cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014" : 8 Documents clear
Pengantar Redaksi: Tema Kita: Aksaraan dan Kemandirian Masyarakat NFN Dr. Wartanto
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.94

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat Mentawai Melalui Program Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Ade Rachmat Fikri Ade Rachmat Fikri
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.97

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia dilakukan dengan pendidikan, tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kemampuan berfi kir, perubahan sikap, dan penambahan keterampilan hidup. Untuk mencapai tujuan itu pendidikan di Indonesia dapat diperoleh melalui tiga jalur sebagaimana dituangkan dalam Undang-undang (UU) No. 20 pasal 13 tahun 2003 tentang sitem pendidikan nasional yaitu “ Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.” Dengan adanya tiga jalur pendidikan ini, maka adanya kemungkinan bagi setiap warga negara Indonesia untuk memperoleh semua jenis pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Konsep Pendidikan Keaksaraan untuk Masyarakat Desa Oenunutno, Kabupaten Kupang–NTT “Sebuah Alternatif Solusi” Afni Pascalia Vidapriyanti Taei
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.98

Abstract

Pada pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, tujuan pendidikan dicantumkan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan proses sistematis dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan oleh setiap warga Negara. Namun pada beberapa daerah seringkali ditemukan kasus rendahnya melek aksara masyarakat yang berdampak terhadap rendahnya kualitas hidup mereka, sebagai akibat tidak terlayaninya pendidikan keakasaran bagi seluruh lapisan masyarakat. Umumnya masyarakat yang tidak melek aksara menghadapi banyak kendala dalam memenuhi kebutuhan hidup termasuk kegiatan ekonomi keluarga akibat keterbatasan dalam keaksaraan.
Pendidikan Multikeaksaraan: Belajar Kehidupan dari Masyarakat Samin NFN Mu'arifuddin
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.99

Abstract

Tujuan kajian penulisan ini adalah memahami kebermaknaan pendidikan multi keaksaraan yang terjadi pada kehidupan masyarakat Samin sebagai kajian yang dapat kita ambil hikmat menjadi bahan belajar bersama dalam menjalani kehidupan secara sosial. Terbentuknya interaksi sosial sangat penting dalam menjalin keragaman kehidupan baik dalam hal ini adalah budaya, dalam menapaki kehidupan secara hakiki yang dapat dipertanggungjawabkan kelak di akhir hayat nanti. Kajian penulisan ini menggunakan metode studi pustaka. Sumber data didapatkan dari beberapa sumber pustaka, baik dari buku; artikel jurnal; web posting; serta penelusuran dari sumber lain yang relevan. Hasil kajian dapat disampaikan meski telah terbentuk pencitraan terhadap masyarakat Samin yang dilekatkan sangat kuat karena telah diformulasikan sedemikian rupa selama bertahun-tahun. Stereotipe negatif selalu mengikuti pendapat umum tentang masyarakat Samin. Pada umumnya masyarakat Samin dinilai sebagai masyarakat yang terbelakang, bodoh, sulit menerima modernisasi, serta tidak memiliki agama dan penyuka kehidupan ”kumpul kebo”. Dibalik itu semua, ada sisi positif yang dimiliki oleh masyarakat Samin dan ini diketahui masyarakat umum, yaitu kejujuran; kepolosan; dan perilaku kritis yang selalu selaras dengan alam lingkungannya.
Fenomena Buta Aksara Masyarakat Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Muhammad Athar Asmas
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.100

Abstract

Pendidikan masyarakat merupakan suatu proses dimana upaya pendidikan yang diprakarsai pemerintah diwujudkan secara terpadu dengan upaya penduduk setempat untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat. Sejatinya pengembangan pendidikan masyarakat merupakan upaya peningkatan kemampuan personal orang dewasa sebagai anggota masyarakat yang pada gilirannya akan meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai investasi masyarakat pembelajaran dalam proses pendidikan sepanjang hayat. Seiring dengan kecenderungan perkembangan dan tuntutan masyarakat yang makin kompleks, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan nonformal makin berkembang. Dengan demikian, untuk meningkatkan mutu pendidikan masyarakat, maka disusun buku petunjuk teknis sebagai acuan untuk mengajukan pelaksanaan program Pendidikan Masyarakat melalui APBN 2012.
Pemberdayaan Masyarakat Suku Baduy melalui Program Keaksaraan Fungsional Berbasis Masalah Norma Laili I.
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.101

Abstract

Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak atas pendidikan, demikian bunyi salah satu pasal dalam Undang-undang Dasar tahun 1945. Tentang pentingnya pendidikan, dipertegas kembali dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), khususnya pada Pasal 5 ayat (1) bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pada pasal 5 ayat (5), bahwa setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. Apalagi di Era globalisasi yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan industri, kompetisi dalam semua aspek kehidupan ekonomi, serta perubahan kebutuhan yang cepat didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Untuk memenuhi perkembangan ilmu dan teknologi, diperlukan SDM dengan kualifi kasi tertentu, sehingga pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan menjangkau kualifi kasi tersebut.
Perempuan: Keaksaraan dan Pemberdayaan di Daerah Tertinggal (Sebuah Pemandangan pada Perempuan Asli Papua di Distrik Waris, Keerom, Papua) NFN Novianti
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.102

Abstract

Perempuan, dalam banyak perspektif, adalah sosok yang menjadi perhatian karena hal tugasnya sebagai pembawa kehidupan. “Surga di telapak kaki Ibu” adalah suatu pernyataan yang telah menjadi jargon terkenal di Indonesia terutama, yang ditujukan untuk menghormati sosok perempuan dengan perannya sebagai pembawa kehidupan. Namun demikian, posisi terhormat seorang perempuan tidak serta merta terjadi di semua kondisi. Kenyataannya, perempuan telah dan masih mengalami peminggiran di banyak situasi, entah secara ekonomi, sosial, dan lain-lain. “Kamu perempuan. Tidak usah sekolah tinggitinggi”, atau “perempuan itu kerjanya di dapur”, adalah beberapa pernyataan yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Tanpa sadar, dalam pernyataan-pernyataan tersebut terjadi pengerdilan sosok perempuan yang dibuat tak berdaya hanya karena dia berjenis kelamin perempuan. Perempuan menjadi jenis kelamin nomor dua di masyarakat, karena peran sosial perempuan dinilai sebelah mata walau pada hakikatnya, perempuan dapat melakukan apapun seperti layaknya laki-laki. Kondisi pelabelan peran sosial perempuan hanya karena sifat kodratinya sering disebut dengan ketidakadilan gender.
Pendidikan Keaksaraan Dasar Bagi Masyarakat Kawasan Rawan Bencana Merapi Puri Bhakti Renatama
Jurnal AKRAB Vol. 5 No. 3 (2014): September 2014
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v5i3.103

Abstract

Indonesia hampir setiap tahun mengalami berbagai bencana alam. Umumnya yang paling sering terjadi adalah bencana alam banjir, erupsi gunung api, longsor dan gempa yang menimbulkan kerugian cukup besar, baik harta maupun jiwa manusia. Hal ini membuat pemerintah memutuskan untuk memberikan mitigasi (pencegahan) bencana dan kesiapsiagaan bencana (disaster preparedness) pada pembangunan negara melalui pendidikan yang dipayungi dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana oleh pemerintah. Untuk meminimalisasi dampak bencana terhadap masyarakat, pemerintah menyadari bahwa diperlukan suatu strategi yang tepat, terencana dan berkesinambungan (simultan). Salah satu strateginya melalui pendidikan nonformal, memberikan layanan khusus pendidikan bagi masyarakat/warga belajar di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/ atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi (Undang- Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 32 ayat 2). Adapun, penekanan pendidikan nonformal lebih luas cakupannya, warga belajar tidak dibatasi usia dengan sifat pembelajaran yang luwes, fl eksibel, beroritentasi pada kebutuhan masyarakat, dan bertumpu pada kecakapan hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 8