cover
Contact Name
Fadhila Muhammad Libasut Taqwa
Contact Email
fadhila.muhammad@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8380993
Journal Mail Official
komposit.journal@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar km. 2 Kedung Badak Tanah Sareal Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 35132615     EISSN : 2655934X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian, ulasan ilmiah, teori dan aplikasi serta informasi lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (IPTekS), terutama teknik sipil, lingkungan, dan perencanaan wilayah-kota.Jurnal Komposit terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil is a journal that publishes research results, scientific reviews, theory and applications as well as other information in the fields of science, technology and science (IPTekS), especially civil engineering, environment, and urban planning. Jurnal komposit issued biannually. Articles to be published in the Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil are compiled from articles prepared by the author(s) and sent to the editorial board of Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor. Articles should be written in English or Bahasa Indonesia. Research scope in general is civil engineering and environmental engineering study.
Articles 208 Documents
Potensi Serbuk Gergaji sebagai Bahan Pupuk Kompos Salman, Nurcholis
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v4i1.3695

Abstract

Waste is residue from a human activity process that can become pollutant material in an environment, this waste can be beneficial to humans if it is managed properly, such as sawdust waste which still can be reused. Sawdust is quite good to be used as a compost raw material, although not all of its components can be completely decomposted. The chemical components contained in sawdust are cellulose, hemicellulose, lignin and extractive substances. This study aims to identify the effect of adding goat manure, organic litter, and bioactivator EM4 to the sawdust composting process. The research method used was experimental with 2 (two) treatments using different activator doses. The research was conducted for 30 days of composting with the observation of several physical characteristics of the compost every week. The results showed that from the two sample treatments there was no significant difference from the effect of the addition of EM4 activator, goat manure, litter, only in the composting process which matured faster, namely the 1st treatment where the temperature was 28oC, pH 7.5 (neutral) . The physical characteristics of compost product is blackish color, smell of dirt and fine texture. Direct outreach to local farmers has been carried out, and farmers now know other benefits of sawdust waste as a substitute for using chemical fertilizers as well as helping to save on fertilizer costs.Key words: sawdust, compost, composting process, compost utilization.Limbah adalah sisa atau buangan dari suatu proses kegiatan manusia yang dapat menjadi bahan polutan di suatu lingkungan, limbah tersebut dapat bermanfaat bagi manusia apabila dikelola dengan baik, seperti limbah serbuk gergaji. Serbuk gergaji cukup baik digunakan sebagai bahan baku kompos, walaupun tidak seluruh komponennya dapat dirombak dengan sempurna. Komponen-komponen kimia yang terkandung dalam serbuk gergaji yaitu seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan zat ekstraktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan kotoran kambing, serasah, dan bioaktivator EM4 terhadap proses pengomposan serbuk gergaji. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan 2 (dua) perlakuan menggunakan dosis aktivator yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 30 hari masa pengomposan dengan pengamatan beberapa karakteristik fisik kompos dilakukan tiap minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari kedua perlakuan sampel tidak ada perbedaan yang signifikan dari pengaruh penambahan aktivator EM4, kotoran kambing, serasah, hanya saja pada proses pengomposan yang lebih cepat matang yaitu pada perlakuan ke-1 dimana suhu 28oC, pH 7,5 (netral). Karakteristik fisik kompos berupa warna kehitaman, berbau tanah dan tekstur halus. Sosialisasi langsung kepada petani di sekitar telah dilakukan, dan petani kini telah tahu manfaat lain dari limbah serbuk gergaji sebagai substitusi penggunaan pupuk kimia juga membantu menghemat pengeluaran biaya pupuk.Kata kunci: serbuk gergaji, pupuk kompos, proses pengomposan, pemanfaatan kompos.
EVALUASI KINERJA TEKNIS DAERAH IRIGASI (DI) GEGEBENG KECAMATAN WALURAN KABUPATEN SUKABUMI Namara, Idi; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v1i1.3274

Abstract

Tantangan yang dihadapi dalam penyediaan pangan antara lain adalah; permintaan (demand) beras yang terus meningkat; Harga beras dunia yang terus meningkat; Ketersediaan lahan dan air berkurang; Dampak fenomena iklim dan organisame pengganggu tanaman; Infrastruktur pertanian yang rusak; Sarana produksi belum 6 tepat (jenis, mutu, waktu, jumlah, tempat, dan harga); Akses petani terhadap modal yang lemah; kelembagaan pertanian masih lemah; dan koordinasi di berbagai tingkatan masih lemah. Sejalan dengan berbagai tantangan di atas, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penentu dalam proses produksi pertanian khususnya padi. Oleh karena itu investasi irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka penyediaan air untuk pertanian. Penelitian dilakukan pada Daerah Irigasi (DI) Gegebeng Kec. Waluran Kab. Sukabumi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi, potensi dan permasalahan yang dihadapi, dimulai dari luas sawah yang terairi saat ini, jaringan irigasi, kualitas dan kuantitas debit air saat musim kemarau dan hujan. Pendekatan yang digunakan adalah dengan analisis dan kajian terhadap kondisi lapangan dan faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil akhir yang diperoleh adalah kelengkapan sarana dan prasarana dalam sistem jaringan irigasi DI Gegebeng belum lengkap, ketersediaan debit air yang cukup untuk irigasi, kualitas air baku tergolong cukup, dan RTRW Kec. Waluran yang sesuai untuk pengembangan agroindustri.
PENILAIAN TEKNIS SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS KAMPUNG SILIWANGI, CIGOMBONG, KABUPATEN BOGOR) Hariati, Feril; Lutfi, Muhamad
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v2i1.1551

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang pemenuhan kebutuhan terhadap air bersih tersebut diatur oleh pemerintah melalui suatu sistem pelayanan air bersih yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum. Luasnya daerah pelayanan seringkali mengakibatkan beberapa wilayah, terutama di pedesaan, tidak dapat dilayani oleh sistem pelayanan air bersih ini, oleh karena itu pemerintah menggalakkan program pengadaan air bersih berbasis masyarakat, yang merupakan program gotong royong masyarakat dengan dana dapat berasal dari pemerintah maupun swasta. Salah satunya adalah program pengadaan air bersih bagi masyarakat Kampung Siliwangi, Desa Cigombong, yang mendapatkan dana CSR dari salah satu produsen air kemasan. Sistem yang diterapkan merupakan teknologi penyediaan air sederhana, yang dibangun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan warga Kampung Siliwangi. Penilaian teknis dilakukan untuk mengetahui apakah sistem yang diterapkan sudah sesuai dengan kondisi lingkungan dan keinginan masyarakat. Hasil analisis yang dilakukan dengan cara survey dan analisis hidrolika sederhana menunjukkan bahwa sistem penyediaan air bersih di Kampung Siliwangi tidak mampu melayani kebutuhan seluruh warga, terutama pada saat jam puncak. Kebutuhan warga saat jam puncak adalah 5 ltr/dtk, sedangkan besar aliran yang terjadi adalah 2.5 ltr/dtk dan jumlah ini merupakan aliran air stabil. Selain itu, terjadi kesulitan saat air tidak digunakan karena tidak tersedianya bak penampung di jalur distribusi atau bak pelepas tekanan di jalur transmisi. Pengaturan air dilakukan langsung pada sumbernya. Hal ini sudah tentu kurang efektif, mengingat diperlukan sumber daya manusia untuk mengatur sistem penyediaan air bersih.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR IKLIM SETEMPAT (KLIMATOLOGI) TERHADAP PENGEMBANGAN LANDASAN PACU (RUNWAY) PADA BANDAR UDARA Lutfi, Muhamad
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v1i2.1542

Abstract

Keberadaan Landasan Pacu (runway) yang memadai baik itu dalam ukuran (dimensi) maupun kapasitas layanan terhadap suatu jenis pesawat terbang terutama pesawat terbang berbadan lebar seperti jenis Boeing 737 pada suatu bandar udara, merupakan sesuatu hal yang perlu diperhatikan dikarenakan berhubungan dengan tingkat layanan dan faktor keamaan penerbangan yang dapat diberikan oleh sebuah bandar udara.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tahapan pengembangan landasan pacu tersebut haruslah memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya salah satu faktor utama yang menjadi dasar perencanaan pengembangan landasan pacu adalah faktor klimatologi yang meliputi ketinggian lokasi bandara, kelembaban udara, curah hujan, arah angin, temperatur dan lain sebagainya. Faktor klimatologi memberikan kontrbusi berupa koreksi terhadap ukuran landasan pacu yang ada pada bandar udara tersebut. Selain faktor tersebut, pengembangan landasan pacu juga harus memperhatikan standarisasi dari ICAO dan FAA yang merupakan lembaga internasional yang mengatur tentang standarisasi sebuah Bandar udara
STUDI PENGARUH TEMPERATUR BETON MASSA PADA RAFT FOUNDATION KETEBALAN 3 METER (Studi Kasus: Proyek MCC Tower - Jakarta) Handayani, Juny; Lutfi, Muhamad; Chayati, Nurul; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i1.3743

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pekerjaan raft foundation pada proyek MCC Tower, Jakarta dengan ketebalan 3 meter, dengan volume 11.115 m³ yang sangatlah masif. Proses hidrasi semen yang terjadi pada beton massa mengakibatkan beton mengalami peningkatan temperatur yang bervariatif. Pemantauan suhu beton massa perlu dilakukan karena bila tidak dilakukan secara benar, maka dapat terjadi kerusakan berupa retak thermal pada beton massa tersebut, oleh karena itu perawatan beton massa ini sangat diperlukan. Perawatan beton massa yang digunakan dengan cara metode insulasi yaitu dengan curring concrete dan pemasangan styrofoam dengan lembaran plastik. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk memperoleh analisis temperatur pada beton massa (raft foundation) dengan ketebalan 3 meter sesuai Standard ACI 207.1R-96 tentang Mass Concrete. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh ketebalan beton massa dengan volume beton massa raft foundation. Dari pengamatan suhu yang telah dilakukan, terjadi kenaikan suhu rata - rata pada hari ke-1 sampai hari ke-3 sebesar 52,92 °C. untuk menanggulangi terjadinya perbedaan temperatur yang terus naik maka dilakukan sistem buka tutup lapisan insulasi. Penurunan suhu beton terjadi pada hari ke-6 sampai hari ke-7 yaitu sebesar 11,38 °C. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dengan metode ACI dan USBR, beton massa tidak mengalami retak termal, serta telah memenuhi syarat yang sesuai standard ACI 207.1R-96 dimana perbedaan nilai antar lapisan atas, tengah, bawah tidak lebih dari 20 °C.Kata Kunci: beton massa, perbedaan temperatur, retak thermal, metode insulasi.Abstract: Construction of raft foundation work on the MCC Tower project, Jakarta with a thickness of 3 meters, with a very large and massive volume (± 11.115 m³). The cement hydration process that occurs in mass concrete causes the concrete to experience a varied temperature increase. Monitoring the temperature of the mass concrete needs to be done because if it is not done correctly, damage can occur in the form of thermal cracks in the mass concrete, therefore this mass concrete treatment is very necessary. The mass concrete treatment used is the insulation method, namely curring concrete and styrofoam installation with plastic sheets. The purpose of this research is to obtain a temperature analysis of mass concrete (raft foundation) with a thickness of 3 meters according to the ACI 207.1R-96 Standard on Mass Concrete. This research was conducted by collecting data using interview, observation, and documentation methods. Based on the results of the study, there was an effect of mass concrete thickness with the mass concrete volume of raft foundation. From the temperature observations, there is an increase in the average temperature on day 1 to day 3 of 52.92 °C. In order to cope with the increasing temperature difference, an insulation layer is opened and closed repeatedly. The decrease in concrete temperature occurred on the 6th to 7th day, which was 11.38 °C. Based on the results of calculations and analysis using the ACI and USBR methods, the mass concrete of raft foundation does not experience thermal cracks, and has met the requirements according to the ACI 207.1R-96 standard where the difference in values between the top, middle, and bottom layers is not more than 20 °C.Key words: Mass concrete, temperature difference, thermal cracks, insulation methods.
ANALISIS GEOTEKNIK TEROWONGAN KERETA API KEBASEN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA 3D Hermawan, Dody; Hamdhan, Indra Noer
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i1.3310

Abstract

Perbukitan Kebasen, Banyumas memiliki rencana membangun jalur rel kereta yang mempunyai konfigurasi double track guna memenuhi peningkatan jumlah pengguna. Pada wilayah yang sangat terbatas daerah jangkauan konstruksinya terowongan merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan. Analisis geoteknik terowongan kereta api Kebasen dibutuhkan untuk mengetahui nilai faktor kemanan, face stability, dan gaya-gaya dalam yang bekerja pada terowongan tersebut. Sistem perkuatan terowongan yang digunakan pada formasi tanah-batuan di perbukitan Kebasen adalah rock bolt dan shotcrete dengan menggunakan metode konstruksi New Austrian Tunneling Method (NATM). Model yang digunakan adalah model dengan perkuatan dan tanpa perkuatan, dan dianalisis dengan metode elemen hingga 3-dimensi. Hasil yang diperoleh pada model dengan perkuatan, yaitu nilai faktor kemanan 8,35 dengan deformasi terbesar 0,0737 m, sedangkan pada model tanpa perkuatan nilai faktor keamanan adalah 1,84 dengan deformasi sebesar 0,417 m.Kata Kunci: terowongan, face stability, metode elemen hingga, NATM, rock bolt shotcrete, deformasi
ANALISIS KAPASITAS SUNGAI CIPARIGI TERHADAP DEBIT BANJIR KALA ULANG Saputra, Lingga; Hariati, Feril; Alimuddin, Alimuddin
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v2i2.1556

Abstract

Ciparigi is a natural canal that flow across the North of Bogor District. The length of reach around 8.700 m and the freeboard is depth. In previous years, a catchment area of Ciparigi was safe from flood. But recently, around 2015, flooding event was occurred in this area. To find out the root of problem, hydrological analysis and hydraulics analysis were applied. From hydrologic analysis, maximum flood discharge for return periode 2, 5, and 25 year respectively were 59,057 m3/dtk, 66,817 m3/dtk, dan 80,716 m3/dtk. While the average capacity of canal was about 40 m3/s. From the comparison value between existing capacity of canal and maximum flood discharge for each return period, we found out that the flooding event mostly triggered by the reduction of width and depth of canal in downstream area, and caused backwater effect and flooded the upstream area
ALTERNATIF PENANGGULANGAN ABRASI DI PANTAI MUARA GEMBONG, BEKASI Alimuddin, Alimuddin
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v2i1.1547

Abstract

Landuse change in Muara Gembong, Bekasi caused high abrasion. This condition made 3 (three) villages dissapeared,that is Pantai Bahagia, Pantai Mekar and Pantai Sederhana Village. The purpose of this study were to analize abration rate and to assess its mitigation alternatives at coastal area of Muara Gembong, Bekasi.The studywas conducted since July - December 2013. Landsat overlay during 10 years (2003-2012) showed that abrasion in Muara Gembong was 285.635,23 m2. The average of mean sea level change during 10 years (2003-2012) was 0.60 m with the lowest tide was 0.57 m and the highest tide was 0.62 m measured from Mean Sea Level (MSL). Building coastal protection suitable for abrasion problems in the study area is breakwater because breakwater can generate sedimentation in the back of the building and almost no abrasion in other area. Groin can lead to sedimentation in the upstream areas, but the resulting interruption of the sediment supply in downstream side resulting in abrasion while seawall is less effective in hold the sediment transport and shoreline damage to occur end of the building. Based on tidal result analysis the minimum height of coastal wall was 1.19 m
STUDI PERENCANAAN GEDUNG PARKIR SEPEDA MOTOR DI AREA FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR Lutfi, Muhamad; Rulhendri, Rulhendri; Salam, Ro'yu Awwalul Mu'minul Quddus
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v4i1.3749

Abstract

ABSTRAKLahan parkir Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor memiliki luas lahan 345,15m2dan hanya mampu menampung 80 untuk sepeda motor. Kondisi lahan parkir tersebut sangat terbatas untuk menampung sepeda motor di jam-jam puncak, sehingga seringkali bahu jalan digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Jumlah sepeda motor setiap durasi parkir dapat dapat diketahui melalui survei dengan metode berdasarkan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan sepeda motor. Jumlah sepeda motor yang masuk lahan parkir setiap durasi adalah beragam dan puncak sepeda motor yang masuk terjadi pada pukul 08:00 - 11:00 WIB. Tersedianya gedung parkir bertingkat merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi ketersediaan lahan parkir. Gedung parkir tersebut direncanakan 4 lantai dengan luas bangunan 26mx13m dapat menampung 288 sepeda motor. Pemodelan struktur menggunakan software ETABS dengan standarisasi yang berlaku yaitu SNI-2847-2013, SNI-1726-2012 serta PPPURG-1987. Material yang digunakan adalah beton bertulang dengan mutu beton K-250 dengan kolom 500/500mm dengan tulangan utama 8D20 dan tulangan geser í˜10-150. Balok utama dengan dimensi 300/500mm dengan tulangan tarik 6D16, tulangan tekan 5D16, tulangan geser í˜10-200mm dan untuk balok anak dengan dimensi 200/400 mm dengan tulangan tarik 4D16, tulangan tekan 3D16, tulangan geser í˜10-150mm. Tebal plat 15cm dengan tulangan D13-250mm. Pengecekan kolom menggunakan software PCACOL.Kata Kunci: kapasitas parker, gedung parkir bertingkat, pemodelan struktur, aplikasi ETABS.ABSTRACTThe parking area for the Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor with area of 345.15m2 can only accommodate 80 motorbikes. Parking lot capacity is very limited to accommodate motorbikes at peak hours, so often that, the road is used as a parking area. The number of motorbikes per parking duration can be determined through a survey with a method based on the largest difference between motorbike arrivals and departures. The number of motorbikes that enter the parking lot for each duration varies and the peak of the incoming motorbikes occurs at 08:00 - 11:00 WIB. The availability of multi-stories parking buildings is the right solution to overcome the limited capacity of parking lots. The parking building is designed with 4 stories, 26x13 m2 area, which can accommodate 288 motorbikes. Structural modeling used ETABS software with applicable standards, namely SNI-2847-2013, SNI-1726-2012 and PPPURG-1987. The material used is reinforced concrete with K-250 concrete quality with 500/500mm columns with 8D20 main reinforcement and í˜10-150 shear reinforcement. Main beam with dimensions 300 / 500mm with 6D16 tensile reinforcement, 5D16 compressive reinforcement, shear reinforcement í˜10-200mm and for joist with dimensions 200/400 mm with tensile reinforcement 4D16, compressive reinforcement 3D16, shear reinforcement í˜10-150mm. 15cm thick concrete plate with D13-250mm reinforcement. the column integrity is controlled using PCACOL software.Keywords: parking capacity, multi-stories parking building, structural modelling, ETABS software.
EVALUASI SISTEM DRAINASE KABUPATEN PRINGSEWU (Studi Kasus : Desa Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu) Dermasani, Akmal; Febrina, Rina; Sumiharni, Sumiharni
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3680

Abstract

ABSTRAkSistem drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan. Penelitian  ini dilakukan di jalan lintas barat desa wates kecamatan gadingrejo, pada pelaksanaannya dilakukan analisis hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan maksimum setelah itu dilakukan pengukuran dispersi melalui perhitungan parameter statistik. Dilanjutkan dengan pemilihan jenis distribusi untuk mendapatkan cara mengolah data pengukuran  curah  hujan  rencana  dan  perhitungan  intensitas  hujan.  Analissis  hidrolika  berupa debit drainase rencana, setelah itu di tentukan rencana dimensi yang sesuai.Hasil penelitian berdasarkan pengukuran dispersi diperoleh distribusi Log Pearson  III  dan  diperoleh  nilai  curah  hujan  rencana  untuk  kala  ulang  2 tahun  sebesar 345,143 mm, dan untuk  kala  ulang  5 tahun  sebesar 407,380 mm. Nilai debit hujan untuk kala ulang  2 tahun dengan metode rasional diperoleh nilai 2,815 m3/detik, dan kala ulang  5 tahun 3,322  m3/detik. Berdasarkan evaluasi pada kondisi eksisting pada segmen 1 sampai segmen 7 terdapat dimensi yang disarankan untuk dilakukan redesain yaitu pada segmen 3, dengan dimensi untuk kala ulang 2 tahun yaitu b = 1,50 m x h = 1,50 m, dan kala ulang 5 tahun dengan dimensi b = 1,80 m x h = 1,80 m sehingga saluran drainase mampu untuk menampung debit banjir.Kata kunci: analisis hidrologi, sistem drainase, distribusi Log Pearson III, debit rencana, dimensi saluran.ABSTRACTDrainage system is defined as a series of water structures that function to reduce and or remove excess water from an area or land. This research was conducted on the western causeway of Wates village, Gadingrejo sub-district. The hydrological and hydraulics analysis was performed. Hydrological analysis uses maximum rainfall data then the measurement of the dispersion is carried out through the calculation of statistical parameters. The stage was followed by selecting the type of distribution to get a way to process the planned rainfall measurement data and calculation of rain intensity. The hydraulic analysis in the form of planned drainage discharge, after which the appropriate dimensional plan is determined. The results of the study based on dispersion measurements obtained by Log Pearson III distribution and the value of the rainfall plan for the 2 year reiterative period was 354,143 mm, and for the 5 year reiterative period was 407,380 mm. The rain discharge value for the 2 year reiterative period using the rational method was 2,815 m3 / second, and the 5 year reiterative period was 3,322 m3 / second. According to the evaluation on the existing conditions in segment 1 to segment 7, there are dimensions that are suggested to be redesigned, namely in segment 3, with dimensions for a 2 year reiterative period, namely b = 1,50 m x h = 1,50 m, and a 5 year reiterative period with dimensions b = 1,80 m x h = 1,80 m so that the drainage channel is able to accommodate the flood discharge.Keywords: hydrolical analysis, drainage system, Pearson III log distribution, discharge, channel dimension.

Page 2 of 21 | Total Record : 208