Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management
The publication of this journal is a scientific journal in the field of tourism studies. The manuscript can be research papers, review articles, as well as conceptual, technical, and methodological papers on all aspects includes research findings, experimental design, analysis, and recent application. The scope of these areas includes Tourism, Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention, Event management and other relevan topics
Articles
165 Documents
Pengembangan Wisata Bahari Pantai Mulut Seribu Sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan Di Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur
Nugraha, Yudha Eka
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 2 No 2 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v2i2.46
Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan berbagai keindahan alam yang potensial untuk menjadi sebuah daya tarik wisata, salah satunya di Kabupaten Rote Ndao yaitu Pantai Mulut Seribu. Pantai ini merupakan salah satu dari tujuh destinasi unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai destinasi unggulan, salah satu usaha pengembangannya adalah melalui penerapan wisata bahari yang disambut baik oleh masyarakat setempat sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi pengembangan daya tarik wisata Pantai Mulut Seribu yang berbasis wisata bahari untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Jenis penelitian ini desktriptif kualitatif dengan Kepala Dinas Pariwisata Rote Ndao dan masyarakat setempat yang tinggal di sekitar daya tarik wisata Pantai Mulut Seribu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Tarik Wisata Pantai Mulut Seribu dalam Kurva 1 yang berarti sedang berkembang secara agresif dengan konsentrasi pengembangan fokus di strategi SO, yaitu strength dan opportunity. Geliat perkembangan ini ditunjukkan dengan adanya festival mulut seribu sebagai bentuk promosi, partisipasi, dan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan wisata bahari di Pantai Mulut Seribu.
Manajemen Operasional Paket Wisata Perjalanan Insentif Di PT. Golden Kris Tours (Studi Kasus Rombongan Perusahaan Gunung Madu Lampung)
Lumanauw, Nelsye
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 2 No 2 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v2i2.47
Perjalanan insentif bukan hanya perjalanan biasa, tetapi perjalanan yang luar biasa yang diberikan sebagai reward untuk menghargai dan merekognisi sumber daya yang berprestasi. Pelaksanaan paket wisata perjalanan insentif pada biro perjalanan wisata Golden Kris Tours ditangani oleh bagian manajemen operasional. Pembukuan dengan konfirmasi tertulis dari pihak-pihak terkait, seperti hotel, restoran, atraksi wisata dan persiapan teknis yang matang tidak menjamin pengelolaan dan pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa masalah. Hal ini juga terjadi pada rombongan Gunung Madu Lampung. Persiapan teknis yang tidak detail dan kurang koordinasi menjadi rumusan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan manajemen operasional paket wisata perjalanan insentif di PT. Golden Kris Tours. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terkait manajemen operasional, paket wisata Golden Kris Tours, dan selanjutnya diuraikan untuk menemukan komponen permasalahan yang terjadi di lapangan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pelaksanaan manajemen operasional perjalanan insentif rombongan Gunung Madu Lampung secara keseluruhan berjalan baik, walaupun diiringi dengan permasalahan yang terjadi di lapangan. Kurangnya koordinasi antara tim operasional di kantor, ketua rombongan dan pemandu wisata di lapangan menjadi penyebab utama munculnya permasalahan tersebut.
Implementasi E-Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Pendidikan Tinggi Pariwisata Di Bali Selama Pandemi Covid-19
Damayanti, Luh Sri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 2 No 2 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v2i2.48
Covid-19 telah dietapkan sebagai pandemic global oleh WHO. Ini mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Seluruh proses belajar mengajar selama pandemic Covid-19 dilakukan secara online atau dengan mengimplementasikan e-learning. Ini bertujuan untuk menghindari kontak antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat media yang digunakan untuk melaksanakan e-learning, pertimbangan dalam memilih media e-learning, serta kelebihan dan kekurangan yang ditemui dalam pelaksanaan e-learning. Sebanyak 6 dosen Bahasa Inggris yang mengajar di perguruan tinggi pariwisata di Bali. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner yang disebarkan secara online. Data tersebut kemudiann dianalisis dengan mencari persentase serta mendeskripsikannya. Hasil analisis menemukan bahwa (1) Google Classrom digunakan oleh sebagian besar responden kemudian diikuti oleh aplikasi Zoom, Edmodo, WhatsApp, dan YouTube, (2) aksesibilitas, fitur komunikasi, media yang didukung, jenis penilaian yang disediakan, desain, dan harga menjadi pertimbangan bagi responden dalam memilih media e-learning, (3) ketidakmerataan akses internet menjadi tantangan terbesar bagi responden dalam menyelenggarakan elearning, tetapi responden sepakat bahwa pelaksanaan e-learning memberikan waktu dan tempat yang fleksibel untuk belajar.
Potensi Daya Tarik Wisata Hidden Canyon Beji Guwang Di Desa Guwang, Gianyar Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus
Wijana, Putu Ade
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 2 No 2 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v2i2.49
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang sebagai daya tarik wisata minat khusus ditinjau dari komponen daya tarik wisata 4A (Attraction, Amenities, Ancillary, Accesibility). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan studi Pustaka dikarenakan keterbatasan ruang gerak di tengah pandemic Covid – 19. Daya Tarik Wisata Hidden Canyon Beji Guwang ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata minat khusus. Atraksi yang dimiliki berupa wisata alam dengan keindahan yang sangat menarik terdapat aliran sungai yang diapit oleh tebing-tebing pada kedua sisinya. Wisatawan dapat melakukan kegiatan seperti trekking menyusuri sungai, perumahan dan perkebunan penduduk setempat. Akses menuju ke Hidden Canyon Beji Guwang cukup mudah dicapai dengan moda transportasi darat. Fasilitas penunjang pariwisata yang disediakan oleh daya tarik wisata ini sudah disediakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama berada di Hidden Canyon Beji Guwang serta Kelembagaan yang telah dibentuk oleh warga setempat guna mengelola daya tarik wisata ini untuk menjadi lebih baik. Meskipun memiliki kekuatan dan potensi untuk menjadi daya tarik wisata minat khusus, daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang masih memiliki kendala seperti kurangnya pengetahuan akan Bahasa asing oleh pemandu wisata lokal sehingga terkadang ditemukan kesusahan dalam penyampaian informasi kepada wisatawan asing.
Analisis Perilaku Komunikasi Verbal Freelance Driver Guide Terhadap Wisatawan Di Kawasan Pariwisata Kuta, Bali
Utami, Ni Putu Cahyani Putri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 2 No 2 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v2i2.50
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menganalisis perilaku komunikasi verbal freelance driver guide di kawasan pariwisata Kuta, Bali. Seorang pemandu wisata merupakan agen sentral dalam industri pariwisata dan menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai suatu destinasi wisata, serta menentukan motivasi wisatawan untuk berkunjung kembali. Seorang pemandu wisata dituntut untuk memiliki kemampuan berkomunikasi verbal yang baik. Dalam berkomunikasi, seorang pemandu wisata dituntut untuk dapat berdialog dengan wisatawan sehingga tercipta komunikasi yang efektif. Selain itu, seorang pemandu wisata diharuskan memiliki kemampuan untuk mempersuasi wisatawan untuk kembali berkunjung dikemudian hari. Dewasa ini banyak dijumpai freelance driver guide di kawasan pariwisata, khususnya di kawasan pariwisata Kuta, Bali. Teori komunikasi oleh Pace, Peterson & Burnett (1979) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara freelance driver guide di kawasan pariwisata Kuta, Bali dengan wisatawan adalah komunikasi antarpersonal (interpersonal communication). Perilaku komunikasi verbal yang digunakan oleh freelance driver guide adalah bahasa Inggris standar dalam situasi non-formal dengan diselingi bahasa Indonesia dalam berkomunikasi.
Implementasi Budaya Bali Dan Konsep Tri Hita Karana Di Harris Hotel, Seminyak-Bali
Pramesti, Dinar Sukma
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 2 No 2 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v2i2.51
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk penerapan budaya Bali dan konsep THK pada Harris Hotel Seminyak yang merupakan salah satu hotel yang berlokasi di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu manajemen Harris Hotel Seminyak. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Adapun wujud implementasi budaya Bali di Harris Hotel Seminyak yaitu penggunaan pakaian adat Bali pada hari Kamis maupun hari-hari keagamaan, mengadakan kegiatan berupa lomba busana adat Bali, lomba membuat dekorasi Bali, membuat penjor, memajang lukisan dengan gambar aktivitas umat agama Hindu di Bali yang sedang menjalankan persembahyangan, maupun aktivitas sehari-hari serta menyajikan menu makanan khas Bali. Wujud implementasi konsep THK dilihat dari konsep Parhyangan yaitu memberikan kebebasan beribadah, menyediakan beberapa tempat persembahyangan, menghaturkan canang sari di padmasana dan di setiapsection dapartement, mengisi setiap ruangan dengan pelangkiran, melakukan piodalan di Padmasana serta melakukan tirtayatra ke beberapa Pura di Bali maupun Jawa. Wujud implementasi konsep pawongan yaitumengadakan kegiatan Sima Krama Dharma Santhi/silaturahmi dan kegiatan A day to share. Wujud implementasi konsep palemahan yaitu memperingati tumpek uduh, tumpek kendang, melaksanakan kegiatan mecaru (Bhuta Yadnya), melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai dan areal desa Seminyak.
Pemberdayaan Pemandu Wisata Lokal Di Daya Tarik Wisata Hidden Canyon Beji Guwang, Sebagai Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Kabupaten Gianyar
Wijana, Putu Ade
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 3 No 1 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v3i1.55
Pariwisata berbasis masyarakat atau Community-Based Tourism (CBT) merupakan salah satu jenis pariwisata alternatif yang memasukkan partisipasi masyarakat sebagai unsur utama dalam pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan Pemandu Wisata Lokal di daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang sebagai pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori pemberdayaan masyarakat dan teori pariwisata berbasis masyarakat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Pihak pengelola obyek wisata Hidden Canyon Beji Guwang melakukan pemberdayaan terhadap pemandu wisata lokal yang dimiliki. Bentuk dari pemberdayaan tersebut berupa pelatihan berbahasa Inggris, pelatihan keamanan dan keselamatan khususnya penyelamatan dalam air.
Semantik Analisis Tagline Di Instagram Untuk Mempromosikan Pariwisata MICE (Studi Kasus: Akun Bisnis Phenom Event)
Safitri, Luh Mega
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 3 No 1 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v3i1.57
Penelitian yang berjudul Semantik Analisis Tagline di Instagram Untuk Mempromosikan Pariwisata MICE (Studi Kasus: Akun Bisnis Phenom Event), fokus pada makna tagline berbahasa Inggris yang terdapat pada iklan instagram event organizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan jenis-jenis makna dan faktor implikatur dalam tagline berbahasa Inggris. Data dikumpulkan dari beberapa tagline bahasa Inggris yang diposting di instagram dan dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori dari Leech (1974) tentang dua jenis makna dan teori dari Palmer tentang aspek makna (1976). Kedua jenis makna tersebut adalah makna konseptual (denotatif) dan makna asosiatif yang terbagi menjadi enam sub jenis: konotatif, sosial, afektif, kolokatif, reflektif, dan tematik. Palmer (1976) membedakan aspek makna menjadi empat jenis yaitu aspek pengertian (sense), aspek rasa (feeling), aspek nada (tone) dan aspek tujuan (intention). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis makna kalimat dalam tagline tersebut mengandung lima makna konseptual (denotatif), 22 makna konotatif, dan empat makna afektif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aspek makna tujuan persuasif paling banyak digunakan dalam postingan tagline di instagram. Faktor-faktor yang mempengaruhi implicature yakni faktor tujuan dan jalur. Tagline digunakan sebagai media untuk meningkatkan brand awareness dan strategi marketing dengan menggunakan tulisan yang singkat, padat dan efektif.
Citra Hotel Tugu Malang Di Mata Netizen (Resepsi Terhadap Vlog “Experience Menginap Di Hotel Ter-antik Di Malang”)
Lukitasari, Rimalinda
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 3 No 1 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v3i1.58
Citra suatu hotel di mata masyarakat kadang kala dapat tidak sejalan dengan konsep identitas yang ingin dikomunikasikan oleh perusahaan. Hotel Tugu Malang merupakan salah satu hotel di Indonesia yang kental akan unsur heritage, namun citra yang berkembang di masyarakat banyak terdistorsi ke arah stigma kuno yang seram. Penelitian terhadap vlog berjudul ”Experience Menginap di Hotel Ter-antik di Malang” oleh youtuber Anak Kuliner ini bertujuan untuk menjadi salah satu bentuk evaluasi terhadap strategi public relation Hotel Tugu Malang dengan cara menganalisis resepsi penonton terhadap pesan yang disampaikan dalam vlog. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif-deskriptif dengan menggunakan teori resepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dengan nuansa konten yang informatif, ceria, cerah, positif, bersahabat, dan antusias, resepsi penonton masih banyak yang berada di posisi oposisi, dengan beberapa sudah mulai bergerak ke posisi negosiasi dan dominan hegemonik. Oleh karenanya, disarankan agar manajemen terus melakukan usaha publisitas positif yang mengintegrasikan beberapa jenis media yang berbeda dan memaksimalkan pemanfaatan metode storytelling.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Ekologis Di Desa Nyambu Kediri, Tabanan
Wahyuni, A. A. Nyoman Sri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 3 No 1 (2020): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46837/journey.v3i1.59
Desa wisata adalah desa yang menjadi tujuan wisata karena memiliki daya tarik wisata sehingga wisatawan ingin berkunjung ke desa tersebut. Bali memiliki 110 desa wisata, 23 desa wisata berada di Kabupaten Tabanan, termasuk desa wisata ekologi di Desa Nyambu Kediri, Tabanan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui dan memahami pemberdayaan masyarakat Desa Nyambu dalam menunjang DWE dan Pengembangan Desa Wisata Ekologis di Desa Nyambu Kediri, Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teori yang digunakan adalah Community Based Tourism (CBT) dan Teori Daya Tarik Wisata. Hasil penelitian yaitu pembentukan DWE Desa Nyambu diawali dengan pemberdayaan masyarakat Desa Nyambu yang dilakukan dengan memberikan pelatihan yang dapat mendukung perkembangan DWE Desa Nyambu dari tahun 2015-2017. Perkembangan DWE di Desa Nyambu tidak terlepas dari peranan stakeholder sehingga membuat Desa Nyambu memiliki Daya Tarik Wisata, seperti something to see (Susur Sawah, Susur Budaya, menyaksikan pegelaran seni tari dan drama), something to do (Susur Desa Bersepeda dan Melukis) dan something to buy (sabun natural dan olahan belut), walaupun belum optimal.