cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Pengelolaan Panen dan Pascapanen Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Kalisat Jampit, Bondowoso, Jawa Timur Yunna Ega Ash Yokawati; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.646 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30471

Abstract

Tujuan penelitan ini yaitu menganalisis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalamkegiatan panen dan pascapanen kopi Arabika serta mencari solusinya. Kegiatan panen dilaksanakan diKebun Kalisat Jampit, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur selama 4 bulan mulai Februari hingga Juni 2018.Persiapan panen di Kebun Kalisat Jampit terdiri atas kegiatan taksasi buah kopi dan persiapan sarana panen.Kegiatan taksasi buah kopi dilakukan tiga kali, yaitu oleh afdeling, kebun, dan tim kantor direksi. Saranapanen terdiri atas persiapan areal panen, persiapan alat dan bahan, dan persiapan tenaga kerja. Areal kebun dimasing-masing afdeling dibagi menjadi 12 blok petik (panen). Setiap rotasi panen di Kebun Kalisat Jampitselang 8-12 hari. Luas panen ditentukan oleh kondisi areal panen dan kondisi tanaman. Jumlah tenaga kerjayang dibutuhkan pada kegiatan pemanenan dihitung berdasarkan jumlah buah kopi yang akan dipanen dibagirata-rata kemampuan pemetik memanen dan jumlah hari panen. Kegiatan pemanenan di Kebun KalisatJampit terdiri atas pemetikan buah kopi matang, sortasi buah, dan penimbangan buah. Hasil pengamatanmenunjukkan bahwa kehilangan hasil panen sebagian besar disebabkan buah yang jatuh di piringan,jumlahnya mencapai 73% dari jumlah kehilangan hasil. Prestasi pemetik berdasarkan usia menunjukkanbahwa prestasi pemetik berusia 41-60 tahun rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan usia 20-40 tahun.Sementara itu, prestasi tenaga pemetik berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa tenaga pemetikperempuan prestasinya sama dengan tenaga pemetik laki-laki. Kegiatan pengolahan kopi dibagi menjadi duacara, pengolahan kopi secara basah (wet process/WP) dan pengolahan kopi secara kering (dry process/DP).
Tata Kelola Panen dan Pengangkutan Menentukan Hasil Tandan Kelapa Sawit di Kebun Adolina, Sumatera Utara Imam Fauzi Fauzi Tanjung; Edi Santosa
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.061 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30472

Abstract

Pemanenan perlu dilakukan dengan baik untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengankadar asam lemak bebas yang rendah. Pengamatan terhadap manajemen panen dilaksanakan di KebunAdolina, Sumatera Utara pada tanggal 5 Februari 2018 sampai 30 Juni 2018terdiri organisasi panen,perencanaan panen, pelaksanaan panen, pengawasan dan evaluasi panen. Secara khusus efisensipengangkutan diamati dengan membandingkan teknis dan waktu muat buah pada hanca. Hasil pengamatanterkait manajemen panen seperti rotasi panen, estimasi dan realisasi dari angka kerapatan panen, jumlahtenaga kerja, kriteria matang panen mengalami deviasi dari standar prosedur operasional (SPO) perusahaan.Hal ini dilakukan untuk mencapai target produksi bulanan saat kerapatan buah menurun akibat pencurian. Dikebun tidak ditemukan adanya losses berupa buah matang tidak dipanen setelah ada perubahan sistem hanca.Selain itu terdapat perbedaan tingkat kepatuhan pemanen pada tanaman yang menggunakan sistem tanamstandar dan big hole. Hasil pengamatan terkait efisiensi pengangkutan menunjukkan adanya perbedaan teknisdan waktu yang nyata antara cara pengangkutan menggunakan jembatan atau tidak.
Pengaruh Metode Pemupukan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas IPB 9G Rika Riyani; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.135 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30473

Abstract

Padi gogo merupakan budi daya padi di lahan kering. Padi gogo memiliki produktivitas yang masihrendah. Perlakuan metode pemupukan kalium dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan danproduktivitas padi gogo varietas IPB 9G. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari November2017 hingga April 2018 di Kebun Percobaan IPB Sawah Baru Lahan Kering. Rancangan perlakuan yangdigunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu metodepemupukan kalium yang terdiri dari 4 taraf yaitu P1 (KCl 100 kg ha-1), P2 (KCl 50 kg ha-1 + KCl 50 kg ha-1),P3 (KCl 50 kg ha-1 + 3 x KNO3 22 kg ha-1), dan P4 (KCl 50 kg ha-1 + 2 x K-Builder 600 ml ha-1) dengan 3kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemupukan kalium berpengaruh nyata terhadappeubah pertumbuhan yaitu tinggi tanaman pada 4 MST, jumlah anakan pada 11 dan 12 MST, skor BaganWarna Daun (BWD) pada 5 MST, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah anakan tidakproduktif, dan tinggi tanaman panen serta berpengaruh nyata pada komponen hasil panen yaitu panjangmalai, bobot gabah ubinan, produktivitas GKP, dan produktivitas GKG. Pemupukan kalium taraf P1, P3, danP4 mampu meningkatkan bobot gabah ubinan, produktivitas GKP, dan produktivitas GKG.
Penambahan Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Pupuk Hayati terhadap Produktivitas dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max.L.) . Rifka; Memen Surahman; Suryo Wiyono
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.504 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30474

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas dan mutubenih tanaman kedelai (Glycine max L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, InstitutPertanian Bogor, Dramaga, Bogor pada bulan Desember 2017-April 2018. Jenis tanah Kebun PercobaanLeuwikopo yaitu latosol. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial satu faktor dalam rancanganlingkungan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan. Faktor yang diamati adalah jenis pupuk yangterdiri atas enam taraf yaitu perlakuan P0 (tanpa pupuk anorganik dan pupuk organik), P1 (Pupukanorganik), P2 (Abu sekam bakar), P3 (Bio organik), P4 (Pupuk organik cair) dan P5 (Plant growthPromoting Rhizobacteria (PGPR)). Pengujian mutu benih hasil produksi dilaksanakan di LaboratoriumPengujian dan Penyimpanan Benih pada bulan April 2018. Pengujian tersebut terdiri atas pengujian dayaberkecambah, indeks vigor benih, potensi tumbuh maksimum, berat kering kecambah normal dan bobot 100butir benih. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organik tidak berpengaruh terhadapkomponen pertumbuhan vegetatif seperti tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan jumlah daunterkecuali daya tumbuh dan jumlah bintil akar. Perlakuan pupuk memberikan pengaruh nyata terhadapproduksi kedelai dan bobot 100 butir benih tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah polong pertanaman, jumlah polong isi, bobot polong isi, bobot biji tanpa polong, jumlah butir per tanaman, jumlahcabang produktif, dan bobot akar. Perlakuan pupuk tidak memberikan pengaruh nyata pada komponenpengujian mutu benih yakni variabel daya berkecambah, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum dan bobotkering kecambah normal. Penambahan pupuk organik yang menghasilkan produksi terbaik yaitu perlakuanPGPR dengan dosis 10 g kg-1 benih. Semua perlakuan pupuk organik tidak berpengaruh terhadap mutufisiologis benih.
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Kalisat Jampit, PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), Bondowoso, Jawa Timur Nur Khayati; Ade Wachjar; . Sudarsono
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30531

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapidalam kegiatan pemangkasan kopi. Selain itu, melatih keterampilan kerja dan menambah pengetahuan terkaitbudidaya kopi. Kegiatan penelitian telah dilaksanakan di Kebun Kalisat Jampit, PT Perkebunan NusantaraXII (Persero), Bondowoso, Jawa Timur pada bulan Januari sampai bulan Mei 2019. Kopi merupakan salahsatu komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satuteknik budidaya tanaman kopi yang penting adalah pemangkasan. Pengamatan dilakukan pada aspekpemangkasan yang meliputi tinggi tanaman, komposisi cabang, dan pertumbuhan tunas. Sampel tanamandiambil dari 5 blok kebun dan terdiri atas 3 tanaman per blok. Data sekunder diperoleh dari laporanmanajemen perusahaan. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif, rata-rata, dan persentase.Pemangkasan tanaman kopi yang dilakukan di Kebun Kalisat Jampit termasuk pemangkasanpemeliharaan/produksi. Komposisi cabang produktif yang merata (±33%) akan berpengaruh terhadap hasiltaksasi produksi. Jumlah cabang yang dipangkas merupakan cabang yang sudah tua, terserang penyakit, danproduksinya sudah menurun. Cabang yang sudah dipangkas akan menumbuhkan tunas-tunas produktif yangbaru. Pelaksanaan pemangkasan di Afdeling Kampung Baru sudah sesuai dengan standar kebun dilihat daritinggi tanaman kopi yang tidak lebih dari 160 cm.
Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Perkebunan Teh Negara Kanaan, Bandung Flowrentyka Ferona Haloho; Megayani Sri Rahayu; Ni Made Armini Wiendi
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46419

Abstract

Produktivitas dan mutu teh dapat ditingkatkan melalui pengelolaan pemangkasan yang baik. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kebun Teh Negara Kanaan, Bandung, Jawa Barat pada bulan Januari sampai April 2021. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengelolaan pemangkasan tanaman teh. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produktivitas tanaman teh meningkat dari tahun pangkas pertama hingga tahun pangkas keempat, dan menurun pada tahun pangkas kelima. Gilir pangkas yang ditetapkan adalah 4-5 tahun. Kebun Negara Kanaan melaksanakan pemangkasan pada bulan Januari sampai Juni (semester I) dan bulan Oktober sampai Desember (semester II) dengan jenis pangkasan kepris sebagai pangkasan produksi yang paling sering digunakan. Rata-rata tinggi bidang petik tanaman teh sebelum dipangkas adalah 118.90 cm dengan rata-rata lebar bidang petik sebesar 105.99 cm. Rata-rata persentase pucuk burung tanaman teh sebelum dipangkas sebesar 89.22%. Tinggi tanaman setelah dipangkas, yaitu 63.08 cm. Tinggi tersebut tidak berbeda nyata dengan standar tinggi pangkasan kebun, yaitu 65 cm. Pertumbuhan tunas setelah pemangkasan menunjukkan bahwa tunas pada cabang dengan diameter yang lebih kecil tumbuh lebih cepat, namun cabang dengan diameter yang lebih besar memiliki jumlah tunas yang lebih banyak. Kata kunci: gilir pangkas, pemangkasan teh, pertumbuhan tunas, produktivitas, pucuk burung
Kajian Teknik Pemotongan Umbi dan Penggunaan Giberelin untuk Produksi Bibit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dari Tunas Umbi Nurhalim; Megayani Sri Rahayu; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46445

Abstract

Stek pucuk dari hasil budidaya ubi jalar yang telah dipanen memiliki kualitas yang kurang baik apabila digunakan kembali sebagai sumber bibit. Akumulasi virus yang terjadi bisa mengakibatkan penurunan produktivias. Maka stek perlu diganti dengan sumber bibit baru dari tunas umbi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi bibit ubi jalar dari hasil penunasan umbi melalui penggunaan giberelin dan metode pemotongan umbi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial yang dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tunas umbi tumbuh dari setiap pemotongan umbi (pangkal, tengah, dan ujung). Bagian pangkal umbi memiliki persentase daya tumbuh lebih tinggi dibandingkan bagian tengah dan ujung. Interaksi perlakuan konsentrasi giberelin 5 ppm dan pemotongan umbi pada bagian ujung berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas umbi. Konsentrasi giberelin 5 ppm menghasilkan rata-rata jumlah bibit yang lebih banyak dibandingkan konsentrasi 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm, namun tidak berbeda nyata hasilnya dengan kontrol. Pemotongan umbi menjadi dua atau tiga bagian lebih efektif dalam memproduksi bibit ubi jalar melalui tunas umbi dibandingkan umbi yang tidak dipotong. Kata kunci: giberelin, stek, tunas, ubi jalar
Respon Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) pada Sistem Irigasi Tetes Terhadap Aplikasi Nanosilika lewat Daun Jian Ayu Pratiwi; Anas Dinurrohman Susila; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46447

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas sayuran terpenting di Indonesia. Masalah terpenting dalam produksi cabai rawit adalah rendahnya produktivitas. Aplikasi nanosilika diharapkan dapat meningkatkan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi nanosilika lewat daun terhadap pertumbuhan dan hasil panen cabai rawit pada budi daya menggunakan mulsa polyethylene dan irigasi tetes. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Institut Pertanian Bogor, dengan jenis tanah latosol dan koodinat 6°33'50.2"S 106°43'31.0"E. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu konsentrasi nanosilika yang diberikan dalam 5 taraf perlakuan yaitu 0, 1.5, 3, 4.5 and 6 ml L-1 dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah karakter vegetatif, respon perkembangan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi nanosilika pada cabai rawit Harita pada sistem budi daya menggunakan mulsa polyethylene dan irigasi tetes tidak meningkatkan variabel vegetatif tanaman dan hasil tanaman. Kata kunci: buah layak jual, mulsa polyethylene, split fertigasi
Pengembangan Uji Cepat Viabilitas Benih Kedelai (Glycine max (L.)) dengan Urine Sugar Analysis Paper (USAP) Annisa Nursoleha; Muhammad Rahmad Suhartanto; Eny Widajati
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46449

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.)) merupakan salah satu komoditas utama selain beras dan jagung di Indonesia yang sebagian besar dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk olahan pangan. Kesenjangan kebutuhan dan ketersediaan kedelai terus meningkat sehingga diperlukan usaha untuk menunjang produksi kedelai, salah satunya benih kedelai harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup serta dengan mutu yang memadai. Permasalahan yang dihadapi dalam penyediaan benih kedelai bermutu adalah daya simpan benih kedelai yang pendek sehingga benih mengalami penurunan vigor dan viabilitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode uji vigor benih menggunakan urine sugar analysis paper (USAP) pada berbagai tingkat vigor benih kedelai yang diperoleh dari metode pengusangan cepat (AAM). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bahan yang digunakan untuk penelitian adalah benih kedelai varietas Anjasmoro dan Gepak kuning. Percobaan disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat ulangan yang terdiri dari dua percobaan. Percobaan pertama adalah lama pengusangan dengan metode pengusangan cepat (AAM) bersuhu 40 0C dan RH 95%. Percobaan kedua adalah mengembangkan metode urine sugar analysis paper terhadap lot benih yang diperoleh dari pengusangan cepat dengan menentukan lama perendaman benih yang efisien dengan taraf 1, 3, dan 5 jam. Percobaan dilakukan terhadap dua varietas secara terpisah yaitu varietas Anjasmoro dan Gepak kuning. Hasil penelitian menunjukkan pengusangan cepat dapat menurunkan vigor dan viabilitas benih kedelai. Pada varietas Anjasmoro, lama perendaman 5 jam merupakan metode efektif untuk pengujian kebocoran glukosa dan protein berdasarkan tolok ukur daya kerkecambah, kecepatan tumbuh, dan nilai daya hantar listrik. Pada varietas Gepak kuning, lama perendaman 1 jam merupakan metode efektif untuk pengujian kebocoran glukosa dan protein berdasarkan tolok ukur daya berkecambah dan nilai daya hantar listrik. Kata kunci: glukosa, korelasi, pengusangan cepat, pH, protein, vigor
Pengaruh Penundaan Waktu Pemupukan terhadap Produksi dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas IPB 3S Tisngatul Aliyah; Muhammad Rahmad Suhartanto; Memen Surahman; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46450

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu pemupukan yang efektif untuk meningkatkan produksi dan mutu benih padi (Oryza sativa L.) varietas IPB 3S. Penelitian dilaksanakan di Desa Purwasari, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Agustus 2018 hingga Maret 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor, yaitu waktu pemupukan yang terdiri atas empat taraf dengan tiga kali ulangan. Taraf pertama (P1) atau kontrol adalah waktu pemupukan pada saat 7 HST, 21 HST dan 35 HST. Taraf kedua (P2) terdiri atas waktu pemupukan 7 HST, 28 HST, dan 35 HST. Taraf ketiga (P3) terdiri atas waktu pemupukan 7 HST, 21 HST, dan 42 HST. Taraf keempat (P4) terdiri atas waktu pemupukan pada 7 HST, 28 HST, dan 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK, urea, dan silika sesuai dengan dosis IPB Prima (NPK 350 kg ha−1, urea 150 kg ha−1, dan silika 1 L ha−1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan waktu pemupukan berpengaruh nyata terhadap panjang malai, jumlah bulir hampa per malai, bobot 1,000 butir, indeks vigor, dan berat kering kecambah normal. Penundaan waktu pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi (per rumpun) benih padi varietas IPB 3S, waktu pemupukan P4 atau penundaan waktu pemupukan kedua dan ketiga memberikan hasil bobot 1,000 butir terendah, waktu pemupukan P2 atau penundaan waktu pemupukan kedua mampu menghasilkan persentase indeks vigor tertinggi, waktu pemupukan P3 dan P4 menghasilkan bobot kering kecambah normal yang tinggi. Kata kunci: indeks vigor, nitrogen, NPK, pupuk, silika