cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Konservasi In Vitro Pisang Kepok Unti Sayang (Musa balbisiana) Melalui Pertumbuhan Minimal pada Berbagai Media Ogie Satriadi; Darda Efendi; . Sulassih
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.488 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15888

Abstract

Pisang kepok Unti Sayang memiliki kandungan karbohidrat 30% sehingga berpotensi sebagai bahan pangan alternatif. Pisang kepok Unti Sayang juga merupakan tanaman yang lebih tahan terhadap serangan penyakit layu darah. Ketersediaan bibit dari anakan pisang di lapang yang terbatas jumlahnya berpotensi menyebabkan punahnya pisang jenis ini. Konservasi secara in vitro merupakan solusi dalam memelihara ketersediaan bibit yang lebih aman, lebih efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi media yang optimal dalam upaya penyimpanan eksplan pisang kepok Unti Sayang dengan cara meminimumkan pertumbuhan menggunakan retardan paclobutrazol dan osmoregulator manitol serta mengevaluasi daya regenerasi pasca penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor berupa komposisi media yang terdiri dari dua macam media, yang  pertama adalah  MS+ PVP (Polivinylpyrrolidone ) +  paclobutrazol ( 0, 2, 4 dan  6 ppm),  serta  MS+ PVP  + manitol (0, 20 dan 40 ppm). Eksplan disimpan selama 18 minggu pengamatan pada media pertumbuhan minimal, selanjutnya eksplan disubkultur dalam media regenerasi   MS + 2 ppmBA dan diamati selama 4 minggu. Konsentrasi media terbaik untuk meminumkan pertumbuhan eksplan adalah MS+ PVP ditambah paclobutrazol 6 ppm memberikan nilai rata-rata pertumbuhan yang paling rendah dengan  jumlah tunas sebanyak 0.33, tinggi eksplan  0.39 cm,  jumlah akar  0.22 dan  jumlah daun 0.00.  Jika dibandingkan dengan pertumbuhan tertinggi yang terdapat pada tunas 1.11 (kontrol), tinggi 1.73 cm (kontrol),  jumlah akar 1.11 (paclobutrazol 2 ppm) dan jumlah daun 0.44 (kontrol).  Jadi konservasi in vitro pada perlakuan 6 ppm adalah perlakuan yang paling optimal dalam meminimumkan pertumbuhan eksplan hingga 18 minggu.
Pengaruh Kerusakan Buah Kelapa Sawit terhadap Kandungan Free Fatty Acid dan Rendemen CPO di Kebun Talisayan 1 Berau Pryo Adi Lukito; . Sudradjat
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.733 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15890

Abstract

Kegiatan penelitian ini secara khusus bertujuan untuk memperlajari faktor-faktor yang mempengaruhi mutu CPO yang dilaksanakan di Kebun Talisayan 1, Berau, Kalimantan Timur dari bulan Februari sampai Juni 2013. Analisis data dan masalah menggunakan diagram Ishikawa dan regresi linier. Faktor-faktor yang memperngaruhi mutu CPO adalah  buah bermutu buruk, buah terlambat pengangkutan (restan), buah luka, dan kehilangan hasil panen. Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah penurunan mutu CPO disebabkan oleh rendahnya rendemen minyak kelapa sawit (CPO) dan tingginya kandungan Free Fatty Acid (FFA) dalam CPO. Rendemen minyak yang rendah karena mutu buah yang buruk dan kehilangan hasil panen. Kandungan FFA CPO tinggi karena mutu buah buruk, buah restan (terlambat pengangkutan), dan buah luka.
Periode Kritis Pertumbuhan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr) dalam Berkompetisi dengan Gulma Sandry Gultom; Sofyan Zaman; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.873 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15891

Abstract

Periode kritis terhadap persaingan dengan gulma menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengendalikan gulma dan tindakan yang tepat dilakukan untuk melakukan pengelolaan gulma. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter diatas permukaan laut pada bulan April-Juli 2016. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 12 taraf perlakuan dengan tiga ulangan. Taraf perlakuan terdiri atas bersih gulma dan bergulma (0-2 MST, 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-panen). Penyiangan gulma dilakukan secara manual dan waktunya disesuaikan dengan perlakuan periode kompetisi gulma untuk setiap petak. Berdasarkan hasil penelitian, periode kritis kedelai hitam Mallika adalah 2-6 MST dengan kehilangan hasil panen dari awal tanam hingga panen diperoleh berkisar antara 23.61% hingga 83.54%.
Proliferasi Tunas Adventif Tagetes (Tagetes erecta L.) Kultivar African Crackerjack dengan BAP, GA3, dan IAA Secara In Vitro Muhammad Baidowi; Ni Made Armini Wiendi
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.428 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15893

Abstract

Tujuan penelitian ini mempelajari proliferasi tunas adventif eksplan hipokotil, epikotil, dan kotiledon Marigold (Tagetes erecta L.) secara in vitro dengan kombinasi BAP, GA3, dan IAA. Percobaan pertama adalah mengenai sterilisasi benih. Eksplan percobaan dua dan tiga adalah epikotil, hipokotil, dan kotiledon dari kecambah aseptik. Eksplan epikotil berhasil terproliferasi sedangkan hipokotil dan kotiledon tidak terproliferasi karena oksidasi fenol. Interaksi BAP dan IAA berpengaruh nyata pada induksi kalus epikotil pada semua minggu pengamatan, sedangkan interaksi BAP dan GA3 tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Komposisi media MS ditambah IAA dan BAP berhasil menginduksi kalus 70.7% dari eksplan epikotoil, 49.3% dari eksplan kotiledon, 53% dari hipokotil. Komposisi media MS ditambah GA3 dan BAP berhasil menginduksi kalus 60% dari eksplan epikotoil, 48% dari eksplan kotiledon, 46% dari hipokotil. Pada percobaan dua, media MS dengan 0.87 mg L-1 IAA + 0.5 mg L-1 BAP dan media MS dengan 0.43 mg L-1IAA + 0.5 mg L-1BAP terbaik dalam menginduksi tunas adventif eksplan epikotil. Pada percobaan tiga, proliferasi tunas adventif tertinggi pada media MS dengan 1.73 mg L-1GA3 + 1.5 mg L-1 BAP. IAA berpengaruh nyata pada eksplan bertunas pada satu 1 MSP, tunas per eksplan pada 3 MSP, dan daun pertunas pada 4 MSP dan 5 MSP, sedangkan BAP berpengaruh nyata pada induksi kalus pada 1 MSP, eksplan bertunas pada 3 MSP, dan tunas per eksplan pada 3 MSP. Pada percobaan tiga, GA3 berpengaruh nyata pada pembentukan akar pada 4 MSP dan 5 MSP, sedangkan BAP berpengaruh nyata pada proliferasi tunas per eksplan pada 3 MSP.
Aplikasi Enzim Ligninase dan Selulase untuk Meningkatkan Perkecambahan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pematang Siantar, Sumatera Utara Putra K Hadi; Eny Widajati; Selly Salma
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.273 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15894

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pematang Siantar, Sumatera Utara, mulai dari 1 Maret hingga 24 Juli 2010. Fokus kegiatan ada pada  divisi pematahan dormansi dan perkecambahan benih di PPKS. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: 1) Dua varietas benih kelapa sawit diuji responnya terhadap perbedaan perlakuan yang dilakukan .; 2) Benih varietas Yangambi, ada tiga teknik aplikasi enzim ligninase dan selulase yang memberikan hasil efektif dengan peningkatan nyata dari kekuatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh benih serta menurunkan indeks dormansi benih. Ketiga tekni tersebut adalah P1 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman air (3 hari), perendaman enzim ligninase (1 hari) dan perendaman enzim selulase (2 hari); P2 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman enzim ligninase (1 hari), perendaman enzim selulase (2 hari) dan perendaman air (3 hari), dan P3 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman campuran enzim ligninase dan selulase (3 hari) dan perendaman air (3 hari).; 3) Pada varietas Langkat, ligninase dan selulase tidak memberikan peningkatan signifikan pada kekuatan tumbuh benih, potensi tumbuh maksimum, dan menurunkan indeks dormansi benih. Pada kecepatan tumbuh benih, aplikasi enzim hanya efektif di P2.; 4) Aplikasi dari ligninase dan selulase enzim dalam varietas Langkat dan Yangambi terbukti dapat mengurangi panjang pemanasan biji di ruang pemanas selama 10 hari di P4 dan selama 20 hari perlakuan di P1, P2 dan P3.; 5) Aplikasi enzim lignoselulase pada bibit kelapa sawit tidak menyebabkan gejala kelainan pada bibit.
Pengujian Viabilitas dan Vigor Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Efris Zason Purba; Tatiek K Suharsi
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.424 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15895

Abstract

Tanaman kecipir merupakan sayuran indigenous yang potensial sebagai tanaman pendamping dalam memenuhi kebutuhan nasional terhadap kedelai. Produksi benih kecipir secara terus menerus diupayakan melalui pengujian benih. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metode penanaman benih dan media yang terbaik dalam pengujian viabilitas dan vigor benih kecipir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih IPB pada bulan September 2015 – Januari 2016. Metode penanaman benih pada kertas CD 2 baris, CD 5 baris dan kertas merang 2 baris dapat digunakan sebagai metode penanaman pada pengujian benih kecipir karena menghasilkan potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, bobot kering kecambah normal, indeks vigor dan kecepatan tumbuh yang tinggi. Metode penanaman pada media pasir (top sand) dapat digunakan pada pengujian benih tidak menggunakan substrat kertas. Korelasi positif terjadi antara tolok ukur daya berkecambah terhadap bobot kering kecambah normal, dan indeks vigor terhadap kecepatan tumbuh. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan metode penanaman yang dilakukan, kita dapat memprediksi nilai salah satu tolok ukur dengan mengetahui nilai tolok ukur lainnya.
Evaluasi Penampilan Sifat Hortikultura dan Potensi Hasil pada Jagung Manis dan Jagung Ketan Umi Maryamah; Surjono Hadi Sutjahjo; Anggi Nindita
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.469 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter hortikultura dan potensi hasil dari genotipe jagung manis dan jagung ketan. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Kampus IPB Dramaga pada bulan Januari sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan rancangan augmented dengan faktor tunggal yaitu genotipe jagung. Materi genetik yang digunakan adalah 32 genotipe uji dan 6 genotipe pembanding. Genotipe uji terdiri atas 26 genotipe jagung ketan dan 6 genotipe jagung manis. Genotipe pembanding terdiri atas 3 varietas jagung ketan (URI, Kumala, Victoria) dan 3 varietas hibrida jagung manis (Bonanza, Secada, Talenta). Genotipe jagung ketan dan jagung manis yang diuji menunjukkan keragaman karakter hortikultura kecuali pada karakter ASI (Anthesis Silking Interval). Terdapat korelasi positif yang sangat nyata antara panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, dan bobot biji tongkol-1 terhadap produktivitas. Genotipe jagung ketan yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah JLP16, JWP127, JWP223, JWP21, JWP32, JKP2, dan JLL1. Adapun genotipe jagung manis yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah SD3.
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah Aldi Radifan; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.576 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15898

Abstract

Kegiatan dilaksanakan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman teknis dan manajerial tanaman teh serta mempelajari aspek pemangkasan. Secara umum kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mempelajari dan memahami proses kerja secara nyata dan memberikan pengalaman manajerial pada pengelolaan tanaman perkebunan. Adapun tujuan khusus dari magang ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan pemangkasan tanaman teh di Unit Perkebunan Tambi. Kegiatan magang dilaksanakan di Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah pada bulan Februari sampai Juni 2015. Metode langsung dilakukan secara aktif mengikuti dan mengamati kegiatan teknis. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan laporan manajemen. Hasil magang menunjukan bahwa kriteria pangkasan yaitu tinggi tanaman < 120 cm dan persentase pucuk burung > 70%; jenis pangkasan, waktu pelaksanaan pemangkasan dibagi menjadi dua semester; gilir pangkas yang dilaksanakan 4 - 5 tahun dan jumlah tenaga pemangkas telah memenuhi standar Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (PPTK). Pemangkasan mesin lebih efektif daripada pemangkasan manual dinilai dari manajemen waktu.
Peremajaan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Seruyan Estate, Minamas Plantation Group, Seruyan, Kalimantan Tengah Wisnu Hari Wibowo; Ahmad Junaedi
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.002 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15899

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Seruyan Estate dari Februari hingga Juni 2016. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mempelajari aspek teknis dan manajerial peremajaan kelapa sawit dan menganalisis kesesuaiannya dengan kriteria RSPO dan ISPO saat kegiatan replanting. Pengamatan yang dilakukan meliputi tahap-tahap peremajaan yang tepat berdasarkan standar yang telah ditetapkan perusahaan, prestasi kerja alat, dan prestasi kerja karyawan. Hasil pengamatan tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar yang berlaku pada kegiatan peremajaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tahap peremajaan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap persiapan lahan yang meliputi sensus pokok, pancang rumpuk, penumbangan, pencincangan, merumpuk pokok, deboling, tutup lubang deboling, pembuatan jalan kontur; dan tahap penanaman yang meliputi pemancangan titik tanam, penanaman kacangan penutup tanah, pembuatan lubang tanam, dan penanaman tanaman kelapa sawit. Seruyan Estate telah memenuhi kriteria RSPO dan ISPO dikarenakan adanya kewajiban mengelola area Nilai Konservasi Tinggi di dalam kebun. Selain itu, kegiatan peremajaan di Seruyan Estate juga tidak menggunakan api saat melakukan persiapan lahan.
Pengaruh Pemupukan N, P, dan K pada Dua Varietas Benih Kedelai (Glycine Max (L) Merr.) terhadap Kandungan Antosianin dan Hubungannya dengan Vigor Benih Sophia Fitriesa; Maryati Sari; M. R. Suhartanto
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.457 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15900

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemupukan N, P, dan K pada kandungan antosianin dan vigor benih pada dua varietas kedelai untuk mencari korelasi antara mereka. Penelitian ini dilaksanakan Kebun Percobaan Leuwikopo IPB dan Laboratorium Teknologi Benih AGH, IPB pada Februari sampai Juli 2011. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Split Plot. Faktor pertama adalah varietas kedelai (Anjasmoro dan Detam 1). Faktor kedua adalah pemupukan NPK (tanpa pupuk, NPK, NP, NK, dan PK). Pengamatan meliputi pengamatan vegetatif dan produksi benih, kandungan antosianin benih, viabilitas benih, vigor kekuatan tumbuh dan vigor daya simpan benih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  varietas berpengaruh pada kandungan antosianin benih. Varietas Detam 1 menunjukkan kandungan antosianin lebih tinggi dari varietas Anjasmoro. Aplikasi pupuk berpengaruh pada vigor daya simpan dari biji kedelai melalui pengusangan terkontrol. Aplikasi NPK dan pupuk NK memberikan nilai tertinggi untuk vigor daya simpan dari biji (83,33% dan 80,00%) lebih tinggi dari vigor daya simpan terendah yang dihasilkan oleh perlakuan tanpa pemupukan (61,33%). Elektrokonduktivitas tidak terpengaruh oleh pemberian pupuk dan varietas tetapi dipengaruhi oleh interaksi dari keduanya. Korelasi tidak ditemukan antara kandungan antosianin dan vigor benih.