cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Manajemen Sortasi dan Pemecahan Buah Kakao (Theobroma cacao L.) di Jawa Tengah Ruswandi Rinaldo; M A Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.401 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15022

Abstract

Theobroma cacao adalah tanaman tahunan yang bijinya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, dan pengobatan. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari salah satu tahapan penting manajemen dari pengolahan hasil, yaitu tentang kualitas kakao berdasarkan analisis biji kakao basah dan biji kakao kering di kebun Cilacap, Jawa Tengah mulai Februari – Juni 2011. Pengambilan data dilakukan melalui analisis biji kakao basah dan biji kakao kering. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas biji kakao basah tidak memenuhi standar perusahaan sedangkan kualitas biji kakao kering sudah memenuhi standar
Faktor Penentu Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit, Kalimantan Timur Septi Nur Afifah; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.559 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15024

Abstract

Efektifitas tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh pembinaan, pengaturan, pendayagunaan dan pengembangan yang dilakukan perusahaan. Kegiatan penelitian yaitu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja serta mempersiapkan diri untuk menghadapi kerja nyata. Selain itu penelitian bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan menggunakan model regresi linear berganda untuk analisis. Berdasarkan analisis regresi linear berganda secara parsial didapatkan tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen, sedangkan lama kerja berpengaruh secara signifikan. Pengujian  regresi secara simultan menunjukan  tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, umur dan lama kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen
Pengelolaan Pemetikan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O Kuntze) di Unit Perkebunan Rumpun Sari Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah Anisa Windhita; . supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.401 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15025

Abstract

Kegiatan   penelitian   dilaksanakan   untuk   memperluas   pengetahuan, pengalaman   teknis   dan manajerial   tanaman   teh   serta   mempelajari   aspek pemetikan.   Kegiatan   penelitian   dilaksanakan   di Perkebunan Rumpun Sari Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah pada  bulan  Februari sampai Juni  2014. Metode yang dilaksanakan selama kegiatan penelitian terbagi atas dua yaitu metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan secara aktif mengikuti dan mengamati kegiatan teknis di lapangan dan wawancara. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan laporan manajemen, arsip kebun dan jurnal penelitian teh. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  tinggi  bidang  petik,  diameter  bidang  petik, tebal daun pemeliharaan, kapasitas pemetik,  gilir dan hanca  petik, dan  sarana  transportasi telah  sesuai standar  PPTK Gambung. Analisis petik dan analisis pucuk  masih  perlu peningkatan  agar kuantitas dan kualitas pucuk yang optimal. Pemangkasan mesin lebih efektif daripada pemangkasan manual dinilai dari bobot brangkasan dan manajemen waktu. Produksi dan HOK masih memerlukan jumlah tenaga kerja dalam memenuhi target produksi.
Pemupukan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Menghasilkan di Kebun Sembawa, Sumatera Selatan Fitri Gumayanti; . suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.686 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15026

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan tentang budi daya tanaman karet, mempelajari pengelolaan pemupukan tanaman karet menghasilkan, dan menganalisis hubungan produksi yang dihasilkan dengan pemupukan yang dilakukan. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kebun Riset Balai Penelitian Sembawa, Sumatera Selatan pada bulan Februari 2014 sampai Juni 2014. Pemupukan merupakan kegiatan pemeliharaan tanaman karet yang sangat berperan dalam peningkatan produksi karet. Ketepatan pemupukan yang dilakukan di Kebun Riset Balai Penelitian Sembawa lokasi Kebun Sembawa secara umum sudah mengikuti kriteria empat tepat. Analisis data pemupukan dengan data produktivitas yang dihasilkan dengan uji regresi sederhana dan korelasi pada taraf 5% menunjukkan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh dosis pupuk yang digunakan dan kedua peubah tersebut mempunyai hubungan keeratan searah.
Manajemen Pemanenan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Serawak Damai Anggita Perdana; Adolf Pieter Lontoh; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.629 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15027

Abstract

Magang ini dilaksanakan di Kebun Serawak Damai (SDME) dari Maret sampai Juni 2014. Kegiatan magang ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis lapangan, meningkatkan kemampuan manajerial di perkebunan kelapa sawit, serta meningkatkan kemampuan dalam memahami budidaya lapangan produksi secara nyata terutama dalam pemanenan hasil. Kegiatan pemanenan meliputi pemotongan buah di lapangan produksi hingga pengiriman seluruh buah ke pabrik untuk diproses. Kualitas buah hasil panen, mutu hancak, sistem transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian pada Divisi tiga SDME diamati dengan pengambilan contoh data. Data hasil produksi dan produktivitas panen kelapa sawit dianalisis dengan uji t - student, sedangkan transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian dianalisis secara deskriptif. Divisi tiga SDME memiliki produksi bulanan yang tinggi dengan pencapaian rata - rata 128 % terhadap budget produksi. Kemampuan panen rata - rata tenaga kerja sebesar 2.8 ha HK-1. Transportasi buah sering mengalami keterlambat akibat variasi waktu yang dibutuhkan unit untuk memuat buah dan antri di pabrik tidak konsisten.
Kualitas Visual dan Fungsional Turfgrass pada Beberapa Waktu Awal dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Hayati . Yusak; Dwi Guntoro; Achmad Zakaria
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.442 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15030

Abstract

Pemberian pupuk anorganik dengan dosis dan frekuensi yang relatif  tinggi banyak dilakukan untuk mempertahankan  kualitas, densitas, dan keseragaman rumput golf, tetapi dapat mengakibatkan pencemaran tanah dan perairan. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu awal dan frekuensi aplikasi pupuk hayati terhadap kualitas visual dan fungsional turfgrass. Penelitian dilaksanakan di lapangan Golf Bukit Pelangi, Cijayanti, Bogor mulai bulan Februari sampai Agustus 2012. Percobaan menggunakan Rancangan Split Plot dalam RKLT dengan 2 faktor yaitu waktu awal aplikasi dan frekuensi aplikasi pupuk hayati dengan 4 ulangan. Waktu awal aplikasi sebagai petak utama terdiri atas empat taraf, yaitu 1, 2, 3, dan 4 minggu sebelum tanam. Frekuensi aplikasi pupuk hayati sebagai anak petak terdiri atas 4 taraf,  yaitu frekuensi 1, 2, 3 dan 4 minggu sekali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa frekuensi aplikasi satu minggu sekali menunjukkan kualitas visual dan fungsional terbaik dan tidak berbeda nyata dibandingkan frekuensi aplikasi dua minggu sekali. Waktu awal aplikasi tiga minggu sebelum tanam dan frekuensi aplikasi dua minggu sekali merupakan perlakuan terbaik untuk mempertahankan kualitas visual dan fungsional turfgrass, yaitu meningkatkan kepadatan pucuk, lebar daun, warna daun, panjang daun, biomassa pangkasan, persentase penutupan tajuk, meningkatkan panjang akar, biomassa akar, mempercepat waktu recovery, dan menurunkan diameter stolon.
Pengelolaan Pembibitan Karet (Hevea brassiliensis Muel Arg.) di Balai Penelitian Sembawa, Palembang, Sumatera Selatan Putri Ratna Sari; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.678 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15031

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengelolaan pembibitan karet. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Sembawa, Pelembang, Sumatera Selatan pada bulan Februari sampai Juni 2014. Bagian Urusan Bahan Tanam (UBT) telah memisahkan diri dari bagian kebun dan memiliki susunan organisasi sendiri dengan tujuan berfokus pada penyediaan bibit yang dibutuhkan oleh konsumen. Permintaan bibit karet yang sangat tinggi dari kalangan masyarakat baik swasta, pemerintah, dan petani mengakibatkan UBT harus memiliki manajemen yang baik dalam memenuhi permintaan konsumen. Terbatasnya jumlah lahan yang diperlukan untuk menanam batang bawah merupakan faktor utama yang menyebabkan UBT tidak dapat dalam memenuhi seluruh permintaan bibit karet yang dibutuhkan oleh konsumen. Proses pembelian bibit karet dilakukan langsung di kantor UBT, konsumen terlebih dahulu membayar uang muka sebesar 30% dan kegiatan sertifikasi dilakukan oleh Badan Sertifikasi dan Tanaman Perkebunan.
Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil, Panen Tanaman Sayuran di dalam Nethouse Anita Maryam; Anas D. Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.322 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15109

Abstract

Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada. Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada.
Pemanfaatan Residu Biomulsa Arachis pintoi dan Legum Lainnya pada Pola Tanam Rotasi Jagung-Tomat Fathurrahman Aziz Munawir; M. A. Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.312 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15180

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh residu biomulsa Arachis pintoi dengan residu biomulsa lainnya pada budidaya tanaman tomat dengan pola tanam rotasi jagung-tomat. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Dramaga, Bogor pada bulan November 2014 sampai April 2015. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor yaitu residu jenis biomulsa dengan 6 taraf perlakuan dan 3 ulangan pada tanaman tomat varietas Permata F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu biomulsa meningkatkan status hara tanah, diameter batang, komponen hasil, produksi tomat, dan mempengaruhi pergeseran jenis gulma. Secara umum residu biomulsa Arachis pintoi dapat meningkatkan status hara tanah dan produksi tomat yang cenderung lebih baik daripada residubiomulsa legum lainnya.
Viabilitas Benih Koro (Canavalia ensiformis (L.) DC.) yang Disimpan pada Beberapa Jenis Kemasan dan Periode Simpan Furi Febriyanti; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.987 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15437

Abstract

Koro pedang putih termasuk famili Leguminoceae dan dikenal sebagai tanaman substitusi kedelai karena mempunyai kemiripan komposisi kimia benih. Kandungan protein dalam benih menyebabkan benih tanaman legum seperti kedelai memiliki masa penyimpanan yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis kemasan dan periode penyimpanan pada kondisi ruang simpan berbeda terhadap viabilitas benih koro pedang putih (Canavalia ensiformis (L.)DC.). Penelitian ini menggunakan rancangan petak tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis kemasan dan faktor kedua yaitu periode simpan benih. Koro dikemas dalam empat jenis kemasan (plastik polietilen, karung terigu, karung plastik dan botol kaca) dan disimpan selama enam bulan di ruang suhu kamar dan ruang ber-AC. Hasil penelitian menunjukkan kemasan plastik polietilen dan botol kaca merupakan kemasan yang paling baik untuk penyimpanan benih koro pedang putih selama enam bulan. Viabilitas benih koro pedang putih dalam kemasan tersebut lebih tinggi dibandingkan kemasan karung terigu dan karung plastik untuk kedua ruang penyimpanan. Hasil ini mengindikasikan bahwa benih koro dapat disimpan dalam ruang AC maupun kamar lebih dari enam bulan.