cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 224 Documents
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MULTIKEAKSARAAN DENGAN PENDEKATAN BAHASA IBU TEMA SOSIAL POLITIK DAN KEBANGSAAAN SUB TEMA: HAK ASASI MANUSIA, ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN Nunung Nurazizah
Jurnal AKRAB Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Akrab
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v10i2.293

Abstract

Social political theme with the sub-themes of human rights, organisation, and institution based on sample’s condition on high rate of divorce, domestic violence, and overlapping ownerships of lands. Study guide includes competency standard, fundamental competency, principal/learning material, learning activity, grading indicator, time allocation, grading system and source/substance/tool for learning that are design using local context and teaching material according to the problem issues and current potential which were written in two languages; Banjar and Indonesian. Teaching material, grading guide, multi-literacy education guide using the mother tongue approach, were structured for the completion of the learning means on multi-literacy education schooling activity in order for the learning participants to reach the competency standard of the multi-literacy education schooling accordingly to Ministry of Education and Culture’s Regulation No. 42 year 2015. The structuring of these teaching material, learning guide, and grading guide was using research and development methodology. The experiment of this research method was held at SPNF SKB Banjarbaru and PKBM Citra Mandurian of Tapin (as the treatment group) and SPNF SKB Tabalong (as the control group), from September to November 2018. The T-test on the product of multi-literacy education’s teaching material with the theme of social political theme and sub-themes of human rights, organisation, and institution, was obtained with the following calculation, Tapin’s knowledge : t-test =13.71 > ttable = 1.72. Banjarbaru’s knowledge : t-test =14.18 > ttable = 1.72; stated that Ho was disproven and H1 was accepted. The effect of the application of innovative teaching material was better than the conventional teaching material in shaping the learning participants’ multi-literacy knowledge in the province of South Borneo.
Pembelajaran Multikeaksaraan: (Suatu Pendekatan Optimalisasi Pengelolaan Pembelajaran) abd Hamid Isa
Jurnal AKRAB Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Akrab
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v10i2.295

Abstract

Multiliteracy Education as one of Literacy Education parts is developed in terms of eradicating illiteracy of adults and as community empowerment based on their own potential. The literacy education program is developed in basic and advanced literacy services. The advanced literacy education comprised independent business literacy education and multiliteracy education. The multiliteracy education aims to develop the competence of community after having basic literacy education, and it emphasizes the improvement of literacy diversity in all aspects of life. The research was conducted due to the presence of a problem regarding workable effort to optimize learning management to advance the learning quality of students. The research objective was to find out the objective condition of learning management and to depict efforts of optimizing learning quality which could affect competence achievement of attitude, knowledge, and skill of students. The research site was in Tabongo Sub-district, Gorontalo District, Gorontalo Province. It was qualitative descriptive research with a phenomenological approach. The data sources of research were teachers and students. The data were collected through techniques of observation, questionnaire, interview, and documentation. The technique of data analysis used data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings of research revealed that the objective condition of learning management was not performed optimally yet which affected the learning productivity. In addition, there was a necessary to develop teachers’ (tutor) competence well to be qualified and a relatively adequate facility for the implementation. To optimize the multiliteracy learning, it was necessary to develop learning structure which referring to strengthening ability, use of multiple intelligence, and using varied ways that have been trained in a study group to understand reality outside or at work environment.
PENGARUH PENGGUNAAN PERMAINAN UNO STACKO TERHADAP MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR KEAKSARAAN DI PKBM PANDU PELAJAR MANDIRI LAPAS NARKOTIKA KLAS IIA JAKARTA Adi Irvansyah
Jurnal AKRAB Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Akrab
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v10i2.296

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan Uno Stacko terhadap motivasi belajar warga belajar Keaksaraan di PKBM Pandu Pelajar Mandiri. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh warga belajar Keaksaraan di PKBM Pandu Pelajar Mandiri dengan Sampel sebanyak 18 orang. Metode yang digunakan adalah metode expost facto dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan t hitung (2,088) > t tabel (1,746) yang artinya bahwa adanya pengaruh penggunaan permainan uno stacko terhadap motivasi belajar warga belajar Keaksaraan di PKBM pandu pelajar mandiri. Hal ini menunjukan bahwa permainan uno stacko dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar. Oleh sebab itu, tutor perlu mengetahui kesulitan setiap warga belajar dalam pembelajarannya. INFLUENCE ON THE USE OF GAME UNO STACKO ON THE MOTIVATION TO LEARN CITIZENS LEARN LITERACY IN PKBM PANDU PANDU PELAJAR MANDIRI CORRECTIONAL INSTITUTION Abstract: This study aims to determine the effect of the use of Uno Stacko games on the motivation to learn literacy program students in PKBM Pandu Pelajar Mandiri. The population in this study were all residents of learning literacy program in PKBM Pandu Pelajar Mandiri with a sample of 18 people. The method used is the expost facto method with a correlational approach. Data collection was carried out using questionnaires analyzed using t-test. The results showed t count (2.088)> t table (1.746) which means that there was an influence of the use of uno stacko games on the motivation to learn literacy program residents in PKBM independent student guides. This shows that uno stacko play can be used as an effort to increase learning motivation of learning citizens. Therefore, tutors need to know the difficulties of every citizen learning in their learning.
PENGARUH PELATIHAN KEUANGAN, ORGANISASI, DAN INTENSITAS BELANJA ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT MILENIAL Daddy Darmawan; Rahmat Syah; Achmad Syandika Putra; Diana Novita Sari; Hana Fauziyah
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah faktor-faktor dari keaktifan mengikuti seminar/workshop keuangan, pengalaman organisasi, dan intensitas belanja online mempengaruhi kemampuan literasi keuangan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan ke 100 responden. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan uji ANOVA. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Hasilnya ketiga variabel (keaktifan mengikuti seminar/workshop keuangan, pengalaman organisasi, dan intensitas belanja online) yang diduga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi keuangan pada mahasiswa, ternyata hasilnya tidak mempengaruhi dengan hasil rata-rata pada tiap variabel terikat (Y) dan bebas (X) yaitu rata-rata variable: Literasi Keuangan = 2,84 Keaktifan Mengikuti Seminar/Workshop = 3,61 Pengalaman Organisasi = 3,74 Intensitas Belanja Online = 3,51. Saran untuk penelitian selanjutnya harus lebih cermat dalam penentuan variabel bebas.
LITERASI KESEHATAN DALAM PENANGULANGAN PANDEMIK COVID-19 Muhamad Farhan Syah; Riza Astuti Juli Winarno; Dienel Ghirahel Ahya
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi informasi mengenai keterbutuhan literasi kesehatan sebagai preventif, kuratif dan rehabilitatif pada masyarakat secara sederhana dan mudah melalui media digital. Selain itu penelitian ini untuk mengkaji motif, pengalaman, kesehatan fisik dan mental yang dilakukan oleh masyarakat yang sadar akan pentingnya literasi kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi, karena ingin menggali fenomena yang terjadi pada kelompok masyarakat yang memiliki kesadaran pentingnya literasi Kesehatan dalam penanggulangan pandemik COVID-19. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi kajian data sekunder dan ditambah dengan wawancara via telepon. Terdapat 3 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive yaitu kelompok mahasiswa fakultas olahraga Universitas Negeri Jakarta, Tenaga Medis yang sedang melaksanakan tugas penanganan COVID-19 dan Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat dan juga ditambah dengan data skunder yang ambil dari hasil penelitian di beberapa tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital sebagai pusat informasi literasi Kesehatan saat ini. Pengalaman yang dirasakan oleh masyarakat sebagai bentuk pembelajaran merupakan pengalaman yang harus terus diasah sehingga kesadaran akan pentingnya literasi kesehatan akan meningkat. Literasi kesehatan sangat dibutuhkan saat ini karena dapat membangun kesadaran masyarakat dalam meningkatkan Kesehatan mereka dan menjalankan pola hidup bersih sehat dan juga dapat mengembangkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi pandemic COVID-19. Penggunaan media didukung dengan kemampuan literasi dapat mendorong perubahan dalam sikap, perilaku dan kognisi masyarakat dalam memerangi wabah.
STUDI DESKRIPTIF PENYELENGGARAAN KEAKSARAAN DASAR MELALUI PELIBATAN TOKOH AGAMA Harianto Baharuddin Anto
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.308

Abstract

ABSTRAK Buta aksara merupakan salah satu persolan mendasar yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan tingkat buta aksara di Indonesia, tetapi angka buta aksara masih cukup tinggi. Program-program keaksaraan dasar juga telah dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal, tetapi penyelenggaraan program seringkali masih mengalami banyak permasalahan, seperti pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai alokasi belajar minimal 114 jam. Selain itu, tutor kurang memiliki pengaruh dan karisma terhadap peserta didik, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi warga belajar mengikuti pertemuan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi peyelenggaraan keaksaraan dasar melalui pelibatan tokoh agama di kabupaten Mamasa, tahun 2019. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi, studi dokumen. Hasil penelitian ini diantaranya 1) mengurangi angka buta aksara; 2) meningkatkan motivasi belajar warga buta aksara disebabkan karena memiliki kepercayaan yang tinggi kepada tokoh agama; 3) meningkatkan jumlah kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran keaksaraan. Kata Kunci: Buta Aksara, Penyelenggaraan Program, Keaksaraan Dasar, Tokoh Agama. ABSTRACT lliteracy is one of the fundamental problems faced by education in Indonesia. Various attempts were made by the government to reduce the level of illiteracy in Indonesia, but illiteracy rates are still quite high. Basic literacy programs have also been carried out by non-formal institutions, but the implementation of the program often still experiences many problems, such as the implementation of learning not in accordance with the minimum learning allocation of 114 hours. In addition, tutors lack the influence and charisma of students, so that the impact on the low motivation of citizens to learn to attend learning meetings. Therefore, the purpose of this study was to obtain a description of the implementation of basic literacy through the involvement of religious leaders in Mamasa district, 2019. The method used was qualitative with interviews, observations, document studies. The results of this study include 1) reducing illiteracy rates; 2) increase the learning motivation of illiterate citizens due to having high trust in religious leaders; 3) increase the number of attendance of students in literacy learning. Keywords: Illiteracy, Program Implementationl, Basic Literacy, Religious Figure.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL MELALUI PENGEMBANGAN WEBSITE DESA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT [IMPLEMENTATION OF DIGITAL LITERACY THROUGH DEVELOPMENT OF THE VILLAGE WEBSITE AS A COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORTS] Muhamad Affandi; Joni Bungai; Indra Perdana
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.315

Abstract

Konsep serta proses pengembangan pedesaan dewasa ini telah mengalami pergeseran dan tidak lagi hanya terfokus pada sektor agraris dan infrastuktur saja, melainkan telah mengarah pada penumbuhan nilai-nilai literasi digital berbasis pemanfaatan TIK. Proses tersebut diduga akan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap pemerintah karena mereka akan semakin berdaya dan kreatif untuk berinovasi. Berkenaan dengan hal tersebut, diperlukan suatu sistem komunikasi yang mengintegrasikan antara komunikasi interpersonal, media massa dan media hibrida. Hal ini bertujuan untuk menstimulasi keterlibatan seluruh elemen desa dalam ragka percepatan pembangunan. Mengacu pada paradigma perkembangan wilayah pedesaan tersebut, maka tim peneliti mencoba untuk memberikan treatment dalam rangka menstimulasi kemampuan literasi digital masyarakat Desa Anjir Pulang Pisau dengan identifikasi permasalahan sebagai berikut: 1) Kompetensi literasi digital masyarakat Desa Anjir yang masih rendah; 2) Minimnya pengetahuan dan branding desa melalui web; dan 3) Kurangnya sosialisasi pemanfaatan TIK sebagai salah satu sarana pemberdayaan masyarakat desa. Adapun strategi yang diterapkan pada aktivitas penelitian ini ialah melalui penyuluhan tentang pentingnya internet dalam proses pemberdayaan desa yang kemudian disinergikan dengan pelatihan menyusun dan mengembangkan website sebagai sistem administrasi serta promosi berbagai potensi lokal di Desa Anjir, Kab. Pulang Pisau. Setelah pemberian perlakuan berakhir yang melibatkan tim peneliti, stakeholder desa dan masyarakat setempat, maka diperoleh hasil berupa meningkatnya kompetensi literasi digital operator desa dan peserta pelatihan dalam pemanfaatan internet untuk pembuatan website desa sebagai sistem administrasi sekaligus promosi berbagai keunggulan dan kearifan lokal di Desa Anjir. Peserta pelatihan mampu mengubah dirinya sendiri untuk lebih berdaya bagi pribadi, keluarga dan masyarakat. The concept and process of rural development today has experienced a shift and no longer only focuses on the agricultural sector and infrastructure, but has led to the growth of digital literacy values ​​based on the use of ICT. The process is expected to be able to reduce the dependence of rural communities on the government because they will be more empowered and creative to innovate. In this regard, we need a communication system that integrates interpersonal communication, mass media and hybrid media. This aims to stimulate the involvement of all elements of the village in the framework of accelerating development. Referring to the development paradigm of the rural area, the research team tried to provide treatment in order to stimulate the digital literacy capabilities of Anjir Pulang Pisau village community by identifying the following problems: 1) The digital literacy competence of Anjir Village community is still low; (2) Lack of knowledge and village branding through the web; and (3) Lack of socialization of the use of ICTs as a means of empowering rural communities. The strategy applied to this community service activity is through counseling about the importance of the internet in the process of village empowerment which is then synergized with training to compile and develop a website as an administrative system and promotion of various local potentials in Anjir Village, Pulang Pisau. After the treatment ended, which involved the research team, village stakeholders and the local community, the results were obtained in the form of increasing the digital literacy competence of village operators and training participants in using the internet to create a village website as an administrative system as well as promoting various advantages and local wisdom in Anjir Village. The students are able to change themselves to be more empowered for the person, family and society.
USAHA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DALAM MENCIPTAKAN MASYARAKAT GEMAR MEMBACA MELALUI TBM SINAR HARAPAN SKB BALANGAN: STUDI KASUS Nourhikmah Nourhikmah Nuorhikmah
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.316

Abstract

Abstrak Indonesia: Penelitian ini yang berjudul,. Usaha Pemberantasan Buta Aksara Dalam Menciptakan Masyarakat Gemar Membaca Melalui TBM Sinar Harapan SKB Balangan”. ’’Rumusan masalah dalam masalah ini Bagaimana Usaha Pemberantasan Buta Aksara Dalam Menciptakan Masyarakat Gemar Membaca Melalui TBM Sinar Harapan SKB Balangan Berdasarkan Kegiatan Pengembangan budaya baca agar gemar membaca yang selama ini di terapkan oleh TBM Sinar harapan dari tahun 2011 sampai dengan sekarang maka keberhasilan untuk penuntasan buta aksara itu sangat banyak karena terlihat pada tabel tersebut usaha yang di lakukan demi memajukan minat baca dan menuntaskan buta aksara di lingkungan TBM Sinar Harapan tersebut pada khususnya dan masyarat sekitar luas pada umunya. Keberhasilan dalam upaya pemberantasan buta aksara tersebut menjadi salah satu bagian dalam membantu pemerintah untuk menuntaskan buta aksara. Sejak awal di laksanakan Program TBM Sinar Harapan ini maka bisa di tarik kesimpulan bahwa Kegiatan dalam usaha untuk menuntaskan buta aksara yang di laksanakan oleh TBM Sinar Harapan SKB Balangan cukup berhasil dan sedikit banyaknya telah membantu masyarakat dalam penuntasan buta aksara agar mereka gemar membaca, Program - Program yang telah di laksanakan oleh TBM Salah satunya yang menjadi penyemangat buat warga belajar yaitu keterampilan yang akhirnya menjadikan sebuah hasil buat mereka kedepannya.Dengan mengikuti keterampilan di TBM Sinar Harapan mereka juga senang membaca beberapa buku yang telah di sediakan di TBM Sinar Harapan tersebut karena ada banyak buku tentang keterampilan yang bergambar sehingga memudahkan mereka dalam mencontoh usaha apa yang mereka inginkan.Jenis penelitian ini mempergunakan metode uji coba atau metode eksperimen dan tekhnik studi pustaka. Penulis juga mencari informasi dan sumber-sumber dari media massa elektronik yang berjangkauan internasional yaitu internet.Dari kegiatan pengembangan budaya baca yang di laksanakan oleh TBM Sinar Harapan tersebut ini merupakan salah satu tujuan yang sangat mulia sekali demi kemajuan masyarakat dan negeri tercinta kita ini yang terkhusus untuk Kabupaten Balangan dan masyarakat Indonesia pada umumnya kata kunci : usaha pemberantasan buta aksara,menciptakan masyarakat gemar membaca. Abstrak Inggris: This research entitled, Efforts to Eradicate Illiteracy in Creating Reading Communities through TBM Sinar Harapan SKB Balangan ". '' Formulation of the problem in this issue How to Eradicate Illiteracy Efforts in Creating Reading Enthusiast Communities through TBM Sinar Harapan SKB Balangan Based on Reading Culture Development Activities in order to enjoy reading which has been applied by TBM Sinar Harapan from 2011 to the present, the success for completion illiteracy is very much because it can be seen in the table that the efforts made to advance the interest in reading and completing illiteracy in the TBM Sinar Harapan environment in particular and the community around broad in general. Success in the efforts to eradicate illiteracy is one part in helping the government to complete illiteracy. Since the beginning of the Sinar Harapan TBM program, it can be concluded that the activities in an effort to resolve illiteracy carried out by the Sinar Harapan SKB TBM Balangan have been quite successful and have helped the community to a large extent in completing illiteracy so that they are fond of reading, Programs - One program that has been carried out by TBM One of which has become an encouragement for residents to learn is the skills that ultimately make a result for them going forward. By following the skills at TBM Sinar Harapan they also enjoy reading some of the books that have been provided at TBM Sinar Harapan because there are many books about pictorial skills that make it easier for them to emulate what business they want. This type of research uses a trial or experimental method and literature study techniques. The author also seeks information and sources from electronic mass media with international reach, the internet. From the reading culture development activities carried out by TBM Sinar Harapan this is one of the most noble goals for the betterment of our society and our beloved country in particular for Balangan Regency and the Indonesian people in general the key words: illiteracy eradication efforts, creating a society of fond of reading.
STRATEGI PEMBELAJARAN KEAKSARAAN DASAR DI KAMPUNG CIREUNDEU SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DAN PELESTARIAN AKSARA LOKAL: Pendidikan Keaksaraan Dasar dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Agus Gochie Ramdani
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.319

Abstract

Semakin berkurangnya penduduk Cireundeu yang memeluk ajaran Sunda Wiwitan berdampak pada semakin berkurangnya penutur bahasa Sunda yang bisa menulis dan membaca aksara lokal hanacaraka. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui, 1) strategi pembelajaran apa yang dipergunakan pada masyarakat adat Cireundeu dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk melestarikan aksara hanacaraka, 2) bagaimanakah hasil penerapan strategi belajar terhadap peningkatan kemampuan membaca dan menulis aksara hanacaraka, dan 3) faktor pendukung dan penghambat apa saja yang mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar di Kampung Cireundeu. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu November dan Desember Tahun 2018 pada masyarakat adat Sunda Wiwitan yang berdomisili di Kampung Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan sumber datanya antara lain 2 (dua) orang pengelola, 4 (empat) orang pendidik dan 40 orang peserta didik. Dari hasil penelitian ini diperoleh informasi bahwa upaya pemberdayaan masyarakat melalui pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar di Kampung Cireundeu merupakan upaya memperkenalkan kembali aksara hanacaraka kepada peserta didiknya dengan melibatkan pastisipasi aktif elemen tokoh adat sebagai agen pemberdayaannya, sehingga terjadi spirit komunal pada masyarakat adat Kampung Cireundeu untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam susunan aksara hanacaraka. Hal tersebut terjadi karena dalam aktivitas pembelajarannya, hanacaraka ditempatkan sebagai konteks belajar dan nilai-nilai kearifan lokal dijadikan sebagai konten belajar yang menjadi tema pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar di Kampung Cireundeu. Dari peneltian dihasilkan rekomandasi bahwa sebaiknya pendidik beserta tokoh adat menginventarisir dongeng, cerita rakyat, tembang, pupuh, dan pantun khas masyarakat adat Kampung Cireundeu untuk dijadikan sebagai naskah yang tertulis dalam dua aksara, yaitu aksara hanacaraka dan aksara latin dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia untuk dijadikan sebagai bahan belajar program pendidikan keaksaraan dasar di masa yang akan datang.
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL BERBASIS KOMPETENSI SEBAGAI WAY OF LIFE WARGA BELAJAR: Studi Evaluasi Rasid Larasi
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i1.322

Abstract

Abstract: Literacy education as a way of life, for all groups so that it can exist in his life. This goals of study to reveal how well the competencies of citizens studying literacy education correlate with aspects of life. The research method uses an evaluation study that aims to find out how well the achievement of learning competencies of citizens in the learning program period. The study was conducted in Southeast Sulawesi with a tiered sampling method, random sampling, with a sample of 350 people studying functional adult literacy education. Research Time January to March 2020. The results of the study stated that literacy learning in adults has a significant effect on the functional competencies of life of learning citizens namely (1) competence to motivate self-learning citizens; (2) competence in doing family micro business; (3) competence has practical skills; (4) competence to access employment; (5) competence in a healthy lifestyle; (6) competence in communicating using Indonesian; (7) competence in the use of technology in daily life; (8) environmental preservation competencies; (9) disaster mitigation competencies; (10) competency obligations and rights as citizens; (11) cultural preservation competencies; (12) physical fitness and recreation competency.