Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is an international, peer-reviewed journal dedicated to promoting transformative and evidence-based innovations in education and learning. The journal provides a scholarly platform for disseminating cutting-edge research that bridges theory and practice, with a focus on pedagogical reform, curriculum design, and instructional strategies in diverse educational contexts. Reforma highlights five core areas: (1) pedagogical innovation, including teaching reforms, competency-based assessments, and teacher development; (2) the integration of educational technology and digital tools, such as AI, to enhance learning outcomes and accessibility; (3) the development of inclusive and equitable educational systems that respond to cultural, social, and technological shifts; (4) preparing learners for 21st-century challenges through interdisciplinary and systemic educational approaches; and (5) the advancement of rigorous research methodologies, including qualitative, quantitative, mixed-methods, and systematic reviews. By engaging scholars, practitioners, and policymakers, Reforma aims to contribute to global educational progress through the exchange of actionable, research-driven insights.
Articles
144 Documents
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN PADA JENJANG TAMAN KANAK-KANAK (STUDI KASUS GURU TAMAN KANAK-KANAK MUSLIMAT NU MASLAKUL HUDA)
M. Ghofar Rohman;
Purnomo Hadi Susilo
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v7i2.68
The purpose of this research was to determine the improvement of the ability of kindergarten teachers in the preparation of learning media, and to improve the ability of teachers to innovate in developing information technology(IT)-based learning media. The problem in education in kindergarten lies in the ability of teachers in teaching and learning activities in which teachers teach without developing their abilities in developing learning media used, the lack of teachers' ability to use computers, and lack of willingness to improve creativity in providing learning media.This research uses a classroom action research (CAR) model with a collaborative model between the cycle models developed by Kemmis and Taggar. The results of this study indicate that there is an increase starting from the initial research activities there is a percentage of the ability of teachers in developing learning media is equal to 49.62%, the percentage of teacher completeness is 23.08%.Finally, in the second cycle there was an increase in the percentage of the teacher's ability to develop learning media at 91.54%, the percentage of teacher's completeness was 100%. the improvement of teacher information technology competencies can stimulate teachers to innovate in developing learning media. Kata kunci: Learning Media, Kindergarten Teachers, Information Technology.
Memahami Psikologi Remaja
Riryn Fatmawaty
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2017): JURNAL REFORMA
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v6i2.33
Dunia remaja adalah dunia yang penuh warna dan unik. Dari sekian untaian pertumbuhan dan perkembangan remaja, masa yang paling sering menjadi perhatian tentu saja adalah ketika masa pubertas itu datang.. Jenjang pertumbuhan secara jasmani tersebut dapat dipakai sebagai ciri pertumbuhan remaja di tingkat awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan masa ketika remaja mengalami fase penyesuaian diri antar-pribadi dan lingkungan sosial yang lebih luas. Sejak itulah muncul berbagai kelompok remaja yang disebut dalam berbagai istilah. Di dalam artikel ini, terdapat uraian seputar perkembangan psikologi remaja, mulai dari masa perkembangan sampai dengan aspek-aspek perkembangan remaja yang memaparkan tentang perubahan fisik, kognisi dan social serta harapan-harapan terhadap remaja. Kesimpulannya anak dan remaja adalah generasi penerus, mereka menjadi bakal atau calon yang penting. yang akan menggantikan tugas-tugas para seniornya, yakni meneruskan membangun bangsa dan negara. Tanpa mereka maka negara bukan apa-apa, maka seyogyanya kita bisa memahami pesikologi, sikap dan kemauan-kemauan mereka sehingga akan tercipta hubungan yang harmonis yang bisa menjadikan remaja menjadi generasi yang aktif dan produktif.Keywords: psikologi, remaja
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATERI INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS XII MIA-3 SMA NEGERI 1 NGIMBANG
Endang Widiastuti
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rf.v8i2.215
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari; sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Disamping itu juga, seorang siswa adalah manusia yang memiliki karakteristik atau potensi yang berbeda baik secara jasmani maupun rohani meskipun sebenarnya Tuhan memberikan karakteristik tersebut sama diantara manusia hanya saja banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan dari karakteristik itu sendiri sehingga manusia atau siswa khususnya akan terlihat berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, diperlukan adanya kerja sama atau sikap kooperatif diantara siswa atau manusia pada umumnya demi mencapai suatu tujuan bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran sains kontekstual dengan strategi kooperatif (STAD). Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas XII MIA-3 semester genap tahun ajaran 2017/2018 yang diteliti berjumlah 30 siswa. Penelitian ini terbatas pada materi inti atom dan radioaktivitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Perangkat pembelajaran yang digunakan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kegiatan Siswa. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar tes, Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa, dan Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains berbasis kondisi wilayah industri dengan strategi kooperatif (Model STAD) dalam siklus belajar mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XII MIA-3 semester genap SMA Negeri 1 Ngimbang. Peningkatan prestasi belajar siswa terbukti dengan berkurangnya jumlah siswa yang belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal 75%. Pada siklus I jumlah siswa yang belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal 75% adalah 9 siswa dan mereka diharuskan untuk mengikuti remidi yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sedangkan pada siklus II tidak ada siswa yang belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal 75% artinya tidak ada siswa yang harus mengikuti remidi. Kata kunci: STAD (Student Team Achievement Divisions)
Penggunaan Media Kartu Sampiran dan Isi (Kasamsi) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun dalam Subtema Memelihara Ekosistem Siswa Kelas V SD
Rizka Nur Oktaviani
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5, No 1 (2017): JURNAL REFORMA
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v5i1.24
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia bahwa siswa kelas V harus mampu menulis pantun sesuai dengan ciri-ciri pantun. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas V SDN Pegirian II/495 Surabaya dalam menulis pantun masih rendah. Hal itu terbukti dari hasil menulis pantun siswa belum dapat mencapai KKM yang telah ditetapkan, yaitu 70. Adapun penyebab permasalahan pembelajaran menulis pantun pada kelas V di SDN Pegirian II/495 Surabaya, diantaranya yaitu tidak adanya media dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa kurang berminat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia terutama dalam kegiatan menulis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus memiliki tiga tahap yakni perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru selama pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II mendapatkan persentase keterlaksanaan 100%. Sementara itu, skor ketercapaian aktivitas guru pada siklus I adalah 78,57 dan 89,46 pada siklus II. Adapun hasil belajar menulis pantun siswa pada siklus I memperoleh sebesar 76,64 dan 82,04 pada siklus II. Untuk ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I adalah 70.84 %dan siklus II diperoleh 86,73%Keywords: Media KASAMSI (Kartu Sampiran dan Isi), Menulis pantun
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI PADA PELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS IV
Ilham Ilham
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v8i1.110
Pembelajaran pada era sekarang diharapkan dapat menghadirkan suasana baru bagi siswa-siswinya, oleh karena itu pembelajaran yang diberikan pada saat PBM berlangsung harus bisa memberikan suasana yang bisa membuat siswa-siswinya lebih termotivasi untuk belajar. Pengguinaan model pembelajaran Group Investigation ( melalui metode diskusi dan kerja kelompok ) ternyata memberikan pilihan terbaik, karena siswa lebih termotivasi,antusia dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Suasana pembelajaran lebih hidup karena siswa dapat berdiskusi memecahkan permsalahan yang diberikan oleh guru dan mengerjakan tugas dari guru secara kelompok. Pada penelitian ini subyeknya adalah siswa kelas IV SDN Siwalarejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan sebanyak 17 siswa. Dengan menggunakan Tehnik Penelitian Tindakan Kelas sebanyak 2 siklus. Dari siklus I ke siklus II ternyata ada pengaruh yang signifikan. Pada Siklus I ketercapaian prosentase ketuntasan adalah 47% sedangkan pada siklus II mencapai ketuntasan maksimal yaitu 100%. Sedangkan nilai rata-rata ulangan pada siklus I adalah 61 dan pada siklus II naik menjadi 80. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif antara penggunaan metode diskusi dan kerja kelompok dalam meningkatkan prestasi siswa. Kata Kunci : Pelajaran IPS, Group Investigation
Analisis Kesalahan Siswa Dilihat dari Skema Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Ayu Ismi Hanifah
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2016): JURNAL REFORMA
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v4i1.9
Penyelesaian masalah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pembelajaran dan merupakan bagian terpadu dari seluruh pembelajaran matematika. Pemberian masalah matematika dalam suatu pembelajaran matematika sangat penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa dalam menguasai materi tersebut. Namun tidak memungkinkan adanya siswa mengalami kesalahan ketika menyelesaikan masalah matematika. Adanya kesalahan yang dilakukan siswa tersebut perlu dianalisis untuk mengurangi kesalahan yang terjadi. Kesalahan ini dikarenakan adanya skema struktur berpikir yang belum dimunculkan dalam menyelesaikan masalah matematikaKeywords: analisis kesalahan, skema, masalah matematika
DEVELOPING WORD BUBBLE GAME TO TEACH VOCABULARY FOR ELEMENTARY SCHOOL IN THE ACADEMIC YEAR 2017/2018
Abdullah Farih;
Wahyu Maulidah
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v7i2.79
The research aims at developing vocabulary materials based on Word Bubble Games for the students of Elementary School students’. The main purpose of this study is to help the English teachers to create fun activities in teaching English by introducing traditional Word Bubble games to the students. To reach the purpose of the study, the researcher employed Research and Development method (R&D) and adapted ADDIE’ model. The researcher used three instruments to obtain the data such as interview, questionnaires and observation. The obtained data will be classified based on the instrument used. To show the results, the researcher explained them in quantitative and qualitative approach. The results show that most of fifth grade students of MI Fathul Huda give a good response toward the developed games. In addition, the experts gave an excellent judgment to the developed materials. After finishing all the stages, the researcher finally provided prototype product. The prototype product is a handbook for the teachers to teach vocabulary. The book entitled “Gladhi English” which comprises of six lessons and ten games which have been modified in order to be applicable in teaching vocabulary. Key words: Word Bubble Games, Teaching Vocabulary
DEFRAGMENTING PERAJUTAN SKEMA SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR
Ayu Ismi Hanifah
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Reforma
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rf.v7i1.196
Aljabar merupakan salah satu bahan kajian yang ada pada pembelajaran matematika. Dalam kenyataannya, aljabar masih dianggap sulit oleh individu khususnya pada siswa yang telah menempuh bahkan masih menempuh kajian ini. Untuk mengatasi kesalahan yang terjadi, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan defragmenting. Untuk itu, guru perlu mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah aljabar dan upaya mengatasinya melalui defragmenting. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan defragmenting perajutan skema siswa ketika adanya kesalahan konstruksi dalam menyelesaikan masalah aljabar. Jenis penelitian ini termasuk dalam studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada satu subjek siswa yang mengalami kesalahan konstruksi ketika menyelesaikan masalah yang diberikan. Selain itu, subjek juga belum memunculkan dan merajut skema yang seharusnya ada ketika menyelesaikan masalah tersebut. Sumber data dalam penelitian ini berupa datatertulis, kata-kata, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa subjek mengalami kesalahan lubang konstruksi dan harus merajut beberapa skema, diantaranya yaitu 1) Skema penentuan variabel dari informasi yang diketahui, 2) Skema persamaan linear dua variabel, 3) Skema sistem persamaan linear dua variabel, 4) Skema substitusi persamaan linear dua variabel, dan 5) Skema operasi aljabar dua variabel. Kata Kunci: defragmenting, perajutan skema, masalah aljabar
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF MELALUI METODE “THINK-PAIR-SHARE” PADA SISWA SMK NEGERI 1 BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO
Achmad Niam Shofi
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rf.v9i1.249
Upaya peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dibutuhkan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktural “Think-pair-share” yang ditetapkan secara eksplisit dengan memberi siswa waktu lebih banyak berpikir, menjawab, dan membantu satu sama lain. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan model Cooperative Learning dengan pendekatan struktural “Think-Pair-Share” terhadap peningkatan ketuntasan belajar mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif (TKDO) pada Kompetensi Dasar (KD) memahami dan membaca alat ukur listrik sesuai SOP siswa Kelas X-TKR2 SMKN 1 Baureno Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang signifikan pada hasil belajar (prestasi) dari Siklus I sampai dengan Siklus II yaitu dari siklus I : 71,88 (ketuntasan 56,25%) meningkat menjadi 81,41 (ketuntasan 93,75%), maka dapat disimpulkan ada peningkatan ketuntasan belajar mata pelajaran TKDO pada KD memahami dan membaca alat ukur listrik sesuai SOP siswa Kelas X-TKR2 SMKN 1 Baureno Kabupaten Bojonegoro. Kata kunci: Prestasi belajar, think pair share
Pemberian Scaffolding untuk Mengatasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Ayu Ismi Hanifah
Reforma : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2017): JURNAL REFORMA
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/rfma.v6i2.29
Untuk mengembangkan cara berpikir dalam pembelajaran matematika perlu adanya pemberian masalah matematika. Adanya masalah matematika dapat menyelesaikan masalah karena dengan dengan penyelesaian masalah merupakan bagian dari pembelajaran matematika. Pemberian masalah matematika ini digunakan guna mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi yang telah dipelajari. Tidak memungkinkan adanya siswa mengalami kesalahan ketika menyelesaikan masalah bahkan ketika siswa memahami suatu konsep matematika. Salah satu cara yang mungkin untuk mengatasi kesalahan siswa yaitu dengan memberikan scaffolding. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan scaffolding yang diberikan untuk mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa data tertulis, kata-kata, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian scaffolding untuk mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu 1) Scaffolding dalam penyusunan model matematika dalam bentuk aljabar; 2) Scaffolding dalam membangun kembali konsep bangun datar, khususnya luas dan keliling persegi dan persegi panjang; 3) Scaffolding dalam menyelesaikan operasi bentuk aljabar; dan 4) Scaffolding dalam memanfaatkan teorema Pythagoras dalam menyelesaikan masalah matematika.Keywords: scaffolding, kesalahan, masalah matematika