanur, Bali
Lumanauw, Nelsye
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 2 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i2.27
Pasar malam Sindu sebagai destinati wisata kuliner sangat diminati wisatawan mancanegara yang menginap di Sanur untuk menikmati makanan tradisional Indonesia. Berbagai makanan tradisional tersedia di pasar ini, seperti nasi campur Banyuwangi, sate-gule kambing Madura, termasuk makanan jajanan Bali. Makanan tradisional Bali memiliki cita rasa kuat, namun belum banyak diminati wisatawan. Penelitian mendalam terhadap higiene sanitasi pada pedagang makanan jajanan Bali menunjukkan suatu kendala dan kelemahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, melalui pendekatan cross-sectional, yang memungkinkan data tekstual hasil wawancara dikuantifikasi untuk pengukuran secara jelas. Pengukuran subyek dilakukan terhadap variabel subyek pada saat pemeriksaan. Hal ini tidak berarti semua subyek penelitian diamati pada waktu yang sama, tetapi bisa lain waktu dengan subyek yang berbeda. Adapun subyek yang menjadi penelitian ini adalah karakteristik pedagang makanan, higiene perorangan pedagang makanan, sanitasi peralatan dan sanitasi penyajian. Kesimpulan penelitian ini adalah para pedagang makanan jajanan tradisional Bali di pasar malam Sindu, secara umum paham terhadap pentingnya melakukan tindakan higiene dan sanitasi untuk keamanan makanan, dilihat dari karakteristik pedagang makanan, higiene perorangan pedagang makanan, sanitasi peralatan dan sanitasi penyajian. Namun demikian, tidak semua pedagang menerapkan hal tersebut saat memberikan layanan.
Implikasi Pasang-Surutnya Dukungan Terhadap Warisan Budaya Dunia Subak Jatiluwih Tabanan, Bali
Susila, I Gede
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 1 No 2 (2019): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v1i2.28
Pilihan Subak Jatiluwih untuk Warisan Budaya Dunia (WBD) harus didasarkan pada konservasi alam dan budaya karena organisasi sosial tradisional. Ini berarti bahwa pilihan Subak Jatiluwih untuk Warisan Budaya Dunia memiliki dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan, masyarakat, pemerintah dan UNESCO. Dukungan untuk melestarikan Subak Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia harus tetap kuat, karena tujuan utama pemilihan situs Warisan Budaya Dunia adalah pelestarian situs itu sendiri. Namun dukungan pertama untuk pelestarian Subak Jatiluwih sangat kuat dan kemudian secara bertahap menjadi lebih lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami serta menjelaskan implikasi dari naik turunnya dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap pelestarian lingkungan alam dan budayalokal di Subak Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD), baik dalam kehidupan para pemangku kepentingan dan dalam pengelolaan kawasan subak sebagai warisan budaya dunia. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dan empat teori, yaitu teori ekologi manusia, teori sosiokultural, teori dekonstruksi, dan teori praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naik turunnya dukungan untuk WBD Subak Jatiluwih menyiratkan hal-hal penting untuk dikritik. Implikasinya adalah: (1) terjadinya kebijakan top down dalam mengusulkan Subak Jatiluwih menjadi WBD dan dalam manajemennya setelah menjadi WBD; (2) ada proses internasionalisasi Subak Jatiluwih untuk menjadi lebih terkenal di seluruh dunia.