cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengolahan Tandan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guiinensis Jacq) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Marihat, Sumatera Utara Benny Julyan; Abdul Qadir; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.973 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16482

Abstract

Kegiatan penelitian dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Marihat, Sumatera Utara mulai dari bulan Februari sampai Juli 2011. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman tentang produksi benih dan untuk penelitian viabilitas benih berdasarkan tempat benih dalam tandan buah kelapa sawit. Data primer diperoleh dengan dua hal, berpartisipasi dalam empat Divisi SUS-BHT (Satuan Usaha Strategis - Bahan Tanaman) seperti Breeding, Pohon Induk, Produksi Benih dan Quality Control. Yang kedua adalah program penelitian tentang kelayakan tetrazolium dan uji benih berkecambah berdasarkan tempat benih dalam tandan buah. Pengolahan tandan bibit kelapa sawit terdiri dari memotong, fermentasi, membelah buah, mengupas, mematahkan dormansi, dan mengecambahkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bagian terbaik untuk membuat benih yang baik adalah di bagian tengah tandan buah.
Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Angsana Estate, Kalimantan Selatan Brury Marco Silalahi; . Supijatno
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.001 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16483

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit Angsana Estate, Kalimantan Selatan dari bulan Februari sampai Juni 2011. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman pengelolaan produk limbah perkebunan kelapa sawit. Serta untuk menganalisa produk limbah kelapa sawit sebagai pupuk organik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaplikasian tandan buah kosong (BAPB) sebagai pupuk organik dapat meningkatkan jumlah hara pada daun kelapa sawit khususnya produktivitas Kalium dan minyak kelapa sawit. Aplikasi limbah pabrik kelapa sawit (POME) sebagai pupuk organik dapat meningkatkan jumlah tandan / hektar / tahun, dan meningkatkan kesuburan tanah, namun tidak meningkatkan jumlah hara pada daun kelapa sawit.
Pengendalian Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Bangun Koling Budi Yadhika Sarjono; Sofyan Zaman
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.694 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16484

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Bangun Koling Estate (BKLE) dari Maret sampai Juni 2014. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pemahaman, keterampilan, dan pengalaman tentang usaha perkebunan kelapa sawit secara umum dan pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit secara khusus. Data dan informasi dikumpulkan dengan metode langsung dan tidak langsung. Penulis mengamati dominansi gulma di pasar pikul BKLE dengan parameter pengamatan yang terdiri atas spesies, frekuensi, kerapatan, dan bobot basah biomassa. Pengamatan lain adalah gejala kerusakan penyemprotan kentosan di piringan 4 minggu setelah aplikasi. Data penilaian gulma dianalisis dengan menggunakan analisis Nisbah Jumlah Dominansi (NJD), sedangkan penyemprotan kentosan dianalisis secara deskriptif. Pasar pikul BKLE didominasi oleh Nephrolepis biserrata, Ageratum conyzoides, Cyperus rotundus, dan Digitaria adscendens. Penyemprotan kentosan menyebabkan banyak kentosan yang mengalami kematian namun masih ada yang tetap tumbuh
Pengelolaan Pemangkasan Jeruk Keprok (Citrus sp.) Di Kebun Blawan, Bondowoso, Jawa Timur Cucun Yuliana; Diny Dinarti; Winarso D Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.878 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16485

Abstract

Program penelitian dilakukan di Blawan Estate, Bondowoso, Jawa Timur selama tiga bulan mulai tanggal 13 Februari sampai 13 Mei 2012. Tujuan program penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial. Program penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode langsung dan tidak langsung, dengan mengikuti seluruh praktik di lapangan, observasi lapangan perkebunan, dan diskusi dengan staf (metode langsung). Informasi yang dikumpulkan termasuk data primer dan data sekunder. Kriteria pemangkasan, kondisi tanaman, prestasi kerja, waktu pemangkasan, dan pertumbuhan tunas meningkat sebagai data primer. Pemangkasan bisa menurunkan intensitas dan tingkat keparahan antraknosa. Namun, pengelolaan pemangkasan jeruk tidak dapat diimplementasikan sebagai SOP (Standart Operating Prosedure).
Manajemen Panen dan Pasca Panen Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) untuk Bahan Baku Industri Tapioka di Lampung Elizabet Sagala; . Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.464 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16486

Abstract

Produksi singkong sebagai bahan baku tapioka masih menghadapi banyak masalah. Ciri produksi rendah dan mudah busuk dari singkong merupakan dua masalah yang harus dipecahkan. Salah satu metode untuk mengatasi masalah ini adalah pengelolaan panen dan panen ubi kayu yang baik. Kegiatan ini mempelajari tentang pemanenan dan pasca panen ubi kayu untuk memasok bahan baku tapioka. Tujuan dari kegiatan ini adalah studi langsung tentang teknik, masalah, dan pemecahan panen dan pasca panen dari singkong. Data primer dan sekunder diambil selama kegiatan penelitian. Data primer diambil dengan observasi langsung dan wawancara di lapangan. Data sekunder diambil dari arsip perusahaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan panen dan pasca panen belum cukup baik, karena di sana ada kekurangan atau singkong, rendahnya keterampilan pemanen, dan singkong busuk di lapangan.
Pengaruh Reduksi Pupuk NPK serta Aplikasi Pupuk Organik dan Hayati terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Mutu Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Atikah Dyah Perwita; M. A. Chozin; . Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.824 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16577

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengurangan dan penerapan pupuk NPK dan pupuk bio-organik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas hasil padi. Penelitian dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada bulan Oktober 2010 sampai April 2011. Varietas padi yang digunakan adalah Ciherang. Rancangan percobaan yang digunakan Kelompok Lengkap terdiri dari 13 perlakuan. Perlakuan terdiri dari: P1 = jerami + ½ dosis NPK, P2 = jerami + ½ dosis NPK + Pupuk Granule Organik + Pupuk Organik Cair, P3 = jerami + ½ dosis pupuk NPK + Granule Pupuk Organik, P4 = jerami + ½ dosis NPK + Granule Pupuk Organik + Biofertilizer 1, P5 = jerami + ¾ dosis NPK + biofertilizer 2, P6 = jerami + ½ dosis NPK + kotoran, P7 = jerami + ½ dosis NPK + biofertilizer 1, P8 = jerami + ½ dosis NPK + biofertilizer 2, P9 = sedotan + 1 dosis NPK, P10 = 1 dosis NPK, P11 = jerami + ½ dosis NPK + biofertilizer 3, P12 = ½ dosis NPK + biofertilizer 3, P13 = tanpa pupuk. Pengamatan meliputi komponen pertumbuhan vegetatif, panen dan kualitas beras. Aplikasi kombinasi pupuk memiliki pengaruh yang nyata terhadap jumlah anak anjing, berat butir per bukit, dan tingkat butir kotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk organik dan pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan NPK tanpa mengurangi produksi. Hasil biji tidak berbeda nyata di antara semua perlakuan.
Aplikasi Biomulsa Arachis pintoi Krap. & Greg. terhadap Kualitas Tanah dan Produksi Sayuran pada Dua Musim Tanam Muhammad Isnan; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.622 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.16787

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Darmaga Bogor dari bulan Agustus hingga Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi biomulsa Arachis pintoi dalam peningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman oyong (Luffa acutangula) dan pakcoy (Brassica chinensis) serta dampaknya terhadap kualitas tanah. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yang dilakukan secara berurutan menggunakan bedeng yang sama. Musim tanam petama bedeng ditanam tanaman oyong, sedangkan musim tanam kedua dengan tanaman pakcoy tanpa pengolahan tanah namun dilakukan penggantian mulsa plastik hitam perak (MPHP) sesuai jarak tanam pakcoy. Perlakuan terdiri atas tanpa mulsa, mulsa plastik hitam perak, biomulsa Arachis pintoi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biomulsa Arachis pintoi setelah dua musim tanam menunjukan penurunan nilai C-organik paling kecil dibandingkan perlakuan lain. Perlakuan MPHP pada tanaman oyong meningkatkan pertumbuhan vegetatif yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah cabang dan bobot brangkasan dengan  respon yang sama dengan  perlakuan tanpa mulsa, sedangkan pada parameter bobot akar perlakuan MPHP memiliki nilai paling tinggi dari perlakuan lainnya. Perlakuan MPHP terhadap komponen produksi buah/tanaman dan jumlah buah/tanaman memiliki respon yang paling baik dibandingkan perlakuan lainnya. Secara umum perlakuan MPHP memiliki nilai terbaik dibandingkan dengan perlakuan tanpa mulsa dan biomulsa A. pintoi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot akar, dan bobot panen.
Penggunaaan Zeolit untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Pala (Myristica fragrans Houtt) Selama di Penyimpanan Maisaroh Tanjung; Eny Widajati; Faiza C. Suwarno
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.453 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.16788

Abstract

Benih pala termasuk kelompok benih rekalsitran yang membutuhkan kondisi lembab selama penyimpanan. Zeolit adalah endapan vulkanik yang dimanfaatkan sebagai bahan pelembab. Kondisi lingkungan periode penyimpanan merupakan faktor penting yang mempengaruhi viabilitas benih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi penyimpanan dengan penambahan zeolit dan periode simpan terhadap viabilitas benih pala. Percobaan disusun dalam Split Plot dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan tiga ulangan. Petak utama adalah kondisi simpan yaitu H0= kondisi kering (tanpa zeolit) dan H1= kondisi lembab (dengan zeolit). Anak petak adalah periode simpan (P) terdiri dari enam taraf : P0= tanpa penyimpanan (0 hari), P1  = penyimpanan 3 hari, P2  = penyimpanan 6 hari, P3  = penyimpanan 9 hari, P4  = penyimpanan 12 hari,  P5 = penyimpanan 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi simpan dengan zeolit lebih baik dibandingkan dengan kondisi simpan tanpa zeolit dalam mempertahankan viabilitas benih pala. Kondisi simpan dan periode simpan terbukti berpengaruh nyata terhadap parameter viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah, viabilitas total dengan tolok ukur potensi tumbuh maksimum, serta vigor benih dengan tolok ukur kecepatan tumbuh dan indeks vigor. Penyimpanan dengan zeolit meningkatkan kadar air benih dari 34.61% menjadi 39.69%, sedangkan penyimpanan tanpa zeolit mempertahankan kadar air benih dari 27.83% menjadi 22.86%. Kondisi kadar air yang tinggi dapat mempertahankan viabilitas tetap tinggi yang ditunjukkan pada viabilitas benih tetap tinggi hingga periode simpan hari-15.
Pengelolaan Pemangkasan Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Ade Wachjar; . Supriadi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.177 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.16790

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kendal, Jawa Tengah dari bulan Februari sampai Juni 2011. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengikuti semua kegiatan di kebun baik aspek teknis maupun aspek manajerial diantaranya menjadi seorang Karyawan Harian Lepas (KHL) selama satu bulan, pendamping mandor selama satu bulan, dan bekerja sebagai pendamping bagian kepala kebun selama dua bulan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengembangkan pengetahuan, pengalaman kerja, dan pembelajaran terhadap aspek manajemen pemangkasan teh menurut aspek teknis dan manajerial. Pemangkasan merupakan kegiatan pemeliharaan untuk meremajakan tanaman teh untuk meningkatkan produksi pucuk. Kegiatan pemangkasan tanaman teh di Kendal, Jawa Tengah sudah cukup baik. Jenis pemangkasan yang dilaksanakan adalah pemangkasan produki setengah bersih,. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemangkasan dilaksanakan dengan tinggi bidang petik 107 cm, diameter bidang petik 112 cm, tinggi pangkasan 61 cm dan diameter pangkas 60 cm, persentase pucuk burung telah mencapai 89 %. Meskipun ketentuan-ketentuan kebun mengenai pemangkasan tidak selalu dapat diterapkan secara menyeluruh dilapangan, tetapi pihak manajemen selalu mengusahakan agar pelaksanaan dilapangan mendekati standar operasional prosedur (SOP).
Proliferasi In Vitro Plb Anggrek Dendrobium lasianthera Hasil Induksi Mutasi Genetik dengan Kolkisin Melalui Penambahan Benzyl Adenine Gilar Bawonoadi; Ni Made Armini Wiendi; . Krisantini
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.327 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16791

Abstract

Dendrobium lasianthera merupakan spesies anggrek yang endemik di Papua. Proliferasi atau perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan salah satu alternatif dalam memperbanyak spesies tanaman dengan jumlah individu yang terbatas. Keragaman karakteristik pada tanaman hias, baik yang bersifat alami atau hasil dari induksi mutasi, dianggap penting dalam menentukan nilai ekonomisnya. Pengembangan protokol produksi membutuhkan penelitian terkait media yang sesuai untuk memperbanyak tanaman. Penelitian dilakukan dengan mengkulturkan eksplan anggrek Dendrobium lasianthera berupa plb (protocorm-like body) dari anggrek D. lasianthera yang telah diinduksi mutasi melalui perendaman dalam larutan mutagen kolkisin pada penelitian sebelumnya. Pengamatan dilakukan terhadap kemampuan pertumbuhan 960 eksplan dari 16 kombinasi perlakuan (termasuk kontrol) perendaman kolkisin ditumbuhkan pada media MS0 yang ditambahkan sitokinin BA (6-Benzyladenine) sebanyak 1 mgL-1 dan 2 mgL-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan dengan kombinasi perlakuan perendaman yang berbeda memiliki kemampuan pertumbuhan yang berbeda secara nyata, dilihat dari jumlah daun, akar, plb dan tunas baru yang terbentuk selama periode pengamatan.Perbedaan dalam konsentrasi BA dalam media tidak menunjukkan respon yang berbeda nyata dalam jumlah daun dan akar baru yang terbentuk, namun nyata meningkatkan jumlah tunas baru yang terbentuk dan mempercepat pembentukan tunas. Eksplan yang ditumbuhkan pada media BA 1 mgL-1 memiliki rata-rata waktu awal pembentukan tunas yang lebih singkat dibandingkan dengan media BA 2 mgL-1. Beberapa planlet hasil induksi mutasi menunjukkan perbedaan fenotipe dari planlet kontrol berupa bentuk daun yang berbeda.