cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengaruh Pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dan Dosis Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Rani Farida; M.A. Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.679 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15808

Abstract

Pemberian VAM dan dosis pupuk kandang ayam telah diteliti terhadap pertumbuhan dan produksi jagung menggunakan rancangan split plot dengan  rancangan lingkungan rancangan kelompok lengkap teracak. Faktor pertama sebagai petak utama adalah VAM (tanpa VAM dan dengan VAM) dan faktor kedua sebagai anak petak adalah dosis pupuk kandang ayam (0, 5, 10, 15, dan 20 ton ha-1). Dosis pupuk kandang ayam 0 ton ha-1 digunakan untuk menentukan 100% pupuk anorganik dan dosis lain dari pupuk kandang ayam digunakan untuk menentukan 50% dari pupuk anorganik. Secara statistik, penerapan VAM tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung. Penggunaan VAM memberikan tinggi tanaman lebih tinggi dari tinggi tanaman tanpa menggunakan VAM pada 9 minggu setelah tanam. Beberapa perlakuan dengan VAM menunjukkan pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan tanpa VAM.  Pemberian dosis pupuk kandang ayam menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung. Dosis pupuk kandang ayam memberikan respon linear pada tinggi tanaman saat 9 minggu setelah tanam dan jagung berbiji.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati Serta Reduksi Pupuk NPK terhadap Ketersediaan Hara dan Populasi Mikroba Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Musim Tanam Kedua di Karawang, Jawa Barat Shoni Riyanti; Heni Purnamawati; . Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.317 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15810

Abstract

Penelitian dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada bulan Oktober 2010 sampai April 2011. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aplikasi pembenaman jerami dan pupuk hayati serta pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk NPK pada musim tanam kedua. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak yang terdiri atas 13 perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P1 = jerami + 0.5 dosis NPK, P2 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk organik granul (POG) + pupuk organik cair (POC), P3 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG, P4 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG + pupuk hayati 1, P5 = jerami + 0.75 dosis NPK + pupuk hayati 2, P6 = jerami + 0.5 dosis NPK + pukan, P7 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 1, P8 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2, P9 = jerami + 1 dosis NPK, P10 = tanpa jerami + 1 dosis NPK, P11 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, P12 = tanpa jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, dan P13 = tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk hayati (bio 1, 2, atau 3) dapat meningkatkan ketersediaan hara dan populasi mikroba tanah. Aplikasi ini dipengaruhi jumlah pembentukan batang pada 7 MST dan daun berwarna pada 3 dan 7MST. Jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2 tidak berbeda signifikan dengan perlakuan 1 dosis NPK.
Pengelolaan Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah . Turman; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.532 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15811

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah dari tanggal 14 Februari-14 Juni 2011. Tujuan umum dari penelitian untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kerja lapang dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, baik teknis atau manajerial. Tujuan khusus dari penelitian untuk mempelajari manajemen panen dan meningkatkan kemampuan manajemen panen di perkebunan kelapa sawit. Kegiatan selama penelitian termasuk beberapa pekerjaan yaitu, sebagai karyawan kebun dan membantu mandor masing-masing untuk satu bulan, dan membantu asisten divisi selama dua bulan. Data primer diperoleh langsung dari lapang  dengan melakukan diskusi atau wawancara mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di lapang. Data sekunder diperoleh dari data perusahaan atau catatan perusahaan. Berdasarkan pengamatan selama penelitian, pemanen di Divisi I perkebunan masih membuat beberapa kesalahan seperti memotong buah kurang matang 0.59%, buah lewat matang 4.23%, brondolan tinggal, tangkai panjang 0.59% dan buah tinggal 0.81%. Tapi kesalahan berada di bawah standar perusahaan kecuali buah yang tidak dipanen. Toleransi buah yang tidak dipanen adalah 0%, namun kenyataannya masih ditemukan buah yang tidak dipanen. Hasil kualitas buah cukup baik, persentase buah matang yang dihasilkan tinggi sebesar 95.09% dan tidak ada buah mentah yang ditemukan. Sistem pengawasan yang ketat dan penerapan  sistem eksplisit akan mengurangi terjadinya kesalahan pemanen.
Mempelajari Pertumbuhan dan Produktivitas Tebu (Saccharum Officinarum. L) dengan Masa Tanam Sama pada Tipologi Lahan Berbeda Bagustianto Ardiyansyah; . Purwono
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.348 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15815

Abstract

Kegiatan magang dilaksanakan di PG. Cepiring, Kendal, Jawa Tengah dalam 4 bulan yang dimulai dari 14 Februari 2011 sampai 14 Juni 2011. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari pengelolaan budidaya tebu dan produktivitas di pabrik yang sama di berbagai tipologi dataran rendah irigasi dan lahan kering. Perbedaan dari dua budidaya lahan merupakan aspek pemeliharaan saluran pembuangan. Di sawah irigasi pemeliharaan selokan sangat penting karena jika tidak dilakukan akan mengakibatkan terganggunya memperdalam saluran pembuangan pertumbuhan tebu. Data primer adalah data yang diperoleh dari efek pertumbuhan dan produktivitas tebu yaitu estimasi produksi, tinggi batang, diameter, jumlah segmen batang, jumlah batang, batang berat, dan nilai brix. Pengamatan menunjukkan bahwa kondisi lahan irigasi dan tadah hujan atau lahan kering tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda secara signifikan pada variabel tinggi tanaman dan jumlah segmen. Sedangkan waktu yang selaras untuk pabrik tebu dengan penanaman tebu belum maksimal sehingga pertumbuhan tanaman tidak sesuai dengan waktu tanam karena tidak sesuai dengan Typologi tanah.
Pengujian Vigor Daya Simpan dengan Metode Pengusangan Cepat Fisik dan Vigor Kekuatan Tumbuh pada Benih Padi . Cutrisni; Faiza Chairani Suwarno; . Suwarno
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.373 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15816

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daya simpan dan vigor benih dari dataran tinggi, dataran rendah dan genotipe padi rawa. Percobaan pendahuluan menunjukkan bahwa durasi yang sesuai untuk pengusangan cepat adalah 40-450C dan 100% RH, pengujian untuk daya simpan (VDS) adalah 40, 60, dan 48 jam untuk dataran rendah, dataran tinggi, dan benih padi rawa. Metode yang tepat untuk menguji vigor kekeringan yaitu UKDdp menggunakan kertas merang dan diberikan Polyethylene Glycol (PEG 6000) -2.0 bar (Metode VKTkekeringan (PEG)) dan metode UKD menggunakan kertas stensil ditempatkan pada 2 cm di kedalaman air dengan posisi berdiri, di mana benih yang terletak di 30 cm di atas permukaan air (Metode VKTkekeringan (ketinggian)). VKTkekeringan (ketinggian) merupakan metode yang terbaik karena lebih sederhana dan lebih murah. Metode yang tepat untuk menguji vigor salinitas adalah UKDdp menggunakan kertas merang dengan 4000 ppm NaCl (VKtsalin (NaCl)). Benih terdiri dari 10 dataran rendah, 20 dataran tinggi, dan 20 rawa. Tidak ada koefisien korelasi yang signifikan antara daya simpan, vigor kekeringan dan vigor salinitas. Genotipe dengan daya simpan tertinggi yang masing-masing B12539-7-SI-1-1-MR-2-PN-3-1, B12154D-MR-22-8, dan B13109-5-MR-3-KA-1 untuk dataran rendah, dataran tinggi, dan Sebaran. Genotipes dengan vigor kekeringan tertinggi adalah Sintanur dan B12653-MR-8-2-PN-3-1 untuk dataran rendah, B12154D-MR-22-8 untuk padi gogo, sedangkan genotipe dengan vigor salinitas tertinggi padi rawa adalah B13120 -19-MR-2-KA-1.
Pengujian Toleransi Genotipe Padi (Oryza sativa L) terhadap Salinitas pada Stadia Perkecambahan Donny Arzie; Abdul Qadir; Faiza Chairani Suwarno
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.446 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15817

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang sederhana, cepat dan murah untuk menguji toleran garam dari genotipe padi pada tahap perkecambahan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor dan Stasiun Percobaan Rice Research di Muara, Bogor pada Juni 2010 sampai Januari 2011. Berkecambah benih dilakukan di atas kertas merang dengan metode UKDdp menggunakan 4000 ppm NaCl selama 2 minggu adalah metode terbaik untuk membedakan varietas toleran dan rentan pada kondisi laboratorium. Metode ini mudah diaplikasikan, membutuhkan waktu yang singkat dan efisien dalam ruang. Sebanyak 40 genotipe padi kemudian diuji untuk toleransi salinitas dengan metode ini dan metode standar. Dalam metode standar, bibit berumur dua minggu ditransplantasikan ke media tanah salin dengan 4000 ppm NaCl selama 6 minggu di rumah kaca. Variabel persentase daun mati dapat untuk membedakan 7 genotipe padi toleran, 19 genotipe agak toleran, 14 genotipe agak rentan, dan 4 rentan. Lalan adalah genotipe yang paling rentan terhadap kondisi salin, diikuti oleh B11844-MR-23-4-6, B13133-9-MR-3-KY-2, dan B13136-3-MR-1-KY-5. Koefisien korelasi yang rendah antara variabel toleransi salinitas di laboratorium dan di rumah kaca, mungkin disebabkan oleh tahap pertumbuhan yang berbeda.
Pengaruh Aplikasi KMnO4 dengan Media Pembawa Tanah Liat terhadap Umur Simpan Pisang Mas (Musa sp AA Group.) Elvi Pebri Hasibuan; Winarso D. Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.053 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15818

Abstract

Pisang termasuk ke dalam lima komoditas pangan utama di Indonesia selain gandum, ubi kayu, ubi jalar, dan jagung. Sehingga, pisang memerlukan perhatian khusus agar buah yang dihasilkan berkualitas. Penelitian ini yaitu pengujian KMnO4 menggunakan media conveyor pada beberapa waktu penyimpanan Pisang Mas (Musa sp. AA GROUP). Penelitian terdiri atas waktu penyimpanan, indeks skala warna, reduksi massa, kekerasan buah, rasio buah, bagian buah yang dapat dimakan, total padatan terlarut, titrasi asam dan vitamin C. Pengamatan reduksi massa dan indeks skala warna dilakukan pada 3, 6, dan 9 hari setelah percobaan . Kekerasan buah, rasio buah, bagian buah yang dapat dimakan, total padatan terlarut, titrasi asam dan vitamin C dilakukan pada 6 dan 12 hari setelah percobaan. Hasil percobaan menunjukkan KMnO4 tidak berpengaruh terhadap waktu penyimpanan, vitamin C dan total padatan terlarut, namun berpengaruh pada indeks skala warna, reduksi massa, kekerasan buah, rasio buah, dan bagian buah yang dapat dimakan. Penelitian ini harus dilakukan kembali agar didapatkan hasil yang lebih baik. 
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Cammellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Bedakah, PT Tambi Wonosobo, Jawa Tengah Ghulam Nurul Huda; Sofyan Zaman; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.401 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15819

Abstract

Magang ini dilakukan di Unit Perkebunan Bedakah, PT Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah dari bulan Februari hingga Juni 2013. Tugas terdiri dari beberapa pekerjaan diantaranya sebagai pekerja lapangan selama satu bulan, sebagai asisten mandor selama satu bulan, sebagai asisten kepala blok selama empat minggu dan asisten kepala bagian kebun selama dua minggu. Tujuan umum adalah untuk memperluas pengetahuan mahasiswa magang tentang aspek teknis dan manajerial perkebunan teh, mengasah keterampilan dan pengalaman kerja. Kegiatan pemangkasan memperhatikan produksi pucuk. Apabila produksi pucuk dianggap stabil pada musim kemarau maka pelaksanaan pemangkasan dapat dilakukan 100 % di semester I. pada gilir pangkas tahun ini semua blok melaksanakan pemangkasan dalam dua semester. Realisasi luas areal yang dipangkas dalam satu tahun tidak selalu sama dengan rencana yang telah ditetapkan sebesar 25 %. Berdasarkan data yang diperoleh dalam kurun waktu lima tahun realisasi pangkasan hanya 17.83 % dari luas areal tanaman menghasilkan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pemangkasan diantaranya kondisi kebun, iklim, dan tenaga kerja.
Aplikasi Bakteri dalam Perlakuan Seed Coating untuk Mempertahankan Viabilitas dari Benih Cabai (Capsicum annuum L.) yang Sehat Herliyana Indahwardani; Eny Widajati; . Giyanto
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.984 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15883

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan pelapisan benih menggunakan bakteri Bacillus subtilis, Pseudomonas keompok. fluorescens dan Serratia marcescens terhadap viabilitas benih cabai (Capsicum annuum L.) selama di penyimpanan. Penelitian ini mengunakan rancangan petak tersarang dengan tiga ulangan. Petak utama adalah periode simpan (0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dan 24 minggu) dan anak petak adalah perlakuan coating dengan bakteri tertentu (Bacillus subtilis, Pseduomonas kelompok fluorescens, Serratia marcescen dan kontrol). Benih cabai IPB C5 masih memiliki viabilitas yang cukup baik  hingga akhir penyimpanan, ditunjukkan dengan nilai daya berkecambah sebesar 77.33%. Perlakuan kontrol dan coating menggunakan bakteri menunjukkan nilai daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal yang tidak berbeda nyata. Ketiga bakteri yang digunakan sebagai pelapis masih dapat hidup sampai periode simpan 24 minggu dengan populasi 5.89 x 104 cfu g-1 untuk Pseudomonas kelompok fluorescens, 4.79 x 104 cfu g-1 untuk Bacillus subtilis dan 1.70 x 104 cfu g-1 untuk Serratia marcescens.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Koro Pedang (Canavalia ensoformis) Iin Nurbaetun; Memen Surahman; Andri Ernawati
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.928 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi terbaik antara dosis pupuk NPK dengan jarak tanam dalam menghasilkan produksi terbaik pada tanaman kacang koro pedang (Canavalia ensiformis). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter di atas permukaan laut pada bulan November 2015-April 2016. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial dua faktor dalam rancangan lingkungan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk yang terdiri atas tiga taraf yaitu perlakuan P0 (tanpa pemupukan), P1 (Urea 25 kg ha-1; SP-36 50 kg ha-1; KCl 37.5 kg ha-1)  dan P2  (Urea 62.5 kg ha-1; SP-36 112.5 kg ha-1; KCl 87.5 kg ha-1), dan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu J1 ( 50 cm x 50 cm x 70 cm), J2 (50 x 50 cm x 100 cm) dan J3 (70 cm x 70 cm x 100 cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi.