cover
Contact Name
Fadhila Muhammad Libasut Taqwa
Contact Email
fadhila.muhammad@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8380993
Journal Mail Official
komposit.journal@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar km. 2 Kedung Badak Tanah Sareal Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 35132615     EISSN : 2655934X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian, ulasan ilmiah, teori dan aplikasi serta informasi lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (IPTekS), terutama teknik sipil, lingkungan, dan perencanaan wilayah-kota.Jurnal Komposit terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil is a journal that publishes research results, scientific reviews, theory and applications as well as other information in the fields of science, technology and science (IPTekS), especially civil engineering, environment, and urban planning. Jurnal komposit issued biannually. Articles to be published in the Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil are compiled from articles prepared by the author(s) and sent to the editorial board of Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor. Articles should be written in English or Bahasa Indonesia. Research scope in general is civil engineering and environmental engineering study.
Articles 208 Documents
ANALISIS KONSENTRASI DAN SPESIASI LOGAM BERAT PADA PENGOMPOSAN LIMBAH LUMPUR IPAL DOMESTIK (Studi Kasus : IPAL Waduk Setiabudi, Jakarta Selatan) Aryanti, Dini
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v2i2.1553

Abstract

Sewage sludge generated from WWTP can be reused by composting because it contains a high organic content. However, the content of heavy metals in sewage sludge can be a major cause negative impacts on the environment and human health. The purpose of this study is to analyze the changes in the physical-chemical parameters, concentration and chemical speciation of Cu and Pb in two compost mixtures as an assessment of the feasibility of both composts to be used as fertilizer. The result showed that the parameters of temperature, pH, and C/N ratio in both compost met the standard quality of compost according to SNI 19-7030-2004. Concentration of Cu in compost 1 and compost 2 were 150 mg/kg and 237 mg/kg respectively, while the concentration of Pb were 224 mg/kg and 183 mg/kg respectively. The concentration of both metals in two composts resulted ecological risk factor that go into a low risk category (Er < 40). In addition, the composting process in this study reduced the toxicity effect of two metals. At the end of composting, fractions of Cu in two composts were dominant in organic bound fraction in amount of 63.50% for compost 1 and 56.20% for compost 2. While Pb were dominant in the residual fraction that is equal to 62.10% for compost 1 and 71.50% for compost 2. These fractions are the stable fracion so that the existence of Cu and Pb in two compost do not give negative impact to the environment if two composts will be applied to soil
PERENCANAAN NORMALISASI ARUS SUNGAI CIJERE DI DS. PASIRMUKTI KEC. CITEUREUP KAB. BOGOR Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v1i2.1544

Abstract

Sungai Cijere Ds. Pasir Mukti Kec. Citeureup hanya memiliki lebar eksisting 7,50 meter dan kedalaman 1,30 meter, dan tidak dapat menampung debit banjir saat hujan turun. Permasalahan ini dapat diatasi dengan cara melakukan normalisasi di ruas sungai tersebut. Makalah ini mengemukakan perhitungan debit banjir dengan periode ulang 5, 10, 20, 25, 50 dan 100 tahun untuk mendapatkan dimensi saluran yang paling tepat untuk mengalirkan debit banjir pada periode ulang rencana. Saluran direncanakan berbentuk segi empat dengan lebar dasar 12 meter, tinggi 3,80 meter dan diperkuat dengan sheet pile pada kedua sisi saluran. Saluran ini mampu mengalirkan air dengan debit banjir 59,30 m3/detik pada banjir dengan periode ulang 10 tahunan. Sheet pile dipancang pada kedalaman 7,00 meter dari puncak saluran.
PENGEMBANGAN ALUR KOMUNIKASI PERAN QS (QUANTITY SURVEYOR) PADA DEVELOPER SWASTA DINILAI DARI SEGI RISIKO (Studi kasus: PT. XYZ) Safri, Safri; Ariostar, Ariostar
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i1.3746

Abstract

Abstrak: Komunikasi pada Quantity Surveyor (QS) adalah kunci utama di dunia konstruksi termasuk pada badan pemerintahan, pemilik bangunan, arsitek dan kontraktor. Adapun fenomena yang terjadi adalah masih banyak proyek yang terlambat dan over budget, padahal sudah menggunakan alur komunikasi dan telah ditetapkan peran Quantity Surveyor. Penelitian ini menganalisis pengembangan alur komunikasi peran QS pada developer swasta berbasis risk dalam mengelola / mendokumentasikan resiko dalam pengelolaan QS untuk meningkatkan kinerja waktu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisa risiko berdasarkan validasi pakar (pendapat ahli). Hasil penelitian menyarankan bahwa QS perlu dilibatkan dalam proses perekrutan calon peserta tender; proses perhitungan Surat Penawaran Harga dan pekerjaan tambah kurang; dalam setiap proses tender hingga serah terima pekerjaan juga harus memperhatikan penggunaan SOP (Standard Operating Procedure).Kata Kunci: komunikasi, alur komunikasi, manajemen risiko, Quantity Surveyor.Abstract: Communication on the Quantity Surveyor (QS) is a primary key in the construction world, including in government agencies, building owners, architects and contractors. The phenomenon that occurs is that there are still many projects that are late and over budget, even though they have used communication channels and the role of the Quantity Surveyor has been assigned. This study analyzes the development of the communication flow of the role of QS in risk-based private developers in managing and/or documenting risks in QS management to improve time performance. This research is a qualitative research with a risk analysis method based on expert validation (expert opinion). The results suggest that QS should be involved in the process of recruiting candidate tender participants; the process of calculating the quotation letter and addendum work; SOP (Standard Operating Procedure) must also be considered in any tender process until project handover.Key words: communication, communication flow, risk management, Quantity Surveyor.
KONTRIBUSI SOSIAL BIDANG TEKNIK SIPIL SAAT PANDEMI COVID - 19 Ernawati, Ernawati; Rusdiana, Rusdiana
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v4i2.3681

Abstract

Abstrak: Bidang ilmu teknik sipil pada dasarnya adalah merancang, membangun, memelihara serta memperbaiki bangunan dan infrastruktur, juga mencakup lingkungan dimana pada dasarnya untuk kemaslahatan hidup manusia. Akan tetapi ketika terjadi pandemi Covid - 19, setiap bangsa/negara harus meningkatkan kesiap siagaan untuk mencegah maupun menangani wabah tersebut, yang dilakukan di Indonesia diantaranya dengan lock down, PSBB dan sekarang memulai dengan adaptasi kebiasaan baru (New Normal). Terkait hal tersebut yang diterapkan, tentunya tidak semua bidang teknik sipil di negara ini dapat dilaksanakan, perlu prioritas yang lebih penting yang diutamakan untuk kemaslahatan hidup manusia terutama dalam hal sandang, pangan dan papan. kontribusi sosial bidang Teknik Sipil di tengah Pandemi Covid -19 lebih banyak ke bidang pangan. Adapun kontribusi detail bidang teknik sipil di korelasikan dengan 3 kebutuhan utama sandang, pangan dan papan adalah pada bidang drainase, jalan dan jembatan. Untuk pelaksanaan bidang teknik sipil, operasi dan pemeliharaan harus tetap dilaksanakan pada saat covid - 19 terutama salah satunya untuk irigasi akan berdampak pada kebutuhan utama manusia yaitu pangan. kesemuanya itu tergangtung pada aktvitas ekonomi yang berkorelasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat covid - 19 ini kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar dari pada manusia disamping kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan perlu di tunjang salah satu nya dengan pangan dan peran teknik sipil untuk kontribusi pangan sangat berperan.Kata kunci: kontribusi sosial; teknik sipil; covid - 19.Abstract: The field of civil engineering is basically designing, building, maintaining, and repairing buildings and infrastructure, as well as environmental engineering, basically for the benefit of human life. However, when the Covid-19 pandemic occurred, every nation/country had to increase preparedness to prevent and manage the outbreak, which was carried out in Indonesia including lockdown, PSBB and now starting with the adaptation of new habits (New Normal). Regarding this that is applied, of course not all fields of civil engineering in this country can be implemented, it needs more important priorities that are prioritized for the benefit of human life, especially in terms of clothing, food, and house. The social contribution of the Civil Engineering sector in the midst of the Covid -19 Pandemic has been mostly in the food sector. The detailed contribution in the field of civil engineering is correlated with the 3 main needs for clothing, food, and house, namely in the field of drainage, road, and bridge. For the implementation of the civil engineering field, operations and maintenance must continue to be carried out at the time of Covid-19, especially one of which is for irrigation which will have an impact on human's main needs, namely food. All of which depend on economic activities that are correlated with the country's Budget (APBN). At the time of Covid - 19, health was one of the basic needs of humans in addition to the need for clothing, food, house, health one of which needed to be supported by food and the role of civil engineering for food contribution was very important.Keywords: social contribution; civil engineering; covid -19.
STUDI PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI MATERIAL STABILISASI TANAH DASAR (Studi Kasus: Pekerjaan Subgrade Untuk Jalan Lingkungan di PLTU Sulawesi Utara II, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara) Insan, Muhammad Khaerul; Hariati, Feril; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3257

Abstract

Fly ash dan bottom ash  merupakan limbah B3 yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. Di Indonesia, batu bara banyak digunakan sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Salah satu PLTU di Indonesia yaitu PLTU Sulawesi Utara II, yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Selatan. Jumlah limbah yang dihasilkan cukup banyak sehingga dibutuhkan cara untuk mengurangi penumpukan fly ash dan bottom ash. Fly ash dan bottom ash dapat digunakan sebagai material stabilisasi tanah dasar. Dalam penelitian ini, diambil dua sampel tanah yang berbeda dengan komposisi penambahan fly ash dan bottom ash yang bermacam-macam. Pengujian CBR dilakukan pada tanah dengan komposisi yang paling optimum menurut klasifikasi AASHTO, yaitu tanah yang termasuk ke dalam kelas A-1 dan A-2 dengan kondisi kuat dukung tanah sangat baik hingga baik. Hasil pengujian CBR pada tanah yang telah dicampur dengan fly ash dan bottom ash adalah sebesar 19,66%, 52,22%, 21,33%, dan 40,88%. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan fly ash dan bottom ash pada tanah dapat meningkatkan nilai CBR pada tanah asli yang semula hanya memiliki nilai sebesar 11,2% dan 5,35%.
KONSEP MODEL INTEGRATED WATER RESOURCE MANAGEMENT DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERBASIS KOMUNITAS Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v2i1.1549

Abstract

Indonesian government is obliged to provide continous supply of drinking water. Under the framework of local autonomy regime, water resource management,, including water supply infrastructure, must be done at local authorities responsibility, together with civil society. Therefore, local community is expected to actively involved in the formulation of drinking water development programs. This study compared the water supply management provided by Regional Water Company (PDAM), and the Community based water supply management program which based on Presidential Instruction (IDT) in Tlogo village, Central Java; West Java Provincial government funding model in Buniwangi village, Sukabumi, and Kertamaya, Bogor and CSR/Corporate Social Responsibility models in Cigombong village, Bogor. SWOT methode used to determine the effectiveness of programs implementation and programs sustainability, reviewed by roles of stakeholder, funding, designing, contruction process, operational and maintenance. The result of this study shows that community based programs not yet fulfill the demand and future threaths, and need attentions and cooperation from every stakeholders to be developed. The recommendation for sustainability of water supply management and risk management are shown.
STUDI PENGEMBANGAN JALAN RIGID PAVEMENT, DI JALAN KUMBANG KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR Awaludin, Muhamad Miftah; Lutfi, Muhamad; Rulhendri, Rulhendri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i2.3751

Abstract

Abstrak: Jalan Kumbang merupakan jalan alternatif dari jalan Padjajaran ke Jalan Sancang dan Jalan Lodaya. Kerusakan jalan diakibatkan oleh tingginya lalu lintas kendaraan, banykaknya kendaraan berat yang melintas, juga akibat saluran drainase yang tidak dapat menampung volume air sehingga air melimpas ke jalan. Proses perawatan (maintenance) berupa penambalan dengan aspal (overlay) sudah dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kota Bogor akan tetapi hal tersebut belum maksimal. Solusi terbaik adalah dengan metode rigid pavement berdasarkan perhitungan dengan metode NAASRA (1979). Metode perencanaan perkerasan meliputi pengumpulan data primer seperti hasil pengukuran jalan eksisting dan data pengamatan volume lalulintas harian rata-rata, sedangkan data sekunder seperti: data CBR tanah dan data angka pertumbuhan lalulintas tahunan dari DLLAJ Kota Bogor. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode NAASRA, tebal perkerasan minimum yang digunakan adalah 15 cm, digunakan tebal perkerasan sebesar 20 cm. Penulangan menggunakan D12 mm dengan jarak 250 mm dan tulangan melintang tulangan D16 dengan jarak 300 mm. Dowel atau Ruji yang dipakai dengan diamater 250 mm, panjang 450 mm, dan jarak 300 mm, Penulangan tie bar maksimum yang digunakan sesuai metode ASSHTO bila jarak 3 meter dengan besi D12 maka jarak maksimum adalah 120 mm.Kata Kunci: perencanaan perkerasan, tebal perkerasan kaku, metode NAASRA 1979, data lalu lintas harian.Abstract: Jalan Kumbang is an alternative road from Padjajaran Street to Sancang Street and Lodaya Street. Road damage is caused by high vehicle traffic, the large number of heavy vehicles passing through, as well as the drainage channel that cannot accommodate the volume of water so that water spills over to the road. The maintenance process in the form of patching with asphalt (overlay) has been carried out by the Bogor City Highways Agency but this has not been optimal. The best solution is the rigid pavement method based on calculations using the NAASRA method (1979). Pavement planning methods include primary data collection such as the measurement results of existing roads and observation data of average daily traffic volume, while secondary data such as land CBR data and annual traffic growth rate data from DLLAJ Bogor City. Based on the results of calculations using the NAASRA method, the minimum pavement thickness used is 15 cm, 20 cm thick pavement is used. Reinforcement using D12 mm with a distance of 250 mm and cross-reinforcing reinforcement D16 with a distance of 300 mm. Dowel or bars are used with a diameter of 250 mm, a length of 450 mm, with distance of 300 mm, the maximum tie bar reinforcement used is according to the ASSHTO method if the distance is 3 meters with D12 iron, the maximum distance is 120 mm.Keywords: pavement planning, rigid pavement, NAASRA 1979 method, daily traffic data.
ANALISIS KAPASITAS RESERVOIR UNTUK SUPLAI AIR: STUDI KASUS DI DAS CIDANAU Heryansyah, Arien; MJP, Yanuar
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v1i2.1539

Abstract

Penyelesaian suatu masalah suplai air bisa dilakukan dengan menggunakan neraca air. Kegiatan ini amat mudah untuk dilakukan selama data yang diperlukan tersedia. Penyediaan data yang handal dan bisa dipercayai bisa dilakukan dengan menggunakan model DAS. Sehingga pada publikasi ini didemontrasikan penggunaan model DAS untuk menyediakan data yang cukup panjang untuk analisis neraca air yang produk akhirnya adalah kapasitas reservoir. Model DAS Cidanau digunakan untuk memperkirakan debit sungai pada periode 1996-2005 pada tiga lokasi di dalam DAS Cidanau. Kemudian 5 level debit minimum ditentukan sebagai kondisi untuk penyusunan skenario simulasi neraca air. Kurang lebih ada 15 jenis kondisi dan lokasi yang disimulasikan untuk mendapatkan volume reservoir. Hasilnya adalah bahwa kapasitas reservoir yang diperlukan untuk mengontrol debit minimum Sungai Cidanau pada level 3.0-4.5 m3/detik adalah sekitar 4-21 juta m3. Lokasi ini berada pada sekitar muara dan Peusar.
PERENCANAAN BIORETENSI DI KAWASAN GELORA BUNG KARNO, JAKARTA Sadewa, Galih; Hariati, Feril; Chayati, Nurul; Salman, Nurcholis
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v3i1.3740

Abstract

AbstrakSalah satu upaya untuk mencegah intrusi air laut di kota Jakarta adalah pengisian ulang kembali air tanah dengan memanfaatkan limpasan air hujan. Upaya yang dapat dilakukan adalah membuat model bioretensi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang merupakan pusat kegiatan publik, dan memiliki ruang terbuka hijau mencapai 70% dari luas kawasan. Air tanah di kawasan ini dapat ditemukan pada kisaran 20 m sampai 30 m. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model bioretensi yang optimal untuk konservasi air tanah di Kawasan GBK. Analisis debit limpasan dengan metode rasional (Q1) Adilakukan pada 12 zona GBK, menghasilkan debit limpasan sebesar 32,63 m3/detik. Selanjutnya dilakukan analisis kapasitas drainase eksisting (Q2) pada zona tersebut dengan persamaan Manning. Berdasarkan analisis perbandingan antara Q1 dengan Q2 diperoleh zona yang memerlukan bioretensi, yaitu zona A, zona F, zona I, zona J, zona K, dan zona L. Kapasitas bioretensi diperoleh berdasarkan data air yang melimpas dari drainase. Terdapat dua model bioretensi yaitu dengan ukuran lebar 4 m dan 2 m.Kata Kunci: bioretensi, debit limpasan, drainase, konservasi air tanah.Abstrak: One of the efforts to prevent seawater intrusion in Jakarta city is replenishing groundwater by utilizing rainwater runoff. Efforts to create a bioretention basin model in the Gelora Bung Karno (GBK) area which is the center of public activities, and has green open space reaching 70% of the area. Groundwater in this area can be found in the range of 20 m to 30 m. This study aims to obtain an optimal bioretention model for groundwater conservation in the GBK area. Analysis of runoff discharge (Q1) using the rational method was carried out on 12 GBK zones, resulting in a runoff discharge of 32.63 m3/second. Furthermore, analysis of the existing drainage capacity (Q2) in the zone is carried out using the Manning equation. Based on the comparative analysis between Q1 and Q2, the zones requiring bioretention are zone-A, zone-F, zone-I, zone-J, zone-K, and zone-L. Capacity of bioretention is obtained based on existing drainage water overflow. The bioretention models proposed in this research has 2 meters and 4 meters width.Key words: bioretensi, run-off discharge, drainage, groundwater conservation.
PENGARUH JENIS PEMBEBANAN DALAM ANALISIS STRUKTUR PERKERASAN LENTUR TERHADAP KINERJA PERKERASAN Hariyadi, Eri Susanto
Jurnal Komposit Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Komposit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar dari metoda analisis struktur memerlukan perhitungan tegangan dan regangan pada suatu perkerasan yang merupakan respons struktur terhadap kondisi pembebanan tertentu. Di dalam solusi analitis tegangan dan regangan tersebut, seringkali dilakukan simplifikasi dengan mengambil beberapa asumsi, seperti: kondisi isotropik dari setiap lapis perkerasan, kondisi interface antar lapis sangat kasar serta beban yang diterima struktur perkerasan yang diakibatkan roda kendaraan mempunyai arah vertikal. Asumsi diatas akan menghasilkan nilai tegangan, dan regangan yang belum sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu diperlukan pengembangan asumsi kearah faktor-faktor tersebut terutama faktor tipe pembebanan. Untuk variasi pembebanan ada 4 jenis pembebanan yang mungkin terjadi yaitu beban arah vertikal yang saat ini secara luas dipakai pada analisis struktur perkerasan lentur,  beban vertikal yang dikombinasikan dengan  tegangan geser arah radial memusat akibat ‘cengkeraman’ ban, beban vertikal yang dikombinasikan dengan tegangan arah horizontal akibat percepatan dan pengereman kendaraan dan beban verikal yang dikombinasikan dengan momen akibat kendaraan membelok. Dengan menggunakan kriteria fatigue dapat dianalisis bahwa jenis pembebanan arah vertikal yang dikombinasikan dengan arah radial menghasilkan jumlah repetisi yang tiga kali lebih besar dibandingkan dengan pembebanan vertikal saja. Dalam pengertian umur perkerasan, pembebanan dengan mengabaikan beban arah pusat radial akan mengakibatkan  perkiraan rencana umur perkerasan yang berlebihan. Penerapan model ini pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek menunjukkan bahwa pengabaian beban geser radial memusat akan menyebabkan kerusakan jalan yang terlambat diantisipasi dengan program overlay akibat estimasi umur rencana yang lebih dari perkiraan.

Page 4 of 21 | Total Record : 208