cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 224 Documents
PERAN PROGRAM KEAKSARAAN DASAR DALAM PERSPEKTIF PEREMPUAN DI PKBM LOMBOK TENGAH Rahmat Syah; Ikhsanudin; Daddy Darmawan
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i1.368

Abstract

Abstract: This study analyzes how the basic literacy education program (KD) is implemented from a feminist point of view. Through interviews, observations, and document analysis the researcher provides an overview of women's perceptions of the importance of basic literacy education. Data collection by purposive sampling was followed by the snow ball technique, in which the researcher visited the key informant at the research location, then continued with other informants based on the first informant's instructions on who the subjects should be contacted. Observations show that the majority (almost all) of active KD participants in Central Lombok are women (housewives). Based on the results of interviews and document analysis, it is known that there is a development in the ability and confidence of women who participate in KD activities, especially in daily activities and active participation in community social activities. This condition needs to be followed up with a sustainable literacy program accompanied by a women's empowerment program in the field. In order to support the implementation of the program, a more in-depth study is needed to produce guidelines for implementing literacy programs for women's empowerment so that women's empowerment and literacy programs are carried out in accordance with the culture that develops in the community. Abstrak: Penelitian ini menganalisis bagaimana program pendidikan keaksaraan dasar (KD) terlaksana dari sudut pandang feminismis. Melalui wawancara, pengamatan, dan analisis dokumen peneliti memberikan gambaran persepsi perempuan terhadap pentingnya pendidikan keaksaraan dasar. Pengambilan data secara purposive sampling diikuti juga oleh teknik snow ball yakni peneliti mendatangi informan kunci pada lokasi penelitian, kemudian dilanjutkan dengan informan lainnya atas petunjuk informan pertama tentang siapa saja subjek yang harus dihubungi. Hasil pengamatan menunjukan bahwa mayoritas (hampir semua) peserta KD aktif di Lombok Tengah adalah perempuan (Ibu Rumah Tangga). Berdasarkan hasil wawancara dan analisis dokumen, diketahui adanya perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri perempuan yang mengikuti kegiatan KD terutama dalam kegiatan sehari-hari dan keaktifan partisipasi dalam kegiatan sosial masyarakat. Kondisi ini perlu ditindaklanjuti dengan program literasi berkesinambungan diiringi dengan program pemberdayaan perempuan di lapangan. Dalam rangka mendukung keterlaksanaan program tersebut, diperlukan kajian lebih mendalam untuk menghasilkan pedoman pelaksanaan program literasi untuk pemberdayaan perempuan sehingga program pemberdayaan dan literasi perempuan terlaksana sesuai dengan budaya yang berkembang di masyarakat.
PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG WARGA MASYARAKAT PENYANDANG BUTA AKSARA DI PKBM BANGKIT ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Riadi Syah Putra; Maijuati; Nurhafni
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i1.371

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Jarimatika terhadap keterampilan berhitung warga belajar di PKBM Bangkit Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 orang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain pre-test post-test. Sistem pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cluster random sampling, yang dilakukan secara acak. Menggunakan SPSS versi 20 untuk melakukan analisis uji hipotesis, dan diperoleh hasil: (1)Penerapan Jarimatika berpengaruh terhadap keterampilan perkalian dan berhitung, dan Sig memperoleh nilai df = 40. Yaitu 0,059, maka H0 ditolak. (2) Latihan jarimatika meningkatkan keterampilan perkalian. Analisis perolehan N dapat meningkatkan keterampilan berhitung pada level eksperimen 0,411. Kelas kontrol hanya 0,135.Abstract: This study aims to determine the effect of Jarimatika learning on the numeracy skills of learning citizens at PKBM Bangkit Aceh. The population in this study were 40 people. This type of research is a quasi-experiment using a pre-test post-test design. The sampling system used in this study was the cluster random sampling method, which was conducted randomly. Using SPSS version 20 to analyze the hypothesis test, the results obtained: (1) The application of Jarimatika affects multiplication and arithmetic skills, and Sig obtains a value of df = 40. Namely 0.059, then H0 is rejected. (2) Jarimatika practice improves multiplication skills. Analysis of theacquisition of N can improve numeracy skills at the experimental level of 0.411. The control class is only 0.135.
PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR LITERASI MITIGASI BENCANA IRHAM YUDHA PERMANA
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i1.372

Abstract

 Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik sehingga mengakibatkan tingginya potensi bencana alam, terutama di daerah pantai dan pegunungan. Sebagian masyarakat penyandang status buta aksara tinggal di kawasan yang berpotensi terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Pengetahuan tentang mitigasi bencana sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang, termasuk warga buta aksara sebagai bekal kemampuan diri ketika menghadapi suatu bencana. Masyarakat sudah saatnya memahami pentingnya mitigasi, yakni upaya mengurangi risiko bencana agar terampil dan terlatih menolong diri sendiri dan orang lain apabila terjadi bencana. Pendidikan keaksaraan dasar literasi mitigasi bencana dibutuhkan karena sebagian besar masyarakat buta aksara belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang mitigasi bencana. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar literasi mitigasi bencana dan mengembangkan materi bahan ajar mitigasi bencana. Populasi penelitian dan pengembangan adalah pendidik dan peserta didik pendidikan keaksaraan dasar di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara. Penelitian dan pengembangan inidilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji-t.Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa keterbacaan naskah model pendidikan keaksaraan dasar literasi mitigasi bencana menurut responden adalah sangat sesuai. Keterbacaan bahan ajar literasi mitigasi bencana menurut responden adalah sangat sesuai. Penyelenggaraan model pendidikan keaksaraan dasar literasimitigasi bencana menurut responden sangat mudah dilaksanakan. Model pendidikan keaksaraan dasar literasi mitigasi bencana signifi kan meningkatkan literasi pengetahuan peserta didik.Abstract : Indonesia is an archipelago located in the Pacifi c Ring of Fire, resulting in a high possibility fornatural disasters, especially in coastal and mountainous areas. Some people with illiteracy status live in those areas that have the potential for natural disasters such as earthquakes and tsunamis. Knowledge of disaster mitigation is very important for everyone, including illiterate people to equip themselves when facing a disaster.The community needs to understand the importance of mitigation, in order to reduce disaster risk so that they are skilled and trained to help themselves and others in the event of a disaster. Basic literacy education for disaster mitigation literacy is needed because most illiterate people do not yet have knowledge and skills regarding disastermitigation. The research and development aim to develop a learning model for basic literacy education for disaster mitigation and to develop teaching materials for disaster mitigation. The research and development population are educators and students of basic literacy education in West Lombok and North Lombok Regencies. This research and development are carried out with a quantitative approach. Data analysis use descriptive analysis and t-testanalysis. The results of research and development show that the readability of the basic literacy education modelfor disaster mitigation literacy according to respondents is very applicable. The readability of disaster mitigation literacy teaching materials according to respondents is very applicable. According to respondents, the basic literacy education model for disaster mitigation literacy is very easy to be implemented. The basic literacy education model for disaster mitigation literacy is effective/signifi cant in increasing the knowledge literacy of students.
PEMBELAJARAN LITERASI MEDIA SOSIAL PADA REMAJA MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING Dina Julita; Faradhiba Salsabila
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i1.375

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberadaban internet paling rendah se-Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan pentingnya pemberian literasi media sosial bagi remaja. Untuk itu, Problem BLearning (PBL) dapat digunakan sebagai model pembelajaran karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter remaja dalam menggunakan media sosial, topik yang dapat digunakan dalam pembelajaran literasi media sosial, penerapan PBL dalam literasi media sosial, dan tantangan dalam pembelajaran literasi media sosial menggunakan PBL. Batasan penelitianini adalah menyajikan pandangan argumentatif peneliti mengenai pembelajaran literasi media sosial bagi remaja usia 13–17 tahun berdasarkan kajian pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter remaja dalam media sosial bersifat positif dan negatif dalam perkembangan fi sik, kognitif, emosional, dan sosial; topik dalam literasi media sosial remaja adalah pengetahuan serta pemahaman mengenai media sosial, mengevaluasi teks dari media sosial, dan memanfaatkan media sosial untuk memproduksi konten; penerapan PBL tepat diterapkan dalam literasi media sosial remaja karena memakai pendekatan konstruktivisme, dapat mengambil kasus dari permasalahan di kehidupan sehari-hari, dan sesuai karakter remaja. Tantangan utama dalam penerapan PBL dalam literasi media sosial pada remaja adalah sikap remaja sehingga dibutuhkan peran pendidik untuk mengatasi sikap remaja tersebut. Saran diberikan kepada pemerintah, pendidik, orang tua, dan remaja untuk bersama-samameningkatkan literasi media sosial remaja. Abstract: Indonesia came last in Southeast Asia in Digital Civility Index survey. The signifi cance of teaching social media literacy to adolescents is demonstrated by this fact. Since it can develop critical thinking skills, Problem Based Learning (PBL) can be used as a learning model. The research aims to fi nd out the character of adolescents in using social media, the topics used in learning of social media literacy for adolescents, the implementation of PBL in social media literacy for adolescents, and the challenges in learning of social media literacy for adolescents by using PBL. The study’s limitation is to present an argumentative view of social media literacy for adolescent aged 13 to 17 years based on literature review. The research method used is qualitative analysis. The results shows that the character of adolescents in using social media has given positive and negative influences for their physical, cognitive, emotional, and social development; the topics used in social media literacy for adolescents are the knowledge and understanding of social media, the evaluation of text from social media, and the utilization of social media to produce content; the PBL method can be implement in social media literacy for adolescents because it uses a constructivist approach, based on daily life problems, and matches the character of adolescents; the main challenge in implementing PBL in social media literacy for adolescents is the attitude of adolescents therefore the role of teachers is needed to overcome adolescent’s attitudes. To improve the social media literacy of adole scents, the collaboration of the government, educators, parents, and adolescents is needed.
PELESTARIAN NILAI SIPAKALEBBI DI KAMPUNG LITERASI WESABBE Muhamad Affandi; Cecep Suryana; Harnita Rahman
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i1.380

Abstract

Abstrak: Indonesia menghadapi tantangan tersendiri seputar keberaksaraan yang disebabkan oleh kondisi demografis dan sulitnya mengakomodir karakteristik masyarakat yang masih buta aksara menimbulkan kesulitan tersendiri. Selain itu, tidak sedikit masyarakat bebas buta aksara yang sulit memelihara keberaksaraannya akibat ketidakmampuan dalam memfungsikan kemampuan aksara dalam aktivitas kesehariannya. Apabila perkembangan literasi di Indonesia diukur melalui tumbuh pesatnya berbagai layanan seputar literasi, maka Makassar, khususnya kompleks kecil bernama Wesabbe tidak boleh dilewatkan.Kompleks ini dikenal sebagai perumahan tertua di Makassar. Selain itu, kawasan ini juga dikenal masih memegang budaya, adat istiadat, maupun karakteristik leluhur yang dikenal dengan sipakatau, sipakainge’,dan sipakalebbi. Nilai budaya lokal itulah yang coba untuk dilestarikan dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui program kampung literasi dengan berbagai aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk Menjabarkan aktivitas keaksaraan yang diselenggarakan di Kampung Literasi Wesabbe, khususnya berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai sipakalebbi. Mengacu pada permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Melalui penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa melalui berbagai program yang disediakan di Kampung Literasi Wesabbe, masyarakat tidak hanya didekatkan dengan aktivitas literasi, tetapi juga terjadi suatu fenomena sosial dimana terlihatnya nilai kearifan lokal yaitu sipakalebbi, terlihatnya sikap saling menghormati dan menghargai di antara warga masyarakat di sana, baik yang tua maupun yang muda. Proses pengenalan dan pemeliharaan keberaksaraan di Kampung Literasi Wesabbe ternyata juga mampu menjaga sinergitas danmewariskan nilai-nilai budaya lokal. Abstract: Indonesia faces its own challenges around literacy caused by demographic conditions and the difficulty in accommodating the characteristics of people who are still illiterate which creates its own diffi culties. In addition, there are not a few illiterate free people who fi nd it diffi cult to maintain their literacy due to the inability to function literacy skills in their daily activities. If the development of literacy in Indonesia is measured through the rapid growth of various services around literacy, then Makassar, especially the small complex called Wesabbe, cannot be overlooked. This complex is known as the oldest housing complex in Makassar. In addition, this area is also known to still hold the culture, customs, and characteristics of the ancestors known as sipakatau, sipakainge, and sipakalebbi. It is this local cultural value that tries to be preserved and integrated in everyday life through the literacy village program with its various activities. This study aims to describe the literacy activities held in Wesabbe Literacy Village, especially those related to the preservation of sipakalebbi values. Referring to the problems that are the focus of this research, this research uses a qualitative approach with the case study method. Through this research, it can be stated that through the various programs provided in Wesabbe Literacy Village,the community is not only exposed to literacy activities, but also a social phenomenon in which local wisdom values are seen, namely sipakalebbi, showing mutual respect and respect among community members in the community.there, both the old and the young. The process of introducing and maintaining literacy in Wesabbe Literacy Villagewas also able to maintain synergy and pass on local cultural values.
MANAJEMEN PENGUATAN KELEMBAGAAN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN LEMBAGA PENDIDIKAN KEAKSARAAN Muhsin Kalida
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i1.382

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkap manajemen penguatan kelembagaan pada lembaga pendidikan keaksaraan, yaitu di Yogyakarta. Fokus penelitian adalah manajemen penguatan di bidang kemiteraan dan penggalangan dana. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan, dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Subyek penelitian para pengelola lembaga dan pegawai pemerintah yang berwenang, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa a) pentingnya manajemen kelembagaan bagi lembaga pendidikan keaksaraan adalah kelangsungan hidup lembaga, perluasan dan pegembangan kelembagaan, pengurangan ketergantungan, pengembangan konstituensi, dan penciptaan organisasi yang berkelanjutan, b) strategi manajemen kemiteraan dan penggalangan dana dilaksanakan dengan baik, yaitu perencanaan, kepegawaian, pengorganisasian, pengarahan dan kontrol berjalan dengan baik. Kata-kata kunci: penguatan kelembagaan, pendidikan keaksaraan
STUDI TENTANG TAMAN BACAAN MASYARAKAT RAMAH ANAK DI PKBM HARAPAN BARU KOTA TASIKMALAYA Wiwin Herwina
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.396

Abstract

Abstrak: Kemampuan membaca dan menulis menjadi suatu kecakapan hidup yang wajib dikuasai oleh manusia. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, TBM hadir sebagai fasilitas pembelajaran di masyarakat. Ketersediaan TBM di tengah masyarakat diharapkan mampu mendorong kebiasaan membaca pada masyarakat yang pada akhirnya menjadi stimulus kebiasaan membaca di keluarga sehingga anak mengenal bacaan sejak dini. Tujuan penelitian ini mempelajari peran TBM Ramah Anak di PKBM Harapan Baru, Kota Tasikmalaya. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penciptaan lingkungan TBM Harapan Baru representatif serta ramah anak; 2) koleksi bacaan yang tersedia di TBM disesuaikan dengan kebutuhan orang tua dan anak; 3) gerakan literasi keluarga yang dilakukan TBM Harapan Baru ternyata mampu mendorong kebiasaan membaca di dalam keluarga sehingga literasi anak-anak dapat terjalin sejak dini; 4) penataan struktur organisasi yang ditata sedemikian rupa sehingga memudahkan pengelola dalam membagi tugasnya; 5) pendanaan untuk operasional masih mengandalkan dana swadaya dari masyarakat; 6) beragam kegiatan pendukung banyak dilakukan dalam rangka menstimulus minat masyarakat agar datang ke TBM; dan 7) kualifi kasi pengelola yang belum semua memadai tidak menghambat jalannya program yang dilaksanakan di TBM. Rekomendasi penelitian yakni: konsistensi sebagai gerakan literasi keluarga penting menjadi perhatian pihak pengelola TBM demi keberlanjutan program di lapangan, pengembangan program sebaiknya diarahkan pada peningkatan kualitas dari segi pengelolaan, khususnya terkait pengelolaan TBM ramah anak yang ideal karena ada bukti bahwa gerakan ini mendorong kebiasaan membaca anak sejak diniAbstract: The ability to read and write is a life skill that must be mastered by humans. In the middle of the current development of science and technology, TBM is present as a learning facility in the community. This availability encourages reading habits in the community, which in turn becomes a stimulus for reading habits in the family so that children get to know reading from an early age. The purpose of this research is to study child-friendly TBM in PKBM Harapan Baru, Tasikmalaya City. A qualitative approach with descriptive method is used in this study. Data collection techniques used observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that: 1) the creation of a representative and child-friendly TBM Harapan Baru environment; 2) the collection of readings available at TBM is adapted to the needs of parents and children; 3) the family literacy movement carried out by TBM Harapan Baru was able to encourage reading habits in the family so that children’s literacy can be established from an early age; 4) structuring the organizational structure in such a way as to make it easier for managers to divide their duties; 5) funding for operations still relies on self-help funds from the community; 6) many supporting activities are carried out in order to stimulate public interest in coming to TBM; 7) the qualifications of managers who are not all adequate do not hinder the running of the program implemented in TBM. Recommendations for this research: the consistency of the family literacy movement is important to the attention of TBM managers for the sustainability of the program in the fi eld, program development should be directed at improving the quality in terms of management, especially regarding the ideal child-friendly TBM management, because there is evidence that this movement encourages reading habits child from an early age.
STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI BEBERAPA NEGARA BERKEMBANG Mitri Sopiatun; Siti Nur Jamjam
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.401

Abstract

Abstrak: Taman Bacaan Masyarakat adalah lembaga yang menyediakan bahan bacaan yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan agar tercipta masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Taman Bacaan Masyarakat yang dilakukan di beberapa negara berkembang dalam meningkatkan minat membaca masyarakat. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori pendidikan sepanjang hayat dan pengembangan perpustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode naratif kualitatif dengan teknik literatur review. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, verifi kasi data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik analisis menggunakan aplikasi Atlas.ti 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan taman bacaan masyarakat yang digunakan di beberapa negara berkembang termasuk di Indonesia memiliki kesamaan diantaranya menumbuhkan partisipasi masyarkat, menciptakan suasana inklusif, aman, lokasi yang mudah di akses, pustakawan yang ramah, kemitraan dan merancang program serta kegiatan promosi sesuai dengan budaya masyarakat sekitar. Selain itu, strategi yang menjadi ciri khas dari masing-masing negara seperti di Thailand menggunakan proyek membaca yang menyenangkan atau Reading for Pleasure (RfP), di Malaysia fokus pada pemuda sebagai sasaran dari pelayanan perpustakaan pedesaan yang dilengkapi fasilitas TIK, di beberapa negara Afrika menggunakan sumber terbuka untuk membuka bantuan dan donasi dalam penyediaan bahan bacaan dan pendirian perpustakaan komunitas, dan di Indonesia strategi yang digunakan sangat beragam menyesuaikan dengan kondisi dari masing-masing daerah. Penulis menyarankan untuk mendorong pendirian TBM di seluruh wilayah di Indonesia melalui kerjasama antara berbagai pihak baik pemerintah, pihak pengelola, dan masyarakat.Abstract: Taman Bacaan Masyarakat is an institution that provides reading materials that can be accessed by various levels of society to increase knowledge, abilities, and skills in order to create a lifelong learning community. This study aims to determine the strategy for developing Taman Bacaan Masyarakat carried out in several developing countries in increasing public interest in reading. The theory that constitutes this research is the theory of lifelong education and library development. The method used in this study is a qualitative narrative method with a literature review technique. Data analysis used data collection techniques consisting of data reduction, data presentation, data collection, and drawing conclusions. The analysis technique uses the Atlas.ti 9 application. The results show that the strategy for developing community reading gardens used in several developing countries including Indonesia has in common to increase community participation, create an inclusive, safe atmosphere, easily accessible locations, friendly librarians, partnerships and design programs and promotional activities in accordance with the culture of the surrounding community. In addition, strategies that are characteristic of each country such as in Thailand using a reading fun project or Reading for Pleasure (RfP), in Malaysia focusing on youth as the target of rural library services equipped with ICT facilities, in some African countries using open sources to open assistance and donations in the provision of reading materials and community establishment, and the strategies used in Indonesia vary widely according to the conditions of each region. The author suggests encouraging the establishment of TBM in all regions in Indonesia through cooperation between various parties, including the government, management, and the community.
TANTANGAN DAN INOVASI PEMBELAJARAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR DI MASA PANDEMI Ni Kadek Ayu Rinawati
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.402

Abstract

Abstrak: Penyelenggaraan program keaksaraan dasar di masa pandemi covid-19 tentu memberikan tantangan tersendiri bagi tutor yang berkecimpung langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proses pembelajaran keaksaraan dasar di masa pandemi, tantangan yang dihadapi, dan inovasi-inovasi yang dilakukan sebagai solusi dari tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah 6 tutor dari 6 PKBM yang berbeda di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran keaksaraan dasar sebelum dan di masa covid-19 tidak jauh berbeda yaitu pembelajaran keaksaraan dasar di situasi saat ini lebih kepada penekanan penggunaan protokol kesehatan disaat kegiatan berlangsung. Adapun tantangan yang dihadapi oleh tutor di dalam proses pembelajaran yakni rasa takut yang dirasakan oleh tutor dalam menyelenggarakan kegiatan di situasi covid-19, menghadirkan warga belajar, mengajar warga belajar dengan beragam usia, kemampuan intelektual, dan motivasi sehingga daya serap warga belajar tidak sama, serta edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi. Kemudian inovasi yang tutor lakukan dalam penyelenggaan program ini dilapangan yakni dengan cara menggunakan media pembelajaran, proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik warga belajar serta jadwal dan tempat belajar disepakati bersama, dan pembelajaran lebih mengarah pada pembelajaran tutorial dan mandiri. Kedepannya, perlu pembaharuan dalam hal strategi pembelajaran sehingga perbedaan karakteristik dan gaya belajar warga belajar keaksaraan dasar dapat difasilitasi dengan baik oleh penyelenggara program.Abstract: The implementation of basic literacy programs during the Covid-19 pandemic certainly presents its own challenges for tutors who were directly involved in the teaching and learning process in the fi eld. This study aimed at determining the differences between the basic literacy learning process during the pandemic and before the pandemic, the challenges faced, and the innovations made as solutions to the challenges. This research was a descriptive qualitative research which was involved 6 tutors from 6 different PKBM in Karangasem Regency, the Province of Bali, as the subject of the study. The results of this study indicated that the basic literacy learning process before and during the Covid-19 period was not much different, however, the basic literacy learning in this current situation is more emphasized on the use of health protocols during the teaching and learning activities. The challenges faced by tutors in the learning process were the fear felt by tutors in carrying out activities in he situation of covid-19, the group learning’s attendance, teaching the learning participant with various ages, intellectual abilities, and motivation so that the learning participant’s ability in accepting and understanding the learning material was not the same, as well as taugh them about the importance of health protocols during the pandemic. Moreover, there were several innovations that tutors constructed in the implementation of this program. Those were using learning media, the learning process was adjusted to the needs and the characteristics of the learning participant as well as learning schedules and places agreement made by tutor and the learning participant. Then, the learning process was more directed towards tutorial and self-directed learning for the learning participant in this program. In the future, it is necessary to create other innovative learning strategies so that the learning participant diversity and learning their styles could be properly facilitated by program organizers.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN USAHA MELALUI LITERASI DIGITAL BERBASIS ANDRAGOGI Nur Ida; Akhsan
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.403

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan program pembelajaran literasi berbasis andragogi dengan model pembelajaran inovatif yang pelaksanaannya masih konvensional dan belum berhasil dalam meningkatkan kemandirian usaha, sehingga berdampak pada proses pembelajaran yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemandirian usaha pada kelompok belajar literasi Pemuda Muhammadiyah Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan, pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan desain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran inovatif dilakukan berdasarkan kajian empiris dan teoretis, serta memberikan masukan yang signifikan untuk bukti kelayakan model pembelajaran inovatif berdasarkan hasil analisis berbagai stakeholders, sehingga model tersebut implementatif; 2) hasil implementasi model pembelajaran inovatif dengan uji model tahap I sampai tahap II menunjukkan adanya peningkatan kemandirian usaha, model, dan teknik pembelajaran. Model inovatif diterapkan pada warga belajar sehingga efektif meningkatkan kemandirian usaha, meningkatkan antusiasme literasi digital, menciptakan kerja sama, mampu memecahkan masalah, serta dapat meningkatkan kemandirian usaha. Warga belajar sudah aktif mencari berbagai informasi serta berpikir kritis dan kreatif. Sebagai kesimpulan, pelaksanaan model pembelajaran inovatif pada warga belajar sudah efektif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemandirian usaha. Terdapat perbedaanyang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, kelompok kontrol, dan kelompok eksperimen. Abstract: This research is motivated by the development of literacy learning programs with innovative learning models, where the implementation is felt to be still conventional, not yet effective in increasing business independence, so that the impact on the learning process is less effective. This study aims to determine the development of innovative learning models to increase business independence in the literacy learning group of Muhammadiyah Youth in Parepare City. This study uses development research methods, qualitative, and quantitative approaches to the design of the experimental group and the pre-test and post-test control groups. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation. The results obtained from this study indicate that: 1) innovative learning models are carried out based on empirical and theoretical studies and provide significant input to provide evidence of the feasibility of innovative learning models based on the results of the analysis of various stakeholders, so that the model is implementable; 2) the results of the implementation of the innovative learning model with the phase I to phase II model test showed an increase in business independence,  models, and learning techniques. Innovative models are applied to learning residents so that they are effective in increasing business independence, as well as increasing enthusiasm for digital literacy, creating collaboration, being able to solve problems, and increasing business independence, and innovative learning models. The learning community has been actively seeking various information and thinking critically and creatively. In conclusion, the implementation of innovative learning models for learning citizens has been effective. This is indicated by an increase in business independence where there is a signifi cant difference between the results of the pre-test and post-test, the control group, and the experimental group.