cover
Contact Name
Setiawan Priatmoko
Contact Email
eraynesance@gmail.com
Phone
+62818464394
Journal Mail Official
jurnalapi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pusat STIEPAR API Jl. Glendongan TB XV No. 15B Catur Tunggal Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Tourism and Economic
ISSN : 26224631     EISSN : 2622495X     DOI : https://doi.org/10.36594/jtec.v4i2.120
Core Subject : Economy, Social,
Journal Of Tourism and Economic (e-ISSN: 2622-495X, p-ISSN:2622-4631) is published by the STIE Pariwisata API Yogyakarta. Journal Of Tourism and Economic SINTA 5 Accredited by Kemenristekdikti no: 36/E/KPT/2019 13 Dec 2019 since the first edition (e-ISSN: 2622-495X, p-ISSN: 2622-4631) encourages and enhances the development of research in the economic field and all related to tourism. Papers can be written in Bahasa or English. This journal serves as a forum for the international community to discuss and present the research as well as facilitate discussion of new methodologies or research techniques in the fields of economics and tourism. The Journal of Tourism and Economics continues to develop various sub-themes related to economics (including accounting and management) and tourism (including culture). Journal scope is international and includes research on aspects of economic studies and tourism issues. This journal also provides opportunities for researchers and scholars from various disciplines of science who have new views and ideas to share with other academics, especially in matters that focus on tourism, culture and economic studies. All papers will be followed up and reviewed by the research community before publication.
Articles 216 Documents
Analisis Kesenjangan Penerapan Manajemen Keselamatan pada Wisata River Tubing di Sungai Cileat, Subang Revi Agustin Aisyianita; Silvia; Arif Setyo Nugroho; Muhammad Dafa Anggana; Daffa Ramadhan Argiansyah; Udan Karyawan
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/ccypzq09

Abstract

This study examines the gap between ideal standards and actual practices in the implementation of safety management in river tubing activities at Cileat River, Subang. A qualitative approach was employed through observations, interviews, and documentation involving key stakeholders. The findings indicate that safety practices remain operational and experience-based rather than systematically institutionalized. Critical gaps are identified in the absence of formal standard operating procedures (SOPs), lack of certified guides, weak risk management systems, and limited safety education for tourists. These conditions reflect a structural gap in safety governance, leading to suboptimal service assurance. This study highlights the necessity of shifting from experience-based practices toward a standardized, integrated, and sustainable safety management system as a prerequisite for enhancing service quality in adventure tourism.
Strategi Keunggulan Bersaing Melalui Inovasi Produk Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Studi Kasus Pada PT Tama Cokelat Indonesia, Kabupaten Garut) Kiki Gumelar; Setyo Prasiyono Nugroho
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/phj09w45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi produk berfungsi sebagai strategi keunggulan kompetitif untuk meningkatkan kinerja pemasaran di PT Tama Cokelat Indonesia di Kabupaten Garut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi perusahaan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi proses inovasi, diferensiasi nilai, strategi pemasaran, dan persepsi pasar terhadap produk inovatif perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi produk Chocodot dalam meningkatkan kinerja pemasaran didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengubah kearifan lokal menjadi proposisi nilai yang khas, mempertahankan posisi merek yang konsisten, dan menyelaraskan inovasinya dengan preferensi pasar wisata suvenir. Sebaliknya, Gumsberry, yang mengadopsi konsep produk yang lebih universal, belum mampu membangun persepsi nilai yang kuat di kalangan konsumen, sehingga mengakibatkan diferensiasi kompetitif yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk tidak secara otomatis mengarah pada peningkatan kinerja pemasaran. Sebaliknya, dibutuhkan diferensiasi nilai yang efektif, pemahaman pasar yang akurat, dan kemampuan pemasaran yang kuat untuk mengubah inovasi menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dengan menjelaskan mekanisme transformasi inovasi produk menjadi keunggulan kompetitif dalam konteks industri makanan lokal yang berakar pada warisan budaya. Studi ini juga menawarkan implikasi praktis untuk mengembangkan strategi inovasi produk di industri kreatif serupa.
Digital Tunes of Indonesia: Investigating Likeability, Perceived Value and Behavior in Dangdut Music Streaming Platform Muhammad Arief Asad; Tutur Wicaksono
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/7dwenq72

Abstract

Dangdut music stands out as a favored genre among music enthusiasts in Indonesia. This study analyzes the influence of likeability, perceived value, and user behavior within the Indonesian dangdut music genre. Adopting an exploratory approach and surveyed 242 respondents who use music streaming applications that feature dangdut music content. The chosen analytical method was Structural Equation Model (SEM) analysis. The study's findings indicate that content attractiveness, perceived value, likeability, and intention play significant roles in shaping the behavior of users of Dangdut streaming music applications. Notably, likeability and perceived value impact both intention and behavior. The behavioral model constructed for the usage of streaming music applications integrates perceived value and likeability, reflecting a modified TAM-likeability-perceived value model. This study highlights the significant impact on the future of music streaming in Indonesia. The findings emphasize the importance of active participation in ensuring the continuous growth and improvement of the user experience in the dynamic digital music environment. Active engagement and participation in the music streaming industry are identified as key drivers of continuous growth and relevance. By actively involving users, the industry can adapt to the ever-evolving digital music landscape and ensure that the overall user experience remains enjoyable and resonant with the changing preferences and needs of the audience. This research sheds light on the critical interplay between user involvement and the future trajectory of music streaming services in Indonesia.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Community Based Tourism di Desa Wisata Turgo Tuti Panghastuti; Endang Endang Widayati; Endro Endro Isnugroho
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/5mhrcq39

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan Desa Wisata Turgo berdasarkan prinsip Community Based Tourism (CBT), yang ditandai dengan rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, belum meratanya manfaat ekonomi, serta pengelolaan lingkungan yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan desa wisata, mengidentifikasi penerapan CBT, serta merumuskan strategi pengembangan berbasis CBT yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan indikator CBT, yaitu partisipasi masyarakat, manfaat ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT di Desa Wisata Turgo masih berada pada tahap pengembangan (developing stage). Partisipasi masyarakat masih terbatas pada aspek operasional, manfaat ekonomi belum merata, serta pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat belum optimal. Namun demikian, desa ini memiliki potensi budaya dan sumber daya lokal yang kuat sebagai daya tarik wisata. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan Desa Wisata Turgo perlu difokuskan pada penguatan indikator CBT secara menyeluruh melalui peningkatan partisipasi masyarakat, pemerataan manfaat ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan.
Peran Room Attendant dalam Menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembersihan Kamar di Hotel Kimaya Sudirman by Harris Yogyakarta Lia Mamluatus Solihah; Ardi Surwiyanta
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/wbn0k833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran room attendant dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembersihan kamar di Hotel Kimaya Sudirman by Harris Yogyakarta, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya supervisor dalam memastikan SOP dijalankan dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Responden dalam penelitian ini berjumlah 20 room attendant. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Skala Likert untuk mengetahui tingkat pemahaman responden terhadap penerapan SOP pembersihan kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa room attendant memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik terhadap penerapan SOP pembersihan kamar dengan rata-rata skor berada pada kategori “sangat paham”. Room attendant memahami tanggung jawab menjaga kebersihan kamar, prosedur pembersihan sesuai SOP, pentingnya menjaga privasi tamu, serta profesionalisme kerja yang mencerminkan citra hotel. Penelitian ini juga menemukan adanya beberapa kendala dalam penerapan SOP, antara lain keterbatasan alat kerja, beban kerja yang tinggi, keterbatasan waktu, hambatan komunikasi antar staf, dan permintaan tamu di luar standar operasional. Selain itu, supervisor housekeeping memiliki peran penting melalui briefing rutin, pengawasan langsung, inspeksi kamar, serta evaluasi kerja untuk memastikan SOP dijalankan secara konsisten. Secara keseluruhan, penerapan SOP pembersihan kamar di Hotel Kimaya Sudirman by Harris Yogyakarta telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan fasilitas kerja, pelatihan, dan pengawasan agar kualitas pelayanan housekeeping tetap optimal.
Implementation of The "Element of Surprise" Concept in The Development of Sustainable Tourism Attractions in Rural Community-based Tourism Destination Setiawan Priatmoko; Yitno Purwoko; Erna Wigati; Lóránt Dénes Dávid
Journal of Tourism and Economic Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 17 Jul 2026
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/yw2me245

Abstract

This study examines the application of the "Element of Surprise" concept as a strategic innovation in developing tourism village attractions while maintaining sustainable tourism principles. In a highly competitive tourism market, tourism villages should present not only authentic but also memorable and unique experiences for visitors. Through a qualitative descriptive approach, this research explores how unexpected events, hidden spots, and unique interactive activities can be engineered to trigger positive emotions and memorable experiences (memorable tourism experiences). The results demonstrate that integrating the element of surprise with local knowledge and environmental conservation significantly enhances visitor satisfaction. Crucially, this positive emotional response potentially promotes powerful word-of-mouth marketing without compromising the destination's unique cultural and ecological characteristics. This model provides a practical framework for tourism village managers to design creative, low-cost, high-impact attraction programs.