Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Mycotoxin Binders Effect on Ovaries of Pregnant Mice Exposed to Zearalenone Ragil Angga Prastiya; Abdul Samik; Amung Logam Saputro
Jurnal Sain Veteriner Vol 37, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6819.563 KB) | DOI: 10.22146/jsv.48522

Abstract

Mycotoxin, a secondary metabolite produced by mushroom, has proven to cause various cytotoxic effects to animals. Zearalenone is one type of mycotoxin which is produced by Fusarium graminearum mushroom and has a cytotoxic effect to the reproduction system and cattle productivity by inducing apoptosis in the animal's ovaries, uterus, and placenta. This research tested the potentials of mycotoxin binders in eliminating the effect of zearalenone which can be seen from the expression of caspase 3, the content of malondialdehyde (MDA), and the quantity of corpus luteum in the ovaries of pregnant mice (Mus musculus). Twenty mice were grouped into five different treatments, namely K+ (not exposed to zearalenone and mycotoxin binders), K- (0.1 mg/mouse/day of zearalenone dosage), P1 (0.1 mg/mouse/day of zearalenone dosage and 0.5 mg/mouse/day of mycotoxin binder dosage), P2 (0.1 mg/mouse/day of zearalenone dosage and 1 mg/mouse/day of mycotoxin binders), and P3 (0.1 mg/mouse/day of zearalenone and 2 mg/mouse/day of mycotoxin binders), with 10-days treatment time. The results showed that the potentials of mycotoxin binders could be found on the gradual decline in the expression of caspase 3 in P1, P2 and P3 compared to that in K- (negative control). The results also showed a significant difference in the content of malondialdehyde (MDA) in K- compared to that in K+, P1, P2, and P3. Meanwhile, the quantity of corpus luteum in K- was also starkly different to that in K+, P1, P2, and P3. It can then be concluded that mycotoxin binders are very effective in eliminating the exposure of zearalenone. 
Effect of Cirripedia sp. Flour As Subtitutional Feed Source of Protein Against Dried Disease and Organic Material Rabbit Rain Type Rex Bodhi Agustono; Widya Paramita Lokapirnasari; Mohammad Anam Al Arif; Ragil Angga Prastiya; Faisal Fikri
Bantara Journal of Animal Science Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v2i1.636

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of Cirripedia sp. flour as feed substitution of protein source in feed on the digestibility of dry matter and organic matter in 100 male rex broilers. The research was experimental by using a completely randomized design with four treatments and five replications. Substitution of Cirripedia sp. flour respectively in feed were 0%, 2.5%, 5%, 7.5% given for four weeks. Data collection was carried out in the fourth week (for seven days) which included consumption data, manure weight and analysis of treatment feed and manure analysis. The data were analyzed using Analysis of Variance and the difference between treatments was determined by the Duncan test. The results showed that there was no significant difference (p>0.05) and that there was no significant difference (p>0.05) on the digestibility of rex broilers. This shows that the substitution of Cirripedia sp. flour in feed can replace animal protein sources in fish meal in complete feed rabbits.Key words : Cirripedia sp, digestibility, feed subtitution, flour, rabbit.
Pengaruh Subtitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Bernacle Terhadap Berat Organ Pencernaan dan Lemak Abdominal Kelinci Pedaging Jantan (Orytolagus cuniculus) Bodhi Agustono; Maya Nurwartanti Yunita; Sunaryo Hadi Warsito; Widya Paramita Lokapirnasari; Mohammad Anam Al Arif; Ragil Angga Prastiya; Amung Logam Saputro
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 3, No 1 (2020): JNT | Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret 2020
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2020.003.01.8

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung teritip (Cirripedia sp.) Sebagai pengganti pakan dari tepung ikan pada pakan kelinci, seperti yang diamati dari lemak abdominal dan berat organ pencernaan kelinci jantan rex. Kelinci sebanyak 100 ekor ditempatkan pada kandang individu dengan pakan standart yang sesuai kebutuhan mereka secara ad libitum. Persentase feed substitusi dengan tepung teritip dengan empat perlakuan dan lima replikasi dalam pakan P0 (TI 15% dan TT 0%), P1 (TI 12,5% dan TT 2,5%), P2 (TI 10% dan TT 5%), P3 (TI 7,5% dan TT 7,5%). Perlakuan dilakukan selama 4 minggu, data dikumpulkan setelah pengorbanan akhir perlakuan. Usus kecil kelinci dikumpulkan dan menimbang organ pencernaan termasuk lambung, usus kecil dan usus besar. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varians dengan tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (p> 0,05) pada lemak perut. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p> 0,05) dalam berat organ pencernaan (lambung, usus kecil, dan usus besar). Tepung teritip dapat digunakan sebagai pakan pengganti tepung ikan dalam pakan lengkap untuk kelinci jenis rex hingga 7,5%.
MORFOLOGI DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA MUSANG LUWAK (Paradoxurus hermaphroditus) Ragil Angga Prastiya; Diana Santi; Ade Miftakhul Aziz; Hanun Putri Nuraida
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4307

Abstract

Analisis morfologi dan morfometri spermatozoa musang dengan metode pewarnaan khusus Eosin-Nigrosin dapat digunakan untuk mengukur kualitas kesehatan reproduksi musang jantan melalui hasil pengamatan abnormalitas morfologi spermatozoa dan nilai morfometri, serta dapat membantu dalam upaya peningkatan populasi musang. Musang (Paradoxurus hermaphroditus) adalah mamalia liar yang diklasifikasikan ke dalam keluarga Viverridae dan termasuk dalam genus Paradoxurus. Musang dikategorikan  least concern berdasar International Union for Conservation of Nature (IUCN). Salah satu cara untuk melestarikan musang adalah dengan mempelajari struktur dan fungsi dari organ reproduksi musang jantan, salah satunya melalui pengamatan morfologi dan  morfometri spermatozoa. Penelitian ini menggunakan 8 ekor musang jantan yang berusia 1-3 tahun dan dewasa kelamin. Sebanyak 100 sampel spermatozoa diamati kemudian diukur panjang kepala, lebar kepala, perimeter atau lingkar kepala, luas area, ellipticity, elongation, roughness dan regularity nya. Parameter morfologi dijelaskan secara deskriptif dengan melihat morfologi normal dan abnormal dari spermatozoa musang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spermatozoa musang memiliki panjang kepala 9,67±0,60 μm, lebar kepala 4,73±0,37 μm, luas area 40,51± 4,60 μm2, perimeter atau lingkar spermatozoa 22,64±1,24 μm, ellipticity 2.05±0,017 μm, elongation 0.34±0.04 μm, roughness 0.99±0.07 μm, regularity 0.89±0.07 μm, panjang ekor 62.01±1.76 μm, dan panjang total spermatozoa 71,68±1,89 μm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengamatan morfometri spermatozoa pada musang dapat digunakan sebagai salah satu parameter uji fertilitas musang jantan.  
MORFOLOGI DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA MUSANG LUWAK (Paradoxurus hermaphroditus) Ragil Angga Prastiya; Diana Santi; Ade Miftakhul Aziz; Hanun Putri Nuraida
ZOO INDONESIA Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v31i2.4307

Abstract

Analisis morfologi dan morfometri spermatozoa musang dengan metode pewarnaan khusus Eosin-Nigrosin dapat digunakan untuk mengukur kualitas kesehatan reproduksi musang jantan melalui hasil pengamatan abnormalitas morfologi spermatozoa dan nilai morfometri, serta dapat membantu dalam upaya peningkatan populasi musang. Musang (Paradoxurus hermaphroditus) adalah mamalia liar yang diklasifikasikan ke dalam keluarga Viverridae dan termasuk dalam genus Paradoxurus. Musang dikategorikan  least concern berdasar International Union for Conservation of Nature (IUCN). Salah satu cara untuk melestarikan musang adalah dengan mempelajari struktur dan fungsi dari organ reproduksi musang jantan, salah satunya melalui pengamatan morfologi dan  morfometri spermatozoa. Penelitian ini menggunakan 8 ekor musang jantan yang berusia 1-3 tahun dan dewasa kelamin. Sebanyak 100 sampel spermatozoa diamati kemudian diukur panjang kepala, lebar kepala, perimeter atau lingkar kepala, luas area, ellipticity, elongation, roughness dan regularity nya. Parameter morfologi dijelaskan secara deskriptif dengan melihat morfologi normal dan abnormal dari spermatozoa musang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spermatozoa musang memiliki panjang kepala 9,67±0,60 μm, lebar kepala 4,73±0,37 μm, luas area 40,51± 4,60 μm2, perimeter atau lingkar spermatozoa 22,64±1,24 μm, ellipticity 2.05±0,017 μm, elongation 0.34±0.04 μm, roughness 0.99±0.07 μm, regularity 0.89±0.07 μm, panjang ekor 62.01±1.76 μm, dan panjang total spermatozoa 71,68±1,89 μm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengamatan morfometri spermatozoa pada musang dapat digunakan sebagai salah satu parameter uji fertilitas musang jantan.  
The Effect of Buriti Oil (Mauritia flexuosa L.) as Feed Additive on the Organic and Inorganic Materials Digestibility on Heat Stress Exposed Broilers Burhanudin; Sunaryo Hadi Warsito; Bodhi Agustono; Nusdianto Triakoso; Ragil Angga Prastiya; Faisal Fikri
Jurnal Agro Veteriner Vol. 7 No. 2 (2024): Journal Agro Veteriner
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/agrovet.v7i2.57618

Abstract

Heat stress due to high environmental conditions can affect the digestibility of organic and inorganic broilers. Buriti oil (Mauritia flexuosa L.) contains antioxidants that can suppress Reactive Oxygen Species (ROS) thereby reducing the negative effects of heat stress. This study aims to determine the effect of adding buriti oil to the ration on the organic and inorganic matter of digestibility in broiler exposed to heat stress. This research was experimental and the method used is the completely randomized design method (CRD). The treatment be carried out on 20 broiler aged 22-35 days who are kept in individual cages. Broiler in the treatment group were given heat stress induction using gasolec up to a temperature 35 ± 1o°C for 4 hours every day. Broiler were randomly selected in 4 treatment groups divided into K- (temperature 27 ± 2°C + complete feed), K+ (exposure to temperature 35 ± 1°C + complete feed), P1 (exposure to temperature 35 ± 1°C + complete feed + 2% buriti oil total feed gram /head /day) and P2 (exposure to temperature 35 ± 1°C + complete feed + 4% buriti oil total feed gram /head /day).
First report of Ophidascaris spp. (Class: Nematode) Infection in Wild-Caught Javanese Keelback Water Snake (Fowlea melanzostus) in Banyuwangi District Yudhana, Aditya; Salsabila Putri, Elma; Angga Prastiya, Ragil; Nurwartanti Yunita, Maya; Agustono, Bodhi; Ayu Wibawati, Prima
Journal of Parasite Science Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jops.v8i1.54578

Abstract

The javanese keelback water snake (Fowlea melanzostus) is a semi-aquatic reptile that often found in Indonesia and endemic to Java island. Water tiger snakes are usually kept as exotic pets. Wild caught javanese keelback water snakes have risks of spreading several disease agents that can be zoonotic, which is nematodiasis caused by Ophidascaris spp. This study aims to determine the prevalence level of Ophidascaris spp. infections in javanese keelback water snakes from Banyuwangi district. This study used a descriptive method with accidental sampling. The total sample in this study was 33 wild-caught javanese keelback water snakes. The identification method used is snake samples that have been collected are then euthanized and necropsied to check for nematode infections in the subcutan, muscular, and visceral part. The result showed that 28 samples were positive for nematode infection and 5 samples were negative with a prevalence rate of 84.84%. The nematodes that have been identified come from the genus Ophidascaris spp. Therefore, further research is needed to determine the incidence of nematode transmission in other wild caught snakes in Indonesia.
Hidroponik Fodder Jagung sebagai Substitusi Hijauan Pakan Ternak Ditinjau dari Produktivitas Susu Kambing Sapera Saputro, Amung Logam; Hamid, Iwan Sahrial; Prastiya, Ragil Angga
Jurnal Medik Veteriner Vol. 1 No. 2 (2018): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.435 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol1.iss2.2018.48-51

Abstract

Hidroponik adalah sistem bercocok tanam menggunakan media cair dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Keuntungan bercocok tanam dengan hidroponik yakni tanaman tidak merusak tanah, tidak membutuhkan tempat yang luas, tanpa pestisida atau obat hama yang merusak tanah, mempercepat pertumbuhan dan menjaga kualitas tanaman. Penelitian ini menggunakan perbandingan konsentrat dan fodder jagung yakni P1 (100:0), P2 (60:40), P3 (75:25) dan P4 (0:100). Hasil penelitian menunjukan bahwa kuantitas susu pada hari ke-1, ke-2 dan ke-3 menunjukkan P4 berbeda nyata (p<0,05) dengan P1, P2, dan P3. Hal ini menunjukkan penurunan kuantitas susu pada P4 dan kuantitas susu terbanyak pada P1 dan P3. Simpulan penelitian perlakuan pemberian fodder jagung 25% dan konsentrat 75% serta perlakuan konsentrat 100% dapat meningkatkan kuantitas susu kambing Sapera.
Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Sapi Rambon di Desa Kemiren Banyuwangi Prastika, Zeni; Susilowati, Suherni; Agustono, Bodhi; Safitri, Erma; Prastiya, Ragil Angga
Jurnal Medik Veteriner Vol. 1 No. 2 (2018): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.103 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol1.iss2.2018.38-42

Abstract

Sapi Rambon merupakan salah satu sapi lokal Indonesia. Tahun 2017 populasi sapi Rambon mengalami penurunan. Salah satu upaya pelestarian sapi lokal adalah melalui peningkatan populasi sapi dan inseminasi buatan. Faktor penentu keberhasilan perkawinan salah satunya adalah libido tinggi dan kualitas semen. Motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa adalah salah satu indikator fertilitas spermatozoa dan kualitas semen. Penelitain ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motilitas dan viabilitas semen segar sapi Rambon di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Semen pada penelitian ini di tampung menggunakan vagina buatan dari 6 ekor sapi Rambon jantan. Pemeriksaan motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa dilakukan di klinik Linawati Banyuwangi. Hasil pada penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel. Parameter penelitian ini adalah motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon. Hasil pemeriksaan motilitas spermatozoa sapi Rambon 83,3±4,1% dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon 86,7±2,3%. Kesimpulan dari penelitian menunjukan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon baik dan memenuhi syarat semen beku untuk inseminasi buatan.
Kualitas Semen Segar Sapi Rambon Banyuwangi Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Dan Susu Skim Kuning Telur Safitri, Ainun Merta; Sardjito, Trilas; Wibawati, Prima Ayu; Mustofa, Imam; Saputro, Amung Logam; Prastiya, Ragil Angga
Jurnal Medik Veteriner Vol. 1 No. 3 (2018): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.487 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol1.iss3.2018.62-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen sapi Rambon Banyuwangi dengan menggunakan dua pengencer yang berbeda, yakni tris kuning telur dan susu skim kuning telur. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan satu ekor pejantan sapi Rambon untuk penampungan semen. Semen ditampung sebanyak sembilan kali untuk dua perlakuan pengencer yaitu P1: semen+tris kuning telur dan P2: semen+susu skim kuning telur. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Setiap parameter pada masing-masing perlakuan dibandingkan dengan menggunakan uji T dua sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa P1 lebih mampu mempertahankan motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon Banyuwangi dibanding dengan P2, dimana motilitas P1 yaitu 67,22±4,41% dengan kecepatan 3 dan motilitas P2 yaitu 59,44±8,46% dengan kecepatan 2 berbdea nyata (p<0,05). Viabilitas P1 adalah 77,44±3,21% dan P2 yaitu 73,56±3,32% berbeda nyata (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan yang nyata (p>0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa baik primer maupun sekunder sapi Rambon Banyuwangi pada kedua pengencer dimana nilai abnormalitas primer P1 yaitu 0,33±0,50% dan P2 0,22±0,44%, abnormalitas sekunder P1 yaitu 8,33±2,17% dan P2 7,56±2,24%. Disimpulkan bahwa media pengencer tris kuing telur dan susu skim kuning telur layak untuk digunakan IB dengan semen segar.
Co-Authors Abdul Samik Ade Miftakhul Aziz Agustono, Bodhi Al arif, Mohammad Anam Amaliya, Anny Amung Logam Saputro Ani Wijayanti Ashari, Lukman Ashilla Afandik, Nadya Atikah Madarina Hisyam, Mirza Boedi Setiawan Burhanudin Chozin, Aminullah Alhady Diana Santi Dinul, Ahmad Rajul Erma Safitri ERMA SAFITRI Estoepangestie, Agnes Theresia Soelih Faisal Fikri Firdausyi, Aulia Amatul Habib, Mohammad Nabil El Haditanojo, Wiyanto Hanafi, Ulfiani Fauzia Hani Plumeriastuti Hanifah, Novi Fitria Hanun Putri Nuraida Hermin Ratnani Hidanah, Sri Hidayatuh Sholihah, Alfi Imam Mustofa IMAM MUSTOFA Imas Hapsari Rahmaningtyas iqbal dwi warsito Iskandari, Novia Nur Iwan Sahrial Hamid Khafsah, Khafsah Kuncorojakti, Suryo Lailiyah, Fahlevi Lestari, Dewi Sri Luqman, Epy Muhammad Ma'ruf, Mohammad Arief Mafruchati, Maslichah Maxdhameta, Styuderil Imaniro Milladiya Khuriyah Zahra, Reyza Mirni Lamid Muhammad Gufron Muhammad Thohawi Elziyad Purnama Mumtazi, Fauzan Nurina Naqsmagita, Salsabilla Nusdianto Triakoso Praja, Ratih Novita Prastika, Zeni Prayogo, Danu Pudji Srianto Putri Nurmalia Damayanti Putri, Lusi Rosita Sartono Ratna Damayanti Safitri, Ainun Merta Salsabila Putri, Elma Saputro, Amung Logam Sari, Sera Yunita Sasi, Samira Musa Setyawan, Firman Soeharsono Soeharsono Solikhah, Tridiganita Intan Sri Pantja Madyawati, Sri Pantja Suherni Susilowati Sulistiyawati, Elis Sulistyowati, Deny Tatik Hernawati Tito, Muhammad Tjuk Imam Restiadi Tri Lestari Tri Wahyu Suprayogi Trilas Sardjito Trisnawati, Sharfina Habibah Ulinuha, Meidina Zulva Umama, Ayu Riza Warsito, Sunaryo Hadi Weliyani, Trima Wibawati, Prima Ayu Widayani, Prasita Widya Paramita Lokapirnasari Widya Paramita Lokapirnasari Yeni Dhamayanti Yudhana, Aditya Yunita, Maya Nurwartanti