cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 224 Documents
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH RUMAH KREATIF WADAS KELIR MELALUI PENGUATAN LITERASI Khofifah Hany Amaria; Nur Hafidz
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.405

Abstract

Community empowerment is a community dedication to devote and perpetuate a social activity in order to improve environmental conditions. In this effort, this research focuses on the process of community empowerment based on literacy. Literacy culture that is driven through reading, writing, and critical thinking for the community's ability to deal with the problems of the dynamics of life. The process of literacy culture for the community does take a long time so this research focuses on empowering literacy through strengthening literacy. This research uses descriptive qualitative method in its analysis. The object of this research is the Wadas Kelir Creative House (RKWK) in Karangklesem Village, Purwokerto. Techniques in taking data sources by observation, interviews and documentation. As a result, the empowerment process at the Wadas Kelir Creative House (RKWK) has good and creative potential. This is because the impact of literacy has a positive effect on society in increasing the learning potential of children, adolescents, and parents. The efforts of the surrounding community to have capacity building through open knowledge and service activities programs, creativity in skills, and enriching their potential by working. From here, the impact of literacy can be seen from: 1) Children, adolescents, and parents have work and achievements, 2) High learning potential, 3) and have scientific benefits to become PAUD Tutors, open boarding houses, to run the economy with good.
STRATEGI PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REFLECT DI DESA PERSATUAN ASAHAN SUMATRA UTARA Friska Indria Nora Harahap; Ariana Ari; Aulia Rusnaini Hasibuan; Nomy Anggraini
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.408

Abstract

Abstrak: Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan karena faktor ekonomi dan belum maksimalnya bantuan pemerintah dalam mengatasi buta aksara mendorong dilakukan penelitian yang berfokus pada strategi pemberantasan buta aksara dengan menggunakan metode Reflect di Desa Persatuan, Asahan, Sumatra Utara. Penelitian ini dilakukan melalui pengkajian dan analisis terkait dengan penerapan metode Reflect dalam pemberantasan buta aksara; dan mengidentifi kasi faktor-faktor terjadinya buta aksara di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung ke Desa Persatuan. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, ditemukan ada beberapa faktor yang memengaruhi buta aksara yang terjadi di Desa Persatuan. Faktor ekonomi menjadi faktor utama yang membuat masyarakat buta aksara. Faktor lainnya adalah wilayah yang tidak terjangkau program keaksaraan dari pemerintah setempat, pengaruh sosial dan budaya masyarakat, rendahnya motivasi dari lingkungan keluarga, serta kurangnya sarana dan prasarana untuk memperoleh sumber bacaan, seperti taman bacaan masyarakat (TBM). Metode Reflect yang digunakan juga mengaitkan belajar membaca dengan program pemberdayaan, seperti belajar membaca dengan kegiatan cara membuat pupuk kandang. Hasil dari penerapan metode Reflect di Desa Persatuan ini adalah adanya peningkatan kemauan atau partisipasi masyarakat dalam mengikuti pembelajaran karena pembelajaran disesuaikan dengan kemauan warga belajar itu sendiri.Abstract:The low level of public awareness of education due to economic factors and the lack of government assistance in overcoming illiteracy has prompted to do the research that focuses on strategies for eradicating illiteracy using the Refl ect method in the Persatuan Village of Asahan, North Sumatra. The purpose of this study was to analyze the Refl ect method in eradicating illiteracy and to fi nd out the factors of literacy in the village. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection technique used is direct observation to the Persatuan Village. Based on the research that the author has done, it can be seen that there are several factors that infl uence illiteracy that occurs in Persatuan Village. Economic factors are the main factors that make people illiterate. Other factors are areas that are not covered by literacy programs from the local government, social and cultural infl uences of the community, low literacy levels motivation from the family environment, as well as the lack of facilities and infrastructure to obtain reading resources such as the community reading park (TBM). The Refl ect method used also links learning to read with empowerment programs such as learning to read with activities on how to make manure. The result of the application of the refl ect method in Persatuan Village is an increase in the willingness or participation of the community in participating in learning because learning is adjusted to the willingness of the learning community itself.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA PADA ANAK (Studi pada TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru) Ewi Darman Ndraha; Friska Indria Nora Harahap; Arin Sakila; Nur Suci Harnita; Yohanes Bagas Prayogi Sinaga; Novita Lastaruli Sinaga P; Ovi Erlinda Manalu
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i1.411

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat baca anak di TBM Ray Desa Nifolo’o Lauru Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca pada anak di TBM Ray. Namun dibalik hal tersebut terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca pada anak yaitu dengan menerapkan dan menjalankan beragam program, diantaranya program kegiatan belajar kelompok, mendongeng, kegiatan kunjungan ke gereja, pelatihan dalam penggunaan teknologi sebagai wujud dari literasi teknologi, dan pelestarian permainan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif autoetnografi . Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan langsung satu pengelola dari TBM Ray sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasannya minat baca pada anak sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca anak di masa yang akan datang. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya keberhasilan dalam menerapkan berbagai program yang mendorong minat baca anak di TBM Ray Desa Nifalo’o Lauru, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.Kata-Kata Kunci: Minat Baca, TBM Ray, Anak-Anak Abstract : This study aims to determine the reading interest of children in TBM Ray, Nifolo’o Lauru Village, GidoDistrict, Nias Regency. The results showed that there were various factors that caused the low interest in readingin children at TBM Ray. But behind this there are various efforts to increase interest in reading in children,namely by implementing and running various programs, including group learning activities, storytelling, church visits, training in the use of technology as a form of technological literacy, and game preservation. The method used in this research is an auto-ethnographic qualitative research method. Data collection techniques used were interviews, observations, and documentation studies by directly involving one manager from TBM Ray as the research subject. The results of the study concluded that reading interest in children greatly affects children’s reading abilities in the future. This can be proven by the success of implementing various programs that encourage children’s reading interest in TBM Ray, Nifalo’o Lauru Village, Gido District, Nias Regency. Keywords: Reading Interest, TBM Ray, Childrens
PENGUATAN RELAWAN KELAS LITERASI BACA TULIS MELALUI ASISTENSI METODE MONTESSORI DI RUMAH BACA SAHABATKU Kurnia Khoirun Nisa
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i1.414

Abstract

Abstrak: Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan para relawan Rumah Baca Sahabatku (RBS) kewalahan menangani anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat awal yang tergabung dalam kelas literasi baca tulis. Sebagian besar anak tersebut mengalami kesulitan belajar membaca dan menulis. Metode konvensional dan monoton yang relawan terapkan tidak mampu mengatasi masalah yang mereka hadapi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penguatan relawan melalui asistensi metode Montessori yang dianggap lebih relevan daripada metode sebelumnya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data secara naratif. Metode purposive sampling digunakan untuk pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya, proses penguatan relawan di RBS menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan relawan dalam mengajar. Relawan mendapat asistensi secara bertahap dan konsisten dengan mengikuti kegiatan menyusun modul dan membuat media pembelajaran Montessori, pelatihan mengajar metode Montessori, dan kegiatan evaluasi secara rutin. Dampak asistensi tersebut dirasakan oleh relawan RBS, yaitu mereka mampu mempraktikkan metode Montessori di kelas dengan baik dan mengatasi masalah yang dihadapi saat mengajar. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya keluhan relawan saat mengajar, kepercayaan diri relawan sebagai tutor meningkat, dan adanya perkembangan kemampuan baca tulis anak yang memuaskan. Kondisi tersebut mendorong RBS untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait keberlanjutan program penguatan relawan, sehingga kelas literasi baca tulis dengan tingkat yang lebih kompleks bisa dilanjutkan di masa yang akan datang. Kata kunci: relawan, kelas literasi baca tulis, metode Montessori Abstract: The impact of Covid-19 posed a real challenge for the volunteers of Rumah Baca Sahabatku (RBS).They could not handle the reading and writing (literacy) class because most of the children who were lower elementary students had diffi culties in learning reading and writing. The conventional and monotonous methodhad been applied but it could not help to overcome the problems faced by the volunteers in the class. This study aims to know the process of strengthening literacy class volunteers in RBS through the assistance of the Montessori method which was considered more relevant than the previous method. This research is qualitative research using  adalah mahasiswa dan mereka menjadi tutor kelas literasi baca tulis tingkat awal. narrative analysis. The purposive sampling was the method used in the study to take the representative sample. The researcher used triangulation to collect the data, namely observations, interviews, and documentation. As a result, the process of strengthening volunteers in RBS increased the volunteers’ knowledge and improved their skills in teaching. The volunteers gradually and consistently received the assistance by doing the activity of creating module and making Montesssori learning media, attending the teaching training using Montessori method, and conducting the regular self-evaluation. The impact of the assistance was felt by the volunteers, namely they could practice the Montessori method in classes well and overcome their problems while teaching. This was evidenced by less volunteer complaints, the improvement of the tutors’ confi dence, and the satisfactory development of the children’s reading and writing skills. This condition prompts RBS to conduct a more in-dept study of sustainability of the volunteer strengthening program. Thus, the volunteers will be ready to handle higher-level literacy class in the future. Key words: volunteers, reading and writing (literacy) class, Montessori method
PERILAKU USAHA KELOMPOK MASYARAKAT ADAT DALAM PERSPEKTIF LITERASI DIGITAL Sidiq Nulhaq; Iqbal Fadrullah; Heri Lanadimulya
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i1.416

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat literasi digital pelaku usaha pada masyarakat adat Kasepuhan Neglasari yang masih rendah serta terkendala dalam proses pemasaran produk. Selain itu, usaha menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat melalui platform digital sehingga peningkatan literasi digital sangatlah penting. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian ilmiah pada pegiat literasi yang telah melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha untuk mengetahui perilaku kelompok usaha masyarakat adat dalam perspektif literasi digital setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan melalui Program Kampung Literasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (experimental). Desain penelitian yang digunakan adalah dengan satu desain grup pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat adat Kasepuhan Neglasari dalam kurun waktu Februari—Mei 2022 dengan menjadikan seluruh populasi sebagai unit analisis (sampel jenuh). Hasil kajian menunjukkan tingkat literasi digital masyarakat adat Kasepuhan Neglasari berdasarkan pencarian di internet (internet searching) dalam kategori “sangat tinggi” setelah dilakukan pendampingan dengan peningkatan skor dari 143,8 ke 201,5. Dimensi kedua, yakni hypertextual navigation, juga berada dalam kategori sangat tinggi dengan perolehan skor 203,0. Dimensi ketiga, yaitu content evaluation, mendapatkan kenaikan hasil dari pendampingan yang dilakukan. Para kelompok usaha sebelumnya hanya sebatas mengetahui platform marketplace seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia, tetapi belum mengetahui bahwa produk mereka juga bisa dipasarkan melaluiplatform tersebut. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah daerah, pegiat literasi, dan elemen lainnya untuk meningkatkan literasi digital melalui pelatihan dan pendampingan sebagai sebuah upaya akselerasi menyambut persaingan digital yang lebih kompetitif.Kata kunci: Perilaku Usaha, Literasi Digital, Masyarakat Adat. BUSINESS BEHAVIOR OF INDIGENOUS PEOPLE GROUPS IN DIGITALLITERACY PERSPECTIVEAbstract: This research is motivated by the level of digital literacy of business actors in the Kasepuhan Neglasari indigenous community which is still low and is constrained in the product marketing process. In addition, businesses face increasingly fi erce business competition through digital platforms, so increasing digital literacy is very important. Therefore, it is necessary to conduct a scientifi c study on literacy activists who have providedassistance to business actors to determine the behavior of indigenous community business groups in. This research is an experimental research (experimental). The research design used was a pretest-posttest group design. This research was conducted on the indigenous people of Kasepuhan Neglasari in the period February-May 2022 by using the entire population as the unit of analysis (saturated sample). The results of the study show that thedigital literacy level of the Kasepuhan Neglasari indigenous community based on Internet Searching is in the "very high" category after mentoring with an increase in score from 143.8 to 201.5. The second dimension, namely hypertextual navigation, is also in the very high category with a score of 203.0. The third dimension, namely content evaluation, gets an increase in the results of the assistance carried out. Previously, business groups wereonly aware of marketplace platforms such as Shopee, Lazada, Bukalapak and Tokopedia, but did not know if their products could also be marketed through these platforms. This study recommends local governments, literacy activists and other elements to improve digital literacy through training and mentoring as an acceleration effort to welcome more competitive digital competition.Keywords: Business Behavior, Digital Literacy, Indigenous PeopleARTIKEL
PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI GERAKAN LITERASI DI TBM PANTI BACA CERIA KABUPATEN SUMEDANG Opik Opik; Nita Nurhayati
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i1.417

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang disengaja untuk memfasilitasi masyarakat dalam merencanakan, memutuskan dan mengelola sumber daya yang dimiliki melalui gotong royong dan berjejaring, sehingga pada akhirnya masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologis, dan sosial. Pemberdayaan masyarakat pada penelitian ini terkait pemberdayaan pemuda melalui gerakan literasi. Lebih lanjut penelitian bertujuan untuk mengungkap bagaimana gambaran umum gerakan literasi dan proses pemberdayaan pemuda yang dilakukan di TBM Panti Baca Ceria. Adapun metode penelitian yang digunakan, yaitu penelitian deskriptif dengan cara menggali data yang bersumber dari pengamatan langsung, wawancara luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan), serta studi dokumentasi. Lokasi penelitian berada di sekitar sekretariat dan tempat kegiatan TBM Panti Baca Ceria yang berada di Lingkungan Kebon Cau No. 75, RT.02/RW.04, Cipameungpeuk, Kec. Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan literasi di TBM Panti Baca Ceria menyasar semua kelompok usia dengan program utama bersandar pada enam kecakapan literasi dasar yang dikemas melalui beragam kegiatan. Adapun praktik pemberdayaan di Panti Baca Ceria, dilakukan dengan cara melibatkan para pemuda untuk menjadi penerima manfaat sekaligus menjadi pengurus/relawan sesuai hasil diskusi bersama. Secara umum, proses pemberdayaan tersebut dilakukan dalam tiga tahapan yang meliputi: (1) tahap membangun komunikasi dan pendekatan kepada para pemuda yang datang ke TBM atau ke Lapak Baca, (2) tahap penguatan potensi/daya pemuda dalam bidang literasi, dan (3) tahap penciptaan karya literasi serta pemberdayaan dalam bentuk membantu pengelolaan programdan mengisi kegiatan di TBM Panti Baca Ceria. Kata Kunci: Pemberdayaan Pemuda, Gerakan Literasi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Abstract: Community empowerment is a deliberate effort to facilitate the community in planning, deciding and managing their resources through mutual cooperation and networking, so that in the end the community has the ability and independence economically, ecologically, and socially. Community empowerment in this study is related to youth empowerment through the literacy movement. Furthermore, the research aims to reveal the general picture of the literacy movement and the youth empowerment process carried out at TBM Panti Baca Ceria. The research method used is descriptive research by digging data sourced from direct observation, offl ine and online interviews and documentation studies. The research location is around the secretariat and the place of activities of TBM Panti Baca Ceria in Kebon Cau Number 75, RT.02/RW.04, Cipameungpeuk, South Sumedang districts, Sumedang Regency, West Java. The results showed that the literacy movement at TBM Panti Baca Ceria targets all age groups with the main program relying on six basic literacy skills packaged through various activities. The empowerment practice at Panti Baca Ceria is carried out by involving young people to become benefi ciaries as well as administrators/volunteers according to the results of joint discussions. In general, the empowerment process is carried out in three stages which include (1) the stage of building communication and approaches to youth who come to TBM or to Reading Booth; (2) the stage of strengthening the potential/power of youth in the fi eld of literacy, and (3) the stage of creating literacy works and empowerment in the form of assisting the management of the TBM program for Panti Baca Ceria activities.Keywords: Youth Empowerment, Literacy Movement, Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LITERASI KEUANGAN PETANI PERKOTAAN Adi Irvansyah
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i1.418

Abstract

Abstrak: Sektor pertanian perkotaan merupakan sektor usaha yang paling bertahan di masa pandemi dalam mendukung ketahanan pangan dan mendukung sisi estetika secara lingkungan. Kondisi tersebut perlu didukung dengan literasi keuangan para pelaku usaha pertanian perkotaan agar dapat makin berdaya untuk menuju transisi new normal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan petani perkotaan dan merumuskan solusi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan petani perkotaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena sosial para petani perkotaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangannya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, yaitu untuk mengetahui fenomena yang terjadi di masyarakat dan teknik wawancara beserta teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberdayaan para pelaku pertanian perkotaan dapat dilihat dari faktor-faktor    yang memengaruhi literasi keuangannya. Literasi keuangan pelaku usaha pertanian perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan keuangan, sikap keuangan, lingkungan keluarga, dan rekan sejawat. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan transformasi melalui perubahan perilaku para pelaku usaha melalui pendidikan informal di keluarga dan penyuluhan pembangunan dengan pendekatan massa. Mengubah perilaku masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan media digital sebagai sumber pengetahuan untuk memperoleh pengetahuan mengenai cara mengelola keuangan dengan penyuluhan pendekatan massa untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap bijak dalam mengelola keuangan. Lingkungan keluarga pun sangat memberikan pengaruh yang signifi kan bagi pembentukan sikap seseorang dalam mengelola keuangan dengan bijak dan produktif serta fungsional dalam mengelola keuangan. Keluarga merupakan lingkungan terdekat yang dapat membentuk sikap seseorang. Oleh karena itu, lingkungan keluarga memberikan pengaruh dalam hal membentuk pengetahuan sikap dan konatif dalam mengelola keuangan dengan bijak. Selain itu, teman sejawat sangat memengaruhi literasi keuangan petani perkotaan dalam mengelola keuangan disebabkan keadaan pikiran, pemikiran untuk mengelola keuangan dengan bijak. Oleh karena itu, mengembangkan content penyuluhan dengan pendekatan massa melalui media sosial sangatlah diperlukan, khususnya oleh penyuluh swadaya untuk mencerdaskan masyarakat dalam mengelola keuangan.Kata kunci: Pertanian Perkotaan, Literasi Keuangan, Pengetahuan Keuangan, Pandemi, New Normal, Abstract: The agricultural sector is the most durable business sector during the pandemic in supporting food security and supporting the aesthetic side of the environment. This condition needs to be supported by the fi nancial literacy of urban business actors in order to increase their power towards the new normal transition. This study aims to describe the factors that affect the fi nancial literacy of urban farmers and formulate effective solutionsto improve the fi nancial literacy  urban farmers. This research was conducted with an approach that aims to describe and analyze the social phenomena of farmers regarding the factors that affect their fi nancial literacy. Data collection techniques were carried out by fi eld observations, namely to fi nd out the phenomena that occurred in the community and interview techniques and documentation techniques. The results showed that the empowerment of urban agricultural actors can be seen from the factors that affect their fi nancial literacy. The fi nancial literacy of urban agricultural business actors is infl uenced by fi nancial knowledge, fi nancial attitudes, family environment and colleagues. To support this, a transformation is needed through changing the behavior of business actors through informal education in the family and development counseling with a mass approach. Changing people’s behavior is done by utilizing digital media as a source of knowledge to gain knowledge about how to manage fi nances with a mass approach to increase knowledge and foster wise attitudes in managing fi nances. The family environment also has a signifi cant infl uence on the formation of a person’s attitude in managing fi nances wisely and productively as well as being functional in managing fi nances. Family is the closest environment that can shape a person’s attitude, therefore the family environment has an infl uence in terms of forming attitudes and conative in managing fi nances. In addition, colleagues greatly affect the fi nancial literacy of urban farmers in managing fi nances because of their state of mind, thinking about managing fi nances wisely. Therefore, developingcontent extension with a mass approach through social media is needed especially by self-help extension workers toneducate the public in managing fi nances.Keywords: Urban Farming, Financial Literacy, Financial Knowledge, Pandemic, New Normal, Financial Attitude, Familly Infl uence.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PROGRAM KEAKSARAAN DASAR Rahmat Syah
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i1.422

Abstract

Abstrak: Motivasi belajar merupakan hal yang penting dalam pembelajaran orang dewasa, khususnya motivasi yang dimiliki oleh peserta didik program keaksaraan dasar. Pentingnya motivasi belajar pada peserta didik keaksaraan dikarenakan sulitnya peserta didik orang dewasa dalam menyerap materi pembelajaran jika tidak memiliki motif yang kuat, terlebih lagi peserta didik program keaksaraan dasar yang menghendaki orang dewasa supaya memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi orang dewasa dalam mengikuti kegiatan baca tulis melalui Program Pendidikan Keaksaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta program keaksaraan yang tersebar di berbagai provinsi pada tahun 2021 dengan pengambilan sampel secara purposive sebanyak 265 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa motif kuatorang dewasa yang menjadi peserta didik program pendidikan keaksaraan dasar di antaranya adalah mengenal huruf, belajar keterampilan, menambah ilmu pengetahuan, ingin bisa belajar membaca dan menghitung, ingin membuat produk usaha, dan ingin merasakan sekolah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa motivasi membentuk sebuah pola, yaitu tekad untuk berbuat, menyediakan waktu belajar, serta sabar selama mengikuti pembelajaran. Kata-kata kunci: pendidikan keaksaraan dasar, motif belajar, pendidikan orang dewasa.Abstract: Learning motivation is important in adult learning, especially the motivation possessed by students inbasic literacy programs. The importance of learning motivation for literacy students is due to the diffi culty of adult students in absorbing learning materials if they do not have a strong motive, especially students of basic literacy programs that require adults to be able to read, write and count. This study aims to describe the motivation of adults in participating in reading and writing activities through the Literacy Education Program. This research uses a quantitative approach with a survey method. The population of this research is all students participating in the literacy program spread across various provinces in 2021 with a purposive sampling of 265 respondents. Analysis of the data used is descriptive analysis. The results show that there are several strong motives for literacy education participants to participate in literacy education programs including recognizing letters, learning skills, increasing knowledge, wanting to be able to learn to read and counting, wanting to make business products and wanting to feel school. In addition, students are moved to learn if they have a strong motivation to learn. The results of observations show that motivation form a pattern, namely the determination to act, provide study time, be patient in learning. Motivation to learn is one way to increase the effectiveness of learning.Keywords: basic literacy education, learning motives, adult education
TINGKAT LITERASI KESEHATAN PADA IBU HAMIL: STUDI LITERATUR Elsa Fitri Ana
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i2.424

Abstract

Literasi kesehatan yang terbatas merupakan pendorong penting dalam kesenjangan kesehatan. Salah satu contoh situasi di mana perilaku kesehatan menjadi sangat penting adalah kehamilan, karena pada fase ini perilaku mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. ibu hamil dengan literasi kesehatan yang terbatas cenderung tidak mengonsumsi asam folat selama kehamilan atau melakukan perawatan prenatal pada usia kehamilan yang lebih lanjut. Sampai saat ini belum ada tinjauan literatur yang membahas tentang hubungan antara tingkat literasi kesehatan di antara ibu hamil dan hasil kesehatan selama kehamilan. Oleh sebab itu, artikel ini bertujuan untuk menilai tingkat literasi kesehatan pada ibu hamil. Pencarian artikel publikasi dilakukan di PubMed dan Google Cendekia yang diterbitkan dalam lima tahun (2016–2020). Dua publikasi menujukkan tingkat literasi kesehatan dalam populasi ibu hamil baik dengan menggunakan instrumen pengukuran S-TOFHLA sebagai instrumen pengukur objektif dan BLHS sebagai instrumen pengukur subyektif. Sedangkan 2 publikasi lainnya menggambarkan literasi kesehatan yang cukup pada ibu hamil yang menggunakan instrumen pengukuran BHLS. Penelitian tentang intervensi terkontrol secara acak diperlukan untuk menyusun strategi berbasis bukti dalam rangka meningkatkan literasi kesehatan pada ibu hamil.
LITERASI SAINS REMAJA BERBASIS HOTS (High Order Thinking Skills) DALAM PEMBELAJARAN BUDIDAYA TANAMAN KOPI Jaenal Mutakim; Ahmad Tijari Tijari
Jurnal AKRAB Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v13i2.426

Abstract

Life in the 21st century demands literacy skills. The ability to understand a concept and understand the process is very useful in order to solve problems faced in the daily life of learning residents. Science literacy is useful if in the process it is equipped with a high level of thinking skills in order to develop the potential possessed to find solutions or new ideas in conditions of always living situations. This study aims to see the science literacy ability of hots-based adolescents (Higher Order Thinking Skill) in learning activities for coffee plant cultivation in remote communities in West Java. Learning is carried out outside the classroom with an Education training plus approach. The ability to think of adolescents indicates the ability of scientific literacy in identifying, making decisions, and concluding related to the cultivation of coffee plants in their village environment. The results showed that the science literacy ability of HOTS-based adolescents is still at a low level, adolescents are at the conceptual knowledge level, while their thinking ability is still in analytical skills. The thinking ability of adolescents is closely related to aspects of scientific literacy that are understood to be related to the concept of coffee plant cultivation that is commonly found in the daily life of teenagers around coffee plantations. Research findings in the field found that learning residents have not actively sought sources of information for ideas in broad media, learning resources and activities. Youth should develop a positive attitude towards science learning in order to improve science literacy and build a high level of thinking skills. The ability to think analytically, assess and create adolescents can be improved by diligently reading, doing Journaling, asking a lot of questions or with useful games.