cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Agrohorti
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Dominansi dan Potensi Resistensi Gulma Eleusine indica terhadap Herbisida Glifosat di Kebun Pendidikan Kelapa Sawit Jonggol, Jawa Barat Kukuh Nugraha; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46451

Abstract

Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida berbahan aktif sama secara berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi gulma terhadap herbisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap dominansi gulma dan potensi resistensi gulma terhadap herbisida glifosat di Kebun Percobaan Kelapa Sawit Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai September 2020. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu identifikasi gulma dominan dan pengujian bioassay potensi resistensi gulma dominan. Identifikasi gulma dominan dilakukan dengan metode kuadrat yaitu dengan cara memotong gulma setinggi permukaan tanah pada tiga blok yaitu blok 1, blok 2, dan blok 3 dan setiap blok diambil sebanyak 20 titik contoh dengan menggunakan kuadran berukuran 100 cm x 100 cm. Pengujian potensi resistensi gulma dilakukan dengan metode bioassay dengan penyemprotan herbisida glifosat dengan dosis 0, 1/16X, 1/8X, 1/4X, 1/2X, X, 2X, 4X (x = dosis rekomendasi herbisida glifosat). Nisbah resistensi dihitung dari nilai perbandingan Lethal Dose50 gulma yang diduga resisten dengan gulma sensitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma dominan dipengaruhi oleh linghkungan tumbuh. Gulma dominan pada lahan curam dan intensitas cahaya rendah yaitu Ottochloa nodosa dan pada lahan landai hingga datar dan intensitas cahaya sedang hingga tinggi yaitu Eleusine indica. Berdasarkan bioassay diperoleh informasi bahwa gulma spesies E. indica pada blok 5 menunjukkan adanya indikasi resistensi rendah yang ditunjukkan dengan Lethal Dose50 sebesar 5.35. Kata kunci: bioassay, dosis, kimiawi, pengendalian, vegetasi
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Teki (Cyperus rotundus) untuk Mengendalikan Beberapa Jenis Gulma pada Pertanaman Padi Sawah Muhammad Ridwan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46452

Abstract

Produksi padi di lapangan pada umumnya masih berada di bawah potensi produksinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah persaingan antara tanaman padi dan gulma. Inovasi yang dapat diterapkan dalam pengendalian gulma adalah aplikasi bioherbisida. Bioherbisida yang digunakan adalah bioherbisida dari senyawa alelopati yang dihasilkan tumbuhan. Senyawa alelopati dapat menekan bahkan mematikan tumbuhan lain di sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku bioherbisida adalah gulma teki (Cyperus rotundus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioherbisida berbahan baku teki (Cyperus rotundus L.) di lahan pertanaman padi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol tanpa penyiangan (P0), kontrol penyiangan manual (P1), bioherbisida granul 22.5 kg tepung ha-1 (P2), bioherbisida granul 45 kg tepung ha-1 (P3), bioherbisida granul 67.5 kg tepung ha-1 (P4), bioherbisida larutan 45 kg tepung ha-1 (P5), herbisida pratumbuh Oksifluorfen 2.0 L ha-1 (P6). Hasil percobaan menunjukan bahwa aplikasi bioherbisida teki formulasi granul dosis 45 kg ha-1, dosis 67.5 kg ha-1, dan formulasi larutan dosis 45 kg ha-1 dapat menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalvis, Pistia stratiotes, dan Paspalum distichum dibandingkan dengan kontrol penyiangan manual di lahan pertanaman padi. Aplikasi bioherbisida teki dapat meningkatkan hasil panen dan tidak menimbulkan toksisitas terhadap tanaman padi. Kata kunci: alelopati, bioherbisida, toksisitas
Ketepatan Taksasi dan Realisasi Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Aek Nabara, Sumatera Utara Nurjannah Rambe; Shandra Amarillis; Ahmad Junaedi
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46453

Abstract

Taksasi produksi sebelum panen kelapa sawit diperlukan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja dan fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan panen. Penelitian dilaksanakan di Kebun Aek Nabara, Sumatera Utara yang dimulai dari bulan Januari sampai Mei 2021. Kegiatan bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan taksasi terhadap hasil nyata produksi tandan buah segar. Taksasi produksi dipengruhi oleh populasi tanaman per ha, angka kerapatan panen, dan bobot janjang rata-rata. Hasil taksasi produksi menunjukkan nilai sebesar 27.085 kg dan realisasi produksi sebesar 27.577 kg dengan persentasi ketepatan sebesar 95%. Nilai taksasi yang akurat dipengaruhi oleh ketepatan dalam pengamatan kerapatan panen. Kehilangan hasil dalam kegiatan pemanenan masih dialami oleh perusahaan, yaitu sebesar 1.57 – 5.23 bondolan per pohon dan masih berada di bawah standar ketentuan perusahaan. Kata kunci: estimasi produksi, kehilangan hasil, kerapatan panen
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Utara Petapahan, Kampar, Riau Nur Said Soheh; Supijatno; Eko Sulistyono
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46454

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan penting sebagai sumber pemasukan devisa Negara Indonesia. Keberhasilan panen akan menunjang peningkatan produktivitas tanaman sehingga kegiatan pemanenan kelapa sawit merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Kebun Utara Petapahan, Kampar, Riau pada tanggal 18 Januari hingga 17 Mei 2021. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pemanenan kelapa sawit. Aspek yang diamati meliputi perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Kegiatan pemanenan di Kebun Utara Petapahan sudah berjalan cukup baik, terlihat dari hasil produksi harian yang sesuai dengan taksasi produksi dengan nilai varian rata-rata dibawah 5% dan muatan panen pada alat truk yang sudah sesuai kapasitas. Walaupun demikian beberapa hal masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan seperti rotasi panen yang masih panjang, pengadaan alat pelindung diri (APD) kaca mata dan kepatuhan dalam penggunaan helm yang masih dibawah angka 100%, mutu buah busuk yang sudah diatas standar sebesar 1.69% dari batas toleransi 1% , kapasitas pemanen rata-rata masih belum mencapai basis panen, kehilangan hasil berupa berondolan yang tidak terkutip dan buah matang tidak di panen masih ditemukan pada saat pemeriksaan hanca. Kata kunci: kapasitas pemanen, ketepatan panen, perencanaan panen
Budidaya, Panen, dan Pascapanen Philodendron giganteum, Philodendron selloum, dan Philodendron xanadu di Jawa Barat Assyifa Fauzia; Dr. Dewi Sukma; Krisantini
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46455

Abstract

Kegiatan dilaksanakan dari 18 Januari hingga 17 Mei 2021. Penelitian bertujuan mengevaluasi teknik budidaya, panen, dan pascapanen daun potong Philodendron giganteum, Philodendron selloum, dan Philodendon xanadu. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan tidak langsung. Pertumbuhan Philodendron mengalami kenaikan setiap minggunya dilihat dari kenaikan rata-rata tinggi tanaman tiap minggu sebesar sebesar 1.4 cm pada Philodendron selloum serta 1,8 cm pada Philodendron giganteum dan Philodendron xanadu. Jumlah daun pada ketiga jenis Philodendron yang diamati bertambah satu helai setiap minggunya. Pemanenan daun potong dilakukan menggunakan sistem manual dan penanganan pascapanen daun potong menggunakan metode penyimpanan basah. Kata kunci: Daun potong, Philodendron, produksi, tanaman hias
Pengaruh Bobot 1,000 Butir terhadap Field Emergence, Pertumbuhan dan Produksi pada Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Alma Wahyuningrum; Ahmad Zamzami; Herdhata Agusta
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v8i3.46485

Abstract

Benih bermutu berperan penting dalam keberhasilan budidaya tanaman. Mutu benih yang tercantum pada kemasan benih bersertifikat hanya kadar air benih, daya berkecambah dan kemurnian benih. Nyatanya, masih banyak peubah mutu lain yang belum tercantum salah satunya bobot 1,000 butir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Kebun Percobaan Sawah Baru, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilaksanakan Desember 2020 sampai Juni 2021. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot 1,000 butir benih terhadap viabilitas dan vigor benih, field emergence, pertumbuhan dan hasil produksi padi. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) tiga perlakuan, yaitu benih berbobot 1,000 butir tinggi, sedang, dan rendah. Percobaan dilakukan pada tiga varietas, yaitu Ciherang, Inpari 32, dan Inpari 42. Bobot 1,000 butir benih berpengaruh nyata pada daya hantar listrik benih, tinggi bibit, jumlah daun bibit, bobot kering bibit dan pertumbuhan tanaman padi. Perbedaan bobot 1,000 butir benih tidak berpengaruh nyata terhadap peubah IV, DB, Kct, Kst, PTM, BKKN, komponen hasil dan produksi pada ketiga varietas yang diuji. Benih dengan bobot tinggi memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi bibit yang kuat dan dapat mempercepat masa persemaian dari ketiga varietas yang diuji. Benih berbobot tinggi dan sedang memiliki pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dibandingkan benih berbobot rendah. Kata kunci: bibit, persemaian, produktivitas
Evaluasi Metode Pemetikan Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) untuk Memproduksi Teh Hijau di Perkebunan Teh Negara Kanaan, Bandung Muhammad Raihan Ferdiansyah; Ahmad Zamzami; Purwono
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46486

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pemetikan teh dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pucuk teh. Hasil pengamatan tinggi bidang petik, lebar bidang petik, dan potensi pucuk menunjukkan semakin tinggi umur pangkas, tanaman akan semakin tinggi, bidang petik akan semakin lebar, dan persentase peko menurun. Analisis petik pada pemetikan secara semi-mekanis lebih baik dibandingkan mekanis untuk memperoleh jenis petikan medium. Analisis pucuk yang memenuhi syarat (PMS) pada pemetikan secara semimekanis lebih tinggi dibandingkan pemetikan secara mekanis. Gilir dan hanca petik pada areal semi-mekanis lebih cepat dibandingkan dengan areal pemetikan mekanis. Kapasitas pemetik pada pemetikan semi-mekanis lebih sedikit dibandingkan mekanis dan tidak dipengaruhi oleh umur, lama pengalaman kerja, dan gender pemetik. Kekurangan tenaga petik pada areal semi-mekanis lebih sedikit dibandingkan areal mekanis dengan total kekurangan 24 orang. Pertumbuhan pucuk pada areal semi-mekanis lebih cepat dibandingkan areal mekanis. Kata kunci: alat petik, gilir petik, kualitas pucuk, pertumbuhan pucuk, tenaga pemetik
Aplikasi Benzylamino Purine (BAP) untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas Empat Varietas Padi Sawah Khalim Rizkiana Bahri; Sugiyanta; Ni Made Armini Wiendi
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46488

Abstract

Laju pertambahan produktivitas padi nasional cenderung mengalami penurunan pada beberapa tahun terakhir. Produktivitas padi nasional pada tahun 2015-2020 rata-rata mengalami penurunan sebesar 0.87%. Potensi zat pengatur tumbuh diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mengatasi pelandaian produksi padi. Benzylamino purine (BAP) merupakan kelompok sitokinin sintesis turunan dari adenin yang berfungsi mendorong pertumbuhan tanaman dan beberapa respon perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon empat varietas tanaman padi sawah terhadap aplikasi beberapa konsentrasi BAP. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB University pada bulan Februari hingga Juni 2020. Pengamatan beberapa peubah dilakukan di Laboratorium Pasca Panen dan Laboratorium Technopark hingga bulan Agustus 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah split plot dua faktor yaitu varietas sebagai petak utama dan konsentrasi BAP sebagai anak petak. Perlakuan varietas terdiri dari IPB 3S, Inpari 42, Hipa 18, dan Akitakomachi. Perlakuan konsentrasi BAP terdiri dari empat taraf konsentrasi 0; 15; 30; dan 45 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat varietas padi yang diteliti memiliki karakteristik berbeda pada beberapa peubah yang diamati meliputi, nilai bagan warna daun saat 10 MST, panjang daun bendera, jumlah anakan produktif, bobot 1,000 butir, persentase kehampaan, dan hasil gabah kering. Aplikasi BAP dapat meningkatkan nilai bagan warna daun saat 10 minggu setelah tanam, panjang daun bendera, dan bobot 1,000 butir. Kata kunci: akitakomachi, bobot 1,000 butir, Hipa 18, Inpari 42, IPB 3S, sitokinin
Daya Hasil 18 Galur Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Hasil Seleksi IPB Indriani Nurul Fitri; Yudiwanti Wahyu Endro Kusumo; Trikoesoemaningtyas
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46490

Abstract

Perakitan varietas unggul diperlukan sebagai upaya meningkatkan produksi nasional kacang tanah. Tahapan penting dalam perakitan varietas baru adalah pengujian daya hasil galur terseleksi. Penelitian ini bertujuan menguji daya hasil 18 galur kacang tanah (Arachis hypogaea L.) hasil seleksi segregan transgresif untuk memperoleh galur-galur yang memiliki potensi produksi tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor pada bulan Februari hingga Mei 2020. Rancangan lingkungan yang digunakan berupa Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal terdiri atas 18 galur uji dan 3 varietas pembanding. Hasil uji F menunjukan bahwa respon semua karakter berbeda nyata terhadap perlakuan kecuali pada karakter bobot polong per m2. Hasil uji lanjut menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antar galur untuk semua karakter agronomi yang diamati kecuali karakter hasil bobot 100 biji. Analisis korelasi menunjukan nilai koefisien korelasi positif yang tinggi antara karakter daya hasil bobot biji per tanaman dengan jumlah polong total, jumlah polong isi, bobot polong total, dan bobot polong isi. Karakter-karakter tersebut dapat dipertimbangkan untuk dijadikan karakter seleksi dalam perakitan varietas unggul. Berdasarkan karakter daya hasil bobot biji didapatkan galur-galur terpilih yang memiliki daya hasil paling tinggi yaitu G21, G41, G53, G76, G84, G99, G100, G144, G199, dan G209. Kata kunci: heritabilitas, karakter agronomi, koefisien korelasi, KKG, ragam genetik
Penanganan Panen dan Pascapanen Teh Hitam CTC (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Rancabali, Bandung, Jawa Barat Damara Wisnu Aridewa Maska; Hariyadi; Suwarto
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46492

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Rancabali, Bandung pada bulan Januari hingga Mei 2021. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi panen dan pascapanen teh hitam CTC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isian dan penumpukan waring berpengaruh nyata terhadap penambahan kerusakan pucuk teh. Kapasitas pemetik mesin, gunting, dan delay life mencapai 149.4 kg HOK-1, 61 kg HOK-1, dan 71.72 kg HOK-1 serta tidak dipengaruhi oleh usia, lama pengalaman kerja, dan jenis kelamin. Tenaga petik gunting, mesin, dan delay life sebanyak 136, 128, dan 30 orang. Rata-rata analisis pucuk memenuhi syarat olah pada pemetikan mesin dan pemetikan gunting yaitu 51.2 % dan 47.9 %. Cara pemetikan berpengaruh nyata terhadap persentase memenuhi syarat pucuk. Selisih timbangan kebun dan pabrik yaitu 0.63 %. Rata-rata nilai rendemen teh yaitu 23.46%. Kata kunci: kerusakan pucuk, kualitas pucuk, sarana panen, pengangkutan pucuk, pengolahan