cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Hubungan Angka Kerapatan Panen dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sumatera Utara Muhammad Irfan Miraza; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.081 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15494

Abstract

Kegiatan berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2014 di kebun Tanjung Jati PTPN II, Sumatera Utara. Pengamatan diuji menggunakan metode kuantitatif yang terdiri dari penjumlahan, rata-rata, dan persentase. Sedangkan uji statistik menggunakan t-student. Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen dan produktivitas panen merupakan aspek penting dalam kegiatan panen. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, nilai AKP estimasi dengan realisasi tidak berbeda nyata. Tenaga panen menjadi sangat menentukan bagi produksi kelapa sawit. Tingkat kedisiplinan tenaga panen yang masih tergolong rendah sebagaimana terlihat pada mutu hanca menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan  untuk lebih meningkatkan kualitas produksi perusahaan.  Produktivitas kelapa sawit di kebun belum sesuai dengan standar Marihat.
Evaluasi Produktivitas Beberapa Varietas Padi Asep Hambali; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.14 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15496

Abstract

Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari sampai Juni 2014 dan dilaksanakan di Balai Penelitian Padi Muara, Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor tanaman yang mempengaruhi produktivitas beberapa varietas padi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu varietas yang terdiri dari 6 varietas. Varietas yang digunakan adalah varietas unggul baru (varietas Inpari 13, Ciherang, Mekongga), padi tipe baru (IPB 4S), varietas lokal (Mentik Wangi), dan varietas hibrida (Hipa Jatim 2). Masing-masing varietas diulang sebanyak tiga kali sehingga terbentuk 18 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum varietas unggul (VUB) Inpari 13, Ciherang dan Mekongga memiliki produktivitas lebih tinggi dari varietas yang lain (lokal, PTB, hibrida). Produktivitas VUB berkisar antara 4.59 hingga 5.62 ton ha-1. Hasil produktivitas ketiga VUB ini dipengaruhi oleh komponen hasilnya yaitu anakan produktif, bobot 1000 butir, persentase gabah isi dan ketahanan terhadap hama penyakit.
Karakterisasi Tomat M1 Hasil Iradiasi Sinar Gamma 495 Gy Uswatun Hasanah; Surjono Hadi Sutjahjo; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.591 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaan tanaman tomat M1 hasil iradiasi sinar gamma dosis 495 Gy. Bahan yang digunakan merupakan 40 genotipe benih tomat hasil eksplorasi yang diberi perlakuan iradiasi sinar gamma 495 Gy. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor  pada bulan November 2014 hingga Maret 2015. Karakterisasi dilakukan dengan membandingkan karakter kualitatif dan kuantatif antara genotipe M1 dan M0. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan sinar gamma menyebabkan adanya keragaman pada keragaan genotipe, baik pada karakter kualitatif maupun kuantitatif. Terdapat beberapa genotipe M1 yang memiliki keragaan kualitatif  berbeda dibandingkan kontrolnya yaitu Kefaminano 6, Kefaminano 4, Situbondo GL, Lombok 4, Lombok 1, Gondol 2, Kudamati 1, Aceh 1, Makassar 3, Bogor Cibanteng, Berlian, CLN 4046, dan Kemir. Berdasarkan bobot panen didapatkan tiga genotipe dengan produksi lebih unggul dibandingkan dengan tanaman kontrol yaitu Aceh 5, Lombok 4, dan Kefaminano 4.
Pengaruh Benih Padi (Oryza sativa L.) Bersubsidi terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah Azka Radiethya Riefqi; Memen Surahman; . Hastuti
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.583 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15788

Abstract

Padi merupakan komoditas utama yang terus mengalami peningkatan permintaan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga dibutuhkan kebijakan yang tepat agar produksi nasional meningkat dan kegiatan usahatani dapat menguntungkan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi dan pendapatan petani antara pengguna benih padi bersubsidi dan tidak bersubsidi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bogor, yakni: Kecamatan Tenjolaya untuk responden petani pengguna benih padi bersubsidi dan Kecamatan Dramaga untuk responden petani yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi. Penelitian  dilaksanakan dari Februari hingga April 2016. Jumlah responden penelitian sebanyak 40 orang, yang terbagi menjadi 20 responden pengguna benih padi bersubsidi dan 20 responden yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi melalui in depth interview dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menggunakan benih padi bersubsidi memiliki tingkat produktivitas dan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang menggunakan benih padi tidak bersubsidi. Hal tersebut dipengaruhi oleh penggunaan input produksi yang lebih dominan pada pupuk organik dan benih bersertifikat.
Pengaruh Pemberian Auksin (NAA) dengan Sitokinin (BAP, Kinetin dan 2ip) terhadap Daya Proliferasi Tanaman Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) Secara In Vitro Bagus Setyo Yudhanto; Ni Made Armini Wiendi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.589 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15799

Abstract

Auksin dan sitokinin umumnya digunakan sebagai zat pengatur tumbuh secara in vitro. Sudah ditemukan bahwa kombinasi auksin (NAA) dan sitokinin (BAP, kinetin, dan 2ip) untuk proliferasi tunas Nepenthes mirabilis secara in vitro. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, auksin sebagai faktor pertama dan sitokinin sebagai faktor kedua. Kombinasi auksin dan sitokinin yang digunakan adalah NAA: 1 dan 2 mg / l sedangkan BAP, kinetin, dan 2ip masing-masing sebanyak 0, 2,5, dan 5 mg / l. Kombinasi zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke media Murashige dan Skoog (MS). Hasil terbaik untuk proliferasi tunas yaitu perlakuan tanpa sitokinin dan tambahan NAA 1 mg / l sebanyak 5,2 tunas dalam 10 minggu.
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Di Cilacap, Jawa Tengah . Angela; Darda Efendi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.46 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15800

Abstract

Penelitian ini berlangsung di daerah Cilacap, Jawa Tengah mulai dari 14 Februari sampai 14 Juni 2011. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pengetahuan, pembelajaran dan memahami manajemen pemangkasan kakao di kebun. Aktivitas penelitian terdiri atas teknikal dan aspek manajerial yaitu sebagai karyawan harian lepas selama satu bulan, asisten mandor selama satu bulan, dan sebagai pendamping asisten afdeling selama dua bulan. Data primer diperoleh dari semua aktivitas penelitian dan pengamatan langsung di lapang, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan laporan perusahaan. Pemangkasan yang dilakukan selama penelitian yaitu pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan mempengaruhi jumlah tunas air, bantalan yang berbunga, ketahanan cherelle (pentil buah) dan buah terhadap hama dan penyakit tanaman. Rotasi pemangkasan juga mempengaruhi kestabilan produksi biji tahunan kakao.
Pengaruh Reduksi Pupuk NPK dengan Pembenaman Jerami, Aplikasi Pupuk Organik Dan Hayati terhadap Ketersediaan Hara, Populasi Mikroba, dan Hasil Padi Sawah di Indramayu Elfa Najata; . Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari ketersediaan unsur hara dan populasi mikroba tanah dengan pembenaman jerami dan aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati untuk mereduksi penggunaan dosis pupuk NPK di Indramayu Jawa Barat. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Sendang Karang Ampel, Indramayu, Jawa Barat, dari bulan November 2010 - Maret 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lenkap Teracak dengan 13 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali, Perlakuan yang dilakuakan yaitu: P1 (1 dosis NPK), P2 (jerami + 1 dosis NPK), P3 (tanpa pupuk), P4 (jerami + 0.5 dosis NPK), P5 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1), P6 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1 + Dek), P7 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1 + POG), P8 (jerami + 0.5 dosis NPK + POG + POC + Dek), P9 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 1 + POG + POC + Dek.), P10 (jerami + 0.5 dosis NPK + PH 2), P11 (0.5 dosis NPK + PH 2), P12 (0.5 dosis NPK 0.5 + 0.5 dosis PH 2), P13 (jerami + 0.5 dosis NPK + 0.5 dosis PH 2). Hasil menunjukkan perlakuan pembenaman jerami dengan pemberian pupuk hayati dan atau pupuk organik dan dosis 0,5 NPK memberikan hasil ketersediaan nutrisi dan produksi padi tidak berbeda dengan pemberian dosis satu NPK dan peningkatan populasi umum mikrobe (Azospirillium sp., Azotobater sp., dan Thiobacillus sp. ).
Pengaruh Pupuk Organik Guano dan Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek Phalaenopsis spp. Ira Fauziah Noer; Dewi Sukma; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.872 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15803

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik guano dan kitosan pada pertumbuhan dan perkembangan anggrek Phalaenopsis dilakukan di pembibitan Gunung Batu, Bogor pada bulan Maret sampai Agustus 2011. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemupukan terdiri atas pupuk Thaichung 1 g L-1, pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm, Thaichung pupuk 1 g L-1 + guano 10 ml L-1, dan pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm + guano 10 ml L-1. pupuk Thaichung 1 g L-1 yang dibutuhkan untuk P. bellina dan P. modesta, dan guano 10 ml L-1 yang dibutuhkan untuk P. amabilis di kompot dalam kondisi panas dan kering.
Evaluasi Beberapa Tolok Ukur Vigor untuk Pendugaan Perpanjangan Masa Edar Benih Padi (Oryza sativa L.) Lilis Yati Febriani; Eny Widajati
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.008 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15805

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh beberapa tolok ukur vigor benih yang paling efektif untuk pendugaan perpanjangan masa edar benih padi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor dan Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan Hortikultura, Cimanggis, Depok dari bulan Juli 2011 sampai Oktober 2011. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah lot  benih dan faktor kedua adalah periode simpan. Faktor lot benih terdiri atas var. Ciherang dengan tanggal kadaluarsa 15 Juni 2011 (Lot A), var. Inpari 10 Laeya dengan tanggal kadaluarsa 10 Juli 2011 (Lot B), var. Situ Bagendit dengan tanggal kadaluarsa 21 Juli 2011 (Lot C). Faktor kedua adalah periode simpan terdiri atas 0, 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 minggu. Variabel yang efektif untuk menduga masa simpan benih padi adalah nilai delta. Penelitian ini menunjukkan Lot A mencapai akhir Periode II dan memasuki Periode III dari enam minggu periode penyimpanan. Lot B dan Lot C mencapai titik anomali, dengan nilai delta maksimum pada dua minggu setelah periode penyimpanan. Lot B dan Lot C pada penelitian ini hanya bisa dilakukan perpanjangan masa edar sampai periode simpan 2 minggu.
Daya Hasil dan Kualitas Jagung Manis Genotipe SD3 dengan Empat Varietas Pembanding di Kabupaten Bandung Muhammad Hilal; Memen Surahman
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.102 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15806

Abstract

Produktivitas jagung manis rendah karena penggunaan benih tidak unggul oleh petani. Benih jagung manis hibrida unggul harganya mahal. Benih jagung manis non hibrida murah belum tersedia. Varietas SD3 (varietas bersari bebas) dirakit sebagai benih yang lebih murah bagi petani. Tujuan penelitian ini adalah menguji daya hasil, kualitas, dan penampilan jagung manis genotipe SD3 dengan empat varietas pembanding (Super Sweet, Bonanza, Sweet Boy, dan SG 75). Penelitian dilaksanakan pada 30 Juni sampai dengan 1 Oktober 2012 menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan di Desa Banjaran, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Berdasarkan penelitian, genotipe SD3 lebih unggul dibandingkan dengan Super Sweet (varietas bersari bebas) pada jumlah baris biji dan kadar padatan terlarut total, sedangkan jika dibandingkan dengan Bonanza dan Sweet Boy (varietas hirbida), genotipe SD3 masih belum bisa bersaing. Bonanza lebih unggul dibandingkan SD3 pada diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot dan produktivitas. Sweet Boy lebih unggul dibandingkan SD3 pada panjang dan diameter tongkol. Genotipe SD3 dibandingkan dengan SG 75 (varietas hibrida) tidak ada perbedaan pada seluruh peubah kecuali pada peubah vegetatif yaitu tinggi tanaman dan tinggi tongkol utama.